2 Bandar Narkoba Malaysia Tertangkap di Sidrap

Sidrap, menggagalkan peredaran narkoba yang melibatkan dua bandar besar asal Malaysia, di jalur poros Wajo, Palopo, Makassar, Minggu
(30/9) malam sekitar pukul 19.30 Wita. Penangkapan ini hanya berselang beberapa jam setelah BNN menangkap tiga pria di dua tempat di wilayah Panakkukang, Makassar bersama 1,5 kilogram sabu.

Baik BNN maupun aparat Polres Sidrap belum bisa memastikan adanya keterkaitan antara kedua kasus ini. Namun, dipastikan penangkapan 1,5 kilogram sabu di Panakkukang dan dua bandar narkoba Malaysia di Sidrap, sama-sama berada di bawah jaringan internasional.
"Kita masih selidiki, karena kebetulan penangkapannya hampir bersamaan. Melihat barang bukti yang ada, kemungkinan memang ini melibatkan jaringan internasional," papar Ketua Badan Narkotika Nasional Sulsel Richard Nainggolan, kepada Berita Kota, Senin (1/10) sore.
Dua bandar narkoba Malaysia ditangkap dalam sebuah operasi di wilayah perbatasan Sidrap, Kecamatan Dua Pitue. Operasi ini melibatkan lebih dari 20 personel Polri.
Kepala Bagian Ops Polres Sidrap Kompol Bambang Sugiarto, yang memimpin operasi mengungkapkan, saat itu sebuah mobil Suzuki Aerio berwarna Silver bernomor polisi B 8569 ZT melintas di wilayah operasi. Sekitar 100 meter dari titik operasi, mobil tersebut berhenti tiba-tiba, hingga mengundang kecurigaan petugas.


"Saat melihat ada operasi di depan, mereka tiba-tiba berhenti. Beberapa anggota kemudian menghampiri. Ternyata platnya, plat Jakarta. Saat diminta menunjukkan surat-surat kendaraan, mereka justru mencoba menyuap petugas dengan menyodorkan uang tunai Rp 10 juta," ujar Bambang.
Setelah itu mereka diminta turun dan dilakukan penggeledahan. Petugas kemudia menemukan sebuah bungkusan besar di dasbor mobil bagian belakang yang ternyata berisi sabu-sabu seberat 36 gram.
Tiga penumpangnya mobil tersebut langsung diamankan. Dua dari tiga orang itu masing-masing bernama Aci bin Mahmud (37) dan Agus alias Tito bin Saharuddin (38). Keduanya adalah warga Malaysia yang sementara bertempat tinggal di Kecamatan Pitu Riase.
Sementara seorang teman wanitanya bernama Sartika (28) adalah warga Sidrap yang diduga menjadi kaki tangan jaringan ini.
Tak berhenti sampai di situ. Setelah mengamankan ketiga orang tersebut, petuga melanjutkan penggeledahan di jok dan bagasi mobil bagian belakang. Alhasil, ditemukan uang tunai pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu sebanyak Rp 190 juta berikut 1 buah timbangan digital, 1 set alat pengisap, 1 pireks, 1 pipet, 1 korek gas dan sebuah botol kemasan minuman serta 5 buah ponsel merk Nokia, dan sebuah IPad.
Semua barang yang berhasil disita langsung diamankan di Polres Sidrap bersama mobil Suzuki Aerio yang kendarai tersangka. Saat ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 37,50 gram itu dikemas dalam dua bungkusan, masing-masing 1 bungkus seberat 26,75 gram dan 1 bungkus lainnya seberat 11,75 gram.

 

Bambang mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara Aci dan Tito adalah warga Malaysia yang bermukim sementara di Sidrap. Diduga keduanya adalah bandar besar yang tengah berusaha mengedarkan sabu-sabu dalam jumlah besar ke Sidrap.
"Kemungkinan ini baru operasi kecil mereka karena hanya 36 gram yang ditemukan. Kita akan selidiki adanya upaya penyelundupan sabu yang lebih besar di Sidrap," paparnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sidrap AKP Supriyanto menjelaskan, Aci dan Tito berperan besar mengedarkan sabu ke Sulsel. Kemungkinan keduanya inilah yang menjadi pengendali peredaran sabu dari Malaysia ke Sidrap bahkan Sulsel pada umumnya.
"Dia tidak hanya beroperasi di Sidrap, tetapi Sulsel. Perempuan yang turut kita tangkap itu bukan warga Malaysia, dia pribumi, tetapi diduga bekerja untuk jaringan ini," katanya.
Menurut Supriyanto, Aci mengaku barang tersebut ia datangkan dari Kota Tawau, Indrabah Malaysia. Kemudian diselundupkan melalui Pelabuhan Nunukan Kalimantan Timur, selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Parepare.
Pengungkapan jaringan ini merupakan salah satu yang terbesar sepanjang operasi Polres yang giat digencarkan sejak pertengahan tahun ini. Sebelumnya operasi yang sama juga berhasil menangkap seorang bandar besar narkoba bernama Aco.
Dari tangan Aco bersama teman wanitanya disita 138 sabu-sabu juga. Sejauh ini, catatan kepolisian dari hasil operasi sudah mengamankan sedikitnya 7 kasus dan 10 orang pelaku narkoba baik pemakai, pengedar maupun bandarnya.
Sebagian diantaranya berkas perkaranya sudah rampung dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidrap.
Ketiga tersangka ini sendiri dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 subsider 132 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ady-ucu/sya/B)

2 Bandar Narkoba Malaysia Tertangkap di Sidrap
Terkait :

Gol Telat Faris Aditama Buyarkan Kemenangan Arema

MALANG - Arema Cronus mendapat perlawanan ketat dari Persik Kediri dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gajayana Malang, Rabu (27/8) sore.Tampil tanpa Christian Gonzales yang terkena kartu merah di laga sebelumnya, menghadapi

Read more

Pimpinan DPR Curiga Kelangkaan BBM Akibat Kesengajaan

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencari solusi atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan konsumen di berbagai daerah harus mengantre di SPBU. Ia justru curiga

Read more

Dijanji Kerja di Kafe, ABG Malah Dijual ke Lokalisasi

BENGKALIS - Kepolisian Mandau Kabupaten Bengkalis, berhasil membongkar jaringan penjualan perempuan ABG. Saat ini kepolisian setempat sudah menetapkan Z sebagai Z sebagai tersangka.Dalam aksinya, Z mengimingi korban untuk dipekerjakan di kafe. Namu

Read more

Bangun Pabrik Gula, PTPN XII Dapat Suntikan Rp 1,2 Triliun

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII menandatangani perjanjian fasilitas kredit sindikasi untuk membangun pabrik gula terpadu di Glenmore, Bayuwangi, Jawa Timur. Fasilitas kredit sindikasi itu didapatkan dari beberapa perbankan, yakni PT Bank

Read more

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner
Kami talenta seal bergerak dalam bidang multiseal , pneumatic seal, hydroulic seal, packing seal , custom seal , specialist mechanical seal untuk semua jenis pompa.
pengen Rp.4-7jt/bulan sebagai penghasilan tambahan dari internet dan social media tanpa harus meninggalkan keluarga dan kerjaan ? join dan Belajar yuk sama2 di M3Network yang udah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online dengan memanfaatkan Facebook
hub 081241000553 untuk pemasangan banner

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi