24 Tertembak dan Dibusur

Rabu (30/1) pagi, di Jalan Dangko, Makassar. Bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda
dari Jalan Abdul Kadir, Kampung Sappabolu dengan Kompleks Kusta.

Dari 24 korban, sebagian mengalami luka tembak senapan angin. Sebagian lainnya tertembus busur dan panah.
Para korban kini masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Diantaranya 15 korban dari kelompok Kompleks Perumahan Kusta di Jalan Dangko dirawat di UGD Rumah Sakit Haji. Semantara sembilan korban lainnya dari kubu warga Kampung Sappabulo dirawat di dua rumah sakit, masing-masing enam orang di Rumah Sakit Labuang Baji dan tiga orang di Rumah Sakit Bhayangkara.
Hasil pantauan Berita Kota di RS Labuang Baji, mereka yang menjadi korban masing-masing bernama Yayang, Nunung, Hendra, Rudi, Syukri, dan Mustafa. Keenam korban ini setelah mendapat peratawan di RS Labuang Baji langsung dirujuk di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Tamalanrea, karena anak panah masih tertancap di leher, perut, punggung dan pahanya.
Yayang, di lehernya tertancap busur yang tidak bisa dikeluarkan pihak RS Labuang Baji. Sementara Rudi, sebuah anak panah juga menancap di dadanya.
Syukur di paha, Nunung di perut dan Mustafa di punggung. Sedangkan tiga orang yang mendapat perawatan di RS Bhayangkara, telah dipulangkan siang kemarin, karena tidak mengalami luka serius.
Korban lainnya yang berhasil diidentifikasi masing-masing Arman (23) yang mengalami luka tembak pada pangkal hidung, Hery Susanto (21) terkena busur di paha kiri dan dada tengah.
Selanjutnya,  Halim (18) mengalami luka tembak di punggung kiri, Hamzah (27) luka robek pada bagian dada dan Jumain (38) luka robek pada dada kiri.
Korban lainnya, Wahyudi (17) mengalami luka tembak pada kepala, Sapriadi (13) luka robek pada dahi, Suharto (21) luka tembak jari sebelah kanan, Irmawan (12) luka lecet pada kepala, Adam  luka tembak pada rahang bawah sebelah kanan, Syukur dg Bani (40) luka tembak di punggung, Ade Hermawan mengalami luka tembak pada jari jempol tangan kanan.
Fajar (52), salah seorang tokoh masyarakat di Jalan Abd Kadir, mengemukakan, sebelum kejadian beberapa anak muda dari Jalan Dangko melintas di Jalan Abd Kadir. Saat itu sekelompok anak muda juga tengah nongkrong di pinggir jalan.
Tak lama kemudian,  sekelompok anak muda tiba-tiba menyerang sambil berteriak menantang. Akhirnya terjadilah bentrokan. Bentrokan terjadi hingga dini hari"Ada yang melempar batu, melepaskan anak panah, dan ada juga yang menembak dengan peluru senapan angin. Kedua kelompok saling serang lewat kanal Jalan Dangko," terang Fajar.
Anggota Resmob Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate, tiba di TKP menjelang pukul 02.00 Petugas berhasil meredakan bentrokan ini setelah menyisir hampir sepanjang Jalan Dangko.
Tak ada pelaku yang diamankan.
Bentrokan reda sesaat. Menjelang subuh bentrokan susulan kembali pecah.
Kali ini dengan jumlah massa yang lebih besar. Sejumlah warga mengungkapkan, puluhan orang tampak melepaskan busur dari segala arah.
Batu juga menghujani permukiman warga. Sebagian pelaku bentrokan juga terlihat menenteng senapan angin dan menembakkannya berulang kali.
Di bentrokan susulan ini, 24 orang menjadi korban. Mereka terkena busur dan tertembak senapan angin.  Bentrokan baru mampu diredakan menjelang pukul 09.00 Wita.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiah, yang dikonfirmasi via handphone (HP), mengatakan, bentrokan ini adalah yang kesekian kali terjadi di Jalan Dangko. Motifnya tidak jelas.
"Hanya masalah sepela. Dua kelompok ini memang tidak pernah akur," katanya.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Endi Sutendi mengatakan kasus ini murni pidana.
"Anto Poci dari Dangko dan Sikri dari Sappabulo yang menyebabkan tawuran terjadi. Mereka ini otak bentrokan. Korban yang luka karena terkena tembak diduga disebabkan oleh senapan angin," katanya. (eka-jul/sya/B) 






(jul/)

 

 

24 Tertembak  dan Dibusur
Terkait :

‘Sepatu Dahlan’ Hilang, Dahlan Iskan Tetap Berpikir Positif

JAKARTA - Kabar hilangnya film 'Sepatu Dahlan' di sebagian besar bioskop di Indonesia sudah sampai ke telinga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Menanggapi hal itu, Dahlan tak mau berprasangka buruk, mengapa film yang baru

Read more

Muncul Isu Gita Pemboikot 'Sepatu Dahlan', Ini Komentar Dahlan

JAKARTA - Berkembang isu, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan merupakan sosok di balik "hilangnya" film 'Sepatu Dahlan' di sejumlah bioskop.   Lalu apa komentar Menteri BUMN Dahlan Iskan? Dahlan menilai isu itu ters

Read more

Nadya Hutagalung Pilu Lihat Anak Gajah Kehilangan Induknya

JAKARTA - Nadya Hutagalung tak hanya aktif di dunia hiburan. VJ untuk USA MTV itu kini ikut bergabung dengan dalam melahirkan kampanye Let Elephants be Elephants (LEBE).Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pertum

Read more

Ikhlas Dipenjara, Roby Geisha Ingin Balik ke Musik Indonesia

JAKARTA -- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat akhirnya memberi vonis satu tahun penjara ke Roby Satria yang merupakan gitaris Geisha, Selasa (22/4).Vonis diberikan hakim, setelah Roby dinyatakan terbukti bersalah dalam penyalahgunaan narkotika. P

Read more

Komentar

 
0 #2 fais 2013-02-01 19:13
:sad:
 
 
0 #1 guns n roses 2013-02-01 00:11
wahai bapak polisi, tunjukkan kerja anda yang profesional.... . tindak dengan tegaslah pelaku huru-hara ini...
 

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA