Metro Makassar

Cukup Saya yang Tidak Sekolah

KERASNYA kehidupan di kota-kota besar memberikan pembelajaran besar dalam kehidupan seseorang. Membentuk karakter keras yang menjadikan mereka harus menjalani dengan keras pula.

Laporan: ILHAM RAIS

Kerasnya kehidupan di Kota Makassar tak memudarkan semangat Anto untuk terus bangkit. Bocah yang menjadi tulang punggung keluarganya ini tidak pernah mengenal rasa lelah. Setiap hari, Anto terus bekerja demi adik-adiknya dan orang tuanya. Tak sedikit yang sebaya Anto melakukan hal yang sama untuk menjalani hidup di kota besar ini.
Tubuhnya yang terbilang kerdil, Anto memikul tanggung jawab besar. Dia harus menghidupi orang tua dan adik-adiknya. Pekerjaan yang setiap harinya mencari plastik bekas dan besi tua yang ditukarkan dengan lembaran rupiah, sangat membantu kelangsungan hidup dan keluarganya. Rumah kontaraknya berukuran 3x4 di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, juga menjadi beban setiap bulannya.
Pendapatan yang didapatkan dari memulung setiap harinya bervariasi. Menurut dia, tergantung rezeki. Kalau dapatnya hanya plastik, dia bisa mengumpulkan Rp 20ribu hingga Rp 30 ribu bersama adiknya. Jika ditambah dengan besi tua, biasanya bisa mencapai Rp 50 ribu per hari.
Berangkat dari rumah yang masih pagi-pagi buta dan kembali di sore hari, sudah menjadi rutinitas setiap hari. Panasnya matahari dan guyuran hujan sudah menjadi sahabat Anto akrab setiap saat dalam menjalani profesinya.
Anto tak pernah merasa lelah untuk berjalan demi plastik dan besi tua yang banyak berserakan di pinggir jalan dan tong-tong sampah. Menurutnya, terkadang dalam perjalanan, bila merasa lapar, perutnya hanya diisi dengan roti dan sebotol air yang dibawanya dari rumah.
Menurutnya, uang Rp 2.000 rupiah sudah cukup menemaninya seharian mencari barang bekas. Cita-cita yang lain dalam lubuk hati Anto yang ingin menyekolahkan adiknya yang bungsu, juga sebagai dorongan untuk lebih keras bekerja, walaupun umur adiknya sudah menginjak delapan tahun. Baginya, tidak ada kata terlambat. Paling tidak, adiknya harus sekolah agar bisa mencari pekerjaan yang layak. "Cukup saya yang tidak sekolah. Saya mau adik saya bisa berhasil dan menjadi penopang keluarga nanti," ucapnya. (ilo/ams/b)

 

 

Lepas Fun Bike Fajar

TUJUH belas hari menjelang berakhirnya masa jabatannya di periode kedua kepemimpinannya di Kota Makassar, Walikota Ilham Arief Sirajuddin, masih terus menghadiri berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pada Minggu (20/4) pagi, Ilham yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 8 Mei 2014 mendatang, menghadiri acara fun bike yang digelar Harian Fajar di Lapangan Karebosi.
Ilham hadir bersama penerusnya, Walikota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto. Sejumlah petinggi Harian Fajar, seperti Pemred, Faisal Syam, juga hadir pada acara tersebut.
Dalam berbagai kesempatan berpidato, Ilham acapkali memohon pamit kepada warga Kota Makassar yang telah dipimpinnya selama 10 tahun. Baginya, waktu 10 tahun bukanlah waktu yang singkat.
Selain itu, Ilham juga selalu mengenalkan kepada masyarakat untuk menerima dan membantu Danny Pomanto dalam memimpin Kota Makassar sepeninggal dirinya. (ish/ams/c)

 

LPKj Ilham Bisa Disandra Incumbent Gagal

MAKASSAR, BKM -- Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar akan menggelar rapat paripurna penyampaian rekomendasi Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Makassar periode 2009-20014, hari ini, Senin (21/4) siang.
Banyak kalangan yang mengatakan bahwa rekomendasi LKPj Walikota Makassar melalui bentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Makassar akan menuai tarik ulur lantaran sejumlah kepentingan dan tingginya tensi serta dinamika politik dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014.
Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, mengatakan, tarik ulur dalam proses penetapan LKPj Walikota berpotensi kuat terjadi. Indikator salah satunya, banyaknya partai-partai yang pernah berharap banyak kepada Ilham sebagai Walikota, namun merasa aksesnya selama ini dipersulit. Terlebih kata Syamsuddin, istri walikota dua periode itu juga maju bisa dijadikan batu sandungan oleh para politisi yang punya kepentingan sama.
"Partai-partai yang pernah berharap banyak tapi merasa aksesnya selama ini dipersulit Ilham, apalagi istrinya juga maju, bisa dijadikan batu sandungan," kata Syamsuddin, kemarin.
Indikator lain, lanjutnya, Partai Demokrat bukan partai mayoritas di DPRD Makassar. Kopel juga menlihat hal yang harus diwaspadai adalah potensi penyalahgunaan kewenangan DPRD dengan menyandra LKPj dengan memboikot LKPj dan tidak membahas atau membahas secara serampangan dan tidak konstruktif karena adnya maksud tertentu.
"Misalnya yang gagal bisa jadi menjadikan ajang balas dendam atau sebaliknya justru menjadikan lahan pemerasan untuk menggantikan biaya kampanye kemarin. Bisa juga yang berhasil akan melakukan tekanan, apalagi ini adalah kesempatan terakhir untuk berhubungan dengan IASmo," ujar Syamsuddin.
Lebih jauh ia mengatakan, jadwal LKPj tahunan ini sudah sangat terlambat dan menyalahi ketentuan perundang-undangan. UU 32 tahun 2004 tentang pemda dan PP Nomor 3 tahun 2007 tentang LKPj seharusnya sudah masuk paling lambat 30 Maret, lalu dibahas di DPRD.
"Makassar menjadi salah satu daerah di Indonesia yang tidak pernah taat jadwal, termasuk Gubernur Sulsel juga terlambat, pekan lalu baru diserahkan. Semua itu karena sanksinya lemah," lanjutnya.
Beberapa legislator juga tak menampik hal tersebut. Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Wakil Ketua Komisi D Bidang Kesra, Hamzah Hamid, mengatakan, secara psikologis beberapa caleg incumbent yang untuk sementara diprediksi tidak lolos, namun masih berkapasitas di lembaga Dewan dapat mempengaruhi jalannya penetapan LKPj Walikota Makassar.
"Secara psikologis bisa saja terjadi. Tapi kami harapkan teman-teman di DPRD Makassar bisa objektif dalam menjalankan tupoksinya di Pansus LKPj. Secara pribadi saya melihat kepemimpinan pak Ilham dan Supomo Guntur sudah baik, namun keputusan itu tentu harus dibicirakan di internal Fraksi PAN," ujar Hamzah Hamid.
Terpisah, Ketua Pansus LKPj Walikota tahun 2009 dan masa akhir periode 2009-2014, Yusuf Gunco, belum mau membocorkan poin rekomendasi pansus yang akan disampaikan dalam paripurna hari ini.
"Saya belum bisa sampaikan. Besok (hari ini, red) saja kita lihat poin rekomendasinya," ujar politisi Golkar itu. (ril/ams/b)

 

   

RM Apong Bantah Langgar Amdal

MAKASSAR, BKM -- Tudingan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar bahwa Rumah Makan (RM) Apong di Jalan Boulevard melakukan pelanggaran amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) mendapat bantahan dari pihak RM Apong.
Manager RM Apong, Petrus, menegaskan, pihaknya tidak melanggar amdal seperti yang ditudingkan BLHD. Menurut dia, sesuai ketentuan bahwa IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) sebuah usaha harus sampai luasnya 1.000 meter persegi.
"Kita kan hanya memiliki luas 900 meter. Biasanya juga kalau amdal itu hanya untuk perusahaan besar. Sementara usaha milik kami ini sama dengan rumah biasa. Hanya masak sayur-sayuran, nasi dan ikan saja," ujar Petrus, kemarin.
Dijelaskan Petrus, maksud dari IPAL adalah dari selokan utama itu dibuatkan bak berbentuk segi empat dan ada penyaringan air dan limbahnya yang membersihkan air yang keluar ke selokan.
"Mestinya pihak BLHD yang harus turun langsung melihat kami punya IPAL. Jangan asal mengeluarkan statemen bahwa kami melanggar amdal," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BLHD Kota Makassar, Jamaing, mengatakan, RM Apong melanggar pengelolaan IPAL. "Dia itu langsung buang ke saluran. Jadi, tidak ada pengelolaan IPAL-nya," katanya.
Terkait dengan masakan yang hanya sayuran, ikan dan nasi, di RM Apong, jelas dia, semua rumah makan itu ada limbahnya. "Tapi yang jelas, rumah makan yang tidak ada pengelolaan IPAL-nya, merusak lingkungan," katanya. (ish/ams/c)

 

Polsek Tallo Gelar Jalan Santai

MAKASSAR, BKM -- Kepolisian Sektor (Polsek) Tallo, Polrestabes Makassar, menggelar gerak jalan santai, Minggu (20/4).
Gerak jalan santai ini dihadiri oleh Walikota Makassar terpilih, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Ferry Abraham.
Ribuan warga Tallo dan sekitarntya menghadiri acara yang dipusatkan di halaman Mapolsek Tallo di Jalan Rahman Hakim, Ujungpandang Baru, Tallo.
Gerak jalan santai ini merupakan wujud dari rasa syukur atas keberhasilan pengamanan Pemilu oleh Polsek Tallo di wilayah hukumnya.
Kapolsek Tallo, Kompol Woro Susilo, menjelaskan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat karena pelaksanaan Pemilu 2014 berjalan aman, tertib dan damai.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Ferry Abraham, mengucapkan terima kasih kepada warga Tallo yang sukses menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pemilu. "Saya berharap agar pemilihan presiden ke depan juga berlangsung sukses," katanya.
Walikota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan solidaritas dalam membangun Makassar yang penuh kenyamanan.
"Saya ingin masyarakat Makassar bersinergi dalam menciptakan kedamaian. Begitupun saya nanti dalam menjalankan roda pemerintahan di Makassar, maka sesuai dengan janji saya untuk membenahi Makassar 2X tambah baik," papar Danny. (ish/ams/c)

   

Halaman 1 dari 98

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA