BKM Metro Makassar

Tak Patuh, Cabut Saja Izin Operasional Hotel Aryaduta

MAKASSAR, BKM -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendukung upaya pencabutan izin operasional terhadap Hotel Aryaduta Makassar yang telah terbukti tidak mengelola limbahnya dengan baik dan malah membuang limbah langsung ke laut.
Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Nelson Marnanse Kamisi, mengatakan, dirinya setuju jika Pemkot menarik izin operasional semua hotel yang tidak mempunyai tempat pembuangan limbah. Sebab, luapan limbah yang memenuhi selokan menjadi salah satu penyebab banjir setiap turun hujan, bahkan baunya menyengat bagi masyarakat yang lewat.
Ia menilai masih banyak hotel yang telah melanggar, selain Hotel Aryaduta. Untuk itu, perlu diperingatkan oleh Pemkot Makassar. Apalagi hotel yang tidak memiliki dokumen amdal-lalin.
"Saya sangat mendukung tindakan tersebut. Kalau tak patuh, cabut saja izin operasional hotel yang mempunyai pembuangan limbah yang tepat. Apalagi hotel yang tak mengantongi izin amdal-lalin itu juga perlu ditindak tegas," terangnya.
Selain Nelson, dukungan atas tindakan pencabutan izin terhadap hotel yang melanggar aturan juga dilontarkan anggota Komisi C lainnya, Bahar Mahcmud. Ia mengatakan, banyak bangunan yang awalnya berfungsi sebagai rumah toko (ruko), namun kemudian beralih fungsi menjadi hotel dan tampak tidak memenuhi standar.
Hal itu membuktikan, jelas dia, maraknya pelanggaran yang dilakukan pemilik bangunan  yang dengan sengaja mengalihfungsikan bangunannya tanpa terlebih dahulu memproses izin perubahan pada dinas terkait.
"Ini jelas merugikan Pemkot sendiri karena tidak disetornya retribusi atau pajak yang selama ini menjadi andalan PAD Kota Makassar," tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup telah memperingatkan kepada Hotel Aryaduta Makassar yang berada langsung di pinggir Pantai Losari, untuk merekontruksi saluran pembuangan limbah yang dibuang langsung ke laut.
Kepala Badan lingkungan hidup daerah (BLHD) Kota Makassar, Jamaing, mengatakan, dalam bulan ini pihak Hotel Aryaduta diberikan waktu untuk memperbaiki saluran pembungan limbahnya ke laut. Pasalnya, limbah yang bersumber dari Hotel Aryaduta masuk ke laut sudah dikategorikan sebagai limbah hitam dan jelas melanggar aturan.
"Kalau tidak segera melakukan perbaikan sanitasi limbahnya, izinnya akan segera dicabut. Kita sudah peringatkan sebelumnya. Peringatan juga ada yang langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup," katanya. "Dalam bulan ini kita kasih rentan waktu. Tapi kalau lewat dari itu, izinnya akan kita cabut saja karena limbah dari Hotel Aryaduta itu sangat parah dan sudah kategori hitam," tegasnya. (eka/ams/b)

 

MUI Diminta Minta Pertanggungjawaban Rahman Qayyum

MAKASSAR, BKM -- Pernyataan Ustaz Abdurrahman Qayyum (AQ) soal empat profesi yang harus dihindari, yakni wartawan, penjahit, pensiunan dan pedagang, terus dipersoalkan.
Organisasi profesi wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel agar bersikap tegas dan meminta pertanggungjawaban terhadap AQ atas pernyataannya tersebut.
Permintaan itu disampaikan Ketua dan Sekretaris PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh dan Andi Amran, dalam surat dengan perihal keberataan atas isi ceramah AQ yang disampaikan ke MUI Sulsel tertanggal 23 Juli 2014, yang diterima BKM, Jumat (25/7).
Menurut Zulkifli, sebagai organisasi profesi, pihaknya sangat keberatan dengan pernyataan AQ saat berceramah di Masjid Taqwa Kabupaten Enrekang beberapa waktu lalu.
"Kami sangat keberatan dan meminta AQ untuk membuktikan dalilnya dalam Al-Quran dan Al-Hadist atas pemberitaan ceramah agama tersebut yang memyebutkan bahwa profesi wartawan, pilihan yang harus dihindari sebagai pilihan kerja. Bukan karena bentuk pekerjaannya bersentuhan barang kotor, tapi nilai manfaat ibadahnya lebih kecil, dibanding mudharatnya," ujar Zulkifli.
Menurut Zulkifli, pernyataan AQ seperti yang tertuang dalam pemberitaan Harian Ujungpandang Ekspres tersebut katanya berdasarkan atas anjuran Rasulullah SAW. "Kami meminta agar dalilnya dibuktikan," katanya.
Surat tersebut ditembuskan pula ke Gubernur Sulsel, Kapolda Sulselbar, Ketua IMMIM Sulsel, semuanya di Makassar, dan ketua PWI pusat di Jakarta. (man/ams/c)

   

Kopertis IX dan Polda Sulsel Rintis Kerjasama

MAKASSAR, BKM --Kopertis Wilayah IX Sulawesi dan Polda Sulselbar merintis kerjasama dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di jajaran perguruan tinggi swasta di Sulsel dan Sulbar.
Rencana kerjasama itu terungkap dalam silaturahmi Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih,MP dengan Kapolda Sulselbar  Irjen Pol Drs H Burhanuddin Andi di Mapolda, Kamis (24/7).
Ikut pertemuan ini Kordinator Kopertis IX didampingi Ketua Unit Advokasi Kopertis IX Prof Dr H Andi Muin Fahmal,SH, MH dan anggota Prof Dr H Abd Rahman,SH,MH, Sekretaris Pelaksana Kopertis IX  Dr H Ibrahim Saman, MM serta Kabag Umum Muhammad Amir.
Andi Niartiningsih dalam kesempatan itu memperkenalkan diri  telah diberi amanah selaku Kordinator Kopertis Wilayah IX. Dijelaskan pula kondisi kampus PTS yang berada di jajaran wilayah kerjanya, serta di Sulsel dan Sulbar.
Dalam silaturahmi penuh keakraban itu, saling memberi informasi tentang kondisi internal yang terjadi di jajaran kampus PTS. Mengemuka juga soal kampus PTS yang didera konflik internal berlatur-larut.
Kopertis IX dan Kapolda sepaham untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan proses pembelajaran di kampus swasta.  ''Di masa mendatang sudah tidak ada lagi kejadian yang merugikan masyarakat, disebabkan ijazah yang diperoleh dari kampus PTS yang bermasalah,'' tandas Burhanuddin Andi.
Melalui silaturahmi, diakui Andi Niartiningsih, banyak informasi yang cukup berharga untuk menjadi masukan bagi Kopertis IX dalam memberi pelayanan lebih baik kepada masyarakat.
Kedua belah pihak kemudian bersepakat untuk membangun kerjasama. ''Usai lebaran Idul Fitri naskah kerjasama itu akan ditandatangani, dengan mengundang pimpinan PTS di wilayah kerja Kopertis IX,'' tandas Guru Besar Perikanan Universitas Hasanuddin ini.
Di akhir acara, Koordinator Kopertis IX menyerahkan buku Direktori Perguruan Tinggi Swasta 2014 kepada Kapolda Sulselbar. Buku ini berisi database kampus PTS yang resmi beroperasi dan mendapat izin dari Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (*man/ams/c)

   

Clarion Tawarkan Paket Kamar Rp 550 Ribu

MAKASSAR, BKM -- Menghadapi momen lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah tahun ini, Hotel Grand Clarion Makassar memberikan penawarah khusus paket kamar kepada para pelanggannya. Paket kamar ini dinamakan paket mudik kebaran 2014.
Paket ini berlaku mulai dari 27 Juli hingga 3 Agustus 2014. Untuk harga, mulai Rp 550 ribu per malam untuk tipe kamar superior, Rp 1 juta untuk dua malam dan Rp 1.450.000 untuk tiga malam.
"Harga ini sudah termasuk pajak dan service, makan pagi dua orang, diskon 25 persen untuk makan dan minum di Koi Restaurat, Legend Coffee Shop dan Room Service serta menikmati fasilitas berenang dan fitnes center di Sky Pool lantai 6," ujar Marcom Manager Pretty Tumakaka, dalam rilisnya yang dikirim ke Redaksi BKM, Jumat (25/7).
Di hari raya Idul Fitri nanti, jelas dia, pihaknya juga mengadakan shalat Ied berjamaah yang dipimpin langsung oleh Khatib Prof Dr Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar UIN Syarif hidayatullah Jakarta). Shalat Ied digelar mulai pukul 06.00 lagi di Sandeq Ballroom.
"Acara ini memang rutin kami lakukan setiap tahunnya, bekerjasama dengan warga masyarakat sekitar hotel. Jadi, ini salah satu bentuk program CSR kami di bulan Ramadan ini. Sebelumnya, kami juga sudah melaksanakan acara bersih masjid di awal bulan puasa," ujar Pretty. (man/ams/c)

   

Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG

MAKASSAR, BKM -- Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji empat hari jelang lebaran Idul Fitri mulai menunjukkan peningkatan. Lonjakan permintaan tertinggi diprediksikan pada H-2 atau dua hari jelang lebaran. Meski demikian, pasokan BBM dan non BBM di wilayah Pulau Sulawesi khususnya di Sulsel dijamin akan berjalan lancar
''Sampai hari ini kebutuhan BBM dan LPG masih dapat dipenuhi. Begitu pula penyalurannya berjalan lancar tanpa ada hambatan berarti,'' kata General Manager Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Budi Setio Hartono didampingi sejumlah unsur manajemen pada konferensi pers kesiapan Pertamina MOR VII jelang lebaran Idul Fitri, Kamis (24/7).
Menurut Budi, rata-rata penyaluran harian normal sebesar 5.732 kiloliter (KL). Selama H-15 hingga H-5 terjadi penurunan konsumsi premium sebesar 4,4 persen. Sedangkan mulai dari H-6 sudah ada kenaikan sebesar 21,2 persen atau 6.941 KL. ''Puncak konsumsi diperkirakan dimulai pada H-3 hingga H-1 yang mencapai 30 sampai 50 persen,'' ujar Budi.
Untuk konsumsi solar sendiri cenderung stabil. Justru hingga H-1, diperkirakan bakal terjadi penurunan berkisar 7 sampai 11 persen dari rata-rata penyaluran normal harian 2.323 KL. Sementara permintaan elpiji volume 3 kilogram (bersubsidi) tidak mengalami peningkatan signifikan. ''Jelang hari raya permintaan hanya naik sekitar dua persen. Dimana pada bulan Juni pasokan normal sebesar 801 metricton (MT) menjadi 817 MT pada bulan Juli atau mendekati lebaran. Khusus di Sulsel, penyaluran elpiji pada bulan Juni sebesar 541,93 MT menjadi 552 MT dibulan Juli,'' jelasnya.
Terkait dengan proyeksi permintaan elpiji dan BBM masyarakat selama masa Ramadan dan lebaran Idul Fitri 2014, Pertamina telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mengamankan pasokan bahan bakar tersebut untuk masyarakat. ''Salah satu bentuk antisipasi kami melalui posko Satgas BBM, LPG (elpiji), dan Avtur di kantor pusat dan seluruh kantor region Pertamina terhitung mulai 12 Juli hingga 12 Agustus 2014. Guna memaksimalkan pasokan, dilakukan pula penambahan dan monitoring stok BBM dan Avtur di seluruh terminal BBM dan depo pengisian pesawat udara (DPPU) serta stok built up di SPBU dan SPPBE," terangnya. (mir/ams)

   

Halaman 1 dari 107

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi