Penentang Khurafat, Syirik dan Bid'ah

masjid makassarMUHAMMADIYAH didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912 M oleh KH Ahmad Dahlan. Organisasi ini segera mendapat sambutan meluas di Nusantara.

Di Yogyakarta, organisasi ini lahir memelopori gerakan pembaharuan (tajdid) yaitu upaya mengembalikan dan memimpin umat kepada ajaran-ajaran Islam yang asli murni berdasar Alqur’an dan Sunnah yang shahih.
Hanya dalam waktu 13 tahun lebih, sesudah berdirinya Muhammadiyah, daerah Sulawesi Selatan mendapat rahmat dengan masuknya Muhammadiyah di daerah ini. Dalam kurun waktu yang cukup lama, sejak masa awal Islamisasi di Sulawesi Selatan, menyatunya ajaran-ajaran agama dengan adat istiadat daerah, berkembangnya ajaran-ajaran tarekat yang menyesatkan dengan memakai label Islam, menyusul penjajahan Belanda yang mengeksploitasi rakyat sambil membawa agama Nasrani; semua membawa permasalahan bagi umat Islam. Mereka banyak tergelincir dalam perbuatan syirik, khurafat dan bid’ah; tapi tidak disadarinya sebab kejahilannya terhadap Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Di samping itu tiadanya bimbingan metode menghadapi gerakan Nasrani dan penjajah.
Maka masuknya Muhammadiyah sebagai momen yang amat tepat bagi daerah ini. Muhammadiyah dengan gerakan tablighnya, gerakan pendidikannya, sekolah-sekolah yang dibangunnya, penyantunannya terhadap kaum fakir miskin dan anak-anak yatim, pengaturan sistem zakat, pemantapan cara-cara beribadah sesuai dengan sunnah Rasul, segera memberi wajah baru bagi umat Islam Sulawesi Selatan.
Bagi kaum muda, lembaga kepanduan HW (Hizbul Wathan) menjadi pesemaian tumbuhnya pemimpin-pemimpin umat dan pejuang-pejuang bangsa. Mayoritas pemimpin dan pejuang kemerdekaan adalah hasil binaan Hizbul Wathan Muhammadiyah.
Para syuhada yang gugur dalam revolusi fisik, banyak pula berasal dari kepanduan ini. Maka sejarah dan profil Sulawesi Selatan dewasa ini, gerakan pembaharuan Muhammadiyah banyak menyumbangkan andilnya.
Muhammadiyah masuk di Sulawesi Selatan adalah atas inisiatif  Mansyur Al Yamani. Ia mengundang beberapa orang berkumpul di rumah H Yusuf Dg Mattiro di Batong (sekarang pangkalan Soekarno).
Pertemuan pertama ini dihadiri oleh 15 orang. Mansyur Al Yamani menjelaskan tentang Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, khususnya tentang asas dan tujuan organisasi ini.
Ketua PP Muhammadiyah waktu itu ialah KH Ibrahim (periode 1923 – 1932).
Sebagai hasil musyawarah dalam pertemuan itu, disepakati mendirikan Muhammadiyah saat itu juga, pertemuan pada malam Ahad tanggal 15 Ramadhan 1346 H / 30 Maret 1926 M.
Saat inilah dicatat sebagai momen historis berdirinya Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Disusun pula pengurus Muhammadiyah yang terdiri dari mereka yang bermusyawarah waktu itu
Pada malam itu juga Pengurus menulis surat pemberitahuan ke PP Muhammadiyah di Yogyakarta. Kurang lebih 15 hari, datanglah surat balasan pengakuan Pimpinan Pusat (Hoofdbestuur) atas berdirinya dengan istilah “Grup Muhammadiyah Makassar”.
Kemudian Mansyur Al Yamani di utus ke Yogyakarta mengundang Pimpinan Pusat, HM Yunus Anis selaku Wakil Pimpinan Pusat di Yogyakarta datang ke Makassar pada bulan Juli 1926, mengadakan pertemuan terbuka (openbare vergadering) yang dihadiri oleh sekitar seribu pengunjung, menjelaskan tentang dasar dan tujuan gerakan pembaharuan ini. Sesudahnya, mengalirlah masyarakat memohon menjadi anggota Muhammadiyah.
Di pengujung tahun 1926, “Gerup Muhammadiyah Makassar” disahkan menjadi “Cabang Muhammadiyah Makassar”. KH Abdullah dan Mansyur Al Yamani, dua tokoh yang selanjutnya memimpin gerakan Muhammadiyah memasyarakatkan cita-citanya.
Maka di awal tahun 1927 Muhammadiyah mulai melangkah keluar kota Makassar. Berturut-turut daerah yang menerima Muhammadiyah: Pangkajene-Maros, Sengkang, Bantaeng, Labbakang, Belawa, Majene, Balangnipa Mandar.
Pada tahun 1928 Muhammadiyah memasuki daerah-daerah : Rappang, Pinrang, Palopo, Kajang, Maros, Soppeng Riaja, Takkalasi, Lampoko, Ele (Tanete), Takkalala dan Balangnipa Sinjai.
Di bawah kepemimpinan KH Abdullah dan Mansyur Al Yamani, dengan  Sekretaris H Nuruddin Dg Magassing; KH Abdullah yang pernah belajar di Makkah selama 10 tahun, bekerja keras mengembangkan Muhammadiyah, menambah anggota, memberantas kemusyrikan, bid’ah, khurafat dan tahayul. Memimpin pendirian masjid dan mushalla, sekolah-sekolah dan rumah-rumah pemeliharaan anak yatim. Diselenggarakannya berbagai pengajian dan pertemuan tabligh di tempat-tempat umum.
Demikian pula gerakan yang sama diselenggarakan oleh Aisyiyah selaku Muhammadiyah bagian perempuan.
Gerakan Dakwah itu berjalan terus walaupun selalu diawasi keras oleh P.I.D., Polisi Hindia Belanda.
Menjelang Muktamar (kongres) ke-21, praktis seluruh daerah di Sulawesi Selatan telah berdiri Persyarikatan Muhammadiyah. Muktamar Muhammadiyah ke-21 pada tanggal 1 Mei 1932 dapat dilangsungkan Muktamar, dihadiri oleh utusan-utusan dari seluruh Indonesia. Kemudian kota ini mendapat kehormatan untuk kedua kalinya, Muktamar Muhammadiyah ke-38 pada tanggal 1-6 Syaban 1391 H atau 21-26 September 1971. Kota Makassar, juga disebut Ujung Pandang dewasa ini.
Sifat perkembangan Muhammadiyah sejak masuknya sampai khususnya pada Muktamar ke-38, mirip dengan perkembangan Islam di awal perkembangannya di Sulawesi Selatan, yaitu berkembang dengan persuasif pada masyarakat, dipelopori oleh kaum ulama dan hartawan dai srata yang sama yakni bangsawan. Hanya saja kelebihan berkembangnya Islam, masuknya keterlibatan langsung para pengatur kekuasaan (raja-raja). (*)

 

Penentang Khurafat, Syirik dan Bid'ah
Terkait :

Tom Hanks dan Spielberg Siapkan Film Keempat

HOLLYWOOD- Pemain film kawakan, Tom Hanks dan sutradara Steven Spielberg akan membuat film keempat mereka tentang Perang Dingin atau Cold War.Film yang bakal diproduksi oleh DreamWorks, dan belum diberi judul tersebut bakal disutradarai Spielberg.

Read more

Danny: IAS akan Seperti Lee Kuan Yew di Singapura

MAKASSAR, BKM -- Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto, menjelaskan, peran Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akan menyerupai posisi Lee Kuan Yew ketika berhenti menjadi Perdana Menteri di Singapura.Menurutnya, karakter Ilham dalam mengubah Kota Makass

Read more

Sibuk Hadiri Undangan

PADA hari Rabu (23/4), Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, memulai kegiatannya dengan membuka kegiatan pelatihan terapi dan rehabilitas bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pesantren pada pukul 08.00 Wita, di Hotel Yasmin, Jalan Jampea.Us

Read more

Danny : IAS akan seperti Lee Kuan Yew di Singapura

Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto menjelaskan peran Ilham Arief Sirajuddin akan menyerupai posisi Lee Kuan Yew ketika berhenti menjadi Perdana Menteri di Singapura. Menurutnya, karakter Ilham dalam merubah kota Makassar menjadi kota maju

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA