Makassar Politik

Mantan Sekab Barru Ramaikan Bursa Pemilukada

BARRU,BKM--Bursa calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Barru April 2015 mendatang kian ramai. Setelah sejumlah pejabat dan mantan pejabat, dan petinggi partai mulai menyatakan ikut maju dalam bursa calon, kini mantan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Barru, H Kamil Ruddin berniat mencalonkan diri apakah orang nomor satu atau orang nomor dua di Barru.
Kamil Ruddin juga belum menyebutkan dari partai politik apa dia akan maju. Namun hal itu, menurutnya, bisa dikomunikasikan.
"Perahu partai memang belum ada yang mengusung dan itu bisa dikomunikasikan," kata Kamil.
Apalagi kata Kamil kepada BKM, Jumat (25/7), dirinya sudah memiliki modal sosial. Selain pernah memangku sejumlah jabatan penting, seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Kabupaten. Disamping itu pernah ikut mengadu nasib di pemilihan legislatif. Meski belum berhasil terpilih di pileg, tetapi apa yang telah dilakukan merupakan modal sosial. Sebagai pernyataan awal menyambut perhelatan pemilukada.
"Saya telah memikirkan secara matang seberapa urgen nilai jual yang dimilikinya jika berniat maju di Pemilukada Barru," akunya.
Lebih jauh, kata Kamil, pengabdian dan tanggung jawab sebagai pihak yang pernah bergelut sebagai aparatur negara diberbagai posisi jabatan merupakan bagian penting. Itulah sebabnya, dirinya berpikir bahwa proses pemilukada boleh jadi sebagai ajang untuk membuktikan sejauhmana tingkat elektabilitas dimata masyarakat.
Makanya dari awal dirinya sudah berniat kalau di pileg belum berhasil, tidak berarti harus menghentikan langkah dijalur pengabdian kepada masyarakat di pemilukada.
"Meski kami tahu bahwa proses demokrasi di Pemilukada Barru jauh lebih mahal dari segi finansial. Namun perlu diingat, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi potensi seseorang dalam melakukan pengabdian," terangnya.(udi/b)

 

Mudzakkir:Suara Terbanyak Berpeluang

MAKASSAR, BKM-- Partai politik peraih suara terbanyak di pemilu legislatif (pileg) 2014 di Kota Makassar yakni Partai Golkar, Demokrat, PPP dan PKS akhirnya bisa bernafas lega.
Hasil revisi Undang-undang (UU) Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) pasal 376 ayat (2) menyatakan pimpinan partai politik (parpol) berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD kabupaten/kota.
Meski begitu, partai politik yang berpeluang mengantar kadernya di kursi pimpinan DPRD Kota Makassar masih mengacu pada mekanisme partai seperti senioritas dan pengalaman termasuk peraih suara terbanyak.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, Rabu (23/7) mengatakan, tidak ada yang berubah dari mekanisme sebelumnya baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam penentuan calon pimpinan dewan. "semuanya sesuai proporsi urutan peroleh kursi,"singkatnya.
Hal sama diungkapkan Ketua PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika. Dia mengatakan penetapan unsur pimpinan dewan di DPRD Kota Makassar dikembalikan pada mekanisme partai peraih suara terbanyak.
Ia menyebutkan kursi unsur pimpinan dewan, baik itu komisi dan fraksi ditentukan oleh kewenangan partai pengusung anggota dewan tersebut.
"Peraih suara terbanyak bukan garansi menduduki kursi unsur pimpinan dewan, tapi bisa saja mereka duduk pada komisi dan fraksi sebagai alat kelengkapan dewan," kata Busranuddin Baso Tika.
Begitupun diungkapkan legislator Kota Makassar dari Partai Hanura, HM Yunus. Menurutnya tidak ada aturan baru dalam penetapan unsur pimpinan dewan. Sebab semuanya juga dikembalikan pada mekanisme partai pengusung calon anggota dewan terpilih.(eka/war/b)

   

Calon Ketua DPRD Enrekang Disoal

MAKASSAR, BKM--Penetapan calon ketua DPRD Kabupaten Enrekang mulai dipersoalkan sejumlah pengurus maupun caleg terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) di Enrekang.
Sebelumnya Ketua DPD PAN Enrekang Jamal Bijang menetapkan caleg terpilih Disman Duma sebagai calon ketua DPRD Enrekang. Disman  ditetapkan dalam rapat pleno pengurus.
Penetapan Disman selaku calon ketua DPRD karena  perolehan suara tertinggi dibanding caleg PAN lainnya di pileg 9 April lalu.
Meski terpilih dalam pleno, ada saja yang menolak bila Disman akan direkomendasikan sebagai calon ketua DPRD Enrekang.
Menyikapi hal itu, Sekretaris DPW PAN Sulsel, Buhari Kahar Mudzakkar mengakui, protes tersebut harus  diajukan ke DPW PAN Sulsel.
"Kami siap menerima protes bila nantinya diajukan
ke DPW. Penentuan calon pimpinan dewan di PAN mempunyai mekanisme tersendiri. Pleno di DPD memutuskan satu nama sekanjutnya akan diserahkan ke DPW. Termasuk penentuannya dengan melihat beberapa kriteria yakni posisinya sebagai ketua atau pengurus harian,"ujar anggota komisi B DPRD Sulsel ini.(rif/war/c)

   

Ketua KKLT Dukung Rahman Rauf Maju di Lutim

MAKASSAR, BKM -- Pemilihan bupati dan wakil bupati Luwu Timur baru akan dihelat 2015 mendatang. Meski begitu, sejumlah nama telah dimunculkan ke permukaan. Salah satunya adalah dr H Abdul Rahman Rauf,Sp.OG.
Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) Makassar Prof drh Mansyur Nasir, PhD menilai sosok Abdul Rahman Rauf memiliki kapabilitas dan kemampuan untuk memimpin dan memajukan wilayah dan masyarakat Kabupaten Luwu Timur.
''Selaku putra daerah, dr Abdul Rahman Rauf tentu dikenal dan mengenal daerah secara lebih mendetail dan mendalam,'' kata Mansyur Nasir di Makassar, Jumat (25/7).
Dijelaskan, nama Rahman Rauf termasuk populer di berbagai lapisan masyarakat. Kontribusi terhadap masyarakat di tanah leluhurnya tegrolong cukup besar. Karenanya diapun dijagokan ikut bersaing dalam pertarungan pilbup Lutim periode mendatang.
Pengalaman birokrasi Rahman sudah teruji dan tidak disangsikan lagi. Ia pernah jadi Kepala Puskesmas Amparita Sidrap 1993-1994, Kepala Puskesmas Panca Rijang Rappang 1995-1996, Kepala Puskesmas Pangkajene Sidrap 1997.
Kedekatan masyarakat juga tidak diragukan lagi. Bertahun-tahun bersentuhan dengan pasien di rumah sakit serta tempat praktik dokter kandungan.
''Selain itu, dia juga berpengalaman melakukan pengabdian kepada masyatakat dengan posisi Direktur Akademi Kebidanan InaU Makassar,'' tandas Mansyur. 
Rahman Rauf tamat di SD Dau Loloe Wotu 1975, SMPN Wotu 1979, SMA Negeri 2 Makassar 1982, Fakultas Kedokteran Unhas 1990 serta Spesialis Kebidanan dan Kandungan Unhas 2002.
Suami dari Hj Nina Setiawan B dan ayah dari Ranitya Indra Amdhani, Muh Irfan Al A’Araaf, Muh Fuad Al Faroj  dan Muh Fahd Anfaza. Rahman Rauf tercatat sebagai pengurus IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Makassar, Persatuan Obstetri Ginkologi Indonesia Sulsel, Persatuan Obstetriginekososial Indonesia, Forum Dosen Indonesia, serta aktif di organisasi Kerukunan Keluarga Luwu Timur.  (rif/war/c)

   

Jabatan Unsur Pimpinan DRPD Makassar Diserahkan ke Mekanisme Partai, Suara Terbanyak Berpeluang

MAKASSAR, BKM-- Partai politik peraih suara terbanyak di pemilu legislatif (pileg) 2014 di Kota Makassar yakni Partai Golkar, Demokrat, PPP dan PKS akhirnya bisa bernafas lega.
Hasil revisi Undang-undang (UU) Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) pasal 376 ayat (2) menyatakan pimpinan partai politik (parpol) berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD kabupaten/kota.
Meski begitu, partai politik yang berpeluang mengantar kadernya di kursi pimpinan DPRD Kota Makassar masih mengacu pada mekanisme partai seperti senioritas dan pengalaman termasuk peraih suara terbanyak.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, Rabu (23/7) mengatakan, tidak ada yang berubah dari mekanisme sebelumnya baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam penentuan calon pimpinan dewan. "semuanya sesuai proporsi urutan peroleh kursi,"singkatnya.
Hal sama diungkapkan Ketua PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika. Dia mengatakan penetapan unsur pimpinan dewan di DPRD Kota Makassar dikembalikan pada mekanisme partai peraih suara terbanyak.
Ia menyebutkan kursi unsur pimpinan dewan, baik itu komisi dan fraksi ditentukan oleh kewenangan partai pengusung anggota dewan tersebut.
"Peraih suara terbanyak bukan garansi menduduki kursi unsur pimpinan dewan, tapi bisa saja mereka duduk pada komisi dan fraksi sebagai alat kelengkapan dewan," kata Busranuddin Baso Tika.
Begitupun diungkapkan legislator Kota Makassar dari Partai Hanura, HM Yunus. Menurutnya tidak ada aturan baru dalam penetapan unsur pimpinan dewan. Sebab semuanya juga dikembalikan pada mekanisme partai pengusung calon anggota dewan terpilih.(eka/b)

   

Halaman 1 dari 58

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi