Metro Makassar

Lutfi Kadir Resmi Gantikan Andi Hatta Sanjaya

MAKASSAR, BKM -- Politisi Partai Golkar, Lutfi Qadir,  resmi menggantikan Andi Harta Sanjaya sebagai anggota DPRD Sulsel sisa masa jabatan hingga 9 September 2014 mendatang.
Penggantian dilakukan melalui mekanisme penggantian antar waktu (PAW) yang dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Selasa (15/6). Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Sulsel, HM Roem.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, hadir langsung dalam pelantikan PAW Lutfi Qadir. Namun, tak semua anggota DPRD Sulsel hadir. Mereka masih sibuk dengan proses Pemilu Legislatif.
Lutfi Qadir menggantikan almarhum Andi Harta Sanjaya yang meninggal dunia pada 14 Februari 2014 lalu. Andi Harta Sanjaya yang juga mantan Bupati Soppeng dua periode ini meninggal karena sakit.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem, mengatakan, Lutfi Qadir merupakan PAW yang kedelapan sekaligus PAW yang terakhir menurut undang-undang untuk DPRD Sulsel.
"Sudah tidak ada lagi PAW, meski ada anggota DPRD yang akan mengundurkan diri," kata Roem sambil menyebutkan
bahwa Lutfi adalah anggota Dewan yang berpengalaman karena sudah lima kali duduk di DPRD.
"Pegabdian bukan dilihat dari berapa lama jabatan, melainkan kualitasnya. Dia (Lutfi) sudah lama bergabung di anggota DPRD. Saya rasa dia cepat menyesuaikan diri," kata Roem.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengharapkan dalam kurun waktu tersisa harus digunakan dengan efektif. "Cepat menyesuaikan diri agar pengabdian sesuai yang diharapkan masyarakat," katanya. (san/ams/c)

 

Perlu Ada Strategi Penanggulangan Kemiskinan

MAKASSAR, BKM -- Percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia, tidak lepas dari kebijakan pembangunan yang tidak semata mengejar pertumbuhan. Untuk itu, perlu ada penanggulangan kemiskinan guna mendorong kesejahteraan bangsa.
Hal itu dikemukakan Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri, saat bertandang ke Redaksi Harian Fajar di lantai 4 gedung Graha Pena, Selasa (15/4).
Menurut Salim, pada prinsipnya, karakteristik kemiskinan dan sebarannya tidak merata antarwilayah maupun permasalahannya berbeda-beda di setiap rumah tangga. Hal ini memerlukan keterpaduan penanganan di berbagai tingkatan. "Perlu ada penanggulangan untuk menghadapi permasalahan yang berbeda-beda," kata dia.
Menurut Salim, ada tiga hal yang menjadi dimensi terkait sebagai masalah sosial saat ini, seperti keterbatasan kualitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur dan hambatan lain. “Dibutuhkan perubahan paradigma dalam penyelenggaraan Kementerian Sosial yang didukung Sumber Daya Manusia (SDM) andal,” tandasnya.
Untuk itu, dia berharap, upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dapat didukung dari berbagai lapisan, baik pemerintah, pengusaha maupun masyarakat. (san/ams/c)

 

UMI Gelar Workshop Kemahasiswaan

MAKASSAR, BKM -- Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan menggelar workshop kewirausahaan mahasiswa UMI. Kegiatan ini akan dilaksanakan dua angkatan, mulai di auditorium Al Jibra Kampus II UMI 8-10 Mei dan 21-22 Mei 2014 mendatang.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaa, Prof Dr H Ahmad Gani,SE., M Si, mengatakan, dalam meningkatkan pengetahuan dan semangat berwirausaha bagi mahasiswa sebagai generasi muda yang kreatif dan mengembangkan kreativitas dan inovasi sebagai bekal mereka saat menjadi sarjana.
"Ini juga secara langsung dapat menanggulangi masalah pengangguran," ujar Prof Dr H Ahmad saat membuka rapat panitia di aula kantor Kemahasiswaan UMI Kampus II UMI, Selasa (15/4). Peserta dari unsur mahasiswa UMI yang dimandat dari masing-masing fakultas, setelah mengikui seleksi 5-6 Mei dengan kriteria peserta mahasiswa aktif, memiliki ide dan talenta untuk berbsinis, memiliki start bisnis,  mendaftar di fakultas di kantor Wakil Dekan III Bidang Kemahsiswaan, paling lambat 2 Mei 2014.
Materi workshop akan disajikan dalam bentuk modul, diantaranya modul 1) mindset kewirausahaan (impian menjadi wirausaha sukses dan konsep entrepreneur, keuntungan dan kerugian berwirausaha, menumbuhkan keinginan berwirausaha)
Modul  menggali potensi diri dan membangkitkan wirausaha mahasiswa (mengenal karakteristik wirausaha dan potensi diri mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif, meningkatkan motivasi dan jiwa wirausaha, etika bisnis islami dalam berwirausaha).
Modul 3 menentukan peluang usaha (bagaimana mencari dan menemukan peluang usaha, bagaimana memulai usaha bagi wirausaha pemula, memilih lapangan usaha dan mengembangkan usaha).
Modul 4 strategi entrepreneur bagi wirausaha pemula strategi manajemen berwirausaha, strategi memilih produk dan menentukan peluang pasar, menentukan skala usaha, bentuk badan. Usaha dan sumber permodalan)
Guru besar ekonomi UMI menambahkan output dari workshop yg dirancang dua angkata ini, peserta akan menyusun perencanaan usaha (business plan). (ila/ams)

   

Jadi Pendonor Sejak Usia 30 Tahun

BESARNYA tingkat kecelakaan dan banyaknya warga yang sakit yang membutuhkan transfusi darah di kota-kota besar, mendorong permintaan darah meningkat tiap hari. Ratusan kantong darah setiap harinya diinden di rumah sakit yang ada di Kota Makassar.

Laporan: ILHAM RAIS

Dg Juma, sapaannya. Dia seorang Tukang Becak. Tiap hari mangkal di depan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi Makassar. Kini, usianya menginjak 65 tahun. Postur tubuhnya tinggi dan agak ramping padat berotot. Kulit Dg Juma hitam legam. Maklum, setiap hari harus berjemur sinar matahari.
Profesinya sebagai penarik becak selama 40 tahun mengisahkan banyak cerita tentangnya. Dikisahkan, waktu masih berumur 30 tahun, dia sering mendonor darahnya. Waktu itu, PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Makassar masih terletak di Jalan Ratulangi.
"Saya sudah mendonorkan darah sejak berumur 30 tahun. Selain membantu orang yang membutukan golongan darah, saya juga mendapat imbalan," ujar Dg Juma dengan logat Makassar kentalnya.
Banyaknya permintaan darah pada saat itu, jelas dia, membuat banyak Tukang Becak mendonorkan darahnya dengan memasang tarif yang bervariasi. Tergantung kesepakatan antara yang membutuhkan.
"Terkadang teman saya kalau melihat orang itu sangat membutuhkan pendonor. Dia pasang tarif tinggi dengan alasannya habis mendonor darah. Dia harus makan makanan bergizi, vitamin dan susu setiap harinya agar staminanya bisa normal kembali," katanya.
Senada dengan Dg Juma, soerang Tukang Becak lainnya, Sangkala, mengaku, dirinya sering menjadi pendonor. "Terkadang kita tiba-tiba dipanggil untuk menjadi pendonor darah. Ya hitung-hitung kita bantu orang," ujarnya.
Menurut dia, dirinya sudah lama menjadi pendonor darah di kantor PMI. Terkadang dirinya diminta bantuan oleh oleh keluarg orang yang sakit untuk mencari temannya yang bisa mendonorkan darahnya. "Sebelum diambil darahta, kita diperiksa dulu. Kalau petugas bilang, barulah darah kita diambil," ujarnya.
Ditanya soal imbalan yang diperolehnya dari mendonorkan darahnya, baik Dg Juma maupun Sangkala, mengaku, dulu diberi Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per kantong.
"Kalau dulu kita hanya dikasi uang Rp 20 ribu. Banyak sekali nilainya saat itu. Beda dengan sekarang yang tarif perkantongnya Rp 200 ribu-Rp 500 ribu. Tergantung kesepakatan. (ilo/ams/b)

 

Pelantikan DIA Bernuansa Etnik

MAKASSAR, BKM -- Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto dan Syamsu Rizal (DIA), akan dikemas dalam nuansa etnik Sulawesi Selatan. Acara seremoni ini akan dihelat pada tanggal 8 Mei 2014 di anjungan Pantai Losari Makassar.
Ketua panitia pelantikan, Sittiara, menjelaskan, hingga kini, pihaknya masih terus memasukkan listing yang akan diundang dan ini cukup teliti agar tidak ada yang terlewatkan.
"Namun yang pasti, pihaknya ingin bernuansa etnis. Itulah sebabnya, tokoh-tokoh perwakilan etnis diharap menggunakan pakaian daerah sesuai etnisnya masing-masing," ujar Sittiara.
Hal itu dikemukakan Sittiara di sela-sela rapat persiapan pelaksanaan pelantikan di kediaman Danny Pomanto di Jalan Amirullah, Makassar, Senin (14/4).
Menurut Asisten I Pemkot Makassar ini, jumlah undangan yang akan disebar berkisar tujuh ribuan dari berbagai latar belakang yang berbeda.
"Saat ini, masih terus berlangsung proses penginputan. Jadi, memang sangat bervariasi dari berbagai segmen, seperti lembaga-lembaga pemerintah, baik nasional, regional maupun daerah," katanya.
Selain itu, lanjut dia, diundang pula tokoh-tokoh masyarakat, akademisi, organisasi pemuda, kelompok perbankan, komunitas-komunitas kaki lima, tukang sampah, sopir petepete, komunitas seniman, dan bahkan tokoh-tokoh politik, baik pusat, regional dan daerah.  "Tokoh-tokoh pariwisata, tokoh-tokoh perempuan, majelis taklim, ketua RW dan RT se Kota Makassar, olahragawan berprestasi termasuk tim-tim sukses, juga mantan calon walikota dan wakil walikota yang kemarin ikut berkompetisi di pilwali Makassar," lanjutnya.
Sittiara juga menyebut akan mengundang mantan-mantan walikota, mantan-mantan wakil walikota dan mantan sekda, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh peradaban, kerukunan etnis yang ada di Kota Makassar, kerukunan daerah yang ada di Makassar, badan eksekutif mahasiswa se Makassar, organisasi daerah kemahasiswaan.
"Bahkan, kita juga akan mengundang capres-capres yang saat ini sudah pasti diusung oleh partai-partai politik. Sejumlah investor dalam dan luar negeri juga kita undang. Jadi, hingga hari ini estimasi kami berkisar di angka 7 ribuan orang," lanjutnya.
Menurut Sittiara, sejumlah persiapan saat ini masih terus di kebut termasuk menginventarisir tokoh-tokoh yang akan hadir dan juga melakukan pertemuan dengan pihak dewan selaku yang punya hajatan.
"Acara pelantikan ini kan merupakan kegiatan formal DPRD dalam bentuk sidang paripurna. Jadi, pihak Dewan yang akan menyiapkan teknis sidang paripurnanya, termasuk membahas di badan musyawarah terkait tanggal dan jam pelantikan. Tentunya mereka akan berkordinasi dengan pihak pemerintah Provinsi Sulsel," ujar Sittiara.
Rencananya, sebelum pelaksanaan sidang paripurna, para tamu akan dihibur dengan sejumlah pementasan kesenian.
"Sebenarnya untuk acara hiburannya nanti kita adakan pada malam lepas sambut yang akan digelar di tempat yang sama pada malam hari setelah pelantikan," ujarnya.
Rencananya, Danny-Ical akan dilantik oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mewakili Menteri Dalam Negeri. (*)

   

Halaman 5 dari 102

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA