Kejati Kejar Yhosimune

MAKASSAR, BKM--Kejaksaan Tinggi Sulsel tengah mengejar Vice President Kobe International Friendship Association (KIFA) Yhosimune Yamada. Pengejaran dilakukan lantaran, tim penyidik Bagian Pidana Khusus Kejati Sulsel menilai,  keterangan pria asal Jepang itu sangat diperlukan untuk mengungkap aliran uang proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) senilai Rp900 juta tahun 2011 lalu.
Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Chaerul Amir Selasa (14/5) mengatakan, penyidikan kasus damkar Parepare terus dikembangkan. Setelah memeriksa Wali Kota Parepare Sjamsu Alam, keterangan Yhosimune dinilai sangatlah penting.
"Keterangan Yhosimune Yamada soal perjanjian kerjasama (MoU) antara KIFA dan Pemkot Parepare sangat kami butuhkan,'' tukasnya.
Chaerul menyebutkan, untuk menghadirkan Yhosimune Yamada, kejaksaan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Keterangan Yhosimune, akan disingkronkan dengan keterangan Wali Kota Sjamsu Alam yang menegaskan kalau  sosok Yhosimune Yamada itu betul-betul ada. "Kami terus melakukan koordinasi dengan Konsulat Jepang dan Kedubes RI di Jepang. Kami berharap bisa meminta keterangan dari Yhosimune tersebut,"kata Chaerul.
Keterangan Yhosimune sebagai saksi kunci dalam perkara ini bisa menyeret tersangka baru. Ini sekaligus akan menguak apakah MoU damkar itu legal atau  tidak.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, KIFA merupakan pihak yang mengatur pengangkutan damkar hibah dari Jepang ke Indonesia. Jadi keterangan dari Sjamsu Alam belum cukup untuk mengetahui penyebab terjadinya kemahalan harga kalau dibandingkan biaya transportasi pengangkutan damkar antara beberapa kabupaten di Sulsel. Diketahui, Kejati Sulsel melakukan pembandingan biaya angkut antara Pemkab Bantaeng dan Pemkot Parepare, hasilnya terdapat selisih hingga Rp720 juta. (eka/cha/C)

Kejati Kejar Yhosimune
Terkait :

Kejari Bentuk Tim Khusus

PAREPARE, BKM -- Kejaksaan Negeri Kota Parepare membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi kebocoran retribusi Pasar Lakessi. Saat ini tim sedang mengumpulkan data-data terkait dugaan korupsi kebocoran retribusi, t

Read more

Kejari Panggil Enam Saksi Kasus GOR Malili

MALILI, BKM -- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Malili memanggil enam saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR). Mereka diagendakan dimintai keterangannya pekan depan.Keenam saksi itu adalah Asistem Pemerintahan Pe

Read more

Mangkir, Kejati Ancam Jemput Paksa Yushar Huduri

ADA APA YUSHAR HUDURI-Mangkir sebagai saksi kasus bansos Kamis (14/8)-Tim penyidik menunggu sejak pukul 08.00 Wita hingga menjelang petang-Tidak memberikan konfirmasi jelas mengenai alasan ketidakhadirannyaLANGKAH KEJATI-Menjadwalkan pemeriksaan ul

Read more

Tiga Oknum Kades Dilaporkan ke Polres dan Kejari

MAMASA, BKM -- Tiga oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Mamasa, masing-masing Kades Balla Satanetean, Kades Pidara, dan Kades Sepakuan, semuanya berada di wilayah Kecamatan Balla, dilaporkan Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Sulbar. Pelaporan t

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi