Metro Makassar

Hadiri Seluruh Kegiatan Birokrasi

MASSA kerja Ilham Arief Sirajuddin tinggal 13 hari lagi. Meski begitu, Walikota Makassar dua periode ini masih terus mengikuti berbagai kegiatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Pada Kamis (24/4), sekitar pukul 09.00 Wita, Ilham membuka kegiatan rapat monitoring dan evaluasi kegiatan APBD Kota Makassar tahun 2014 di ruang pola kantor Walikota Makassar.
Usai rapat, Ilham bergegas menuju Hotel Dinasty. Pada pukul 09.30 Wita, Ilham membuka kegiatan sosialiisasi UU No 05 tahun 2014 tentang ASN bagi anggota Korpri di lingkup Pemkot Makassar.
Dari Hotel Dinasty, Ilham kembali ke Pemkot sekitar pukul 10.00 Wita. Di Balaikota, Ilham memimpin rapat kerja  pelaksana penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu pada bidang perizinan terpadu dan penanaman modal Kota Makassar.
Satu jam lamanya Ilham memimpin rapat. Kemudian melangkah lagi sekitar pukul 11.00 Wita ke Fave Dg  Tompo di Jalan Dg Tompo untuk meresmikan operasional Fave Hotel Daeng Tompo By Aston Makassar.
Dari Hotel Fave, Ilham menuju ke Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk menghadiri kegiatan yang digelar oleh Bappeda bersama Rektorat UNM. Di sana, Ilham tampil sebagai pemateri dalam dialog ekonomi manajemen FE UNM. (ish/ams/b)

 

Setwan Sediakan Bus Untuk Dewan

MAKASSAR, BKM -- Pihak Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Makassar menyediakan dua unit bus untuk mengangkut 50 legislator Makassar yang akan menghadiri pelantikan Walikota-Wakil Walikota Makassar, Muh. Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal MI (DIA) di anjungan Bugis-Makassar Pantai Losari. Pelantikan sendiri akan berlangsung pada 8 Mei 2014.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Marimin Tahir, Kamis (24/4), menjelaskan, penyediaan bus dilakukan untuk mengurangi jumlah kendaraan di lokasi pelantikan.
"Kita sediakan dua bus untuk mengantar anggota Dewan ke lokasi pelantikan. Kalau mereka membawa kendaraan sendiri, bisa menimbulkan macet. Tentu areal parkir juga tidak akan muat," kata Marimin.
Seperti yang sudah dilansir, pelantikan DIA banyak mengundang kalangan pejabat, baik daerah, pusat maupun negara lain. Salah satunya, mengundang Walikota Fukuoka, Jepang, Takashima Soichiro, dan Dubes Singapura untuk Indonesia, Mr Anil Kumar Nayar.
"Pasangan Danny Pomanto-Deng Ical mengundang Walikota Fokuoka dan Dubes Singapura untuk hadir pada acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih di anjungan Pantai Losari Makassar pada 8 Mei mendatang," kata juru bicara DIA, Irwan Ade Saputra, kemarin.
Dijelaskan, pelantikan akan digelar di pelataran anjungan Pantai Losari Makassar dihadiri sekitar 7.000 undangan. Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.
Disebutkannya, kepastian akan hadirnya Walikota Fukuoka, Jepang, Takashima Soichiro, diketahuinya saat Danny Pomanto melawat ke Jepang beberapa waktu lalu. Apalagi Takashima merupakan sahabat Danny Pomanto.
Takshima Soichiro kemungkinan akan didampingi oleh President Director of Yamau Co. Ltd (perusahaan bidang teknologi pra cetak beton), Nakamura Kenichiro yang juga merupakan salah satu sahabatnya itu.
"Dalam beberapa kesempatan mereka kerap bertemu pada sejumlah forum resmi internasional, termasuk beberapa kali pertemuan informal. Mereka teman diskusi yang hangat, terutama masalah pengembangan kota modern," lanjut Irwan.
Pada pelantikan DIA akan berbeda dengan acara pelantikan yang lain, kegiatan tersebut dikemas dengan nuansa etnik dan merupakan pesta rakyat Kota Makassar.
(ril/ams/b)

 

AMI Veteran Terapkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

MAKASSAR, BKM -- Taruna dan taruni Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar sejak dini dibekali pendidikan karakter. Mulai dari awal penerimaan, proses perkuliahan hingga mereka menjadi alumni.
''Alumni AMI Veteran sebagian besar bekerja di kapal baik nasional maupun internasional. Karena itu mereka kita bekali pendidikan karakter selama dalam proses perkuliahan, agar bisa bertindak dan berlaku dalam menggeluti profesinya,'' kata Direktur AMI Veteran Makassar Amrin Rani ketika menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan yang dilaksanakan bersama RRI Makassar di kampus AMI Veteran, Kamis (24/4).
Dijelaskan mantan Pembantu Direktur II AMI Veteran itu, sejak awal masuk taruna dan taruni AMI Veteran diseleksi dengan sangat ketat, baik fisik, kemampuan, intelektual dan karakter. Mereka juga diikutkan dalam Pendidikan Dasar (Diksar) bela negara. madabintal serta penyuluhan-penyuluhan.
''Karakter itu berkonotasi kebaikan. AMI Veteran merupakan lembaga diklat yang beda dengan lainnya, khususnya dalam pembentukan karakter tarunanya. Alumni harus memiliki kompetensi masing-masing. Karenanya, kurikulum kemaritiman yang diterapkan mengacu pada kebutuhan pasar secara nasional dan internasional. Sehingga begitu keluar alumni kita harus siap pakai. Tidak boleh tidak,'' tandas Amrin.
Narasumber lainnya dalam dialog yang dihadiri taruna, taruni, dosen serta karyawan AMI Veteran ini, yakni Harry Katuuk dari Quality Management Review AMI Veteran.
Dijelaskan dia, ada mindset tertentu yang perlu diperbaiki ketika seorang alumni bekerja membawa kapal. Mereka harus punya karakter yang baik untuk menjaga keselamatan kapal dan penumpang.
''Kita di AMI Veteran memegang teguh senioritas. Menghargai yang tua dan pimpinan. Terus terang Direktur yang sekarang ini adalah pernah saya ajar dulu. Tapi sekarang saya hargai beliau sebagai pimpinan. Ini merupakan bagian dari pendidikan karakter,'' ujarnya.
Sementara untuk meningkatkan mutu para alumninya, AMI Veteran terus melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Selain terus menambah fasilitas ruangan, pengelola juga mendatangkan peralatan baru untuk menunjang proses pembelajaran.
Salah satunya adalah boiler. Alat ini bisa mengubah air asin menjadi tawar. Sementara uap yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk mendorong berbagai alat yang ada di kapal. (rus/ams)



   

Ilham Nilai SK Gubernur Rancu

MAKASSAR, BKM -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, sudah menunjuk Ibrahim Saleh sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar. Penunjukkan tersebut sejatinya mengakhiri berbagai spekulasi soal Sekkot Makassar yang berlarut-larut.
Namun, penunjukkan tersebut rupanya belum diterima baik oleh pihak Pemkot Makassar. Bahkan, Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, menilai, surat keputusan (SK) penunjukkan Ibrahim Saleh sebagai Sekkot definitif sangat rancu.
"SK Pak Ibrahim sudah ada dan memang ada, namun sedikit rancu. Biasanya, seperti pengalaman yang lalu-lalu, kalau saya menerima SK rekomendasi Sekda dari Mendagri ada di provinsi. Kementerian biasanya menelepon," ujar Ilham, kemarin.
Telepon dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jelas dia, biasa dilakukan kepada pengguna user sebagai mitranya. Namun, dalam hal ini rekomendasi usulan pihaknya belum pernah ditelepon. Itulah yang dikatakan Ilham sedikit rancu.
"Sampai sekarang saya belum ditelepon dan belum mendapat keterangan bahwa rekomendasi dari Mendagri sudah ada di Pemprov. Ternyata berita hari ini sudah ada dan SK Gubernur juga sudah ditandatangani," ungkap Ilham.
Sementara itu, Kepala Bagian Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar, Kasim Wahab, membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima SK pengangkatan Ibrahim Saleh sebagai Sekkot Makassar. "Saya sudah serahkan ke Pak Wali," ujar Kasim.
Menurut Wahab, dirinyalah yang menjemput SK tersebut di Pemprov. "Wajarlah kalau Pak Wali meragukan SK itu. Semestinya ada tembusan ke user dalam hal ini Pemkot. Tapi, nyatanya tidak ada," ujar mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini.
Walikota, lanjut dia, selaku pengguna Sekkot, idealnya dalam aturan persuratan, harusnya ada tembusan dari Kemendagri. Ini di luar kebiasaan seperti yang terjadi selama ini. "Jadi, wajar kalau Pak Wali meragukan," katanya. 
Kasim menambahkan, saat ini tinggalkan disiapkan rencana pelantikan. "SK sudah diserahkan ke Pak Wali. Soal jadwal pelantikan, tergantung beliau. Pelantikannya kan gampang. Cuma satu orang dan itu bisa dilaksanakan di ruangan Pak Wali," katanya. (ish/ams/b)

 

Daeng Sandi, Penjual Bakso Gerobak Keliling, Bertarung Hidup di Makassar

Dalam melaksanakan pekerjaannya Daeng Sandi tidak pernah merasa lelah. Dia selau berusah agar dagangannya bisa habis setiap harinya. Keinginannya yang besar untuk membuat usaha sendiri dijalaninya dengan cara bekerja keras. Dari hasil kerjanya ini diharapkan membuahkan hasil sehingga bisa membangun usaha sendiri.
"Saat ini, saya terus menabung sebagian dari penghasilanku. Saya ingin mengumpulnya sebagai modal sehingga suatu saat nanti bisa membuka usaha sendiri," ujar Daeng Sandi.
Menurut Daeng Sandi, pendapatan yang didapatnya setiap hari, bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. "Saya sisikan setengahnya," katanya.
Impian untuk membuka usaha sendiri sudah ada di benaknya sejak Daeng Wandi berjualan bakso khas Makassar. Menurutnya, dirinya tidak akan bisa berhasil jika bergantung kepada orang lain. Pekerjaan yang sedang dilakoninya saat ini hanya sebagai langkah awal bagi dirinya untuk membangun usaha itu.
"Saya jadikan menjual bakso ini sebagai batu loncatan untuk bisa sukses membuka usaha sendiri. Jika sudah bisa membuka usaha sendiri, saya akan mengajak istri dan anak ke Makassar untuk membantu. Saya juga bisa mi berkumpul dengan keluarga," katanya.
Daeng Sandi mengaku sadar, tidak semudah itu membuka usaha di Makasaar. Paling tidak harus mempunyai modal. Tapi semangat yang ada di benak Daeng Sandi selalu mendorongnya untuk terus berusaha. "Sekali lagi, harapan saya semoga ke depan bisa memiliki usaha sendiri," katanya. (il/ams/b)

   

Halaman 1 dari 104

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA