Makassar Politik

23 Caleg Incumbent Toraja Utara Tumbang

RANTEPAO, BKM-- Perolehan kursi di DPRD Kabupaten Toraja Utara akan didominasi wajah-wajah pendatang baru. Dari 30 kursi yang disiapkan, hanya tujuh calon anggota legislatif (Caleg) incumbent yang duduk di periode 2014-2019 berhasil mempertahankan kursinya untuk periode berikutnya 2014-2019. Sementara 23 caleg incumbent lainnya harus tumbang dari caleg pendatang baru.
Ketujuh caleg incumbent yang kembali terpilih yakni J.K.Tondok(PKPI), Paulus Tangke (PDIP), Hatsen Bangri (Demokrat), Selvy Mangiwa (Gerindra), Rony Mappiley Katunde (Golkar), Herman Pabisak (PDIP) dan Samuel T Lande (PDIP).
Hal tersebut diketahui dari hasil rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) yang berlangsung di Art Center Rantepao, Sabtu (19/4) lalu.
Meskipun berjalan lancar, rekapitulasi tersebut sempat dihujani beberapa interupsi atau keberatan dari caleg maupun parpol sebab ditemukan perbedaan perolehan suara caleg sesuai formulir C1 yang dipegang caleg dengan hasil dikeluarkan KPU setempat.
Sekretaris Nasdem Toraja Utara, Yulianto Raya Palimbong, Selasa (22/4) lalu mengaku, kalau pihaknya memang menemukan perbedaan perolehan suara caleg Nasdem bernomor urut dua Agus di TPS Nanggala. Sesuai data yang dimiliki saksi Nasdem, suara Agus sebanyak 118 suara setelah perhitungan di KPU Kabupaten turun menjadi 114 suara.
Yulianto mengancam akan melaporkan komisioner KPU Toraja Utara dan Panwas ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan juga melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apalagi, kata dia, kuat dugaan KPU dan Panwas melakukan pembiaran ke caleg dalam melakukan segala macam cara meraih suara terbanyak, termasuk politik uang (money politik).
Menyikapi ancaman dari Nasdem, Komisioner KPU Toraja Utara, Mariyanto Lapid mengatakan, KPU siap menerima semua protes dari caleg dan partai. Hanya saja, disayangkan protes yang dilancarkan Nasdem sudah terlambat, kenapa tidak dilakukan saat perhitungan suara. Pasalnya, hasil rekapitulasi sudah dikirim ke KPU provinsi dan KPU Pusat, ujarnya.
Sementara itu, prediksi caleg Toraja Utara yang lolos untuk daerah pemilihan (Dapil) I yakni, Robert Rantesiama (Nasdem), Frederik Bato Arung (Demokrat), Samuel Dedy Rantepasan (Gerindra), Arny M.Katunde (Golkar), Ferdinand Sony.R (Hanura), Samuel.T.Lande (PDIP). Untuk Dapil II yang berpeluang, Israel Makole (Gerindra), Sunarty Parung (Golkar), Agus Tiku Sarira (Demokrat), Pakan Sallao (Nasdem), Samuel Matasak (PDIP).
Sementara di Dapil III yang berpeluang, Herman Pabesak (PDIP), Pelipus Sambe (Golkar), Selvy Mangiwa (Gerindra), Paulus Tandung (Nasdem).
Sedangkan di Dapil IV yang berpeluang Agustinus Pongmatasak (Gerindra), Herman Husein (Hanura), Antonius Samben (PDIP), Alexander Rantetondok (Demokrat), Nebo Rantetandung (PKPI), Safruddin Lino Pandung (Golkar). Untuk Dapil V yang berpeluang,  Y.P.Kandekallo (Hanura), Ariadi Gala (PDIP), Hatsen Bangri (Demokrat), Stevanus Mangata (Gerindra), Hatrun Rante Lembang (Nasdem), Samuel Tallu Lembang (Golkar),Joni Kornelius Tondok (PKPI).
Terakhir di Dapil VI yang berpeluang, Agustinus.P (Hanura), Germiaus Salo (Gerindra), Andareas Salle (Nasdem), Joni Pirade (Golkar), Kartina (Demokrat) serta Paulus Tangke (PDIP).(gus/b)

 

Demokrat Jabat Ketua DPRD Jeneponto

JENEPONTO, BKM--Kemenangan di pemilu legislatif (Pileg) 9 April lalu dipastikan akan mengantarkan kader partai Demokrat menduduki jabatan ketua DPRD Kabupaten Jeneponto periode 2014-2019. Rencananya Sekretaris (DPC) Partai Demokrat Jeneponto Kasmin Makkamula didorong menduduki posisi orang nomor satu di DPRD Jeneponto, menggantikan Ketua DPRD Jeneponto enam periode, H Syuaib Sewang yang tidak lagi duduk sebagai anggota DPRD Jeneponto.
Selain jabatan ketua DPRD, jabatan wakil ketua I akan diisi oleh ketua DPC partai Gerindra H Paris Yazir. Paris Yasir menggeser kedudukan wakil ketua 1 Asdin Basoddin dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara Asdin turun satu tingkat menjadi wakil ketua 2  menggantikan Thahal Fasni yang duduk sebagai anggota biasa.
Hal tersebut diketahui usai KPUD Jeneponto menggelar rapat pleno selama dua hari, Minggu-Senin (21/4) lalu.
Hanya saja, hasil rekapitulasi secara resmi baru akan diumumkan tanggal 7 Mei mendatang setelah KPU Sulsel melaksanakan rekapitulasi suara secara keseluruhan di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
"KPUD Jeneponto memang telah merampungkan hasil rekapitulasi, hanya saja baru akan dipublikasikan 7 Mei mendatang," tegas ketua KPUD Jeneponto Muh Alwi.
Alwi menambahkan, perolehan suara baik suara perorangan maupun suara partai  yang beredar diluar bukan hasil resmi dari KPUD Jeneponto, tetapi KPUD tidak mengatakan itu salah atau benar karena mungkin sumbernya dari saksi-saksi caleg dan parpol atau di tingkat  PPS-PPK yang sudah melakukan perhitungan suara.
Diketahui, enam parpol di Jeneponto bersaing ketat dalam perolehan suara. Mereka masing-masing bisa mengantarkan kadernya meraih empat kursi dan membentuk satu fraksi.
Adapun perolehan suara partai Demokrat sebanyak 25.067 suara, Gerindra, PAN 22.900 suara,  Hanura 21.262 suara, Nasdem 20.538 Suara dan partai Golkar 18.613 suara.
Sementara yang berpeluang duduk di DPRD Jeneponto dari daerah pemilihan (Dapil) I meliputi kecamatan Binamu Turatea yakni, Ali Sadikin (Nasdem), Mustafa Tompo (PKB), Lelong aziz (PKB), Aspriyanto (Golkar), Ikram Iskandar (Demokrat), Salmawati (Gerindra), Asrul Lahmuddin  (PAN),Salmawati (Gerindra), Sofia Sewang (PBB) dan Kamaruddin (Hanura).
Untuk Dapil II meliputi kecamatan Batang Tarowang arungkeke,Kelara Rumbia yang berpeluang yakni, Baharuddin Kain (Nasdem), Mappatunru Kr Situju (PKB), Thahal Fasni (PKS), H Kaharuddin (PDI-P), Irsal Lagu (Golkar), Sugiarto kr Tompo (Gerindra), Ahmad Nawawi (P Gerindra), Hanafi Sewang (PAN), Syamsul Tika Tanro (PPP), Hj Irma (Hanura), Marsudin Lalang (PBB) dan H Burhan (PKPI).
Sedangkan untuk Dapil III meliputi kecamatan Tamalatea, Bontoramba yang berpeluang duduk, Rusdini Rasyid (Nasdem), Jabal Arfa Kr Siama (PKS), Hj Fatmawati Bur BT (Golkar), Sudirman Sijaya (Gerindra), Kasmin M Kr Gassing (Demokrat), Asdin Basoddin (PAN), H Muhammad (PPP), Ibnu Hajar (Hanura), H Salinringi (PDIP).
Yang terakhir Dapil 4 meliputi kecamatan Bangkala dan Kec Bangkala Barat yang berpeluang duduk,Nur Irma Rianda (Nasdem), H Paris Yazir (Gerindra), Kaharuddin Kr Muang (Demokrat), Emelia Yolanda (Golkar), Hj Erniati (PAN),Kasmawati (Hanura), Hasbullah (PPP), H Zainuddin Bata (PKS) dan  Isjar Tinggi (PKPI).(KrK/war/c)

   

KPUD Tolak Hitung Ulang, Gerindra Tempuh Jalur Hukum

BANTAENG, BKM -- Calon anggota legislatif (Caleg) dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) nomor urut 1 dari daerah pemilihan (dapil) III Kecamatan Bissappu, Sinoa, Uluere, H Ali Sijanto, menyesalkan sikap dua komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bantaeng.
Dia menilai, kedua komisioner tersebut, masing-masing A Nurbaeti (ketua) dan A Harianto (anggota), melampaui batas kewenangannya.
Pasalnya, saat perwakilan partai Gerindra mendesak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) membuka kotak suara dari empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk dilakukan perhitungan ulang, kedua komisioner KPUD datang dan langsung melarang membuka kotak suara tersebut.
"Nurbaeti dan Harianto datang ke PPK. Keduanya melarang membuka kotak suara," terangnya.
Menurut Ali Sijanto, berdasarkan keterangan saksi yang direkomendasikan oleh partainya, data yang tetera dalam format C1 dari empat TPS, berbeda dengan hasil rekap yang ditandatangani oleh ketua PPS. Empat kotak suara yang dimaksud, berasal dari empat TPS di empat desa, masing-masing, Desa Bonto Langkasa, Bonto Majannang, Bonto Tallasa, Bonto Mate'ne.
Dipaparkannya, bahwa data format C1 hasil perhitungan suara di TPS yang ditandatangani KPPS dan para saksi partai berbeda dengan rekapan yang disodorkan KPPS ke PPK.
"Berdasarkan bukti-bukti akurat yang kami miliki, terjadi perbedaan hasil perhitungan dengan rekapan yang dilakukan KPPS", bebernya.
Dengan dasar itulah, lanjut anggota DPRD Bantaeng periode 2009 - 2014 ini, utusan partainya meminta PPK agar membuka kotak suara dan menghitung ulang kartu suara dari empat TPS tersebut. "Hanya empat kotak suara yang kami minta dibuka dan dihitung ulang", tandasnya.
Sijanto sangat menyesalkan sikap komisioner KPUD yang mencampuri urusan PPK. Kata dia, seharusnya komisioner KPUD tidak mengintervensi persoalan yang terjadi di tingkat PPK.
"Saya sangat menyesalkan sikap komisioner KPUD yang mencaplok urusan PPK. Kalaupun komisioner datang ke PPK, semestinya membatasi diri untuk memantau saja", sesalnya.
Dia menambahkan, bahwa pihaknya tetap ngotot untuk meminta petugas pemilu membuka kotak dan menghitung ulang kertas suara, bukan karena dirinya gagal melangkah ke DPRD untuk kedua kalinya. Melainkan, kata dia lagi, semata-mata hanya ingin membuktikan, data siapa yang benar.
"Saya perjuangkan masalah ini, hanya semata-mata mencari kebenaran fakta. Soal gagalnya saya, itu perkara biasa dalam politik. Saya terima keputusan KPUD kalau saya dinyatakan gagal, sepanjang sudah dilakukan perhitungan ulang sesuai tuntutan kami. Tapi yang terjadi, komisioner KPUD bersikeras tidak mau melakukannya. Ada apa?", gerutunya.
Dengan adanya campur tangan komisioner KPUD di tingkat PPK, Ali Sijanto menyatakan, akan membawa masalah ini ke ranah hukum. "Saya bersama partai saya, akan memproses kasus ini secara hukum. Bukti-bukti sudah saya kirim ke DPP Partai Gerindra yang menangani langsung dugaan kasus pelanggaran pemilu di seluruh Indonesia untuk kemudian diteruskan ke Mahkamah Konstitusi", urainya. (wam/war/c)

   

Caleg Tertua dan Termuda di Pinrang

PINRANG, BKM--Sebanyak 40 calon anggota legislatif (Caleg) yang lolos dari hasil pemilu legislatif (Pileg), 9 April lalu di kabupaten Pinrang sudah bisa terbaca.
Dari 40 caleg tersebut, Hatta P. Biri dari caleg partai Demokrat merupakan calon anggota legislatif (caleg) tertua dari partainya yang sudah berusia 64. Selain caleg tertua, ada juga caleg termuda yakni Vebrian yang masih berumur 23 tahun.
Adapun nama-nama yang berpeluang lolos di DPRD Pinrang periode 2014-2019 untuk daerah pemilihan (Dapil) I meliputi kecamatan Lembang, Duampanua, Batulappa yakni Drs Muhammad Amir (PKS), Markus Manna (Demokrat), Sanung (Gerindra), Usman Bengawan (Golkar), Salmon S.Sos (Golkar),Harun Ali (PPP), Hj Kartini Lolo. Spdi (PDIP), Edye Sainra (Hanura), H Alimuddin Budung (PKB), H Rukman Aliata (Nasdem) dan Muhammad Thoha (PAN).
Untuk Dapil II meliputi kecamatan Mattiro Sompe, Cempa, Patampanua yang berpeluang, H Erwin Mugni (PKS), HA Muhammad Ramadhani (Demokrat), H Hanafi (Gerindra), Kasman (Gerindra), H Sirajuddin Rasyid (Golkar), H Ramadhan AZ Rahman (PPP), Muhammad Tahir Mustar (PDIP), Vebrian Abraham (Hanura) dan Mansur (PKB).
Sementara di Dapil III meliputi kecamatan Watang Sawitto, Tiroang, Paleteang berpeluang, Hj Vera Firdaus (PKS), H Bahran Jafar sanusi (PKS), Risda(Demokrat), Hatta Ahmad P Biri (Demokrat), H Ahmad Ngaru (Gerindra), Syamsuri (Golkar), A Thamrin (PPP), H Mashjur Ali (PDIP), Abdul Latif Arsyad (Hanura), Andi Pallawagau Kerrang (PKB), H Hasyim Padu (PAN), Arisyansyah (PBB).
Terakhir Dapil IV meliputi kecamatan Mattiro bulu, Lanrisang, suppa yang berpeluang, Irwan Hasyim (PKS), Muhammad Waris (Demokrat), H Baharuddin (Gerindra), HA Febri (Golkar), HA Mukhtar (PPP), H Basri Kunu (PDIP), Syukriadi (Hanura) dan Kamaluddin (Nasdem).(gun/war/c)

   

Golkar Unggul di Luwu

BELOPA,BKM--Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara yang dilaksanakan KPUD Kabupaten Luwu yang gelar sejak Sabtu hingga Selasa (22/4), partai berlambang pohon beringin unggul sebagai pemenang dan mengantar calegnya meraih enam kursi di DPRD Kabupaten Luwu termasuk menjabat Ketua DPRD Luwu.
Diperingkat kedua, partai Gerindra dan Demokrat yang masing masing meraih empat kursi sehingga berpeluang mendampingi Golkar untuk jabatan wakil Ketua I dan Wakil Ketua II.
Rekapitulasi suara selama tiga hari memang sempat berlangsung cukup alot, karena sempat warnai dengan perhitungan ulang dari formulir C1  untuk dapil IV Walmas. Namun demikian secara keseluruhan rekapitulasi berjalan kondusif dan mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Luwu dan TNI dari Kodim 1403 yang dipimpin langsung Kapolres Luwu, AKBP Alan Gerit Abast.
Raihan enam kursi untuk partai Golkar di DPRD Luwu, berarti terdapat penambahan satu kursi dibandingkan pemilu 2009 lalu yang hanya memperoleh lima kursi.
Terkait suksesnya partai Golkar Luwu meraih enam kursi mendapat apresiasi positif dari Ketua DPD II Golkar Luwu, Andi Mudzakkar.
"Golkar Luwu sangat meghargai perjuangan para caleg, kader dan simpatisan dan kami berterimakasih atas kepercayaan masyarakat Luwu terhadap Golkar,"kata Mudzakkar, Rabu (23/4).
Terpisah, Ketua KPU Luwu, Abdul Thayeb mengaku pihaknya telah menyelesaikan Rekap suara pileg untuk tingkat Kabupaten Luwu, namun KPU  masih akan melanjutkannya di tingkat KPU provinsi di Makassar, ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP, Alan Gerit Abast memberi apresiasi mendalam atas partisipasi masyarakat Luwu yang turut serta membantu aparat kepolisian dan TNI dalam menjaga kondisi keamanan yang tetap kondusif hingga proses rekap suara di KPU Luwu berjalan aman dan kondusif.
"Saya hargai dan mengapresiasi atas dukungan penuh masyarakat Luwu sehingga keamanan tetap terjaga mulai dari tahapan Kampanye hingga rekapitulasi suara pileg, "tandas alumni Akpol angkatan 94 ini.
Adapun 35 caleg yang berpeluang duduk di DPRD Luwu sesuai sumber dari para saksi.
Untuk daerah pemilihan (Dapil) I meliputi Larompong, Larompong Selatan, Suli dan Suli Barat, berpeluang Kurniah dan Andi Muharir (Golkar), Sugima Janong (Demokrat), Ichsan (Gerindra) dan Yani Mulake (PAN).
Untuk Dapil II meliputi Belopa, Belopa Utara, Kamare, Bajo, Bajo Barat, Bastem, Bastem Utara, Latimjong yang berpeluang, Nurhuda Thamrin dan Zul Arrahman (Golkar), Bahar (PAN), Rusli Sunali (PPP), Arifin Wajuanna (Demokrat). Baso (Gerindra), Ishak Sallo (Hanura) dan Wahyu Napeng (Nasdem).
Sementara untuk Dapil III meliputi Porang, Ponrang Selatan, Bupon dan Bua berpeluang, Yasman Miming (Golkar), Andi Firdaus Syarief (Demokrat) dan Kasruddin (Gerindra), Solika Hasrun (PKS), Summang (PBB), Ansar Pandaka (Hanura), Andi Admiral Kadiraja (PDI-P), Sukma (PPP), Sudirman Baso (PAN) dan Muh Ikhlas Redang (PKPI).
Terakhir untuk Dapil IV meiputi Walmas yang berpeluang, Muhlis Kararo (Golkar), Ibrahim (Demokrat), Zeth Ida Parante (Gerindra), Raistolu Sabeng (Hanura), Topa Mahmud (PAN), Hasrul Hasis (PPP), Samsidar Patungka (PKS), Yesaya Mangetan (PKPI), Erwin Barabba (PDI-P) dan Anthon (PKB).(wan/war/c)

   

Halaman 1 dari 103

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA