Jenazah Pembunuh 3 Orang di Pangkep Ditolak Warga


Arifuddin meninggal di RS Bhayangkara Makassar, Sabtu (27/10), atau sehari setelah insiden berdarah yang menewaskan tiga orang di Kampung Kembang. Arifuddin tewas tertembak aparat di bagian punggung.
Jenazah Arifuddin, sedianya akan dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Lembang, Labbakang, namun urung dilakukan karena munculnya penolakan dari warga setempat. Warga menolak pemakaman Arifuddin karena perbutaannya menghabisi tiga warga kampung yang tak berdosa, tidak bisa dimaafkan.
"Ini juga demi menjaga perasaan keluarga korban dan masyarakat yang masih marah atas tindakan brutal Arifuddin. Saya pikir ini harus kita perhatikan," ujar Camat Labbakkang Jufri A Baso, kepada Berita Kota, Minggu (28/10).
Menurut Jufri, ia telah mencoba memediasi warga setempat agar jenazah Arifuddin tetap dimakamkan di kampung halamannya. Namun untuk saat ini sepertinya sulit dilakukan. Dikhawatirkan, jika pemakaman tetap dipaksakan, akan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Jufri menawarkan, andai dalam tiga hari yang bersangkutan belum dimakamkan, maka pemerintah akan mengambil alih pemakamannya. "Situasi sekarang ini masih labil, masyarakat marah terhadap pelaku, akibatnya warga menolak kalau pelaku dimakamkan di kampung ini. Tapi kalau tiga hari kedepan belum dimakamkan, pemerintah akan ambil alih pemakamannya, mungkin kita cari lokasi lain yang jauh dari sini," terang Jufri.
Tragedi berdarah ini terjadi tepat di hari raya Idul Adha, Jumat (26/10) sekitar pukul 17.45 Wita. Arifuddin yang diketahui menginap kelainan jiwa tiba-tiba mendatangi Abdul Rahman (55) di rumahnya. Tanpa basa-basi, ia langsung menghujam tubuh pria itu dengan pisau berulang kali. Setelah itu, Arifuddin langsung pulang ke rumahnya dan meninggalkan korban bersimbah darah. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal di perjalanan.
Usai shalat Magrib polisi dari Polres Pangkep hendak mengamankan tersangka yang berada dalam rumahnya. Melihat polisi dan warga berkumpul, Arifuddin segera keluar sambil menenteng pisau yang masih berlumur darah. Arifuddin tiba-tiba berteriak menyerang membabi buta. Ia mengejar warga dan kembali melukai beberapa orang.
Dua warga, Jumadi (47) dan Olleng (40) yang berusaha menghentikan aksi brutal tersangka justru bernasib nahas. Keduanya turut dihujam pisau di tubuhnya hingga terkapar. Jumadi meregang nyawa dengan tusukan di bagian dada, sementara Olleng tewas dengan luka tusuk di bagian punggung.
Tak hanya itu, dua warga lainnya, Emmang (30) dan Andi Suarda (40) juga terluka dalam insiden ini. Beberapa polisi melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan tersangka, namun tak diindahkan.
Akhirnya, Arifuddin terpaksa di lumpuhkan dengan dua tembakan di bagian tengkuk dan bokong kanan. Pria ini dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar, Sabtu (27/10).
Kapolres Pangkep AKBP Idil Tabransyah, mengatakan, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena aksi brutalnya sudah merenggut nyawa. Polisi mengambil langkah terakhir agar korban tidak bertambah.
Kapolsek Labbakang AKP Abd Rasyid menambahkan, pihaknya sudah memediasi upaya pemakaman tersangka di kampung halamannya di Kampung Lembang, namun mengalami jalan buntu karena warag setempat menolak jenazahnya. "Kita sudah cari alternatif agar bisa dimakamkan di Kecamatan Bungoro, tapi warga juga menolak. Begitupun di Kecamatan Pangkajene, juga ditolak. Sekarang kami harap pemerintah mencarikan solusi penguburannya," jelas Rasyid.
Rasyid mengungkapkan, jika memang pemakamannya sulit dilakukan di Pangkep maka tersangka akan dibawa keluarganya ke Lappariaja, Bone. Sabtu lalu, orangtua dan adik tersangka bernama Asma telah menghubungi Polsek Labbakang agar bisa mengambil jenazah Arifuddin untuk dimakamkan di Bone. (leo/sya/B)

Jenazah Pembunuh 3 Orang di Pangkep Ditolak Warga
Terkait :

‘Sepatu Dahlan’ Hilang, Dahlan Iskan Tetap Berpikir Positif

JAKARTA - Kabar hilangnya film 'Sepatu Dahlan' di sebagian besar bioskop di Indonesia sudah sampai ke telinga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Menanggapi hal itu, Dahlan tak mau berprasangka buruk, mengapa film yang baru

Read more

Muncul Isu Gita Pemboikot 'Sepatu Dahlan', Ini Komentar Dahlan

JAKARTA - Berkembang isu, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan merupakan sosok di balik "hilangnya" film 'Sepatu Dahlan' di sejumlah bioskop.   Lalu apa komentar Menteri BUMN Dahlan Iskan? Dahlan menilai isu itu ters

Read more

Nadya Hutagalung Pilu Lihat Anak Gajah Kehilangan Induknya

JAKARTA - Nadya Hutagalung tak hanya aktif di dunia hiburan. VJ untuk USA MTV itu kini ikut bergabung dengan dalam melahirkan kampanye Let Elephants be Elephants (LEBE).Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pertum

Read more

Ikhlas Dipenjara, Roby Geisha Ingin Balik ke Musik Indonesia

JAKARTA -- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat akhirnya memberi vonis satu tahun penjara ke Roby Satria yang merupakan gitaris Geisha, Selasa (22/4).Vonis diberikan hakim, setelah Roby dinyatakan terbukti bersalah dalam penyalahgunaan narkotika. P

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA