Golkar Ancam Pecat 2 Ketua DPRD

Pinrang Darwis Bastama dan Ketua DPRD Jeneponto Mulyadi Mustamu-- terancam dipecat, jika tetap memaksakan maju di pemilukada melalui partai lain. Dewan pimpinan pusat menegaskan, kader partai beringin rindang wajib tunduk pada keputusan dan tidak akan ditoleransi jika tetang membangkang.
"Jika kedua tetap ngotot maju di pilkada sebagai wakil bupati di Jeneponto dan Pinrang, keduanya akan diberikan sanksi," tegas Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar HAM Nurdin Halid, Jumat (3/5).
Penegasan ini menyusul terbitnya rekomendasi Partai Golkar atas pasangan yang diusung di sejumlah daerah yang akan menggelar pilkada dalam waktu dekat. Rekomendasi itu diantaranya Supomo Guntur di Makassar, Abdullah Rasyid di Pinrang, Ashari F Rajamilo di Jeneponto, Burhanuddin Unru di Wajo dan Rusdi Masse di Sidrap.
Diantara yang direkomendasikan DPP Golkar, dua Ketua DPD II Golkar gagal diusung yakni Ketua DPD II Golkar Pinrang Abdi Baramuli dan Ketua DPD II Golkar Jeneponto Burhanuddin Baso Tika.
Sementara dua legislator Partai Golkar yang berpeluang bertarung melalui partai lain adalah Ketua DPRD Pinrang Darwis Bastama dan Ketua DPRD Jerneponto Mulyadi Mustamu. Darwis akan maju mendamping Andi Aslam Patonangi di Pilkada Pinrang, sedang Mulyadi akan maju mendampingi Iksan Iskandar di Pilkada Jeneponto.
Selain keduanya, sedikitnya empat  kader Golkar juga terancam di beri sanksi dari partainya. Mereka adalah Rusdin Abdullah yang akan maju di Pilwali Makassar lewat jalur perseorangan.
Juga ada Ketua DPD II Golkar Abdi Baramuli bila memastikan  maju di Pilkada Pinrang, Ketua DPD II Golkar Jeneponto Burhanuddin BT dan funsionaris Golkar Sulsel Maddo Pammusu.
"Siapapun yang maju tanpa rekomendasi Golkar itu pasti diberi sanksi," ujar Nurdin.
Mantan Ketua Umum PSSI ini menegaskan, rekomendasi yang keluar adalah keputusan mutlak dari DPP. Keputusan ini dinilai telah final dan semua kader diharapakn solid mengawal keutuhan partai.
"Kalau tidak, sanksinya tidak main-main, bisa sampai pada pemberhentian," ujar mantan calon Gubernur Sulsel ini.
Menurut Nurdin, rekomendasi ini diputuskan lewat mekanisme yang baku. Melalui pertimbangan yang matang dari segala aspek.
Jadi apapun yang diputuskan, semua demi kemajuan partai. "Ini telah melalui hasil survei. Dan mereka inilah figur Golkar untuk memenangkan pilkada," katanya.
Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Arfandi Idris turut menegaskan ancaman organisasi bila ada kader yang akan maju tanpa restu partai.
"Memang demikian aturannya. Partai tidak berhak melarang seorang kader yang akan maju di pilkada, hanya saja ada rambunya," kata dia.
Menurut Arefandi, ada makanisme yang harus dijalani. Kalau maju lewat partai lain maka tempat atau posisinya di Golkar bisa saja diganti.
"Kalau dia di legislatif maka bisa di PAW," terang Arfandi.
Senada dengan Nurdin, ia juga berharap kader partai legawa menerima keputusan itu. Menurutnya, semua ini ditempuh demi membesarkan Golkar, bukan saja dalam menghadapi pilkada, tetapi untuk kepentingan Pemilu 2014 mendatang.
"Kita beraharap soliditas kader tetap terjaga," pintanya.
Ketua DPRD Jeneponto Mulyadi Mustamu Krg Tinggi yang akan maju bersama Sekda Jeneponto Iksan Iskandar, mengaku siap menerima apapun sanksi yang akan diberikan Golkar.
"Saya sejak awal menegaskan apapun konsekuensinya saya siap," ujar Wakil Ketua Partai Golkar Jeneponto ini.
Menurutnya, sudah menjadi keputusannya untuk maju di pilkada Jeneponto, ada atau tanpa restu dari partai yang telah membesarkannya itu.
Hal yang sama dilontarkan Rusdin Abdullah yang sejak awal bersosialisasi tak  khawatir bila namanya dipersoalkan di Golkar.
"Silakan saja. Sebaiknya kami fokus untuk memenangkan pilwali ke depan, tak usah terpengaruh soal nama di kepengurusan," katanya.
Dari awal, ketika ancaman pemecatan menghantui sejumlah kader, Rudal memang tak nampak urung untuk maju di pilwali Makassar. Apalagi, belakangan elektabilitasnya telah melampaui rivalnya, Adil Patu dan memangkas jarak lebih dekat ke calon Golkar, Supomo Guntur.
Berbeda dengan Ketua DPRD Pinrang yang baru saja menggagas koalisi dan siap berpasangan dengan Andi Aslam Patonangi mulai bimbang. Darwis yang tercatat senior Golkar Pinrang menggelar rapat tertutup di kediamannya untuk membahas ancaman DPP Golkar.(rif-krk-gun/sya/B)

 

Golkar Ancam Pecat 2 Ketua DPRD
Terkait :

Massa Ketua DPRD Gelar Aksi Tandingan

ENREKANG, BKM -- Ratusan orang yang tergabung dalam Masyarakat dan Mahasiswa Pemerhati menggelar aksi tandingan di Polres Enrekang, Rabu (23/4). Mereka menilai penetapan Ketua DPRD Enrekang Andi Natsir sebagai tersangka kasus ilegal logging merupakan

Read more

14 CPNS Mamuju Terancam Gagal

MAMUJU, BKM -- Dari 624 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah dinyatakan lulus beberapa waktu lalu, terdapat 14 orang di antaranya yang tidak memasukkan berkas. ''Hingga batas akhir proses pemberkasan pada 20 April 2014, dari 624 ora

Read more

Gagal di Caleg, Ketua Harian Golkar Luwu Mundur

BELOPA,BKM – Ketua harian Partai Golkar Kabupaten Luwu, Arham Basmin, mengundurkan diri sebagai kader Golkar setelah tidak terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel pada Pilcaleg yang dilaksanakan pada tanggal 9 apri

Read more

Golkar Unggul di Luwu

BELOPA,BKM--Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara yang dilaksanakan KPUD Kabupaten Luwu yang gelar sejak Sabtu hingga Selasa (22/4), partai berlambang pohon beringin unggul sebagai pemenang dan mengantar calegnya meraih enam kursi di DPRD Ka

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA