Metro Makassar

Sabri: Lewati Delapan Ton, Truk Ditahan

DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menteapkan pemberian sanksi melalui indikator berat tonasi maksimal delapan ton bagi truk yang masuk kota di siang hari.
Hal itu dilakukan untuk menghindari modus modifikasi truk guna menyiasati pelanggaran sanksi zona truk 10 roda yang beroperasional dalam kota di jam-jam tertentu.
Kepala Dinas Perhubunhan Kota Makassar, M Sabri, kepada BKM, Selasa (15/4), mengajelaskan, hingga kini pihaknya telah menahan delapan unit truk yang didominasi muatan material dan bangunan (rembang).
Dari delapan truk yang ditahan Dishub, beberapa diantaranya truk enam roda, namun dengan muatan di atas delapan ton.
"Jadi, sampai hari ini ada delapan truk yang sudah kami tahan. Dari delapan yang ditahan, ada beberapa diantaranya truk enam roda, tapi dari hasil uji tonase berat muatannya, di atas 8 ton," kata Sabri.
Sabri juga menyampaikan rencana pertemuan antara Walikota Makassar dengan Bupati Gowa di kantor Gubernur, Rabu (16/4) (hari ini, red). Pertemuan kedua kepala daerah yang difasilitasi Gubernur Sulsel ini akan membahas kesepakatan jam oprasional truk yang diatur melalui Peraturan Walikota (Perwali) Makassar.
"Besok (hari ini, red) pak wali dan pak bupati bertemu di kantor Gubernur Sulsel untuk membahas kesepakatan penerapan Perwali zona truk. Kita tunggu perkembangan selanjutnya dinda," ujar Sabri.
Untuk sementara, Dishub Makassar menahan delapan truk yang beroperasi di jam sibuk. Sabri mengaku, untuk tindak lanjutnya akan dikoordinasikan ke pihak Polrestabes Makassar. (ril/ams/b)

 

Stadion Barombong Dapat Dana Segar Rp 38 M

MAKASSAR, BKM -- Tahun 2014 ini, Kawasan Olahraga (KOR) Stadion Barombong mendapat suntikan dana segar dari APBD Sulsel sebesar Rp20 miliar dan Rp 18 miliar dari APBN.
Suntikan dana sebesar itu untuk melanjutkan pembangunan stadion yang disebut sebagai kawasan olahraga terbesar di Indonesia Timur ini. Dana sebesar itu dinilai dapat menyelesaikan pembangunan untuk tribun stadion.
"Kita masih menunggu anggaran dari pusat sebesar Rp 18 milliar yang masih dalam proses administrasi. Kita juga anggarkan melalui APBD Provinsi sebesar Rp 20 milliar tahun ini," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel, Ilhan Gasaling, Selasa (15/4).
Menurut Ilham, sambil menunggu anggaran cair pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Manager PSM soal penggunaan stadion Barombong untuk latihan.
"Stadion sudah bisa dimanfaatkan. Jadi, sambil menunggu perampungan tribun, kita akan gunakan untuk latihan bagi PSM," katanya.
Ilham yang akrab disapa Ille ini menjelaskan, pembangunan stadion ini memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sebab, stadion ini merupakan pusat latihan olah raga lainnya.
"Stadion ini akan menjadi pusat kawasan olah raga di Indonesia Timur yang dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap untuk para atlet," tambahnya.
Diketahui, stadion ini sudah menelan anggaran  puluhan  miliaran rupiah. Namun, hingga saat ini stadion Barombong ini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. (ucu/ams/b)

 

DKP Siapkan Konsep Pengelolaan Pertamanan

MAKASSAR, BKM -- Penanganan pengelolaan pertamanan di Kota Makassar ke depan akan dikelola melalui pembagian zona di 14 kecamatan.
"Kita sementara merancang konsep pengelolaan pertamanan yang lebih baik. Saat ini, tak bisa dipungkiri taman-taman yang ada butuh perhatian lebih serius guna mendukung penghijauan Kota Makassar," ujar Kabid Penghijauan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar, Navi Budianto, Minggu (11/4).
Menurut Navi, gambaran konsep pengelolaan pertamanan yang akan dibuat ini lebih jelas dan terarah. "Kita memang akan merancang konsep pertamanan di Kota Makassar. Pengelolaan dibagi lima zona. Setiap zona dilengkapi dengan personel dan peralatan. Personel fokus di zonanya masing-masing. Tidak ada lagi personel mengurus di daerah lain," ujar Navi.
Navi menjelaskan, konsep ini disiapkan untuk pelaksanaan tahun 2015 guna mengkawal program walikota dan wakil walikota Makassar terpilih.
"Konsep ini akan diajukan, mudah-mudahan bisa diterima. Memang konsep ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kalau ditaksir sekitar Rp 35 milliar," kata Navi.
Pada konsep ini, semua yang berkaitan dengan penghijauan akan dilakukan lebih fokus, seperti pengelolaan taman, penghijauan di tepi jalan, median jalan menata pohon dan beberapa objek lainnya.
Menurut Navi, konsep ini juga tentu mendapat dukungan dari masyarakat karena terkait dengan pengelolaan pertamanan dan tenaga penyapu jalan.
"Saat ini, pengelolaan taman hanya sekitar tujuh yang mendapat perawatan lebih baik. Sementara taman lainnya yang ada sekitar 30 masih butuh perhatian serius," katanya.
Adapun taman yang ada saat ini, seperti Taman Daya (Patung Ayam), Maccini, Kakatua, Taman Hasanuddin, Pattimura dan Taman Macan. (ucu/ams/c)

   

Alfamart Gelar Mini Soccer Competition 2014

MAKASSAR, BKM -- PT Sumber Alfaria Tijaya Tbk., pengelola ritel Alfamart, menyelenggarakan kompetisi olah raga untuk siswa Sekolah MenengahTingkat Pertama (SLTP). Bertajuk “Alfamart Mini Soccer Competition 2014”, kompetisi inidiluncurkan pada 13 April 2014 serentak pada 25 kota di Indonesia dandiperkirakan akan selesai 22 Juni 2014. Tapi, khusus Kota Makassar akan
diadakan tanggal 19 April di lapangan Hasanuddin, Jalan Jenderal Sudirman.
Marketing Communication Manager Alfamart, Rani Wijaya, menjelaskan, Alfamart Mini Soccer Competition 2014 merupakan bagian dari rangkaian kampanyeAlfamart untuk program FIFA World Cup 2014. “Sebagai official licensed
product FIFA World Cup Brazil 2014, kami menyelenggarakan berbagai aktivitas untuk memeriahkan gelaran FIFA 2014," katanya.
Alfamart Mini Soccer dilaksanakan, jelas dia, untuk menggali potensi, bakat-bakat muda di cabang olah raga, khususnya sepakbola, sejalan dengan tema yang diangkat, yakni “Bertanding, Bersahabat dan Berprestasi”. Salah satu segmen yang menjadi penggemar fanatik sepak bola dan futsal di Indonesia didominasi oleh remaja. " Untuk itu, kami menggelar kompetisi untuk siswa tingkat SLTP,” ungkapnya.
Menurut Branch Manager Alfamart Makassar, Basuki Rakhmat, Alfamart Mini Soccer di Makassar diikuti oleh 25 sekolah. Selain pertandingan sepak bola, jelasnya, dalam peluncuran Alfamart Mini Soccer dilaksanakan juga “Soccer Ball Games For Charity”, yakni pertandingan
futsal bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
”Soccer Ball Gamesdilaksanakan dengan konsep charity games. Kami memberikan apresiasi sejumlah uang tunai bagi dua tim ABK yang bertanding. Kami salut dengan
semangat mereka dalam bertanding,” papar Basuki.
Sementara bagi juara 1, Alfamart Mini Soccer 2014 berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 3.000.000, juara 2 Rp 2.000.000, juara 3 Rp 1.000.000, juara 4 mendapatkan Rp 500.000. Ditambah dengan Trophy dan medali untuk para pemenang. Hadiah juga diberikan bagi pemain dan supporter tim pilihan, yakni top scorers versi panitia mendapatkan hadiah sebesar Rp 500.000 dan
sertifikat. Sementara supporter tim terbaik mendapatkan hadiah sebesar Rp 500.000,.
“Alfamart Mini Soccer diharapkan menjadi ajang kompetisi yang disertai dengan semangat fair play serta menjadi sarana menjalin persahabatan antar sekolah,” pungkas Basuki. (ilo/ams/b)

 

Tiga Komisi Belum Gelar Rapat Evaluasi Triwulan

MAKASSAR, BKM -- Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 cukup menyita waktu para politisi yang duduk di DPRD Kota Makassar. Lima hari pascapemungutan suara, lembaga wakil rakyat ini belum terlihat melakukan aktifitas rapat.
Akibatnya, sejumlah agnda rapat yang harusnya mulai aktif April ini belum terlaksana dengan baik. Dari empat komisi yang ada, tercatat baru satu komisi yang menggelar rapat evaluasi triwulan pertama bersama sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) lingkup Pemkot Makassar.
Dari pantauan BKM, Senin (14/4), kantor DPRD Makassar masih dalam susana sepi. Hanya terlihat beberapa legislator yang berkantor meski tidak menjalankan agenda.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar, Bahkrief Arifuddin, mengaku, kondisi ini masih bisa dimaklumi. Pasalnya, beberapa legislator yang berstatus petinggi partai tingkat Kota Makassar masih disibukkan oleh persoalan rekapitulasi suara, termasuk anggota Dewan yang berstatus incumbent.
"Masih kita maklumi dinda. Memang sebagian besar legislator berstatus incumbent dan sebagian lagi pengurus di partai. Kita imbau agar pekan depan rapat evaluasi berjalan dan diharapkan semua legislator bisa korum," kata legislator Demokrat itu.
Satu komisi yang sudah menggelar rapat evaluasi triwulan pertama sebelumnya, yakni Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahaan. Komisi A sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah SKPD yang menjadi mitra kerjanya sebelum 9 April lalu. Kendati, rapat tersebut menuai polemik antar internal anggota komisi.
Dari hasil rapat evaluasi triwulan pertama Komisi A bersama SKPD, diketahui serapan anggaran untuk program dan kegiatan baru terealisasi diatas 10 persen. (ril/ams/b)

   

Halaman 6 dari 100

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA