Polisi Kejar Bos Geng Motor

MAKASSAR, BKM--Aparat kepolisian terus mengejar bos geng motor yang selama ini dinilai bertanggungjawab atas serangkaian aksi kriminalitas di Makassar.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Endi Sutendi Senin (13/5) mengatakan,  jajaran Polda Sulsel terus mengejar pelaku yang tergabung dalam geng motor anarkis.
"Kapolda mengintruksikan seluruh jajaran untuk mengejar bos dan anggota geng motor yang kerap berbuat onar serta anarkis,"kata Endi
Endi mengatakan, Tim Reskrim telah diterjunkan untuk meringkus pelaku.
"Mereka semua sudah berhasil kami identifikasi. Tim Reskrim sedang melakukan pengejaran hingga keluar Sulsel," tukasnya.
Aksi brutal geng motor selain meresahkan warga juga mengakibatkan dua jurnalis Televisi di Makassar jadi korban penikaman serta pembusuran.
"Pengejaran pelaku geng motor menjadi prioritas Polda Sulsel dan seluruh jajaran," tegas Endi.
Sekadar diketahui, setelah sepekan melakukan pengejaran, tim Polrestabes Makassar
meringkus salah satu pentolan kelompok geng motor "Mappakoe" berinisial AK, di Bandara Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (10/5) malam.
Selain kejahatan jalanan, AK juga diduga terlibat rentetan peristiwa teror bom molotov pascapilgub Sulsel, Februari silam.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Eko Wagianto mengatakan, AK ditangkap beberapa saat setelah tiba di bandara. Ia melarikan diri dari Makassar beberapa hari sebelumnya, setelah namanya terkuak dari hasil pengembangan.
"AK  punya peran yang sangat penting di kelompok ini. Dia salah satu eksekutor," ujar Eko.
Nama AK diketahui saat dua rekannya dari kelompok yang sama ditangkap beberapa pekan lalu. Mereka menyebut AK sebagai salah satu otak rentetan teror bom molotov di beberapa gereja pascapilgub.
"Sempat dilakukan penyergapan di tempat-tempat yang dicurigai, tetapi ia berhasil lolos. Terakhir, informasi yang kita dapat, tersangka melarikan diri ke Kendari," papar Eko.
AK ditangkap tanpa perlawanan. Saat itu, ia hendak bertolak ke Jakarta dengan pesawat malam.
"Tim hampir kecolongan. Beruntung bisa tiba di bandara tepat waktu," jelasnya.
Penangkapan ini menurut Eko berlangsung singkat. Wajah AK yang telah dikenali lewat sketsa, berhasil diciduk di ruang tunggu bandara. Belum banyak yang bisa dikorek dari AK, karena ia baru tiba di Makassar.
Dari beberapa kasus, AK diduga menjadi eksekutor utama. Di antaranya pelemparan bom molotov empat gereja pascapulgub Sulsel. Selanjutnya, ia juga ditengarai melakukan berbagai tindak kejahatan jalan seperti perampasan sepeda motor, pemalakan, dan kekerasan di beberapa tempat di Makassar.
Menurut Eko, dari AK, pihaknya berharap bisa mengungkap lebih banyak kasus-kasus kejahatan jalanan yang diotaki kelompok geng motor.
"AK kita harapkan kooperatif dan mau menyebut semua kelompoknya dan tempat-tempat persembunyiannya," katanya.
Dalam kelompok geng motor Mappakkoe, masih terdapat beberapa pentolannya yang belum ditangkap. Mereka, kata Eko, sekarang dalam pengejaran dan diduga masih berada di wilayah Sulsel.
Pihak Kepolisian akan terus mengembangkan kasus ini. Karena diduga, AK bukan satu-satunya pentolan di kelompok Mappakkoe yang punya peran vital.
"Masih ada beberapa nama yang dalam pengejaran. Dari keterangan AK nanti, kita berharap bisa membuka lebih banyak identitas para pelaku," papar Endi.
Ia belum bisa memastikan apakah kelompok geng motor ini yang terlibat dalam penusukan  jurnalis Trans TV, dua hari lalu. Namun, AK bisa memberikan gambaran tentang kelompok-kelompok geng motor lainnya yang kerap melakukan aksi-aksi liar.
Usai penangkapan AK, pihak kepolisian melakukan rekonstruksi dilapangan, Alhasil AK mengaku kelompoknya memang menjadikan sasaran wartawan dan polisi. Wartawan dikatakan AK, lantaran sering memberitakan geng motor dan kerap setiap aksi kebrutalan dikaitkan dengan geng motor sementara polisi merupakan targetnya karena dianggap selalu menggagalkan aksinya. (eka/cha/B)

Polisi Kejar Bos Geng Motor
Terkait :

Kepolisian New York Bubarkan Unit Pemantau Muslim

KEPOLISIAN New York atau NYPD membubarkan program rahasia yang dirancang untuk memantau Muslim dan mengidentifikasi ancaman terorisme potensial. Sebelumnya, NYPD membentuk Unit Pemantau Muslim. Mereka bertugas layaknya seorang detektif berpakaian sip

Read more

Polisi Amankan Tas Mencurigakan di Lokasi Bom Boston Marathon

SETAHUN lalu warga Boston, AS dikejutkan dengan peristiwa bom di penghujung ajang maraton terbesar yang diselenggarakan di kota tersebut. Tiga orang meninggal dalam kejadian itu. Nah, kemarin (15/4) warga Boston mengadakan upacara peringatan setahun

Read more

Kejari Teliti Berkas Mantan Kades Lagego

MALILI, BKM -- Penyidik Polres Luwu Timur melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2011 hingga 2013 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Malili, Selasa (8/4). Kasus ini menyeret Masdar, mantan Kepala De

Read more

Antisipasi Konvoi Usai UN, 46 Polisi Berjaga di Sekolah

SIDRAP, BKM -- Sebanyak 46 orang personel Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sidrap diturunkan di 23 SMA/SMK yang ada di Sidrap. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi konvoi dan arak-arakan oleh siswa kelas XII usai melaksanakan Ujian Nasion

Read more

Komentar

 
0 #1 bidosto 2013-05-14 06:25
Dari pernyataan Ari Katombo, maka aparat harus bertindak lebih keras lg terhadap geng motor tsb, sebelum menjadi korban
 

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA