BKM Metro Makassar

Waktu Bermain Dihabiskan Untuk Kerja Cuci Motor

ASRUL, salah seorang siswa SMP PGRI Makassar ini harus berjuang keras untuk bisa sekolah. Di tengah keterbatasan kemampuan orang tuanya, Asrul tetap bertekad untuk terus sekolah hingga cita-citanya kelak tercapai.

Laporan: ICHSAN MACHMUD

Saat ini, Asrul baru berusia 12 tahun. Ia sedang duduk di bangku SMP kelas 2. Meski begitu, Asrul harus berjuang keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya. Ketidakmampuan ekonomi orang tuanya, menjadikan Asrul harus mencari sumber pendapatan lain untuk membantu uang sekolah dan jajanannya.
Tukang cuci motor menjadi pilihan bagi Asrul untuk mendapatkan uang. Anak kedua dari tiga bersaudara ini menjadi tukang cuci motor Ibu Sarni yang terletak di Jalan Onta Lama, Makassar. Asrul sendiri tinggal tidak jauh dari tempatnya bekerja.
Menurut Asrul, dirinya sudah cukup lama menjadi tukang cuci motor. Lebih dari setahun. "Saya menjadi tukang cuci motor sejak kelas 1 SMP. Sekarang sudah ma kelas 2," ujar Asrul sambil mencuci motor. Kebetulan pada akhir pekan lalu, BKM mencuci di tempat pencucian Asrul di Jalan Onta Lama itu.
"Saya lebih memilih bekerja seperti ini dari pada menjadi pengamen atau tukang minta-minta," kata Asrul. Menurut dia, mendapatkan uang dari hasil kerja keras seperti mencuci motor begini lebih enak dinikmati ketimbang menjadi pengamen.
Asrul hidup dan tumbuh di tengah keluarga yang ekonominya serba pas-pasan. Bapak dan ibunya hanya bekerja sebagai pengayuh becak dan pedagang sayuran di pasar. Penghasilan orang tuanya tidak bisa menopang banyaknya kebutuhan anak-anaknya yang masih sekolah. Keterpakasaan itu membuat dirinya tidak terlalu banyak menghabiskan waktunya dengan bermain, seperti rata-rata bocah seumuran yang bisa menikmati indahnya masa kecil. Tapi itulah hidup yang ia harus jalani.
Kelak, Asrul bercita-cita menjadi orang yang bisa hidup mandiri, bisa membiayai keluarga dan membantu kedua orang tuanya. "Keinginan saya sederhana ji pak. Saya hanya ingin membahagiakan kedua orang tuaku," katanya. (san/ams/b)

 

Realisasi Anggaran Distarkim Sulsel Baru 11,65 Persen

MAKASSAR, BKM -- Realisasi atau serapan APBD Sulsel tahun anggaran 2014 pada triwulan II, April hingga Juni, ternyata jauh dari target yang ditentukan, yakni 50 persen. Realisasi triwulan II baru mencapai rata-rata 41,88 persen.

Hal tersebut tertuang dalam rapat koordinasi monitoring dan evaluasi program/kegiatan pembangunan sumber dana APBN, PBLN, dan APBD Sulsel triwulan II tahun anggaran 2014 di ruang pola kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (22/8).
Berdasarkan data yang diperoleh, hingga triwulan II ini, dari 52 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang ada di lingkup Pemprov Sulsel, realisasi anggaran terendah ada di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Distarkim), yakni baru mencapai 11, 65 persen.
Selain Distarkim, dinas lain yang masih sangat rendah realisasi anggarannya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yakni baru 23,62 persen dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang hanya 23,64 persen.
Untuk Kantor Penghubung Pemda baru 24,58 persen, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel 25,26 persen, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) 26,03 persen, Badan Penanggulangan Bencana Daerag (BPBD) 26,13 persen dan Biro Bina Pembangunan 28,15 persen.
Sementara untuk instansi yang memiliki realisasi tertinggi, meski masih di bawah 50 persen adalah Akademi Keperawatan Anging Mammiri yang sudang mencapai 49,75 persen dan Dinas Kesehatan (Dinkes) 47,80 persen, serta beberapa dinas lainnya. (Selengkapnya lihat grafis).
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Sulsel, Andi Bakti Haruni, menjelaskan, program dinas yang dipimpinnya memang banyak. Tapi yang membuat realisasi anggaran yang masih minim adalah diakibatkan oleh proses administrasinya yang terlambat.
"Proses administrasi kita sangat lama, sehingga terlambat realisasi anggaran. Insya Allah, pada triwulan ketiga nanti, kita akan lebih baik," ujar Andi Bakti, ketika dikonfirmasi, kemarin.
Untuk anggaran, Andi Bakti menjelaskan, pihaknya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp157.515.002.199, sedangkan realisasi (keuangan) Rp11.747.139.467 (7,46 persen), realisasi fisik 11,65 persen. Sisa dana atau anggaran yang belum terealisasi sebesar Rp145,767,862,732.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Yaksan Hamzah, mengatakan, realisasi pada triwulan II tahun anggaran 2014 hanya mencapai 41,88 persen dari yang seharusnya sebesar 50 persen.
"Realisasi triwulan II tahun 2014 masih di bawah target. Kami berharap SKPD yang realisasi anggarannya masih rendah untuk ditingkatkan di triwulan III," katanya, kemarin.
Senada dengan Yaksan, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, menjelaskan, realisasi anggaran masih di bawah target yang ditetapkan yang saat di triwulan II hanya terealisasi sebesar 41,88 persen.
"Daya serap triwulan II belum mencapai target yang seharusnya sudah 50 persen. Tapi ini masih data bulan Juni, sehingga masih ada SKPD yang sudah menyelesaikan tender setelah pencatatan dan itu akan masuk pada triwulan III," paparnya.
Agus pun memberikan warning kepada SKPD lingkup Pemprov Sulsel untuk meningkatkan kinerja, sehingga realisasi anggaran bisa mencapai target di triwulan III.
"Saya me-warning SKPD untuk lebih disiplin agar realisasi anggaran bisa mencapai target. Sebab, realisasi rendah akan berdampak pada masyarakat," tegasnya.
Meskipun mendesak kepada SKPD lingkup Pemprov Sulsel untuk merealisasikan target, pihaknya meminta kepada SKPD untuk selektif dalam penggunaan anggaran.
"Pengadaan barang dan jasa rentan akan tindakan korupsi. Untuk itu, harus sesuai dengan aturan yang ada dalam penggunaannya," lanjutnya.
Ditanya terkait rendahnya realisasi Distarkim Sulsel, Agus berpendapat, penyebab rendahnya realisasi Distarkim Sulsel dikarenkan banyaknya program yang ada di dinas tersebut, sehingga tender program yang ada di Distarkim Sulsel terlambat. "Program Distarkim terlalu banyak, jadi memang perlu perencanaan yang baik," bebernya. (san/ams/a)



52 SKPD Lingkup Pemprov Sulsel
Realisasi di Bawah Target

-Biro Umum dan Perlengkapan 45,74 Persen
-Biro Pemerintahan Umum 41,43 Persen
-Biro Bina Pembangunan 28,15 Persen
-Biro Bina Perekonomian 35 Persen
-Biro Hukum dan HAM 38,44 Persen
-Biro Organisasi dan Kepegawaian 34,09 Persen
-Biro Humas dan Protokol 36,02 Persen
-Biro Bina Mental dan Spiritual 44,40 Persen
-Biro Bina NAPZA dan HIV/AIDS 43,04 Persen
-Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB 34,84 Persen
-Badan Pengelolaan Keuangan Daerah 36,42 Persen
-Dinas Pendapatan Daerah 30 Persen
-Bappeda 45,46 Persen
-Inspektorat 42,76 Persen
-Badan Lintas Kabupaten/Kota 37,26 Persen
-Kantor Penghubung Pemda 24,58 Persen
-BPMKD 36,87 Persen
-Badan Penelitian dan Pendidikan 34,65 Persen
-Badan Penelitian dan Pengembangan 38,44 Persen
-Kantor Satpol PP 44,19 Persen
-Distan HTP 40,32 Persen
-Disnak-KH 34,50 Persen
-Badan Ketahanan Pangan 44,65 Persen
-DKP 47,33 Persen
-Dinas ESDM 32,55 Persen
-Dishut 32,55 Persen
-Disbun 43,88 Persen
-Disperindag 23,62 Persen
-Diskop UMKM 23,64 Persen
-Disnakertrans 37,85 Persen
-Dinkes 47,80 Persen
-RS Labuang Baji 46,23 Persen
-Akper Anging Mammiri 49,75 Persen
-RS Haji Makassar 43,56 Persen
-RS Khusus Daerah Makassar 47,24 Persen
-Balai Kesehatan Kulit, Kelamin, dan Komestik 47,22 Persen
-UPTD Balai Kesehatan Kerja Masyarakat 39 Persen
-UPTD Tranfusi Darah 42 Persen
-UPTD Balai Pelayanan Kesehatan 45 Persen
-Disbudpar 41,84 Persen
-Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah 40,39 Persen
-Dinsos 43,92 Persen
-Distarkim 11,65 Persen
-Dinas Bina Marga 34,76 Persen
-Dinas PSDA 26,03 Persen
-Dishubkominfo Sulsel 25,26 Persen
-BLHD 33,19 Persen
-BPBD 26,13 Persen
(san/ams/c)

   

Ratusan Peserta Ikut Seleksi ISBI

MAKASSAR, BKM -- Kehadiran Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulsel mendapat respon dari masyarakat dan diminati. Hal itu dapat dilihat dari animo masyarakat yang mendaftar.
Pada pendaftaran Kamis (21/8), ratusan peserta mengikuti ujian sebagai peserta ISBI di gedung PGRI Provinsi Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan.
"Pelaksanaan ujian akan dilakukan sehari. Mereka akan diuji oleh tim langsung dari ISBI Solo," terang Panitia Penerimaan, Esha.
Selain itu, kata Esha, para peserta juga akan diuji oleh pihak dari Unhas dan UNM. "Kita melibatkan penguji dari UNM dan Unhas. Pelaksanaan ujian hanya sehari dan hasil tes akan diumumkan pada 25 Agustus 2014," katanya.
Menurut Esha, peserta juga mengikuti seleksi terekait prodi yang diminati atau didaftarkan.
"Pada tahun ajaran 2014/2015, kita hanya membuka duafakultas, yakni Fakultas Seni Rupa dan Desain dan Fakultas Seni Pertunjukan. Jurusan yang tersedia S1 Televisi dan Film,  S1 Desain Interior dan S1 Seni Teater," katanya. Adapun jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti ujian sebanyak 150 peserta.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Penerimaan Mahasiswa ISBI Sulsel, Adriana Duma, menjelaskan, jumlah mahasiswa yang akan diterima tahun ajaran ini kurang lebih 90 orang.
"Kita tak menyangka animo masyarakat terhadap kehadiran ISBI Sulsel mendapat perhatian serius. Pada tahun ajaran baru kita hanya menerima 90 mahasiswa untuk mengisi 3 prodi," terangnya.
Menurut Adriana, peserta mengikuti ujian teori dan praktek sesuai prodi yang dipilih. "Selain itu, ada juga tes interview untuk menggali data, keahlian dan kemampuan peserta. Adapun pengumuman akan diketahui lewat on line dan diumumkan di Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel," katanya.
Dikatakan Adriana, mahasiswa yang lolos akan mengikuti perkulihan dengan baik. Tanpa memikirkan lagi biaya-biaya tambahan.
"Mahasiswa tidak dibebankan SPP. Mereka hanya membayar sekali setiap semester Rp 1,5 juta sampai Rp 1.750 juta. Semua kebutuhan sarana sudah disediakan," katanya.
Menurut Adriana, kehadiran ISBI Sulsel ini tentu akan menjadi pendukung perkembangan dunia pendidikan di Sulsel semakin membaik. (ucu/ams/b)

   

Gagal ke Parlemen, Nasran Mone Ingin Dirikan LSM

POLITISI Partai Golkar, Nasran Mone, gagal kembali ke parlemen. Hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014, politisi senior ini kalah bersaing dengan Andi Hasir dan politisi muda Partai Golkar, Meliani Mustari, melalui daerah pemilihan (dapil) Makassar III yang meliputi Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea). Lalu apa aktivitas Nasran Mone usai tidak terpilih lagi sebagai anggota Dewan?

Diakhirnya periodenya, Nasran Mone, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar tiga periode, telah menyiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat. Namun, dia tetap aktif dengan partai yang dicintainya yakni Partai Golongan Karya (Golkar).
Jiwa seorang legislator yang dipastikan akan terus melekat dalam dirinya juga tak disia-siakannya ke depan. Ia malah bertekad akan tetap mengabdikan diri mengurus kepentingan masyarakat Makassar dengan pengalaman politik yang dimilikinya dan terlebih lagi pengalaman legislatornya yang tiga periode telah dijalaninya di DPRD Kota Makassar.
Pengabdian dirinya kepada masyarakat ke depan setelah meninggalkan kursi Dewan, yakni ingin membentuk sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama Lembaga Pemantau Kebijakan Publik atau Kumpulan Pemuda Kreatif (KPK).
Pertimbangan demi pertimbangan telah menjadi suatu alasan politisi senior partai berlambang beringin ini ingin membentuk lembaga tersebut. Salah satu alasannya, ia faham betul apa yang terjadi di DPRD Kota Makassar. "Saya tahu betul apa yang terjadi di sini, sehingga saya ingin aktif mengawasi kinerja Dewan dengan lembaga yang saya bentuk ke depan," katanya.
Namun disadari Nasran, semuanya membutuhkan dukungan banyak pihak, diantaranya kalangan pemuda yang masih memiliki idealisme yang kuat membangun masyarakat jauh lebih "tangkasa" dengan memperjuangkan kepentingan masyarakat Makassar khususnya.
"Saya sangat berharap pemuda-pemuda, orang tua atau kelompok masyarakat yang ada di Kota Makassar untuk bergabung bersama-sama dengan lembaga ini nantinya, berdiskusi dan menyatukan langkah mengawasi kinerja Dewan demi mewujudkan infrastruktur pembangunan Kota Makassar yang jauh lebih baik," harapnya.
Ia mengaku, selama berada dalam internal DPRD Makassar tidak bisa seenaknya mengungkapkan hal-hal yang bertentangan dengan diri sendiri. Salah satu faktornya menjaga komunikasi internal baik dengan partai maupun sesama anggota Dewan.
"Mungkin ini jalan Tuhan, saya harus keluar dulu baru bisa berbuat banyak dan mengungkapkan hal-hal yang sekian lama tidak sejalan," tuturnya.
Selain keinginan membentuk LSM, Nasran juga dikabarkan ingin maju memeriahkan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Gowa.  "Rencanaji baru mau sosialisasi sedikit-sedikit dinda," singkatnya. (eka/ams/b)

   

Danny Respons Bimtek Koperasi

MAKASSAR, BKM -- Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto, memberikan respons positif ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Makassar yang tetap intens melakukan bimbingan dan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, khususnya kerajinan bordir.
Pelatihan tersebut, kata Danny, dimaksudkan agar UMKM dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dalam menjalankan kegiatan bisnis usaha menjahit bordir yang inovatif sesuai kapasitas dan kualitas produk.
"Kegiatan ini salah satunya untuk meningkatkan wawasan dan menambah ilmu pengetahuan dalam mengelola usaha bordir, sehingga ke depan usaha tersebut dapat lebih berkembang dan lebih maju di masa-masa yang akan datang, serta untuk peningkatan kesejahteraan bagi seluruh anggota," Danny saat membuka bimbingan teknik keterampilan kerajinan bordir di Hotel Yasmin, Jalan Jampae, baru-baru ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Sudarmawan Mahir, mengatakan, kegiatan ini pula dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya lokal, khususnya kelompok pengrajin. Adapun peserta dari pelaku UKM, kelompok sentra UKM dan pelaku bisnis lainnya. (ish/ams/b)

   

Halaman 1 dari 88

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi