Makassar Politik

Golkar Unggul di Luwu

BELOPA,BKM--Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara yang dilaksanakan KPUD Kabupaten Luwu yang gelar sejak Sabtu hingga Selasa (22/4), partai berlambang pohon beringin unggul sebagai pemenang dan mengantar calegnya meraih enam kursi di DPRD Kabupaten Luwu termasuk menjabat Ketua DPRD Luwu.
Diperingkat kedua, partai Gerindra dan Demokrat yang masing masing meraih empat kursi sehingga berpeluang mendampingi Golkar untuk jabatan wakil Ketua I dan Wakil Ketua II.
Rekapitulasi suara selama tiga hari memang sempat berlangsung cukup alot, karena sempat warnai dengan perhitungan ulang dari formulir C1  untuk dapil IV Walmas. Namun demikian secara keseluruhan rekapitulasi berjalan kondusif dan mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Luwu dan TNI dari Kodim 1403 yang dipimpin langsung Kapolres Luwu, AKBP Alan Gerit Abast.
Raihan enam kursi untuk partai Golkar di DPRD Luwu, berarti terdapat penambahan satu kursi dibandingkan pemilu 2009 lalu yang hanya memperoleh lima kursi.
Terkait suksesnya partai Golkar Luwu meraih enam kursi mendapat apresiasi positif dari Ketua DPD II Golkar Luwu, Andi Mudzakkar.
"Golkar Luwu sangat meghargai perjuangan para caleg, kader dan simpatisan dan kami berterimakasih atas kepercayaan masyarakat Luwu terhadap Golkar,"kata Mudzakkar, Rabu (23/4).
Terpisah, Ketua KPU Luwu, Abdul Thayeb mengaku pihaknya telah menyelesaikan Rekap suara pileg untuk tingkat Kabupaten Luwu, namun KPU  masih akan melanjutkannya di tingkat KPU provinsi di Makassar, ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP, Alan Gerit Abast memberi apresiasi mendalam atas partisipasi masyarakat Luwu yang turut serta membantu aparat kepolisian dan TNI dalam menjaga kondisi keamanan yang tetap kondusif hingga proses rekap suara di KPU Luwu berjalan aman dan kondusif.
"Saya hargai dan mengapresiasi atas dukungan penuh masyarakat Luwu sehingga keamanan tetap terjaga mulai dari tahapan Kampanye hingga rekapitulasi suara pileg, "tandas alumni Akpol angkatan 94 ini.
Adapun 35 caleg yang berpeluang duduk di DPRD Luwu sesuai sumber dari para saksi.
Untuk daerah pemilihan (Dapil) I meliputi Larompong, Larompong Selatan, Suli dan Suli Barat, berpeluang Kurniah dan Andi Muharir (Golkar), Sugima Janong (Demokrat), Ichsan (Gerindra) dan Yani Mulake (PAN).
Untuk Dapil II meliputi Belopa, Belopa Utara, Kamare, Bajo, Bajo Barat, Bastem, Bastem Utara, Latimjong yang berpeluang, Nurhuda Thamrin dan Zul Arrahman (Golkar), Bahar (PAN), Rusli Sunali (PPP), Arifin Wajuanna (Demokrat). Baso (Gerindra), Ishak Sallo (Hanura) dan Wahyu Napeng (Nasdem).
Sementara untuk Dapil III meliputi Porang, Ponrang Selatan, Bupon dan Bua berpeluang, Yasman Miming (Golkar), Andi Firdaus Syarief (Demokrat) dan Kasruddin (Gerindra), Solika Hasrun (PKS), Summang (PBB), Ansar Pandaka (Hanura), Andi Admiral Kadiraja (PDI-P), Sukma (PPP), Sudirman Baso (PAN) dan Muh Ikhlas Redang (PKPI).
Terakhir untuk Dapil IV meiputi Walmas yang berpeluang, Muhlis Kararo (Golkar), Ibrahim (Demokrat), Zeth Ida Parante (Gerindra), Raistolu Sabeng (Hanura), Topa Mahmud (PAN), Hasrul Hasis (PPP), Samsidar Patungka (PKS), Yesaya Mangetan (PKPI), Erwin Barabba (PDI-P) dan Anthon (PKB).(wan/war/c)

 

Gagal di Caleg, Ketua Harian Golkar Luwu Mundur

BELOPA,BKM – Ketua harian Partai Golkar Kabupaten Luwu, Arham Basmin, mengundurkan diri sebagai kader Golkar setelah tidak terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel pada Pilcaleg yang dilaksanakan pada tanggal 9 april lalu.
Bahkan setelah mengundurkan diri dari Partai Golkar, para pendukung Arham Basmin, langsung membakar bendera partai Golkar, diterminal Belopa, sebagai wujud kekecewaannya terhadap Golkar, selasa (22/04) sore.
“bismillahi rahmani rahim, selasa 22 April, cukup sudah kontribusi saya kepada partai Golkar dan saya menyatakan mundur dari ketua harian Golkar Luwu dan ketua DPD I AMPI Sulsel“ ungkap Arham didepan pendukungnya.
Setelah mundur dari Partai Golkar, Arham, belum menentukan sikap mau bergabung ke partai apa, namun ia mengaku sudah banyak partai politik yang mengajaknya untuk bergabung setelah ia meninggalkan Golkar.
Putra Basmin Mattayang, Arham, akan mundur dari keanggotaan Partai Golkar setelah tahapan Pilcaleg berakhir, namun ia berjanji akan tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat Luwu, walaupun tidak lewat jalur politik.
“saya belum pernah komunikasi dengan bapak (Basmin), namun sangat kecil kemungkinan saya akan bergabung dengan Gerindra,“ tambah Arham.
Bahkan setelah pilcaleg, dirinya selalu mendapatkan informasi dari timnya jika suaranya telah di potong dan menguntungkan caleg lainnya di internal partai Golkar, sehingga perolehan suaranya hanya berkisar 9,78 % atau berada di posisi kelima dari caleg Golkar lainnya.
Walaupun ia hanya mendapatkan suara di posisi ke lima, namun ia mengaku tidak pernah bersedih karena hasil yang tidak baik, karena yang memberikan suara adalah masyarakat, keluarga serta seluruh kerabatnya.
Pada pilcaleg yang 9 april , Arham, menargetkan sekitar 15 ribu suara untuk kabupaten Luwu, namun nyatanya saat pilcaleg ia hanya berhasil meraih sekitar 10 ribu suara di Kabupaten Luwu.
Dirinya mundur sebagai pengurus partai Golkar, karena adanya budaya yang ia pegang selama ini yaitu budaya malu, apalagi sebagai ketua harian Golkar Luwu dan ketua DPD I AMPI Sulsel yang tidak sepantasnya kalah seperti saat ini.
Sementara manager tim Arham, Faisal, mengatakan beberapa kecurangan yang terjadi seperti halnya di Kabupaten Luwu Timur dari hasil rekapitulasi internal, suara Arham di tiga kecamatan sebanyak 700, namun saat rekapitulasi tingkat KPU tinggal 500 suara Arham.
Bahkan ia menilai kurangnya suara Arham saat pilcaleg yang lalu dikarenakan adanya gerakan tertentu yang dilakukan oleh elit – elit Golkar, yang menginginkan orang – orang tertentu yang terpilih di DPRD Sulsel.
“kami kecewa terhadap elit partai yang tidak fair melakukan pergerakan untuk meloloskan orang – orang tertentu “ tambah Faisal.
Bahkan ia mencontohkan seperti di Kabupaten Luwu, ada caleg Golkar untuk DPRD Sulsel yang hanya 5 ribu perolehan suaranya dan didaerah lain ia juga dapat dengan hasil yang sama yaitu 5 ribu suara.“tidak mungkin kan di daerah sendiri dapat 5 ribu suara baru didaerah lain juga dapat 5 ribu suara“ tambah Faisal.
Adapun hasil rekap suara tim Arham dari KPU,urutan pertama Muh. Rizha 30. 448 suara, posisi kedua ditempati Armin Mustamin Toputiri 16.821 suara dan ketiga seterusnya, Marthen Rante Tonduk 15.487 suara, Rahmat Masri Bandaso 14.289 suara,      Arham Basmin 13.182 suara. (wan/war/c)

   

Wartawan Geram ke Komisioner KPUD

Sinjai, BKM--Sejumlah wartawan yang betugas peliputan politik pemilu di KPUD Kabupaten Sinjai merasa geram. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan data yang jelas dari komisioner KPUD Sinjai bahkan mereka memilih bungkam.
Padahal semua pejabat publik diharapkan terbuka memberikan data sesuai yang diamanatkan dalam  Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 tahun 2008.Awalnya, sejumlah wartawan meminta data akhir dari hasil rekapitulasi suara, namun komisioner dan staf KPUD tidak bisa memberikan.
Salah seorang wartawan media harian Rakyat Sulsel mengaku kalau dirinya telah mendatangi kantor KPUD Sinjai guna mengetahui  hasil penghitungan suara yang telah digelar.
"saya sudah mendatangi KPUD Sinjai guna untuk mengetahui data hasil perngitungan suara. hanya saja, saya yang telah menunggu selama satu jam lebih malah salah satu komisioner bagian logistik bernama Naim tidak ingin menyerahkan data tersebut dengan alasan dia tidak punya, "ungkap Syamsuddin.
Demikian juga yang disampaikan Lukman Sardi wartawan Radar Bone. Dia merasa kecewa kinerja KPUD Sinjai yang terkesan menyembunyikan data, padahal seharusnya sudah dikonsumsi Publik.
"pihak KPUD Sinjai tidak sepantasnya melakukan hal itu. Karena data yang ada pada KPUD Sinjai merupakan data yang bukan merupakan rahasia negara. Justru data tersebut seharusnya sudah bisa diketahui publik,"ungkap lukman.
Menyikapi hal itu, Komisioner KPUD Sinjai, Naim tetap mengaku jika data itu tidak dia pegang.
" Tidak ada data pada saya, silahkan ketemu sama Andi Aso,"Cetus naim.(din/war/c)

   

Lemsaneg Jamin Keamanan Informasi

RANTEPAO, BKM -- Seminar sehari Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi Berklasifikasi Lingkungan Pemerintah Daerah Toraja Utara berlangsung di Toraja Heritage Hotel, Rabu (23/4). Kegiatan yang diprakarsai Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) ini dibuka Bupati Frederik Batti Sorring yang diwakili Asisten II Yorry Lesawengan.
Seminar sebagai manifestasi dari peningkatan kesadaran akan kerawanan kebocoran informasi dan peningkatan security awareness kepada aparatur pemerintah, khususnya di Toraja Utara, merupakan langkah awal untuk mengawal kerahasiaan dan jaminan kepada daerah tidak bocor informasi penting.
''Seminar kesadaran keamanan informasi (SKKI) merupakan momentum tepat untuk memberikan penyegaran dalam menjaga kesadaran akan pentingnya keamanan informasi bagi seluruh aparatur lingkungan pemerintah,'' kata Herdi dari Kapuskaji Peralatan Sandi yang menjadi pembicara.
Dijelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 103 tahun 2001, Lemsaneg berperan penting menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang persandian berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Lemsaneg, lanjut Herdi, terus berupaya mendorong jaminan keamanan informasi, khususnya pemerintah, sehingga persandian pemkab memiliki dua aspek penting, selain membina sumberdaya manusia dan operasional persandian.
''Banyaknya kasus kebocoran informasi, semisal penyerangan situs milik pemerintah mengakibatkan rusak dan hilangnya data yang ada di server. Selain itu dampak kebocoran informasi rahasia negara sangat berakibat fatal bagi stabilitas keamanan negara, sebagai bukti kurang dikuasainya penerapan tehnologi informasi,'' terangnya.
Diakui Herdi, semua ini terjadi karena terbatasnya anggaran untuk menggunakan teknologi canggih. Termaduk rendahnya kesadaran dan sumber daya yang dimiliki.
''Untuk itu, pengamanan informasi sebagai proses dilakukan secara berkesinambungan, disiplin serta menitikberatkan pada kualitas sumberdaya manusia tersedia,'' imbuh Herdi. (gus/rus/c)        

   

Tiga Ketua Parpol Rontok di Pinrang

PINRANG,BKM--Lengkap sudah kegagalan partai-partai besar di Kabupaten Pinrang pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Tak hanya perolehan suara yang menurun drastis, tiga elitnya juga dipastikan gagal melenggang ke parlemen.
Status sebagai ketua partai politik (parpol) saat ini bukan menjadi jaminan mampu meraih suara signifikan. Terbukti, di Kabupaten Pinrang pengendali struktur pengurus itu rontok.
Apalagi, tidak sedikit diantaranya maju dengan status incumbent.
Tiga ketua parpol yang rontok usai bertarung dipileg  yaitu ketua Partai Nasdem Kabupaten Pinrang, A Syamiluddin yang merupakan Caleg DPRD Kabupaten Pinrang dari Dapil Pinrang III.
ketua lainnya yaitu Ketua PDIP, H Arifuddin Malli yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dari Dapil Sulsel IX dan Ketua Partai Golkar, Abdi Baramuli yang maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Pinrang dari Dapil Pinrang I. Untuk posisi ketua lainnya yakni H Herman Sakka yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten
Pinrang juga rontok di Dapil Pinrang III.
Bahkan sebanyak 439 calon anggota legislatif (Caleg) dari total 479 caleg harus gigit jari menelan pil pahit kekalahan. Sebab jatah kursi di DPRD Pinrang hanya 40 kursi.
Salah seorang warga Pinrang bernama Anto mengatakan, kegagalan para caleg yang telah menghabiskan anggaran yang cukup besar mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah di kantong pribadinya harus bisa dipahami agar mereka tidak menjadi stres.
Hal senada diungkapkan Rudi warga Pinrang. Menurutnya, kegagalan sejumlah caleg termasuk ketua partai politik (Parpol) bisa dimaklumi di pileg. Sebab persaingan di pileg kali ini cukup ketat dan berat. Tingginya tingkat ektabilitas dan kans para caleg maupun ketua parpol untuk bisa terpilih bukan jaminan mereka bisa memperoleh kursi di parlemen. Apalagi tambah Rudi, untuk skala Kabupaten Pinrang, faktor kekuatan finansial sangat dominan dimana masyarakat akan memilih jika suaranya dibarter dengan pundi-pundi rupiah. (gun/b)

   

Halaman 3 dari 101

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA