GOWA, JENEPONTO, TAKALAR, MAROS, PANGKEP

UN Berakhir, Ratusan Siswa Konvoi

GOWA, BKM-- Ujian Nasional (UN) tingkat SMA berakhir, Rabu(16/4) kemarin. Untuk SMK, ujian masih berlangsung hingga Kamis, hari ini. Usai UN, ratusan siswa SMA dari gabungan sekolah melakukan konvoi kendaraan keliling kota melintasi  poros Jalan Masjid Raya depan kantor Bupati Gowa serta Jalan Agussalim tembus di Jalan Andi Tonro dan Jalan Basoi Dg Bunga.
Konvoi pengguna jalan raya ini dinilai sangat mengganggu, sebab selain tancap gas mereka ugal-ugalan menyalib kendaraan lain di depannya. Karenanya banyak pengguna jalan memilih memutar arah ke jalur lain.
'Ada imbauan dari sekolah masing-masing untuk tidak melakukan konvoi tapi siapa sih yang akan melihat sepak terjang para siswa setelah meninggalkan sekolah. Polisi saja dibuat repot. Dikejar di sini eh munculnya di sana. Yah sisa kita yang mengendarai kendaraan yang mengambil diri untuk hati-hati. Tapi mestinya konvoi seperti ini harus menjadi target Kepolisian untuk ditertibkan setiap kali usai ujian. Termasuk besok, siswa SMK baru selesai UN,'' terang Firman, pengguna jalan di poros Jl Agussalim. Firman terpaksa menghentikan motor yang dikendarainya untuk memberikan keleluasaan jalan bagi siswa yang konvoi tersebut.
Rabu kemarin, sebanyak 4.835 siswa SMA dari 36 SMA di Gowa telah rampung mengikuti UN, termasuk siswa MA sebanyak 1.101 dari 32 MA di Gowa. Yang tersisa dan masih harus menjalani UN satu hari (Kamis, red) adalah tingkat SMK sebanyak 2.589 siswa dari 14 SMK di Gowa.
Kabid Dikmen Dinas Dikorda Gowa, H Syamsuddin DN yang dikonfirmasi sekira pukul 13.06 Wita saat berada di SMAN 1 Sungguminasa mengatakan, pihaknya berharap tidak ada konvoi sebab sudah menjadi edaran Dikorda kepada semua kepala sekolah agar  tidak membiarkan satupun siswanya melakukan eforia di jalan raya.
Sayangnya, Kabid Dikmen yang memang sengaja turun memantau kondisi bubaran siswa usai ujian di SMAN 1 Sungguminasa ini mengaku kecolongan sebab di ruas jalan lainnya di kota Sungguminasa ternyata ada sekumpulan siswa yang turun konvoi.
''Saya memang sengaja turun ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi seperti itu. Dan memang khusus di SMAN 1 ini para siswa pulang dengan teratur dan satu-satu. Tapi kalau memang ada siswa yang konvoi wah itu diluar kontrol kami apalagi baju seragamnya sudah dicoret-coret,'' kata H Syamsuddin DN. (sar/cha/B)

 

PPI Beba Harap Kucuran Dana Rp 20 M

TAKALAR, BKM--Kendati nelayan Takalar dan sekitarnya telah menikmati kehadiran Pelabuhan Perikanan Ikan (PPI) Beba Galesong Utara, namun beberapa infrastruktur pendukung belum memadai. PPI Beba di Desa Tamasayu masih butuh kucuran dana miliaran rupiah untuk sarana serta prasarana.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan PPI Beba masih besar, paling tidak 20 miliar hingga Rp 30 miliar," kata Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Takalar, Muhammad Asdar, Rabu (16/4).
Besar dana yang dibutuhkan untuk merampungkan PPI Beba karena dermaga yang ada saat ini masih terbilang pendek, sehingga kapal besar yang hendak berlabuh otomatis akan kandas.
Penambahan 60 meter panjang dermaga merupakan langkah tepat yang harus dilakukan PPI Beba agar kawasan ini bisa mempermudah lalulintas kapal.
"Tres tell atau dermaga akan ditambah panjangnya sampai 60 meter, jika rencana ini dapat kita realisasikan otomatis PPI Beba sudah dapat menampung kapal besar yang hendak melakukan bongkar muat di tempat tersebut," ungkap Muhammad Asdar.
Selain panjang dermaga yang menjadi prioritas utama pada proyek pembangunan, PPI Beba diharapkan bisa rampung hingga tahun 2015.
Asdar didampingi Kasubag program Dinas Perikanan dan Kelautan, Irwan Lewa
mengatakan, pelataran PPI Beba juga mendesak untuk segera dibuatkan paving block.
" Kedua item bangunan tersebut menjadi prioritas utama untuk melengkapi fasilitas PPI Beba. Jika semua itu dapat direalisasikan, maka kehadiran PPI Beba sudah lengkap untuk melayani kepentngan masyarakat nelayan dan masyarakat umum,'' tukasnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan, H Nasaruddin Jarre menambahkan, selain panjang dermaga yang akan menjadi pelengkap PPI Beba, pihaknya berencana membangun proyek pemecah ombak (Break Water) sepanjang 120 meter dengan lebar 80 meter. (ari/cha/C)

   

Salaka Terima Hadiah Lomba Kelurahan

TAKALAR, BKM--Rapat evaluasi kegiatan Tim Pembina Lomba Tingkat Kabupaten  Takalar dirangkaikan dengan penyerahan hadiah lomba desa/kelurahan. Hadiah lomba kelurahan diserahkah Sekretaris Daerah Takalar, Nirwan Nasrullah kepada Lurah Salaka,
Salaka mewakili Takalar dalam lomba desa dan kelurahan. Kondisi ini menuai perhatian dari Bupati Takalar DR. H. Burhanuddin Baharuddin.
Sekkab Takalar Nirwan Nasrullah memberikan hadiah pembinaan atas nama bupati  di Kantor Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang , Selasa  (15/4). Kelurahan Salaka terpilih setelah menyisihkan Kelurahan Mangadu dan Pattallassang yang merupakan saingan beratnya. Pada penilaian yang dilakukan sebelumnya, ada sembilan indikator yang dinilai. Indikator itu meliputi pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat dan KB, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, kelembagaan, PKK, kebersihan dan penataan lingkungan.
Nirwan dihadapan para peserta rapat meminta pimpinan SKPD berperan  aktif mengambil bagian untuk melakukan pembenahan.
Lomba kelurahan tahun ini, Salaka diharapkan bisa kembali menang.
Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin mengharapkan, Salaka kembali mengangkat Takalar menjadi juara  seperti Kelurahan Mangadu.(tom/cha/C)

   

Kontestan KDI Asal Jeneponto Minta Dukungan Warga

JENEPONTO, BKM--Mega Zadila, kontestan KDI asal Jeneponto yang lolos audisi  pamitan sekaligus meminta dukungan dari Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.
Mega menemui bupati ditemani orangtuanya, Zainuddin Sila dan Ny Basse Dg Ci'nong serta Camat Kelara H Amiruddin. Mega diterima Wakil Bupati Jeneponto, H Mulyadi Mustamu, Kepala Bagian  Kesbangpol dan Linmas, H Hasnun Rabu (16/4).
Menurut Mega, audisi KDI bagian Timur dilaksanakan di Makassar dengan menghasilkan enam kontestan.
''Kami meminta dukungan agar semua warga bisa mengetik KDI Mega kirim ke 6288,'' pintanya. Wakil Bupati Jeneponto, H Mulyadi Mustamu memberikan sejumlah dana pribadi kepada Mega.
''Kami sangat bangga ada Mega yang bisa mengahrumkan nama daerah.Kami minta seluruh lapisan masyarakat Jeneponto dimana pun berada agar pro akatif mendukung Mega untuk bisa juara.  Kepada camat, kades, lurah dan seluruh imam masjid untuk mengumumkan kepada masyarakat untuk mendukung Mega Zadilla,'' Mulyadi.
(krk/cha/C)

   

ADD Triwulan I Belum Terealisasi

TAKALAR, BKM--Meski sudah memasuki awal triwulan II, tak ada satu pun Kepala Desa yang ada di daerah menyetor laporan pertanggung jawaban anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013.
Akibatnya, ADD yang sedianya akan dikucurkan pemerintah Takalar awal tahun 2014 terpaksa  dihentikan.
Kepala Badan Pemerintahan Desa dan Kelurahan (KBPMDK) Kabupaten Takalar, H Andi Guntur Hakim, S.Sos,MM yang dimintai konfirmasi (16/4) mengatakan,  proses pencairan ADD Ttriwulan I belum bisa direalisasikan ke sejumlah desa, lantaran tidak adanya laporan pertanggung jawaban dari Kepala Desa yang diterima.
Andi Guntur Hakim berharap, kondisi ini tidak berpotensi untuk tidak terjadi penyelewengan.
"Mandeknya kucuran ADD  tahun 2014 disebabkan karena tidak ada satu pun Kepala Desa yang menyetor laporan anggaran pertanggung jawaban ADD Tiwulan IV akhir 2013 lalu," kata H Andi Guntur Hakim.
Selain mengatakan hal tersebut, H Andi Guntur Hakim juga berharap agar kondisi yang mengakibatkan aliran ADD triwulan I tersendat tidak menjadi bumerang kepada kepala desa dan lurah.
Soalnya ada kekhawatirkan laporan pertanggung jawaban anggaran dibuat tidak sesaui dengan petunjuk teknis yang telah dikantongi masing masing desa dan Lurah.
"Kita berharap agar laporan pertanggung jawaban ADD triwulan terakhir 2013 lalu, dibuat sesuai juknis," tandasnya.
Andi Guntur menambahkan, dari 100 desa dan kelurahan yang ada di sembilan kecamatan, ADD tahap pertama 2014 baru empat Kelurahan yang dicairkan anggaran biaya operasional kelurahan (BOK). Empat kelurahan itu masing masing Canrego, Takalar, Manongkoki serta Kelurahan Salaka.
Ketua Apdesi Kabupaten Takalar, Nurdin Tula yang dimintai tanggapannya perihal belum adanya Desa yang mendapat kucuran alokasi dana Desa (ADD) mengatakan, saat ini dana ADD sudah tersedia, tinggal menunggu kelengkapan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan Rencana pengelolaan anggaran desa untuk disetor ke kabupaten. (ari/cha/C)

   

Halaman 1 dari 59

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA