Metro Makassar

Jelang Mutasi SKPD, Baperjakat Evaluasi Pejabat

MAKASSAR, BKM--Wali Kota Makassar, Moch Ramdhan Danny Pomanto dipastikan akan melakukan mutasi pejabat eselon II dan III diluar jabatan camat dan luar dalam waktu dekat.
Mutasi yang dikabarkan besar-besaran ini dilakukan kali pertama  saat Danny menjabat Wali Kota Makassar.
Diperkirakan, beberapa kepala dinas, kepala bagian akan menjadi akan non job atau tidak memiliki jabatan dalam mutasi tersebut.
Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh membenarkan jika ada rencana wali kota akan melakukan mutasi terhadap pejabat eselon II dan III. Menurut dia, mutasi adalah hal yang lumrah dalam sebuah pemerintahan.
Saat ini, kata Ibe panggilan akrab Ibrahim Saleh, Baperjakat mulai melaksanakan evaluasi terhadap kinerja pejabat. Yang berkinerja buruk dipastikan akan lengser.
”Mutasi akan dilakukan tahun ini. Saat ini, kita sementara melakukan pengkajian dan evaluasi pejabat,” ujarnya.
Lazimnya, usai dilakukan evaluasi, Baperjakat akan mengirimkan nama nama pejabat yang diganti beserta calon penggantinya kepada wali kota untuk dipilah dan ditetapkan.
Menyikapi rencana mutasi kepala SKPD, sejumlah anggota DPRD Kota Makassar menyambut baik.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil  mengatakan sangat menyambut baik rencana pergantian sejumlah kepala SKPD.
Menurutnya, ada sejumlah kepala SKPD yanga memang patut dilakukan evaluasi lantaran tidak menunjukkan kinerja yang baik.
"Ada kepala SKPD yang tidak memperlihatkan capaian keberhasilan sehingga  selayaknya dilakukan evaluasi,"ungkapnya.(eka/war/c)

 

Mobdin Baru Untuk Pimpinan Dewan Senilai Rp1 M

MAKASSAR, BKM --Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mulai melengkapi fasilitas mobil dinas untuk empat pimpinan dewan yang baru periode 2014-2019.
Pengadaan empat mobil dinas dianggarkan sekwan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) 2014 yang ditaksir Rp 1 miliar lebih.
4 mondin digunakan untuk mengganti mobil dinas milik Ketua DPRD Kota Makassar yang saat ini dijabat oleh Farouk  M Betta, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Demokrat, Haidar Madjid, mobil dinas Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PAN, Busrah Abdullah, dan Wakil Ketuan DPRD dari Fraksi PDK, Syamsu Niang.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Marimin Tahir mengatakan, pengadaan mobil dinas baru untuk empat unsur pimpinan DPRD dilakukan karena mobil dinas yang saat ini dipakainya sudah berusia lima tahun.
"Kita memang berencana adakan, sebab jika mobdin itu masih tetap digunakan untuk empat pimpinan dewan maka biaya perawatannya cukup besar, sehingga sudah waktunya mendapat mobil dinas baru," kata mantan staf ahli walikota Makassar ini.
Hal senada diungkapkan, Kepala Bagian Perlengkapan DPRD Kota Makassar, Arsal. Arsal mengatakan anggaran Rp1 miliar tersebut digunakan untuk pembelian mobil dinas baru bagi empat unsur pimpinan.
"Jenis mobil dinas untuk pimpinan DPRD Makassar periode ini sama jenisnya dengan sebelumnya yakni untuk Ketua DPRD Kota Makassar ?jenis toyota Camry dan untuk Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ?jenis toyota Alkis tiga unit. Semuanya sudah dipesan, "kata Arsal.
Menurut Arsal, pengadaan mobil dinas sebanyak empatunit yang diperuntukkan sebagai operasional pimpinan DPRD Kota Makassar sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan. "Apalagi mobil yang sebelumnya sudah tua, biaya pemeliharaan lebih besar dari harga mobil itu sendiri, "terang Arsal.
Dari data yang dihimpun, harga satu unit mobil toyota Camry senilai Rp700 Juta sementara untuk toyota Alkis satu unit Rp385 Juta.
Menanggapi pengadaan mobil dinas untuk pimpinan DPRD Kota Makassar periode 2014-2019, Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Bidang Riset dan Penelitian, Anwar Razak mengatakan, pengadaan mobil dinas baru DPRD Kota Makassar merupakan pemborosan anggaran. Selain itu telah menyalahi aturan dimana standarisasi mobil yang diadakan melebihi CC mobil yang semestinya.
"Anggaran itu bisa lebih bermanfaat jika diperuntukkan ke pembangunan infrastruktur kota Makassar guna mewujudkan kota makassar menjadi kota dunia,"ucap Anwar.
Menurutnya, menuju kota dunia perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana diantaranya masih banyak titik-titik rawan banjir di kota Makassar, perbaikan selokan serta sarana lainnya yang sangat perlu dianggarkan.
"Bukannya hanya dianggarkan untuk pengadaan mobil dinas, tapi lebih baik jika dimanfaatkan untuk penunjang infrastruktur pembangunan kota Makassar. Sehingga kami melihat pengadaan mobil hanya pemborosan anggaran saja. Kan bisa menggunakan mobil yang lama lagian itu juga masih bagus, "ungkapnya. (eka/war/b).

 

Pertanyakan Izin, Dewan Sidak Karebosi Link

MAKASSAR, BKM--? Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Karebosi Link, Senin (25/8).
Dalam sidak  yang dipimpin Irianto Ahmad, beranggotakan Nelson M Kammisi, HM Yunus, Amar Busthanul dan Bakrief Arifuddin sempat mempertanyakan dokumen berupa site plan awal mengenai Karebosi Link termasukpersyaratan perijinan kawasan dan kajian keamdalan dan kelayakan fungsi, terutama dimaksudkan untuk mengkaji aspek lingkungan ke pengelola Karebosi Link.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Irianto Ahmad mengaku dalam tinjauan lapangan tidak ditemukan ada perubahan alih fungsi bangunan. "Yang kita temukan hanya perubahan nama tidak pada fungsi bangunan yang dulunya "eat it out" sekarang menjadi "Wendys", selain itu dulunya tidak ada jalan untuk pemutaran mobil sekarang justru dibuatkan saya kira tidak ada masalah, "katanya.
Sementara itu, anggota Komisi C lainnya, Imran Tenri Tata mengatakan, Karebosi Link yang merupakan titik nol Kota Makassar merupakan salah satu landmark kota.
“Alih fungsi ruang di lapangan Karebosi perlu ditinjau kembali, apakah sudah sesuai dengan izin dan peruntukannya dalam site plant pembangunan kota,”kata Imran Tenri Tata.
Menurut Imran, sejak awal revitalisasi lapangan Karebosi adalah publik space yang terintegrasi dengan fungsi komersil (pertokoan) bawah tanah atau under ground.
“Memang jika dilihat Karebosi itu merupakan alih fungsi yang semula fungsi tata hijau dan kawasan resapan air menjadi fungsi mixed land use. Tapi bukan berarti unsur bukaan ruang diatas lahan Karebosi ditambah seperti pada bangunan gedung Wendys,” katanya.
Menyikapi kedatangan dewan, Direktur PT Tosan Lestari Permai, Binzar G mengatakan dalam pengelolaan Karebosi tidak ada peralihan fungsi bangunan sebagaimana yang dimaksud. "Yang ada hanya nama yang dirubah tetapi fungsinya sama, "kilahnya.(eka/war/c)

   

F-PKS Soroti Tim Anggaran Pemkot

MAKASSAR, BKM-- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar menyoroti kinerja tim anggaran Pemkot Makassar yang tidak mengusulkan dana operasional untuk kelurahan.
"Kita kecewa dengan tim anggaran Pemkot yang tidak menambah anggaran untuk kelurahan, sementara kegiatannua sangat tinggi," tegas Ketua Fraksi PKS? DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil saat digelar Rapat Badan Anggaran terkait Perubahan APBD 2014 Senin (25/8) yang menghadirkan seluruh Kepala Kecamatan se Kota Makassar.
Dalam usulan Rencana Kerja Anggaran Perubahan APBD 2014 untuk Kecamatan, secara umum terlihat terjadi peningkatan alokasi anggaran kisaran Rp1,7 sampai Rp2 miliar lebih pada setiap kecamatan. Alokasi terbesar pada program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Rp1 sampar Rp1,5 miliar yang meliputi pengadaan sarana persampahan dan kegiatan sosialisasi MTR.
"Saat ini beban kerja Kecamatan dan kelurahan semakin meningkat apalagi Walikota mencanangkan program MTR sebagai program prioritas yang pelaksana utamanya adalah kecamatan dan Kelurahan. Sehingga Kelurahan dan kecamatan perlu perhatian," Kata Mudzakkir.
Mudzakkir juga mengaku akan mengevaluasi kegiatan yang sifatnya seremoni seperti kegiatan pelatihan atau sosialisasi agar anggarannya bisa dialihkan untuk alokasi biaya operasional kelurahan.
"Kasian itu kelurahan tiap hari mereka turun ke warga untuk menggerakan masyarakar agar mensukseskan program MTR dan program lainnya tapi tidak dibekali anggaran yang memadai", cetusnya. (eka/war/c)

 

Danny Lepas 911 JCH

MAKASSAR,BKM-– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto secara resmi melepas jamaah calon haji (JCH) Embarkasi Makassar untuk diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi.
Sebelum dilakukan pelepasan, 911 mendengarkan  bimbingan manasik massal di masjid raya, Jalan Bulusaraung, Senin, (25/8). 
Jemaah tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 dari Kota Makassar.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenang) Kota Makassar, Isman Nurdin mengatakan JCH masuk di asrama haji Sudiang  31 Agustus dan 1 September untuk kloter pertama.
“Jumlah yang akan diberangkatkan 911 orang yang terdiri dari jamaah kita sendiri 906 orang dan ditambah JCH dari daerah lain yang mutasi masuk bergabung,” katanya.
Persiapan sendiri lanjut Isman yang baru menjabat sebagai Kakan Kemenang Oktober 2013 ini, sudah 100 persen. 
“Untuk 14 kloter ini kesiapannya sudah 99 persen. Khusus untuk kloter awal sudah 100 persen, baik paspor dan dokumen perjalanan lainnya,” ujarnya
Isman  mengungkapkan, saat ini jumlah JCH di Makassar yang masuk dalam daftar tunggu berjumlah 23.521 orang.
Pada dua tahun lalu kloter Makassar bisa memberangkatkan JCH berkisar hingga 1.200 orang.
“Akibat pengurangan 20 persen, saat ini kita hanya berangkatkan 911 orang,”terangnya
Sementara itu Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan kepada JCH untuk senantiasa menjaga kesehatan selama di Arab Saudi.
"Semoga selamat sampai tujuan, mendapatkan kemudahan, dan pulang dengan menjadi haji yang mabrur," kata Danny Pomanto.
Iapun juga menitip pesan agar  buku panduan haji yang dibagikan agar senantiasa dipelajari dan dibaca.
“Didalam buku saku itu, ada panduan, wajib, sunnah yang yang harus selalu diperhatikan para calon haji. Karena biasanya dilapangan kita gugup, saking banyaknya orang,”paparnya
Danny menuturkan kepada JCH agar ikhlas dan selalu istigfar memohon perlindungannya.
“Kita harus memperhatikan kekompakan tim. Yang peling penting itu, makan dan minum harus diperhatikan. Karena kesehatan adalah hal utama bagi calon haji,”tutur Danny
Selain itu, Danny juga menitip doa Untuk Makassar Tidak Rantasa.
"Kepada JCH untuk senantiasa mendoakan kota Makassar menjadi kota aman, nyaman,kita juga harus menjaga nama baik Makassar. Mari kita melawan yang namanya ‘rantasa’ (jorok). Kalau sampai ki disana, bawa tong kodong disana MTR untuk didoakan supaya sukses,”pesannya (war)

   

Halaman 6 dari 76

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi