BKM Sulawesi Selatan Barat

Buntut Temuan BPK Terkait Biaya Perjalanan Dinas Ganda

MAMASA, BKM -- Hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait perjalanan dinas ganda Inspektorat Daerah Kabupaten Mamasa tahun 2012 sebesar Rp 129.311.500, hingga kini masih mengundang reaksi dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Mamasa. Salah seorang di antaranya tokoh agama, Pdt Boy yang juga Sekretaris Lembaga Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (BPK-EL) Kabupaten Mamasa. Bahkan, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi diminta untuk mencopot Kepala Indpektorat Mamasa.
Pdt Boy sangat menyayangkan terhadap perjalanan dinas ganda inspektorat daerah Kabupaten Mamasa. ''Kita sangat sayangkan. Seharusnya tidak boleh terjadi. Apalagi, di tubuh inspektorat Mamasa yang menjadi tim audit kabupaten, harusnya inspektorat bersih dari semua instansi yang ada di Mamasa. Inspektorat ini ibarat sapu. Harus bersih dulu baru menyapu ke bawah. Ini kan sangat memalukan,'' tegas Boy.
Senada dengan Boy, Ketua LSM LAPOR Sulbar, Muh Davi Emalda, mengatakan, kalau temuan BPK RI itu benar adanya, maka seharusnya Bupati Mamasa mempertimbangkan jabatan kepala inspektorat. Karena inspektorat ini adalah auditor dan pemerksa. ''Bagaimana mau memeriksa kalau yang memeriksa kotor. Olehnya itu, Bupati Mamasa untuk segera mencopot Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Mamasa dari jabatannya. Minimal diganti. Kalau bupati tidak mencopot kepala, tentunya akan menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Kabupaten Mamasa ke depan,'' tandasnya.
Begitu pula Hence Demmabuttu, mantan anggota DPRD Provinsi Sulbar. Ia juga angkat bicara terkait temuan BPK RI hingga ratusan juta rupiah yang menyangkut perjalanan dinas ganda Kepala Inspektorat Mamasa. ''Kalau itu benar adanya, tidak ada alasan bagi penegak hukum untuk tidak memeriksa Kepala Inspektorat Mamasa. Yang namanya korupsi, tidak ada toleransi. Jujur, kita berjuang untuk Kabupaten Mamasa dulu. Kita mau Mamasa ini terbebas dari korupsi dan kita tidak tolerir. Untuk itu, sebagai rakyat Mamasa kami meminta bupati untuk segera mengganti Kepala Inspektorat Mamasa. Buat apa dipertahankan kalau kinerjanya buruk. Apalagi ada temuan BPK yang besar,'' katanya berapi-api.
Daud Bongga, Wakil Ketua DPW Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Sulbar, mengatakan, pihaknya telah melaporkan Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Mamasa ke Kejaksaan Negeri Mamasa terkait temuan BPK atas perjalanan dinas fiktif ganda Inspektorat Daerah Kabupaten Mamasa.
Ia juga meminta Bupati Mamasa, Ramlan Badawi untuk segera mencopot Kepala Inspektorat Mamasa, Nikolas Bokki, SH. MH dari jabatannya. ''Bagaimana mau bersih ini pemerintahan di Mamasa kalau sapunya sendiri tidak bersih,'' katanya.
Sementara itu, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi ketika akan dikonfirmasi terkait derasnya desakan pencopotan terhadap Nikolas Bokki dari jabatannya selaku Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Mamasa, Rabu (30/7) kemarin, menurut ajudannya, Steven, sedang tidak berada di tempat.
''Bapak lagi ke Topoyo, Kabupaten Mamuju Utara. Nanti saya sampaikan bapak setelah kembali,'' kata Steven. (b)

 

Ismail Zainuddin Resmi Jabat Bupati Mateng

MAMUJU, BKM -- Ismail Zainuddin akhirnya resmi menjadi penjabat atau caretaker Bupati Mamuju Tengah (Mateng). Pelantikan dan pengambilan sumpah mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar ini dilakukan langsung Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di ballroom kantor Gubernur Sulbar, Jumat (25/7). Anwar menilai, sosok Ismail Zainuddin layak diberikan kepercayaan untuk menjabat caretaker Bupati Mateng.
Pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah caretaker Bupati Mateng ini turut dihadiri Wagub Sulbar, Aladin S Mengga, mantan penjabat Bupati Mateng, Junda Maulana, dan Sekkab Mateng, Amin Jasa. Sementara dari DPRD Provinsi Sulawesi Barat hanya diwakili Wakil Ketua, Hasan Sulur.
Gubernur Anwar Adnan Saleh pada kesempatan tersebut, mengharapkan agar dalam menjalankan tugas-tugas utama pada pemerintahan di Mateng dengan tugas selaku Sekretaris Provinsi Sulbar dapat tetap berjalan dengan baik. ''Saya minta kepada penjabat Bupati Mateng dapat melaksanakan tugas dengan baik dan bersungguh-sungguh dan tidak setengah hati dalam menjalankan roda pemerintahan. Juga pengisian pada legislatif hasil Pemilu yang baru-baru ini dilaksanakan. Sekaligus memfasilitasi pelaksanaan pemilihan Bupati Mateng dengan sebaik-baiknya.
Penunjukan Ismail Zainuddin sebagai penjabat bupati, menurut Anwar adalah suatu kehormatan. Karena Ismail adalah salah seorang pejabat eselon satu dilingkup Pemprov Sulbar yang melaksanakan tugas pemerintahan Bupati Mateng. Begitu pula dengan para camat, lurah, dan desa serta tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Mateng untuk bersama-sama mendorong kemajuan daerah ini.
''Kami harapkan pelaksanaan pembangunan Mateng bisa berjalan cepat. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Junda Maulana yang telah mengemban tugas pemerintahan di Kabupaten Mateng,'' ujar Anwar. (ala/mir/c)

   

Pantau Mudik, Kapolres Bagi-bagi Stiker Idul Fitri

BARRU, BKM -- Kapolres Barru AKBP Yosef Sriyono memantau langsung arus mudik di jalan poros Barru-Parepare, kemarin. Ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Lantas Ipda Joab Risamasu bersama  seluruh unsur Satlantas.
Selain memantau jalur mudik, Kapolres beserta unsur Satlantas juga membagi-bagi stiker ucapan hari raya Idul Fitri kepada para pengendara yang melintasi jalur poros tersebut. Di stiker tersebtu bertuliskan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan permohonan maaf setelah melaksanakan ibadah puasa .  Selain itu, juga dicantumkan imbauan kepada pengendara untuk stop melakukan pelanggaran, dan melengkapi kendaraannya.
Sejumlah pengendara memberi apresiasi terhadap aksi simpatik yang dilakukan Satlantas Polres Barru ini. Karena hal tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas.
''Pendekatan seperti ini setidaknya bisa memberikan proses kesadaran kepada pengguna jalan, agar tertib dan bertanggung jawab dalam mendukung kelancaran lalulintas dijalan," jelas Kapolres diiyakan Joab Risamasu.
Sebelumnya, Plt Kasat Lantas Ipda Joab Risamasu bersama Dishub Pemkab Barru meninjau langsung kesiapan jembatan Ralla yang merupakan jalur poros Barru-Soppeng. Jembatan ini sedang dalam proses pembangunan, sehingga pihak Satlantas bersama Dishub melihat dari dekat kesiapan sarana ini untuk digunakan para pemudik.
Jalur Pekkae-Soppeng bukan hanya dilalui kendaraan  dari Kabupaten Soppeng dan Barru saja. Di jalur ini banyak pengguna jalan yang mengakses ke berbagai kabupaten lain, seperti Wajo, Bone dan Sinjai. (udi/rus/c)

   

Lapangan Pemuda Tetap Dipakai Salat Id

BULUKUMBA, BKM -- Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bulukumba menetapkan Lapangan Pemuda tetap dipakai sebagai lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini. Selain itu, diputuskan pula tempat lain untuk salat Id, yaitu Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba.
Lapangan Pemuda dipakai untuk salat Idul Fitri tingkat Kecamatan Ujungbulu. Sementara untuk tingkat kabupaten dipusatkan di ICDT.
Khusus untuk tingkat kecamatan, yang diberi amanah sebagai pelaksana kegiatan salat Idul Fitri adalah pengurus Masjid Hayyalal Falah bekerjasama Camat Ujungbulu dan PHBI setempat. Termasuk soal  pemberian honor bagi khatib dan sewa sound system, semuanya dibebankan kepada pengurus Masjid Hayyalal Falah.
Ketua Pengurus Masjid Hayyalal Falah dr H Abdurrajab kepada BKM, kemarin mengatakan pemberian amanah ini merupakan kebanggaan tersendiri. “Begitu diserahi amanah, kami bersama pengurus lain  menyatakan siap. Bahkan kami sudah melakukan komunikasi dengan khatib asal Makassar Nasaruddin Ibrahim. Pokoknya semua sudah kami siapkan,’’ kata dr Rajab yang sehari-harinya bertugas sebagai  Sekertaris RSUD HA Sulthan Dg Radja.
Rajab menggambarkan, pada pelaksanaan lebaran tahun-tahun sebelumnya, halaman depan kantor bupati ikut digunakan bagi jamaah laki-laki. Namun tahun ini, pelaksanaan shalat Id tidak lagi di tempat ini.
Demikian halnya dengan jamaah perempuan, kalau selama ini tidak teratur, tahun ini panitia sudah merancang jamaah perempuan akan lebih tertib.
Menyinggung soal honor khatib, dr Rajab demikian sapaan akrbanya enggan menyebut angka yang akan diberikan kepada khatib. "Tidak etis kita ungkap,'' ujarnya,.
Namun kata mantan Kepala Puskesmas Caile ini, honor  untuk khatib dan sewa sound system dan kebutahan lainnya diharapkan dari celengan yang diedarkan panitia nantinya.
“Insya Allah honornya lumayan. Kalau seandainya isi celengan tidak mencukupi, maka kami pengurus siap menambah,’’ janjinya.
Biaya yang direncanakan untuk pelaksanaan salat Id sebesar Rp 11 juta dan imam yang akan memimpin jalannya shalat Id adalah imam tarwih Masjid Hayyalal falah. Sedangkan mimbar yang akan digunakan khatib, juga sudah dirancang oleh panitia.
“Insya Allah mimbarnya juga kami yang siapkan, jauh lebih bagus dari sebelumnya,’’ tandasnya.
Sementara Camat Ujungbulu Aprisal mengatakan, terkait soal bantuan dana untuk pelaksanaan kegiatan salat Id  tingkat Kecamatan Ujungbulu yang dipusatkan di Lapangan Pemuda, hingga saat ini dia belum tahu, karena baru tahun ini kecamatan diserahi tugas sebagai pelaksana. Namun satu kesyukuran karena pengurus Masjid Hayyalal Falah bersedia menjadi pelaksana. (edy/rus/c)

   

Istri Pensiunan PNS Kecewa tak Terima Gaji 13

BULUKUMBA, BKM.- Kebijakan pemerintah yang memberikan gaji 13 bagi seluruh PNS dan pensiunan di seluruh wilayah Republik Indonesia, disambut positif para penerima. Apalagi pembayarannya dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri, sehingga mereka bisa memanfaatkan gaji tersebut untuk belanja kebutuhan  lebaran.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Andi Sudarmi. Janda pensiunan almarhum Andi Hasbullah ini tidak bisa menerima gaji 13 tahun ini.
Iapun merasa kecewa setelah mendapat penjelasan dari  petugas Bank BTPN Bulukumba bahwa gaji 13 untuknya tidak masuk di Bank BTPN. Ibu yang berdomisili di Kecamatan Gantarang inipun pulang ke rumahnya dengan tangan hampa.
Anak Andi Sudarmi, Andi Ani bersama suaminya Andi Fajar kemudian mendatangi kantor Bank BTPN Bulukumba yang terletak di depan stadion, kemarin.Dia mempertanyakan kepada petugas bank alasan tidak dibayarkannya gaji 13 orangtuanya.
''Saya datang ke kantor BTPN menanyakan persoalan ini. karena sebelumnya ibu saya masih menerima gaji pensiunan pada awal Juli lalu. Anehnya, gaji 13 tidak bisa diterimanya,'' uajrnya, kemarin.
Kepala Kantor Bank BTPN Bulukumba Akhiruddin yang ditemui kemarin menjelaskan, gaji 13 atas nama Andi Sudarmi  memang tidak masuk dalam daftar.
''Kami di sini (Bank BTPN) hanya membayarkan gaji kepada para penerima. Mengenai ada tidaknya gaji pensiunan, itu  merupakan kewenangan kantor PT Taspen,’’ jelas Akhiruddin yang mengaku baru dua bulan bertugas di Bulukumba.
Akhiruddin menjelaskan,  persoalan seperti ini sudah sering terjadi. Penyebabnya selama ini, kadang penerima gaji pernah mengajukan pemindahan tempat menerima gaji ke bank lain.
Terkait persoalan yang dialami Andi Sudarmi, Akhiruddin berjanji akan mengontak pihak PT Taspen. Karena menurut Andi Ani, anak dari Andi Sudarmi, selama ini ibunya selalu menerima gaji pensiun di Bank BTPN dan tidak pernah mengajukan permohonan pindah.
“Bagaimana mau dipindahkan ke bank lain, sementara ibu saya pernah mengambil kredit di Bank BTPN. Jadi saya heran kenapa gaji 13 ibu saya tidak ada,'' cetus Andi Ani dengan nada kesal.
Belakangan, menurut penjelasan Akhiruddin, persoalan ini terjadi akibat terjadinya error data. Karena itu Andi Sudarmi
diminta untuk datang ke kantor PT Taspen di Makassar, dengan membawa bukti diri, termasuk  bukti sebagai penerima pensiun janda.
“Saya sudah telpon  petugas di PT Taspen Makassar. Ibu Andi Sudarmi diminta untuk datang ke kantor PT Taspen dengan membawa KTP dan Karip. Menurut petugas di Taspen, gaji untuk bulan depan sudah diimput, sehingga sudah tidak ada masalah. Jadi  untuk gaji 13, saya kira tidak bisa digunakan untuk berlebaran, karena hari ini (kemarin) hari terakhir. Nanti setelah lebaran baru bisa dilayani,’’ kata Ahiruddin. (edy/rus/b)

   

Halaman 4 dari 111

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi