Metro Makassar

Sehari Harus Menyusuri Jalan Sekitar 10 Kilometer

TERIK matahari dan guyuran hujan, menjadi sahabat Daeng Sandi setiap harinya. Dia terus berpacu dengan gerobaknya berkeliling Kota Makassar.

Laporan: ILHAM RAIS

Di zaman modern ini, banyak konsumen yang menyukai atau menggemari berbagai hal yang cepat saji. Salah satunya yang paling banyak digemari oleh konsumen makanan yang serba instant adalah bakso.

Daeng Sandi, salah seorang penjual bakso gerobak khas Makassar, selalu berkeinginan memuaskan pelanggannya dengan bakso khasnya. Untuk itu, rahasia racikan bumbu khas Makassar selalu menjadi patokan. Menurutnya, racikan ini hanya diketahui oleh pemilik usaha. "Kita cuma taunya menjual," ujar Daeng Sandi.
Seperti biasa, setiap hari langganan tetap Daeng Sandi menunggu di tempat-tempat yang dilaluinya, seperti Jalan Onta Baru. Daeng Sandi juga tidak terlalu berharap setiap hari langganannya harus membeli bakso jualannya.
"Pasti bosan ki kalau tiap hari makan bakso. Jadi, palingan selang-seling. Kalau tidak hari ini, kan masih ada besok," ungkapnya.
Jarak yang ditempuh Daeng Sandi setiap harinya dengan gerobak baksonya bisa mencapai 10 Km perharinya. "Kalau sehari, kira-kira ada 10 kilometer saya jalan. Mau mi diapa, hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membiayai hidup keluarga," ujar Daeng Sandi.
Daeng Sandi sendiri mengaku tidak tahu sampai kapan harus menjalani kehidupan seperti ini. Baginya, hal terpenting adalah bagaimana bisa membiayai kehidupan istri dan anak-anaknya.
"Tidak ada ku pikir yang lain saya. Terpenting dari menjadi penjual bakso ini saya bisa kasi makan anak dan istri. Ini hasil keringat ku sendiri," katanya.
Daeng Sandi memang satu dari sekian penjual bakso khas Makassar. Cukup banyak rekan seprofesinya yang menggantung hidupnya dari bekerja seperti sekarang ini.
Bakso khas Makassar jualan Daeng Sandi dijual dengan harga Rp5.000-Rp.7000/mangkok. "Tergantung permintaan pelanggan," katanya.
Biasanya, lanjut Daeng Sandi, dalam sehari berkeliling dengan gerobak bakso khas Makassar, pendapatannya bisa mencapai Rp300 ribu-Rp 450 ribu. Dari hasil penjualannya, Daeng Sandi mendapatkan persenan dari bosnya Rp50 ribu -Rp70 ribu/hari.
"Itu kalau lagi rame-ramenya. Kalau sunyi, sehari paling dapat Rp100 ribu-Rp 150 ribu. Jadi, persenannya hanya Rp20 ribu-Rp25 ribu/hari. Saya selalu berusaha agar penjualan perharinya lebih banyak sehingga persenan yang saya dapatkan banyak juga," harapnya. (ilo/ams/b)

 

Miliaran Lagi akan Habis Untuk Bimtek Legislator Baru

MAKASSAR, BKM -- Rekapitulasi suara caleg DPRD Kota Makassar hasil Pemilu 2014 menunjukkan bahwa lembaga Dewan itu akan diisi oleh wajah-wajah baru.
Berdasarkan rekapitulasi suara di tingkat KPU Kota Makassar, hampir 80 persen lembaga DPRD Kota Makassar akan diisi oleh Legislator Dewan baru. Hanya sedikit incumbent atau anggota Dewan saat ini yang berhasil terpilih kembali.
Kondisi ini tentu menjadi persoalan tersendiri bagi lembaga Dewan ke depan. Sebab, mereka harus bisa menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan kondisi Dewan. Mereka juga harus belajar banyak tentang tata cara kerja Dewan dan hal terkait lainnya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyesuaian diri para anggota Dewan baru nanti adalah melalui bimbingan teknis (bimtek). Ke-50 anggota Dewan itu harus mengikuti dengan maksimal proses bimtek buat mereka.
Namun, kenyataannya dalam lima tahun terakhir, program bimtek bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kerja 50 anggota Dewan Makassar selama satu periode ini, ternyata belum membawa hasil maksimal dan jauh dari harapan masyarakat.
Setiap tahunnya, 50 anggota DPRD Kota Makassar menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk program yang sejauh ini tidak memiliki output yang jelas. Anggaran sebesar itu untuk mengikuti sekitar enam kali bimtek selama keanggotaan.
Setiap anggota Dewan akan mendapat angggaran sebesar Rp 7 juta per bimtek, sedangkan pimpinan ditaksir mencapai Rp 11 juta. "Anggaran bimtek 50 anggota Dewan menghabiskan sekitar 15 miliar," ujar Koordinator Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah.
Sejatinya, menurut Syamsuddin, bimtek harusnya menjadi tanggung jawab partai politik asal anggota Dewan. Sebab, selama ini partai sudah mendapatkan dana bantuan keuangan partai melalui APBD yang nilainya mencapai miliran rupiah juga.
"Sebenarnya bimtek menjadi tanggung jawab penuh partai politik. Parpol sudah mendapatkan dana bantuan keuangan parpol. Tidak elok sebenarnya kalau dibebankan lagi di APBD. Sekali lagi, parpol harus memberikan bimteknya," ujar Syamsuddin, Rabu (23/4).
Syamsuddin menambahkan, masa kampanye, para caleg sangat merasa hebat dengan janji-janji surganya. Bahkan, lanjut Syam, seolah mereka bila dipilih maka bisa melakukan sulap dari jalanan yang penuh kubangan menjadi bagus dengan hotmis dalam sekejab.
"Mereka sangat merasa hebat buat peraturan daerah. Mereka tidak satupun mengaku kalau punya kekurangan. Tapi kenapa nanti setelah terpilih baru merasa penting belajar lagi. Ini aneh, belajar tahu lalu dana bimtek tahun lalu itu sampai puluhan miliaran. Ini ironi. Jangan rakyat dilukai lagi," ujarnya lagi.
Sorotan Kopel mendapat perhatian positif Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk Mappaseling Betta. Aru, sapaan akrabnya, menilai usulan Kopel terkait anggaran bimtek yang dibebankan ke partai adalah usulan yang sangat menarik.
Hanya saja, menurut dia, harus didasari dengan revisi regulasi yang mengikat pemberian fasilitas bimtek kepada Dewan dalam APBD sesuai dengan Susunan dan Kedudukan (Susduk) Dewan. "Saran yang bagus tapi itu menjadi bagian dari dalam hak keanggotaan dalam susduk," ujar Aru. (ril/ams/b)

 

Bea dan Cukai Musnahkan Barang Palsu

MAKASSAR, BKM -- Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Makassar, Rabu (23/4), memusnahkan secara simbolis barang-barang hasil penindakan periode 2010-2012. Pemusnahan dilakukan di lapangan CFS terminal VII Petikemas Jalan Hatta Makassar.
Diantara barang yang dimusnahkan adalah tembakau dan minuman yang mengandung etil alkohol, baik impor maupun lokal. Barang-barang ini disita dari berbagai tempat di Kota Makassar.
Kepala Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Kota Makassar, Budi Harjanto, menjelaskan, pihaknya telah mengamankan tembakau berbagai merek yang berpita cukai palsu. "Jumlah kerugian negara akibat penggunaan pita palsu ini diperkirakan mencapai Rp1.853.640.560," ujar Budi.
Dijelaskan Budi, pihaknya juga mengamankan berbagai merek minuman yang mengandung etil alkohol yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 191.760.000.
Sementara untuk tembakau sebanyak 10.903.768 batang jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan 5.882 botol minuman beralkohol. "Barang-barang ini tidak datang langsung dari luar negeri, melainkan kiriman dari pelabuhan petikemas pulau Jawa melalui ekspedisi," katanya. (ilo/ams/b)

   

Danny : IAS akan seperti Lee Kuan Yew di Singapura

Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto menjelaskan peran Ilham Arief Sirajuddin akan menyerupai posisi Lee Kuan Yew ketika berhenti menjadi Perdana Menteri di Singapura. Menurutnya, karakter Ilham dalam merubah kota Makassar menjadi kota maju mirip apa yang dilakukan Lee saat memimpin Singapura.

" Dibawah tangan dingin Lee, Singapura berkembang dari negara golongan Dunia Ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia. Ia dihormati oleh banyak rakyat Singapura, terutama generasi lansia yang mengingat karakter kepimimpinannya yang bersemangat. Pun ketika berhenti menjadi Perdana Menteri, Lee tetap mendapat kehormatan sebagai penasehat senior yang terus di cintai oleh rakyatnya. Saya pikir wajarlah jika Pak Ilham mendapat kehormatan seperti itu " ujar Danny.

Saat ditanya, kapasitas Ilham dalam pemerintahan DIA nanti, Danny menjelaskan.
" Awalnya, setiap memikirkan takdir saya yang dipilih sebagai pemimpin di kota besar seperti Makassar, kadang muncul rasa takut. Namun rasa itu segera sirna saat melihat Pak Ilham tetap ada bersama kami " lanjutnya.
Danny merinci sejumlah bidang yang akan banyak di mintai masukan ke Ilham saat menjabat walikota nanti yakni dalam hal pemerintahan, masalah politik serta sosial kemasyarakatan.

" Sangat bodohlah kami jika tidak memanfaatkan keberadaan Pak Ilham dalam membangun Makassar " tegasnya.
Sementara itu, ditempat berbeda, Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menjelaskan tidak akan meninggalkan kota Makassar kendati tidak lagi menjabat walikota.

" Saya ini sebenarnya hanyalah sosok manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super. Tidak mungkin kami bisa membangun kota ini tanpa dukungan masyarakat. Atas nama keluarga besar kami, kami ucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung selama ini. Terima kasih kepada Pak Andi Herry Iskandar dan Pak Supomo yang telah mendampingi selama dua periode kepemimpinan kami. Mohon maaf jika ada khilaf, mudah - mudahan apa yang belum terlaksana bisa dituntaskan oleh pak Danny dan Pak Ical " ujar Ilham.

Menurut Ilham, sejak awal memang tidak pernah memposisikan dirinya sebagai pejabat, mengalir seperti biasa, makan dimana saja.

" Orang tua kami sejak awal mengajarkan untuk tidak memposisikan diri sebagai pejabat, karena jabatan tidak ada yang kekal, ketika saatnya tiba, suka tidak suka jabatan akan meninggalkan kita " ujarnya.
Tanggal 9 mei nanti, Ilham akan meletakkan jabatan yang di embannya selama 10 tahun dan digantikan oleh Danny Pomanto yang berpasangan Syamsu Rizal.

 

Tak Laku, Busway akan Dijadikan Angkutan Mahasiswa

MAKASSAR, BKM -- Kehadiran busway di Kota Makassar sudah lebih dari satu bulan. Namun hingga kini, busway belum menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menjadi angkutan.
Petepete dan jenis angkutan lainnya, masih cukup diminati warga, ketimbang busway. Buktinya, jumlah penumpang busway saat ini masih sangat minim. Bahkan, lebih banyak lari kosong.
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel, pun sudah memikirkan alternatif bagi keberlangsungan Bus Rapit Trans (BRT) ini. Salah satunya dengan menjadikan angkutan mahasiswa ke kampus.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel, Masykur A Sultan, menjelaskan, pemerintah segera melakukan pengaturan agar kondisi lalu lintas bisa lebih baik.
"BRT akan masuk kampus karena transportasi termasuk kategori wajib. Sekali lagi, ini urusan wajib. Jadi, apabila masyarakat merasakan kurang nyaman, pemerintah wajib memperbaikinya," tegasnya.
Menurut dia, busway nanti akan singgah di kampus-kampus untuk mengangkut mahasiswa. Tidak seperti sekarang ini hanya menjadi angkutan umum pada jalur tertentu.
Ketika ditanya terkait kerjasama dengan kampus-kampus yang akan dilalui oleh busway, menurut Masykur, tidak perlu ada kerjasama. Tapi kewajiban pemerintah untuk menyiapkan alat transportasi.
"Kita sudah membuat edaran. Jadi, tidak perlu lagi kerja sama. Malah yang ada mereka yang mengajukan diri," kata dia.
Terkait target pendapatan busway atau BRT Maminasata yang sudah beroperasi beberapa bulan lalu, Masykur tidak mau berkomentar. "Saya tidak mau berbicara terkait BRT. Saya minta tolong, lihatki kondisi BRT sekarang, apa yang menjadi kendala," tutupnya. (san/ams/c)

   

Halaman 1 dari 102

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA