Muallim Dingin, Yushar Sibuk

menelaah kembali namanya bersama tiga pejabat lainnya, dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tahun 2008. Muallim mempersilakan kejaksaan melakukan proses hukum.

"Perihal apapun yang berhubungan dengan hal ini, biarkan kejati yang menangani. Saya tidak bisa bilang apa-apa. Saya tidak ada tanggapan apa-apa menyangkut kejati," ujarnya.
Terkait namanya yang disebut-sebut akan diperiksa bersama 3 pejabat lainnya, Muallim kembali menimpali. "Penelahaan kembali itu saya rasa bisa-bisanya teman-teman media saja," ujarnya sambil berlalu.
Sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel, menelaah empat nama yang terlansir dalam amar putusan hakim. Dalam amar putusan majelis hakim disebutkan empat nama yang diduga ikut bertanggung jawab dalam kasus ini. Nama-nama itu terkuak di sidang Anwar.
Mereka adalah Sekprov sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) HA Muallim, Kepala Biro Keuangan Yushar Huduri, Kepala Biro Kesejahteraan, Agama dan Pemberdayaan Perempuan (KAPP) Andi Sumange Alam serta Ilham Gazaling. Didalamnya juga terlansir dua nama lainnya yakni Kepala Bidang Anggaran Biro Keuangan Nurlina dan Bendahara Pengeluaran Anwar Beddu.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim, Kamis (22/11). "Semua nama yang disebut oleh majelis hakim dalam perkara ini sedang ditelaah, termasuk penerima aliran bansos. Telaah dilakukan dengan mengacu kepada amar putusan serta  fakta persidangan," ungkap Nur Alim.
Terkait dengan isi putusan, pihak kejaksaan mengklaim ada beberapa hal yang tidak dimasukkan  oleh majelis hakim sebagai bahan pertimbangan. Diantaranya pencairan dana bansos yang tetap  dilakukan oleh sejumlah pejabat Pemprov Sulsel walaupun tidak ada Surat Keputusan (SK)  Gubernur terkait persyaratan lembaga penerima dana bansos tersebut.
Padahal SK Gubernur harus ada sebagai persyaratan mutlak pencairan anggaran.
Sementara, Yushar Huduri sampai siang kemarin tak bisa ditemui. Beberapa staf di kantornya mengatakan, Yushar tak bisa ditemui hari ini (kemarin).
"Nda bisa ditemui dulu pak. Masih sibukki," ujar seorang staf Yushar.
Direktur Lembaga Peduli Sosial, Ekonomi, Budaya, Hukum dan Politik (LP Sibuk) Djusman AR, kepada Berita Kota menilai, kasus bansos yang ditangani kejati tidak serius. Alasannya, hingga sekarang tak satu pun pihak yang dijadikan tersangka. Padahal dari segi hukum sudah jelas siapa pihak-pihak yang semestinya bertanggung jawab.
"Di persidangan dakwaan JPU dikatakan melakukan bersama-sama. Tetapi tidak jelas siapa yang dimaksud bersama-sama. Faktanya hanya satu orang yang diseret jadi terdakwa," tukas Djusman.
Lantas menurutnya, yang lain, yang turut memuluskan pencairan dana bansos, termasuk HA Muallim sebagai kuasa pengguna anggaran, mengapa dikesampingkan perannya. Padahal kata Djusman, dalam fakta persidangan, nama Sekprov Sulsel ini berulang kali disebut.
"Ini kejanggalan hukum yang memalukan. Ada kesan diskriminatif dalam menetapkan tersangka. Makanya saya selalu bilang, kejati ini tidak serius, hanya main gertak sambal," tandasnya.
Yang lebih aneh kata Djusman, yang mencairkan dana bansos diseret menjadi terdakwa. Namun sampai jatuhnya vonis, pihak-pihak yang menerima tidak satupun yang turut dimintai pertanggungjawaban.
"Inikan aneh. Ini melukai rasa keadilan. Mestinya semua diperiksa termasuk mantan legislator dan legislator yang masih aktif. Kalau dikatakan telah mengembalikan dana, ya oke. Tapi itukan tidak menghapus proses hukum," terang Djusman.
Djusman mengakui, sejak awal kasus ini bergulir, pihaknya sudah ragu kejati bisa menuntaskannya. "Ini tradisi buruk yang ada di kejaksaan. Setiap kali yang berkasus adalah pejabat-pejabat teras, pasti yang diseret cuma yang kecil-kecil. Inilah wajah hukum kita," ketusnya.
Bagaimana bisa kata dia meningkatkan status tersangka seorang pejabat tinggi, sementara di level penerima saja, sudah begitu sulit dijadikan tersangka. "Ada baiknya memang kasus ini diambil alih KPK saja. Saya yakin ini tidak akan selesai di tangan kejati. Hanya kembali akan menjadi sejarah hitam di dunia hukum Sulsel," kunci dia.
Badan Pekerja Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi Abdul Mutthalib, mengatakan, harus ada langkah nyata yang diperlihatkan oleh Kajati Mohammad Kohar. Tidak hanya sekadar mengumbar ancaman dan setelah itu tidak ada langkah konkret penanganan kasusnya.
"Yang kita tuntut adalah realisasi. Kalau sekadar menggertak saja, itu sudah bikin kita muak. Sekarang kejati baru harus bisa memenuhi espektasi publik," terang Mutthalib.(M9-ucu/sya/B)

 

 

Muallim Dingin, Yushar Sibuk
Terkait :

‘Sepatu Dahlan’ Hilang, Dahlan Iskan Tetap Berpikir Positif

JAKARTA - Kabar hilangnya film 'Sepatu Dahlan' di sebagian besar bioskop di Indonesia sudah sampai ke telinga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Menanggapi hal itu, Dahlan tak mau berprasangka buruk, mengapa film yang baru

Read more

Muncul Isu Gita Pemboikot 'Sepatu Dahlan', Ini Komentar Dahlan

JAKARTA - Berkembang isu, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan merupakan sosok di balik "hilangnya" film 'Sepatu Dahlan' di sejumlah bioskop.   Lalu apa komentar Menteri BUMN Dahlan Iskan? Dahlan menilai isu itu ters

Read more

Nadya Hutagalung Pilu Lihat Anak Gajah Kehilangan Induknya

JAKARTA - Nadya Hutagalung tak hanya aktif di dunia hiburan. VJ untuk USA MTV itu kini ikut bergabung dengan dalam melahirkan kampanye Let Elephants be Elephants (LEBE).Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pertum

Read more

Ikhlas Dipenjara, Roby Geisha Ingin Balik ke Musik Indonesia

JAKARTA -- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat akhirnya memberi vonis satu tahun penjara ke Roby Satria yang merupakan gitaris Geisha, Selasa (22/4).Vonis diberikan hakim, setelah Roby dinyatakan terbukti bersalah dalam penyalahgunaan narkotika. P

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA