Makassar Kriminal

Kasus Kematian Daud Belum Terungkap

MAKASSAR, BKM--Penyidik Polsek Tamalanrea hingga kini terus melakukan penyelidikan terkait misteri kematian Daud (36), Staf Administrasi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar yang ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup dalam ember di kamar tempat ia tinggal di areal rumah sakit, 23 Juli lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes  Endi Sutendi kepada BKM, Kamis (14/8)  tak  banyak memberikan keterangan terkait kasus ini. Meski demikian, Endi mengaku kasus  tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sebanyak 20 orang saksi telah diperiksa.
"Masih penyelidikan dinda, dan sampai dengan saat ini sudah 20 orang saksi yang sudah diperiksa," tukas Endi.
Seperti yang dilansir sebelumnya, Daud meninggal dalam kondisi tertelungkup dalam sebuah ember besar, namun tak ada bagian tubuh dari Daud yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
"Kondisi jenazah tak ada luka lebam atau sayatan benda tajam. Tapi ini masih dalam pemeriksaan pihak forensik, dan kita tunggu saja perkembangannya," kutip Endi, beberapa waktu lalu.
Penyidik telah meminta hasil rekaman CCTV RS  Wahidin untuk membantu penyelidikan termasuk handphone seluler Daud untuk mengetahui panggilan terakhir yang masuk.
"Ada nomor panggilan terakhir yang kami lacak dan nomor itu terdaftar di wilayah Maluku. Sementara masih dalam pengembangan," ucap Endi.
Hampir sebulan lamanya kasus ini belum juga menemukan titik terang. Pihak keluarga sendiri terus berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini untuk mengetahui penyebab meninggalnya Daud.
Maxi Sondakh (37) sepupu dua kali Daud yang menjadi perwakilan pihak keluarga saat dikonfirmasi meyakini, Daud meninggal karena dibunuh. Pernyataan Maxi dikuatkan dari keterangan sejumlah saki mata dari pihak rumah sakit setempat yang mengaku bahwa terlihat bercak darah dilantai kamar sebelum jenazah Daud ditemukan
Terkelungkup dalam ember besar.
"Sampai hari ini kami pihak keluarga meyakini bahwa almarhum meninggal secara tidak wajar dan ada indikasi bahwa almarhum di bunuh. Meski memang tidak ada luka benda tajam di tubuh korban, namun bisa jadi bercak darah yang disebutkan itu milik pelaku yang kemungkinan sebelumnya korban sempat melawan sebelum dibunuh. Keanehan lain menurut kami, karena tubuh Daud ditemukan dalam ember. Kalaupun almarhum sendiri sengaja memasukkan tubuhnya sendiri, tentu harus dipertanyakan kondisi kejiwaannya. Tapi setahu kami tidak ada riwayat penyakit kejiwaan yang diderita almarhum. Kalau pun ia dinyatakan sakit jiwa tentu pihak rumah sakit tidak mempekerjakan almarhum sebagai staf administrasi.
Sekretaris Komwil LM-RI Sulsel yang bermukim di Jl. Beruang No 8 Kompleks KKB, Makassar tersebut berencana akan mendatangi penyidik Polsek Tamalanrea untuk meminta kejelasan terhadap proses penyidikan Daud.
"Rencananya kami pihak keluaraga akan menemui pihak penyidik untuk mengetahui sejauh mana proses penyidikan mereka atas penyebab kematian saudara kami," ujar Maxi.
Seperti yang dilansir sebelumnya, Maxi mengaku kalau almarhum sempat menceritakan kepada keluarga terkait adanya persoalan Daud dengan rekannya yang tinggal bersebalahan kamar di areal rumah sakit.
Almarhum sendiri diketahui berstatus lajang atau belum pernah menikah dan sudah lebih dari lima tahun memilih tinggal di areal RS. Wahidin sejak resmi terangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Semasa hidupnya, Daud sering melakukan komunikasi dengan keluarga pamannya yang tinggal di wilayah Panaikang Makassar. (ril/cha/B)

 

Laporan Penipuan Mengendap Pengusaha Sorot Kinerja Polisi

MAKASSAR, BKM -- Lagi, kinerja kepolisian disorot. Kali ini sorotan itu datang dari pengusaha yang mempertanyakan laporannya ke Polres Makassar dan Polsek Tamalate.
Usman Sopian (41) merupakan manager salah satu proyek di Makassar. Ia melaporkan rekan bisnisnya terkait dugaan penipuan serta penggelapan dana pekerjaan yang pernah digarapnya.
Ada dua laporannya dengan kasus yang sama namun orang berbeda di kepolisian. Kasus penggelapan dana sebesar Rp1,6 miliar oleh kontraktor PT SG, Syamsuddin alias Ancu dilaporkan di Polrestabes  Makassar sementara kasus lain dugaan penggelapan dana  Rp 300 juta yang dilaporkan ke Polsek Mamajang.
"Sebenarnya semua kasus itu pernah ditindak lanjuti oleh kepolisian hanya saja kemudian mandek dan tidak jelas lagi. Bahkan laporan saya di Polrestabes  Makassar sudah dua tahun ini tidak ada perkembangan," ucap Usman  saat ditemui di Hotel Singgasana, Kamis (14/8).
Ia memaparkan, laporannya di kepolisian atas nama Nurmal di Polres Makassar pernah ditanggapi.Bahkan terlapor berinisial SY pernah ditahan di  Polrestabes  Makassar. Hanya saja terlapor kemudian dilepas, setelah itu sudah tidak ada kejelasan.
"Pelaku pernah ditangkap tapi pelaku ditangguhkan oleh seseorang.
Yang saya tanyakan siapa yang meminta penangguhan. Pasti ada sesuatu," tutur Usman.
Selain SY, pihaknya juga melaporkan seorang oknum polisi atas nama Kompol AM, karena oknum polisi itulah yang menawarkan pekerjaan kepada Usman namun, setelah disepakati, oknum tersebut justru memihakketigakan pekerjaan tersebut.
Adapun untuk kasus di Polsek Mamajang berinisal RH yang juga merupakan rekan bisnisnya. Laporannya sejak Desember 2013 lalu. Untuk kasus ini, pihak kepolisian sebenarnya telah menindaklanjuti dengan menerbitkan surat penangkapan. Hanya saja pelaku hingga kini belum juga diseret ke tahanan.
"Identitas pelaku jelas dan dia juga diketahui memiliki pekerjaan penimbunan di Tanjung Bunga tapi polisi belum juga menangkapnya," tutur Usman. (ril/cha/C)


   

Lawan Penjambret Dua Gadis Jatuh dari Motor

MAKASSAR, BKM--Aksi jambret di sejumlah wilayah di Makassar masih marak terjadi. Kali ini aksi jambret nyaris menimpa kedua karyawan swasta yang saling berboncengan, Mila (26) dan Tari (19).
Aksi jambret yang diketahui menggunakan motor merek Honda Beet Putih terjadi di Jalan  Kasuari, Rabu (13/8) sekitar 19.00 Wita. Kendati tas milik korban tidak sempat dibawa kabur pelaku, namun kedua mengalami cedera serius karena terjatuh lantaran saling tarik dengan pelaku jambret.
Kedua korban di jambret setelah meninggalkan rumah di Jl. Rajawali dan hendak menuju kost temannya di Jl. Zabra.
"Tadinya saya pikir teman saya. Ternayata jambret. Tiba-tiba merampas tas yang saya pegang. Saya di gonceng sama adik saya kemudian saat dia merampas saya menahan dan akhirnya saling tarik tas yang saya pegang. Karena panik kedua pelaku yang berboncengan langsung melepas tas saya kemudian menandang motor kami sampai kami terjatuh," papar Mila.
Akibat peristiwa ini, Mila mengalami luka menganga pada bagian telapak tangan kiri dan luka lecet pada bagian paha kanan. Sementara Tari yang mengemudikan motor luka lecet pada kedua kaki dan lengan bagian kanan.
Keduanya mengaku saat kejadian kondisi jalan sunyi. Warga dan pengendara lain baru berdatangan saat keduanya tersungkur di aspal. Korban juga menolak melaporkan kasus ini ke polisi karena mengaku tidak kehilangan barang. Dari keterangan korban isi tas antara lain dua unit hanpone dan sejumlah uang.
"Jalanan sunyi waktu kejadian. Saya rasa mereka sudah membuntuti kami," tukasnya.
Keduanya berharap agar polisi bisa mengantisipasi tingkat kejahatan di jalan agar peristiwa ini tidak terulang atau menimbulkan korban lain nantinya. (ril/cha/C)

   

Polisi Identifikasi Perampok Warkop Sija

MAKASSAR, BKM--Aparat Polsek Manggala mengaku telah memeriksa sejumlah saksi terkait aksi penyerangan serta perampokan  warung kopi (Warkop) Daeng Sija di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Minggu (10/8) pukul 23.00 Wita, yang diduga dilakukan kelompok geng motor.
Kapolsek Manggala, Kompol Akbar Setiwan, Rabu (13/8) mengaku, pihaknya terus mengusut kasus ini dan berjanji akan menangkap para pelaku yang diperkirakan berjumlah 15 orang tersebut.
"Kami sudah memanggil sejumlah saki termasuk penjaga warkop dan korban untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Kami berjanji akan mengusut kasus ini sampai seluruh pelaku kita tangkap," tegas Akbar.
Akbar menambahkan, penyelidikan kasus ini terbilang sulit, sebab pelaku menggunakan penutup wajah untuk mengaburkan identitasnya saat melakukan penyerangan. Beberapa saksi yang juga telah diperiksa juga mengaku tak dapat mengenali satu pun wajah pelaku. Namun beberapa unit kendaraan yang digunakan dalam aksi penyerangan itu sudah diidentifikasi guna membantu penyelidikan pihak polisi.
"Pelaku pakai penutup muka jadi saksi sulit mengenali wajah pelaku. Tapi dari keterangan saksi ada beberapa kendaraan yang sudah kami identifikasi. Mudah-mudahn petunjuk ini memudahkan kami dalam pengejaran pelaku," tutup Akbar.
Seperti diketahui, para pelaku menyerang menjarah komputer jinjing (laptop) dan sejumlah telepon seluler milik pengunjung warkop dengan menggunakan penutup wajah.(ril/cha/B)

   

Tahanan Narkoba Polda Meninggal

MAKASSAR, BKM-- Herialdi alias Thomas (34), tahanan kasus narkoba di Mapolda Sulsel meninggal dunia setelah mendapat perawatan petugas Kinilik Mapolda karena menderita penyakit sakit asma.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Endi Sutendi kepada BKM, Rabu (13/8) menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Herialdi meninggal karena menderita asma.
"Almarhum punya riwayat penyakit asma sejak umur 16 tahun oleh karena penyakitnya tersebut. Pasien selalu membawa obat asma secara rutin. Petugas  jaga tahanan melaporkan ke klinik bahwa tersangka Herialdi mengalami sesak nafas. Herialdi dibawa ke Poliklinik Kesehatan Polda untuk dirawat,'' tukas Endi.
Kemudian, lanjutnya, pasien langsung mengenakan oksigen dan infus.
Endi menjelaskan, pasien meninggal adalah tahanan kasus  narkoba yang di tangkap Rabu 6 Agustus 2014, sekitar pukul 15.00 Wita oleh tim Dit Resnarkoba Polda. Dari hasil penggeledahan di sebuah rumah kos kamar 5, ditemukan 5 paket diduga shabu, 1 sisa pakai, alat bong isap.
"Dari hasil introgasi, barang bukti tersebut diperoleh dari Rudi di Rutan Bolangi dengan cara transfer terlebih dahulu. Kemudian ditempelkan di Jalan.Veteran dekat Indo Murah. Dari Hasil pemeriksaan urine dan barang bukti, dinyatakan positif narkoba. Yang bersangkutan pun  dijerat Pasal 112 jo 114 dan 127 UU No 35/2009. Tersangka juga termasuk residivis.. Almarhum kepada penyedik pernah mengaku alasannya  gunakan Narkoba untuk penyembuhan penyakit asmanya," tutup Endi. (ril/cha/C)

   

Halaman 1 dari 26

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi