Ada Reklame Berlindung Di Balik Nama Pejabat


Iwan : Perkembangan usaha reklame jangan dilihat dari seberapa banyak jumlah pemainnya. Karena untuk membuka maupun mengelola usaha reklame, tidak segampang dengan jenis usaha lainnya. Karena calon pengelola usaha reklame setidaknya harus punya pengalaman dibidang reklame itu sendiri dan harus bekerja profesional. Lebih penting lagi, harus punya modal usaha yang cukup memadai.

BKM : Apa perbedaan periklanan dan reklame?

Iwan : Banyak masyarakat menganggap kalau periklanan dan reklame itu sama saja. Memang ada kesamaannya. Yakni sama-sama mempromosikan suatu produk, usaha maupun hal lainnya kepada masyarakat. Namun secara spesifik, reklame itu lebih cenderung pada mempromosikan produk maupun usaha secara besar dengan desain dan bahasa yang menarik, berukuran cukup besar dan ditempatkan di luar ruangan. Misalnya dipasang di sisi jalan raya atau di tempat umum lainnya yang mudah dilihat para pengguna jalan, baik itu pejalan kaki maupun pengendara sepedamotor dan mobil. Sedangkan periklanan, mempromosikan produk dan usaha di media cetak dan elektronik. Dimana sasarannya adalah para pembaca media cetak, penonton televisi, dan pendengar radio.

BKM : Selama ini ada kesan kalau sejumlah pengusaha reklame tidak bekerja profesional. Terbukti dengan amburadulnya pemasangan reklame tersebut?

Iwan : Perlu masyarakat ketahui kalau pengusaha reklame yang tergabung dalam Aspri bekerja tidak asal-asalan. Termasuk dalam menentukan titik pemasangan. Yang menimbulkan amburadulnya pemasangan reklame di Makassar adalah reklame yang bersifat sosialisasi individu-individu. Kami di Aspri sudah ada acuan dititik mana saja yang boleh dipasangi dan mana yang tidak.
Tapi mereka yang bukan anggota Aspri asal main pasang saja. Sekalipun sebenarnya di tempat tersebut dilarang memasang reklame karena menutupi traffic light atau rambu-rambu lalulintas lainnya. Dan juga memasang reklame dengan cara memaku pada pohon. Ini sudah jelas sebagai sebuah pelanggaran peraturan tentang lingkungan hidup.

BKM : Lantas bagaimana solusi mengatasi kondisi ini?

Iwan : Pemkot Makassar utamanya institusi yang bertugas menangani penertiban reklame ini untuk bertindak tegas. Jangan bersikap tebang pilih. Kalau reklame tersebut adalah milik seorang pejabat atau pun orang yang dekat dengan pejabat, tentu reklamenya tidak akan diganggu gugat. Sekalipun pemasangannya sudah menabrak aturan yang ada. Berbeda kalau pengusaha reklame yang tidak punya koneksi atau tidak dekat dengan seorang pejabat, tentu reklamenya akan dengan mudah diobok-obok.

BKM : Ada kesan kalau pengusaha reklame itu sudah melakukan pengkaplingan titik pemasangan?

Iwan : Di Aspri kami tidak mengenal istilah pengaplingan. Kalau disejumlah titik pemasangan sering dijumpai tulisan kalau pasang reklame di sini silakan hubungi nomor telepon ini. Itu bukan pengaplingan. Tapi memang pada titik tersebut sudah dikontrak pihak pengusaha reklame. Jadi, ada atau tidak ada reklame yang terpasang disitu, pengusaha tetap harus membayar kewajibannya kepada Pemkot.
Justru yang sering kami alami adalah ada reklame yang dipasang anggota kami ditutupi reklame sosialisasi individu. Ini jelas-jelas sangat merugikan kami. Karena kami sudah membayar pajak. Tapi pihak leading sector di Pemkot Makassar tidak melakukan tindakan apa-apa alias masa bodoh. Inilah yang membuat kami sangat heran.

BKM : Tantangan yang dihadapi seperti apa pak?

Iwan : Kalau tantangan yang kami hadapi beragam. Mulai dari ketidaktegasan pihak Pemkot dalam menata pemasangan reklame yang notabene sering merugikan kami, juga yang paling urgen dan menimbulkan kebingungan bagi kami adalah terbitnya Peraturan Menteri (Permen) PU No.20 Desember 2010.
Dimana, untuk pendirian reklame ukuran bando di sepanjang jalan nasional, harus mendapat izin dari Balai Besar Jalan sekaligus membayar uang jaminan dalam jumlah tertentu. Padahal, jauh-jauh hari sebelum terbitnya Permen ini, kami sudah membayar pajak sekaligus biaya perizinannya kepada Pemkot Makassar. Kami juga sudah menyurat kepada Komisi D DPRD Makassar untuk mempertanyakan permasalahan. Kami berharap dewan bisa memfasilitai pertemuan antara Aspri, Pemkot, dewan, dan Balai Besar Jalan dan Jembatan.

BKM : Apa program Aspri ditahun 2013?

Iwan : Program utama kami adalah terus melakukan pembinaan kepada anggota agar bekerja secara profesional. Dan yang lebih terpenting adalah tetap mematuhi segala peraturan yang ada. Kami ingin agar seluruh anggota Aspri dapat menjadi contoh bagi pengusaha reklame lainnya. Terutama dalam menjaga kualitas pekerjaan. Kami merasa bingung dengan bangunan reklame yang dianggap berkualitas. Karena papan reklame yang dibangun Balai Jalan dan Jembatan dan disebut sebagai papan reklame percontohan, justru rubuh diterpa angin kencang. (amiruddin nur)

Ada Reklame Berlindung Di Balik Nama Pejabat
Terkait :

Saan Mustopa Imbau tak Perlu Ada Pansus Pilpres

JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Saan Mustopa menyarankan partai pendukung Koalisi Merah Putih tidak mengajukan Pansus Pilpres di DPR RI.Hal ini disampaikan Saan di sela menunggu pemeriksaan dirinya sebagai saksi untuk Anas Urbaningrum di Pengad

Read more

Diperiksa KPK, Irgan Dicecar Soal Keikutsertaannya Dalam Ibadah Haji

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz dicecar mengenai penyelenggaran ibadah haji tahun 2012-2013 di Kementerian Agama oleh penyidik. Hal itu diungkapkannya usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Kepada

Read more

Pelantikan Pejabat Tertunda Gara-gara Naskah Tertukar

MAKASSAR, BKM -- Pelaksanaan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV lingkup Pemprov Sulsel di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel sempat tertunda beberapa menit, Kamis (24/6). Hal ini disebabkan naskah sumpah jabatan yang hendak dibaca

Read more

Pipik Anggap Rossa Penyanyi Apa Adanya

PENYANYI Rossa dan Pipik Dian Irawati ternyata saling mengagumi. Keduanya tak canggung untuk saling memuji saat hadir di salah satu acara musik baru-baru ini.Pipik yang dikenal sebagai janda almarhum Uje, ternyata sejak lama sudah jatuh cinta pada

Read more
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi