Survei: 4 Calon Selisih Tipis

-2 Kandidat Lain Bisa Menyalip, KPU Siapkan Skenario 2 Putaran

MAKASSAR, BKM -- Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar periode 2014-2019 berlangsung ketat. Hingga kini, belum ada satu pun kandidat yang bisa menjadi 'matahari tunggal'.

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar kali ini menjadi rekor tersendiri dari segi jumlah kontestan, khususnya di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, belum pernah ada pemilihan kepala daerah (pemilukada) yang digelar di Sulawesi Selatan yang bisa menghadirkan 10 pasangan calon (paslon).
Banyaknya jumlah peserta pemilukada ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap peta dukungan masyarakat. Suara masyarakat berpotensi menjadi terbagi rata kepada seluruh kandidat. Akibatnya, tidak ada satu pun kandidat yang bisa meraih suara mayoritas atau menjadi 'matahari tunggal' dengan menang satu putaran.
Sesuai peraturan, pemilukada bisa berlangsung satu putaran jika salah satu pasangan calon berhasil meraih dukungan minimal 30 persen plus 1 dari kandidat lainnya. Artinya, apabila belum ada kandidat yang mampu meraih 30 persen, pemilukada akan berlangsung dua putaran dengan diikuti dua calon peraih suara terbanyak.
Sejumlah lembaga survei telah melakukan survei terkait tingkat popularitas dan elektabilitas 10 pasangan kandidat. Meski hasilnya beragam, tapi yang pasti belum ada satu pun kandidat yang diprediksi bisa menang hanya dengan satu putaran. Minimal hingga hari ini, hampir semua lembaga survei memprediksi dua putaran.
Konsultan politik dan lembaga survei, Jaringan Survei Indonesia (JSI)--meski tak mendampingi salah satu kandidat pun di pilwali Makassar--memprediksi empat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar berpeluang masuk dalam putaran kedua nanti. Hal ini terjadi karena pola penyebaran suara cukup merata.
Manajer Strategi JSI, Andi Irfan Jaya, kepada BKM, Rabu (4/9), mengatakan, hasil pengamatan JSI, dari 10 paslon belum ada yang mencapai di atas 30 persen untuk tingkat keterpilihan masyarakat atau elektabilitas.
"Sejauh ini, hasil pengamatan kami, belum ada yang mencapai 30 persen. Entahlah kalau beberapa hari ke depan," ujar Andi Irfan Jaya, kemarin.
Menurut Irfan, empat pasangan calon yang berpeluang masuk putaran kedua adalah Tamsil Linrung-Das'ad Latif (Tamsil-Das'ad), Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah (NOAH), Danny Pomanto-Syamsul Rizal (DIA) dan Supomo Guntur-Kadir Halid.
Namun, Irfan mengingatkan, pasangan Muhyina Muin-Syaiful Saleh (Makassar Bergerak) dan Adil Patu-Isradi Zainal (Adil Untuk Semua), tidak boleh dianggap remeh. Keduanya bisa saja membuat kejutan dengan menyalip tajam empat pasangan lainnya di atas.
"Hingga saat ini memang belum ada pasangan yang mencapai 30 persen. Hal ini disebabkan ketatnya kompetisi di pilwali
Makassar. Bahkan, agak sulit ditebak siapa yang akan lolos di putaran kedua. Selisih sangat tipis antara semua kandidat. Semua masih berpotensi untuk lolos putaran kedua," jelas Irfan Jaya.
Senada disampaikan Direktur Eksekutif lembaga survei Jaringan Suara Publik (JSP), Iswan. Menurut dia, berdasarkan hasil survei terakhir yang dilakukan pihaknya akhir Agustus 2013 lalu, setidaknya ada enam pasangan kandidat yang sangat berpeluang untuk lolos ke putaran kedua. "Hasil survei kami menempatkan enam pasangan kandidat yang berpotensi lolos ke putaran kedua," ujar Iswan, kemarin.
Keenam pasangan tersebut adalah Adil Patu-Isradi Zainal (Adil Untuk Semua), Danny Pomanto-Syamsul Rizal (DIA) dan Supomo Guntur-Kadir Halid, Tamsil Linrung-Das'ad Latif (Tamsil-Das'ad), Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah (NOAH) dan
Muhyina Muin-Syaiful Saleh (Makassar Bergerak). "Hari resmi survei, Insya Allah akan kami umumkan dalam waktu satu dua hari ini," ujar Iswan, kemarin.
Sementara itu, KPU Kota Makassar menyiapkan skenario dua putaran untuk pilwali Makassar kali ini. Jika dua putaran terjadi, akan digelar bulan November 2013. "Kita tetap bersiap untuk mengantisipasi pilwali berlangsung dua putaran. Kami jadwal putaran kedua akhir November mendatang," kata Ketua KPU Makassar, Nurmal Idrus, kemarin. (ril-rif/ams/B)

Survei: 4 Calon Selisih Tipis
Terkait :

Calon Ketua DPRD Enrekang Disoal

MAKASSAR, BKM--Penetapan calon ketua DPRD Kabupaten Enrekang mulai dipersoalkan sejumlah pengurus maupun caleg terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) di Enrekang.Sebelumnya Ketua DPD PAN Enrekang Jamal Bijang menetapkan caleg terpilih Disman Duma

Read more

Ichsan Tes Calon Maba ITN Malang

GOWA, BKM-- Bupati Gowa, H Ichsan YL mengetes langsung calon mahasiswa baru (camaba) ITN Malang asal Kabupaten Gowa. Dari 97 calon maba yang mendaftar, hanya 88 orang yang hadir, Kamis (24/7) pukul 14.00 Wita di Baruga Karaeng Galesong.9 orang ya

Read more

Inter Hanya Menang Tipis Atas Tim Divisi Tiga

PINZOLO - Inter Milan belum menunjukkan statusnya sebagai kandidat juara Serie A musim 2014/2015. Itu terlihat ketika Inter hanya mampu menekuk tim penghuni Divisi Tiga, Prato dengan skor 1-0 (0-0) dalam laga yang dilangsungkan di Stadio La Pineta, S

Read more

PPP Seleksi Calon Pimpinan Dewan

MAKASSAR, BKM--Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  menyeleksi calon pimpinan DPRD kabupaten kota di lima daerah yakni kabupaten Wajo, Gowa, Pangkep dan kabupaten Barru.Hal tersebut ditegaskan Ketua DPW PPP Sulsel HM Amir

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi