BKM Sulawesi Selatan Barat

Kejari Panggil Enam Saksi Kasus GOR Malili

MALILI, BKM -- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Malili memanggil enam saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR). Mereka diagendakan dimintai keterangannya pekan depan.
Keenam saksi itu adalah Asistem Pemerintahan Pemkab Lutim Syahidin Halun selaku Ketua Komite Pembangunan, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga H Asis sebagai sekretaris komite, Bendahara Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudparmudora) Rakhsan sebagai bendahara komite, serta Hendro Prabowo, Urbanus dan Sudiarto masing-masing sebagai anggota komite.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Malili Alfian Bombing, kemarin. Menurutnya, usai dilakukan pemeriksaan terhadap saksi, tim langsung melakukan ekspose untuk penetapan tersangka.
"Kami akan memanggil saksi-saksi kasus GOR ini untuk dimintai keterangan. Setelah itu dilanjutkan dengan ekspose untuk menentukan tersangka," jelas Alfian, kemarin.
Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Luwu Timur mengkritik kinerja para kejaksaan. Mereka menilai, tim penyidik kasus GOR sangat lemah dalam menangani kasus ini.
"Kasus GOR Malili ini sudah cukup lama bergulir di kejaksaan, namun tersangkanya belum ada sama sekali. Padahal status hukum kasus ini sudah lama dinaikkan ke tahapan penyidikan," ungkap Hasan, juru bicara LSM Himpunan Masyarakat Anti Korupsi (Hamas) Lutim.
Sekadar diketahui, proyek pembangunan GOR Lutim dikerjakan oleh PT Arde Rama Mandiri yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2012, dengan total anggaran sebesar Rp5 miliar. (one/rus/b)

 

Cakka Ingin Lomba Cipta Menu di Tingkat Desa

BELOPA, BKM -- Bupati Luwu Andi Mudzakkar memberi apresiasi mendalam terhadap kinerja Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. Hal itu menyusul dilaksanakannya lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman di Ruang Pola Kantor Bappeda, Rabu (13/8).
Menurut Mudzakkar, lomba cipta menu beragam ini merupakan program berjenjang dari level pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Namun Bupati Luwu dua periode itu berharap pelaksanaan kegiatan ini sebaiknya dilaksanakan juga di tingkat pedesaan.
"Disini peran camatlah yang paling dominan, khususnya lomba cipta menu di tingkat desa. Kalau soal anggaran sebaiknya dialokasikan pada tahun 2015 oleh 22 camat di Luwu,'' kata Cakka, sapaan akrab Bupati saat membuka lomba.
Apresiasi lain atas kinerja Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan yang dipimpin M  Halwi ini, adalah dua orang petani berprestasi mandiri masing-masing oleh Jasmin dari Kecamatan Larompong, dan Gerson dari Walmas. Mereka mendapat penghargaan dari pemerintah pusat dan diundang ke Istana Negara untuk menghadiri perayaan HUT RI 17 Agustus pekan depan.
Selain dua petani berprestasi, pasangan rumah tangga harmonis yakni Kadis Pertanian Andi Pangeran bersama istrinya Hj Hartati Andi Pangeran diundang khusus ke Istana Negara untuk menghadiri perayaan HUT RI.
''Ketiga warga Luwu ini mendapat peghargaan dari Presiden RI atas prestasi yang telah mereka torehkan, baik di sektor pertanian maupun dalam hal menciptakan  keluarga harmonis,'' tandas Bupati Luwu dua periode ini.
Lomba cipta menu ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Andi Tendri Karta Mudzakkar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Agustina Syaiful Alam, Kepala Badan Penyuluhan M  Halwi, Kepala Badan Pemberdayaan perempuan dan KB Wahidah, para camat, kader PKK dan para istri kepala SKPD Pemkab Luwu. (wan/rus/c)


   

Guru PNS Usir Istri dan Anak

PINRANG, BKM -- Seorang suami semestinya menjadi pengayom bagi keluarganya. Namun tidak demikian dengan Mustain, warga Desa Kajuangin, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
Suami yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru PNS Di SDN 142 Kajuangin ini tega mendzalimi anak dan istrinya. Ia melarang mereka masuk ke dalam rumah dengan cara masang kawat berduri dan menghilangkan tangga naik ke rumah.
Rumah ini dulunya menjadi tempat bernaung keluarga Mustain dengan istrinya Yusda alias Mama Yuda. Pasangan ini telah dikarunia satu orang anak bernama  Fauzi.
Mustain melarang istri dan anaknya tinggal di rumah tersebut, karena belakangan diketahui sang guru telah menikah dengan seorang guru TK di Jampue, Kecamatan Lanrisang. Padahal dia belum menceraikan istrinya Yusda.
Yusda yang ditemui, dengan mata berkaca-kaca menuturkan peristiwa miris yang dialaminya. ''Saya sedih sekali, Pak karena anak saya tidak naik kelas lantaran tidak masuk sekolah karena tidak bisa naik rumah untuk mengambil baju sekolah. Selama ini ini kami hanya tinggal di gardu jualan," kata Yusda.
Selain itu, Yusda juga mengaku sering diancam dan diusir dari rumahnya. Padahal mereka belum bercerai. Karena itu Yusda tetap bertahan untuk tidak meninggalkan rumahnya.
Mustain yang berusaha dikonfirmasi, tidak berhasil. HPnya tidak aktif meski sudah berkali-kali  dihubungi. Saat didatangi di rumahnya, dia juga tidak ada.
Tokoh masyarakat Lembang Ye Safar yang ditemui, mengatakan dirinya sudah berusaha menengahi persoalan ini dan berbicara dengan kedua belah pihak. Hanya saja selalu menemui jalan buntu.
''Kasusnya akan kita laporkan ke polisi, agar bisa ditangani dengan baik,'' ujarnya. (gun/rus/c)

   

Mantan Ketua Panwas Divonis Setahun Penjara

SIDRAP, BKM -- Perjalanan kasus korupsi yang melilit Panitia Pengawas (Panwas) Sidrap akhirnya mencapai puncaknya. Hakim Majelis Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menjatuhkan vonis satu tahun kurungan penjara terhadap terdakwa Hj Hasnah Basri, mantan Ketua Panwas Sidrap.
Dalam amar putusan sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sunarso, Selasa (12/8) disebutkan, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan dengan pasal yang bisa dibuktikan dalam pasal subsider, yakni pasal 3 junto pasal 18 tentang tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana dengan menjatuhkan pidana selama 1 tahun penjara. Putusan ini ringan 3 bulan dari tuntutan Jaksa yang menuntut 1 tahun 3 bulan penjara.
Selain itu, Hasnah juga dihukum membayar denda Rp50 juta atau pidana kurungan 2 bulan. Terdakwa juga harus membayar uang pengganti sebanyak Rp37 juta atau subsider 3 bulan.
Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap H Arifin Hamid melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Andi Sumardi, mengatakan putusan majelis hakim ini juga mewajibkan terdakwa menjalani kurungan badan sesuai putusan setelah masa inkra berakhir selama 7 hari.
"Majelis hakim Tipikor hanya sepaham dengan tuntutan kami soal uang pengganti Rp37 juta dan denda sebesar Rp50 juta atau subsider kurungan badan 2 bulan. Kalau putusannya turun 3 bulan dari tuntutan kami," ungkap Andi Sumardi di ruang kerjanya, Kamis (14/8).
Sementara JPU kasus Panwas Ady Haryadi Anas menjelaskan, putusan terhadap terdakwa Hasnah yang dibacakan Selasa, 12 Agustus lalu lebih ringan 3 bulan dari tuntutannya, karena dianggap kooperatif dengan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp110 juta dalam tahap penyidikan kejaksaan.
"Selama persidangan terdakwa juga cukup kooperatif dan selalu hadir,'' ujarnya.
Sesuai amar putusan majelis hakim, lanjut Ady, terdakwa Hj Hasnah dan pengacaranya Faisal Silennag langsung menyatakan pikir-pikir. Mengenai eksekusi kurungan, menurut Ady, itu baru efektif terlaksana setelah masa tenggang waktu pikir-pikir pascaputusan berakhir selama 7 hari.
"Kalau tidak ada banding dari terdakwa, kita bisa langsung eksekusi ke penjara. Kemungkinan masa tahanan Hasnah akan dijalani di Lapas Makassar," jelasnya.
Ady juga menambahkan, sidang terhadap terdakwa Panwas lainnya dengan kasus serupa, masing-masing Kasmidi Tahir dan Hj Rahmah, saat ini masih tengah bergulir. Persidangannya masih dalam tahap mendengar keterangan saksi.
"Pekan lalu sidang mendengar keterangan saksi Kamsidi dan Hj Rahma. Selanjutnya sidang akan dilaksanakan pekan depan dengan agenda yang sama," tandasnya. (ady/rus/b)


   

Komisi I Apresiasi Disdukcapil Beri Pelayanan Langsung

SINJAI, BKM -- Ketua Komisi I DPRD Sinjai Amsul A Mappasara merespon dan memberi apresiasi terhadap pelayanan langsung yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), khususnya dalam penerbitan akta kelahiran.
"Ini memang menjadi prioritas kami di Komis I, bagaimana supaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan melakukan pelayanan langsung. Intinya kita ingin masyarakat lebih dipermudah untuk memperoleh data kependudukan,'' ujar Amsul.
Hingga bulan Agustus tahun ini, Disdukcapil sedikitnya telah menerbitkan 11.085 lembar akta kelahiran. Jumlah ini diperoleh saat dilakukan pelayanan langsung di 40 desa/kelurahan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sinjai Akmal menjelaskan, saat ini sudah ada 40 desa dan kelurahan yang telah dilayani secara langsung. Berarti masih ada 40 desa dan kelurahan yang belum terlayani.
"Sebenarnya kami cuma menargetkan 5.000 lembar, namun hasilnya jauh melebihi. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat akan pentingnya data kependudukan masih kurang diperhatikan. Bahkan kami biasa menjumpai, nanti ada keperluan baru masyarakat yang bersangkutan mengurus administrasi kependudukan,'' ujarnya.
Akmal berharap, 40 desa dan kelurahan yang belum terlayani bisa dirampungkan hingga akhir tahun ini.
Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Syamsir Tabiala menambahkan, hasil pelayanan langsung di desa dan kelurahan akan diumumkan setelah pelayanan di 80 desa dan kelurahan rampung.
''Mudah-mudahan seluruh desa dan kelurahan yang ada bisa kita layani secara langsung tahun ini. Setelah semuanya rampung, kami akan mempresentasekan data penduduk yang sudah maupun yang belum memiliki akta kelahiran,'' ujarnya. (din/rus/c)

   

Halaman 4 dari 100

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi