Metro Makassar

Danny: IAS akan Seperti Lee Kuan Yew di Singapura

MAKASSAR, BKM -- Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto, menjelaskan, peran Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akan menyerupai posisi Lee Kuan Yew ketika berhenti menjadi Perdana Menteri di Singapura.
Menurutnya, karakter Ilham dalam mengubah Kota Makassar menjadi kota maju mirip apa yang dilakukan Lee saat memimpin Singapura.
"Di bawah tangan dingin Lee, Singapura berkembang dari negara golongan dunia ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia. Ia dihormati oleh banyak rakyat Singapura, terutama generasi lansia yang mengingat karakter kepimimpinannya yang bersemangat. Pun ketika berhenti menjadi Perdana Menteri, Lee tetap mendapat kehormatan sebagai penasehat senior yang terus di cintai oleh rakyatnya. Saya pikir wajarlah jika Pak Ilham mendapat kehormatan seperti itu," ujar Danny.
Saat ditanya, kapasitas Ilham dalam pemerintahan DIA nanti, Danny pun menjelaskan. "Awalnya, setiap memikirkan takdir saya yang dipilih sebagai pemimpin di kota besar seperti Makassar, kadang muncul rasa takut. Namun rasa itu segera sirna saat melihat Pak Ilham tetap ada bersama kami," lanjutnya.
Danny merinci sejumlah bidang yang akan banyak di mintai masukan ke Ilham saat menjabat walikota nanti yakni dalam hal pemerintahan, masalah politik serta sosial kemasyarakatan.
"Sangat bodohlah kami jika tidak memanfaatkan keberadaan Pak Ilham dalam membangun Makassar," tegasnya.
Sementara itu, di tempat berbeda, Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, menjelaskan, tidak akan meninggalkan kota Makassar kendati tidak lagi menjabat walikota.
"Saya ini sebenarnya hanyalah sosok manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super. Tidak mungkin kami bisa membangun kota ini tanpa dukungan masyarakat. Atas nama keluarga besar kami, kami ucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung selama ini. Terima kasih kepada Pak Andi Herry Iskandar dan Pak Supomo yang telah mendampingi selama dua periode kepemimpinan kami. Mohon maaf jika ada khilaf, mudah - mudahan apa yang belum terlaksana bisa dituntaskan oleh pak Danny dan Pak Ical," ujar Ilham.
Menurut Ilham, sejak awal memang tidak pernah memposisikan dirinya sebagai pejabat, mengalir seperti biasa, makan dimana saja.
"Orang tua kami sejak awal mengajarkan untuk tidak memposisikan diri sebagai pejabat, karena jabatan tidak ada yang kekal, ketika saatnya tiba, suka tidak suka jabatan akan meninggalkan kita," ujarnya.
Tanggal 9 Mei nanti, Ilham akan meletakkan jabatan yang di embannya selama 10 tahun dan digantikan oleh Danny Pomanto yang berpasangan Syamsu Rizal. (ams)


 

70 Siswa Terdaftar, Hanya 50 yang Ikut UN Susulan

MAKASSAR, BKM -- Jadwal pelaksanaan ujian nasional (UN) susulan tingkat SMA/SMK sederajat dilaksanakan pada 22-24 April 2014. Namun, tidak dihadiri semua peserta UN susulan.
Ujian susulan yang dilaksanakan pada hari pertama, Rabu (22/4), hanya diikuti oleh 50 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kota Makassar.
Panitia penyelenggara UN Dinas Pendidikan Kota Makassar, Syamsuddin, menyampaiakan, dari total 70 siswa yang terdaftar sebagai peserta UN susulan di Kota Makassar, hanya 50 siswa yang mengikuti UN susulan tersebut.
"Dari 70 siswa yang terdaftar di Makassar, hanya sebanyak 50 siswa yang ikut," kata Syamsuddin yang ditemui di Disdik Kota Makassar, Rabu (23/4).
Syamsuddin menerangkan, 50 siswa tersebut terdiri dari 10 siswa SMK dan 40 siswa SMA. Ketidakhadiran siswa tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.
"Penyebab ketidakhadiran siswa banyak, diantaranya ada siswa yang sudah pindah domisili, menikah dan ada juga yang hamil," katanya.
Sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan UN susulan diantaranya, SMAN 1 Makassar, SMAN 3 Makassar, SMAN 5 Makassar, SMAN 10 Makassar, SMAN 4 MAKASSAR, SMAN 13 Makassar, SMAN 12 Makassar, SMA Rajawali dan SMA Cendrawasih.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar, saat dikonfirmasi, Rabu (23/4), menyampaikan bahwa siswa yang tidak menghadiri ujian nasional susulan tidak ada kebijakan lagi.
"Siswa yang tidak datang sudah pasti tidak lulus. Kesempatan ujian susulan hanya diberikan satu kali. Sudah tidak ada kebijakan selanjutnya," ungkap Ismunandar.
(ish/ams/b)

 

Sibuk Melayani Tamu

MASA jabatan Ilham Arief Sirajuddin sebagai walikota Makassar tinggal setengah bulan atau 15 hari lagi. Di hari ke-15 menjelang berakhirnya masa jabatannya, Selasa (22/4), Ilham disibukkan dengan agenda menerima tamu di Balaikota.
"Hari ini (kemarin, red), Pak Wali sibuk menerima tamu. Tapi agenda kegiatan Pemkot lainnya dalam melayani masyarakat tetap berjalan seperti biasa," ujar Kepala Sub Bagian Pemberitaan Pemkot Makassar, Muh Hamzah Bakrie, kemarin.
Sebenarnya, ada sejumlah agenda kegiatan Ilham yang terjadwal kemarin. Sekitar pukul 09.00 Wita, memimpin rapat persiapan pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih Danny Pomanto-Syamsu Rizal, tapi diwakili Plt Sekkot Makassar, Burhanuddin.
Selain itu, sekitar pukul09.00 Wita, Ilham sedianya juga hadir untuk membuka kegiatan bimbingan teknik (bimtek) desain kemasan produk UMKM Kota Makassar yang digelar di Hotel Yasmin. Tapi Ilham diwakili oleh Asisten II, Ibrahim Saleh.
Kemudian acara anggota Korpri lingkup Pemkot Makassar berupa pelatihan mental dan rohani bagi anggota Korpri yang dilaksanakan di Hotel Asyra terpaksa di buka Asisten IV. Pada 10.00, kegiatan sosialsisi rancangan perda Kota Makassar juga tidak dihadiri. (ish/ams/c)

   

Tinggalkan Kampung, Hijrah ke Makassar

DAENG Sandi merupakan satu dari sekian penjual bakso keliling di Kota Makassar. Dalam menjual, Daeng Sandi menggunakan gerobak mungil yang menjadi ciri khas penjual bakso sejenisnya.

Laporan: ILHAM RAIS

Bercerita soal makanan khas di Makassar, pikiran kita langsung terbayang Coto Makassar, Sop Konro, Sop Saudara dan Pallu Bassa. Itu sah-sah saja. Soalnya, hanya orang Makassar yang dikenal bisa membuat makanan semacam ini.
Sebenarnya, ada satu makanan khas Makassar yang hampir kita tidak sadari. Apa itu? Bakso gerobak keliling. Bakso gerobak keliling ini cenderung dianggap bukan makanan khas Makassar karena umumnya penjual bakso berasal dari Pulau Jawa.
Untuk jenis bakso keliling khas Makassar ini memiliki ciri tersendiri. Bentuk gerobaknya cukup mungil. Gerobaknya ditarik dari belakang oleh penjualnya. Sedangkan gerobak milik penjual asal Pulau Jawa, umumnya ukurannya lebih besar.
Gerobak dorong yang umumnya berukuran besar sudah sering kita jumpai di kalan-jalan, kompleks perumahan dan pingiran Pantai Losari Makassar. Namun, untuk Bakso Daeng khas Makassar, sudah jarang kita temukan saat ini di Makassar.
Bakso Daeng Makassar ini memiliki ciri-ciri. Gerobaknya kecil mungil dan bercat warna kuning. "Jumlah penjualnya sudah berkurang. Mungkin tidak mampu mi bersaing dengan warung bakso yang banyak berdiri akhir-akhir ini," ujar Daeng Sandi, Selasa (22/4).
Daeng Sandi adalah salah satu penjual bakso gerobak dorong. Daeng Sandi sendiri menjadi penjual bakso ini sejak dua tahun lalu. Pilihan menjadi penjual bakso terpaksa dilakoninya karena tidak memiliki pekerjaan tetap di kampung.
Daeng Sandi adalah pria kelahiran Takalar. Saat ini, dia baru memiliki seorang anak. "Sekarang ini susah mencari pekerjaan. Dari pada nganggur di kampung, mending saya ikut jualan bakso di Makassar. Saat diajak oleh teman," ujar Daeng Sandi, kemarin.
Menurut Daeng Sandi, bakso yang dijualnya bukan miliknya sendiri. Dia hanya menjual milik orang lain. Daeng Sandi hanya mendapat persen dari omset penjualannya. "Saya masih menjual punyanya orang. Saya hanya dapat persen," ujarnya.
Pilihannya meninggalkan Galesong, Kabupaten Takalar, terpaksa dilakukannya karena ingin mendapat penghidupan yang lebih layak buat istri dan anaknya. Meski tak seberapa, Daeng Sandi, mengaku, lumayan hasil yang didapatkannya.
Daeng Sandi bersama sejumlah penjual lainnya mulai meninggalkan 'markasnya' di Jalan Barabaraya Jalan Abubkar Lambogo (Ablam) RK IV/32 Makassar, sekitar pukul 09.00 Wita. Daeng Sandi baru pulang sekitar pukul 20.00 Wita.
"Saya biasa keliling dari Jalan Sungai Saddang, Anuang dan Kancil. Sore sampai malam mangkal di Jalan Onta Baru, depan kuburan umum Dadi. "Saya sudah mempunyai pelanggan tetap di rute yang dilalui itu," ujar Daeng Sandi.
Yudi, salah satu pelanggan tetap Daeng Sandi, mengaku, bakso yang dijual Daeng Sandi beda dengan bakso yang dijual pada umumnya. Cita rasa khas Makassar yang tersaji selalu rindu ingin mencicipinya. "Beda dengan buatan orang Jawa," katanya. (ilo/ams/b)

 

Reklamasi tak Termuat Dalam Rekomendasi LKPj Ilham

MAKASSAR, BKM -- Proyek reklamasi pantai yang menjadiperdebatan antara legislatif dan eksekutif melalui proses revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang RTRW Kota Makassar tidak menjadi poin penting dalam rekomendasi Pansus DPRD Kota Makassar untuk LKPj Walikota-Wakil Walikota Makassar lima tahunan.

Anggota Pansus, Nasran Mone, perseteruan prospek reklamasi dalam proses pembahasan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) di luar dari poin rekomendasi Pansus dan telah memiliki Pansus sendiri. Saat ini, masih dalam proses finalisasi.
"Setahu saya, revisi Perda RTRW memang tidak dimuat dalam poin rekomendasi LKPj lima tahunan. RTRW sudah punya pansus sendiri dan sementara dalam proses pembahasan," ucap Nasran.
Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, sebelumnya menegaskan, pihaknya akan tetap melanjutkan proyek reklamasi pantai sekalipun RTRW belum ditetapkan.
Menurut Ilham, revisi Perda RTRW hanya penyesuaian dari Perda nomor 6 tahun 2006 dan undang-undang nomor 6. Jadi, tidak menjadi hambatan untuk pembangunan.
Walikota Makassar dua priode ini menjelaskan, revisi Perda RTRW hanya sebatas penyesuaian dari Perda nomor 6 tahun 2006 tentang RTRW dan Undang-undang nomor 6 tahun 2006 tentang Tata Ruang Nasional yang tidak dapat menghambat pembangunan termasuk proyek reklamasi.
"Tidak akan menghambat proyek reklamasi kalau Perda RTRW masih dalam proses revisi. Dalam undang-undang juga sudah berbicara tentang tata ruang yang mengatur soal reklamasi," tegas Ilham usai menghadiri rapat paripurna Laporan Kegiatan Pertanggungjawaban (LPKj) beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, Ilham menyindir legislatif melalui panitia khusus (pansus) revisi Perda RTRW terkait bentuk teguran bilamana proses revisis Perda RTRW sudah melewati dua tahun pasca berakhirnya masa berlaku perda lama.
"Kami sudah menyerahkan ke Dewan dan tugas kami sudah selesai. Tapi disayangkan kalau itu belum disahkan, bisa saja menuai teguran karena dalam amanah undang-undang nomor 6 tahun 2006 tentang penataan wilayah nasional selambat-lambatnya RTRW harus mengalami penyesuai dua tahun setelah habis masa berlaku perda yang lama," tegas Ilham.
Ilham kembali menegaskan, proyek reklamasi dilakukan sebagai bentuk pencegahan tingginya permukaan air laut yang dinilai berpotensi banjir. Ilham juga mengaku, sudah menentukan 30 persen wilayah publik salah satunya space Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan garis pantai.
Terpisah, Ketua Badan Legislatif (Baleg) yang juga anggota Pansus revisi Perda RTRW, Abd Wahab Tahir, menilai pernyataan Ilham tersebut sebagai upaya pelanggaran hukum.
Menurutnya, protek reklamasi tanpa didasari oleh regulasi yang jelas bisa dipidanakan. "Kalau seperti itu, maka ada upaya melanggar hukum. Kenapa kemudian kami meminta agar Pemkot menjelaskan dasar penetapan wilayah pesisir pantai karena kami ingin agar reklamasi ini benar-benar berbasis detigasi (penyelamatan lingkungan). Tapi sampai sekarang mereka belum mampu menunjukkan kepada kami terkait analisa dampak lingungan serta berapa luas space publik yang diperuntukkan diatas reklamasi nantinya," kata legislator Golkar itu.
Wahab melihat, alasan Pemkot membangun reklamasi lebih kepada kepentingan investasi pihak swasta. Pasalnya, alasan reklamasi berbasis detigasi untuk menghindari dampak kenaikan permukaan laut bukan pada persoalan reklamasi, tapi tidak adanya upaya sistem rekayasa arus dua sungai yakni sungai Je'neberang dan sungai Tallo yang memicu pergerakan arus dan berdampak pada abrasi.
"Kalau kenaikan permukaan air laut itu karena isu global warming. Tapi soal abrasi hanya karena tidak ada upaya rekayasa arus di dua muara sungai. Kami tidak melihat proyek reklamasi ini sebagai upaya pencegahaan kerusakan lingkungan. Kalau memang berbasis mitigasi maka kami minta amdalnya," tegas Wahab. (ril/ams/b)

   

Halaman 3 dari 102

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA