Metro Makassar

Dewan Desak Bongkar Bangunan di Atas Fasum

MAKASSAR, BKM -- Komisi C DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membongkar semua bangunan yang berada di atas lahan fasilitas umum (fasum) yang merupakan aset Pemkot. Salah satunya adalah ruko di Jalan Toddopuli Raya Timur.
Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar Haris Yasin Limpo dalam rapat kerja pembahasan aset di kantor DPRD Kota Makassar bersama seluruh kelurahan, Kamis (24/7) meminta Pemkot melibatkan Polisi Pamong Praja untuk membongkar semua bangunan yang berdiri di atas fasum.
"Ini sudah tidak bisa dibiarkan karena fasum banyak dicuri diam-diam saya kira Pol PP sebaiknya bongkar semua bangunan tersebut kalau mereka tidak mau kembalikan aset Pemkot, " katanya.
Haris mengatakan, salah satu fasum yang sudah dicaplok diam-diam diantaranya di Jalan Toddopuli Raya Timur depan Hotel Kaisar. "Ini taman setiga Toddopuli dulu tapi sekarang di atasnya ada bangunan Circle K.  Ini harus dibongkar jika mereka tidak mau kembalikan," tegas Haris.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Irianto Ahmad mengaku jika Komisi C telah mengeluarkan rekomendasi agar fasum yang ada di Toddopuli Raya Timur tersebut segera dipasangi papan bicara bahwa lahan itu milik Pemkot.  "Dulu Komisi C merekomendasikan agar lokasi tersebut dipagari seng tapi sampai detik ini tidak ditindaklanjuti. Sekarang kita minta ketegasan pemkot agar lokasi itu segera diseng karena permasalahan ini sudah capek kita bahas, " ujarnya.
Pada rapat itu, anggota Komisi C Adi Rasyid Ali mengatakan permasalahan fasum merupakan tindakan perampokan sehingga Komisi C DPRD meminta dilakukan audit investigasi.
Zaenal Dg Beta yang memimpin rapat kemarin berharap Wali Kota Makassar tidak menyepelekan permasalahan pencurian fasum ini. "Pemkot sudah harus melaporkan hal ini ke kepolisian atau kejaksaan," singkatnya.
Rapat yang berlangsung alot ini akhirnya memutuskan agar Komisi C kembali mengeluarkan rekomendasi agar semua aset milik Pemkot yang tersebar di seluruh kecamatan segera dikembalikan. (eka/b)

 

Saat Salat Id, 12 Jalan Ditutup

MAKASSAR, BKM -- Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar akan menutup 12 ruas jalan saat pelaksanaan salat Id pada Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijiriah yang dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Masjid Raya dan Masjid Al Markaz Al Islami 28 Juli nanti.
Penutupan akan dilakukan mulai pukul 04.00 hingga 09.00 Wita. Dengan penutupan ini maka kendaraan dialihkan di sejumlah ruas jalan yang lain guna mengatasi kemacetan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham dalam rilisnya yang diterima BKM, Kamis (24/7) menyampaikan, penutupan 12 ruas jalan ini dilakukan demi terciptanya rasa aman dalam melaksanakan salat Id serta ketertiban dan juga kelancaran lalu lintas.
Adapun beberapa ruas jalan yang akan ditutup yakni beberapa jalan menuju Lapangan Karebosi seperti Jalan Ahmad Yani ditutup ke arah barat secara bertahap mulai dari persimpangan Jalan Ahmad Yani, Jalan Balai Kota sampai persimpangan Jalan Jampea.
Untuk Jalan MH Thamrin akan ditutup ke arah timur mulai dari persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Balai Kota hingga mengarah ke persimpangan Jalan Kajoalalido. Untuk lalulintas dari arah Jalan Sudirman akan ditutup hingga ke arah selatan secara bertahap mulai dari persimpangan Jalan Sudirman, Jalan Amanagappa sampai persimpangan Jalan Chairil Anwar dan berkahir di Jalan Ahmad Yani.
Sedangkan akses jalan dari Jalan Gunung Bawakaraeng akan ditutup ke arah timur secara bertahap mulai dari persimpangan Jalan Gunung Bawakaraeng, Gunung Lompo Battang sampai persimpangan Jalan Gungun Latimojong. Pada Jalan HOS Cokroaminoto akan ditutup ke arah selatan mulai dari persimpangan Jalan KH Ramli sampai Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Ahmad Yani. Sedangkan untuk arus lalu lintas di Jalan Nusa Kambangan akan ditutup hingga ke arah utara secara bertahap hingga ke Jalan Samalona sampai persimpangan Jalan Nusa Kambangan dan Jalan HOS Cokroaminoto.
"Bagi jemaah yang akan menggunakan kendaraan bermotor disediakan tempat parkir di Jalan Gunung Lompo Battang, Sungai Cerekang, M Jusuf, Sudirman , Amana Gappa, Ince Nurdin, MH Thamrin, Balai Kota dan Kajoalalido," jelasnya.
Kapolrestabes juga menjelaskan, untuk jalur yang menuju Jalan Masjid Al-Markaz akan ditutup dari Jalan Masjid Raya ke arah barat secara bertahap mulai dari persimpangan Jalan Masjid Raya, Kandea sampai ke persimpangan Jalan Masjid Raya dan Bandang.  Sedangkan Jalan Laccukang akan dilakukan penutupan jalan hingga ke arah utara secara bertahap mulai persimpangan Jalan Laccukang, Sultan Dg Raja sampai persimpangan Jalan Laccukang dan Cumi-cumi.
Untuk dari arah  Jalan Sunu akan dilakukan penutupan hingga ke arah selatan mulai dari persimpangan Jalan Sunu, Datuk Ribandang hingga persimpangan Jalan Sunu menuju Jalan Masjid Raya. Dari Jalan Langgau akan ditutup hingga ke arah barat dari persimpangan Jalan Langgau dan Petta Penggawa. Sedangkan Jalan Petta Penggawa ditutup hingga ke arah selatan dari persimpangan Jalan Petta Penggawa dan Jalan Langgau.
"Sedangkan untuk jamaah yang akan menggunakan kendaraan bermotor disediakan tempat parkir di Jalan Mesjid Raya, Kandea, Lamuru, Gunung Bawakaraeng, Urip Sumoharjo, Cumi-cumi, Sunu, Petta Penggawa, Komp. Unhas Lama.  Bagi kendaraan yang memiliki VIP disediakan tempat parkir di depan pintu masuk Jalan Masjid Raya," tulis Kapolrestabes.
Sedangkan untuk jalur yang ditutup menuju Masjid Raya Makassar adalah Jalan Andalas yang ditutup hingga ke arah selatan secara bertahap mulai persimpangan Jalan Andalas, Laiya hingga ke persimpangan Jalan Andalas dan Gunung  Latimojong. Untuk dari arah Jalan Bandang akan dilakukan penutupan jalan hingga ke arah utara secara bertahap mulai dari persimpangan jalan Bandang dan jalan Mesjid Raya.
Untuk lahan parkir yang diberikan bagi jamaah yang menggunakan kendaraan bermotor yang salat di Masjid Raya disediakan tempat parkir di Jalan Bandang, Latimojong,  Andalas dan Jalan Veteran. (mat/c)

 

Pelantikan Pejabat Tertunda Gara-gara Naskah Tertukar

MAKASSAR, BKM -- Pelaksanaan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV lingkup Pemprov Sulsel di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel sempat tertunda beberapa menit, Kamis (24/6). Hal ini disebabkan naskah sumpah jabatan yang hendak dibaca gubernur tertukar.
Peristiwa tertukarnya naskah sumpah jabatan ini sempat membuat suasana berubah menjadi tegang. Terutama pihak protokoler. Beberapa pegawai protokoler langsung kalang kabut mencari naskah sumpah jabatan yang asli.
Namun, sejumlah pejabat yang hendak dilantik kemarin tetap berdiri dalam posisi siap untuk membacakan sumpah jabatannya. Beruntung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mencairkan keadaan. "Karena bulan puasa, mungkin kita diuji," ujar Syahrul yang langsung membuat beberapa pegawai tersenyum.
Beberapa menit kemudian, petugas protokol datang dengan naskah sumpah jabatan yang benar dan pengambilan sumpah jabatanpun dilanjutkan.
Usai pengambilan sumpah Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa tidak ada yang sempurna dan tidak ada hal yang bisa terjadi tanpa kehendak Tuhan.
Sekadar informasi, sebanyak 42 pegawai dilantik menjadi pejabat eselon II, III dan IV. (san/c)

   

Teliti SMCR, PD III FBS Raih Doktor

MAKASSAR, BKM -- Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Syukur Saud meraih gelar Doktor ke-9 Jurusan Ilmu Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana (PPs)  UNM di Aula PPs Lantai 5, Rabu (23/7).
Gelar tersebut diperoleh setelah mempertahankan disertasinya dengan judul Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Deskripsi Bahasa Jerman Berbasis Source, Messase, Channel, and Receiver (SMCR) Berlo di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam ujian terbuka tersebut, Syukur menjelaskan model komunikasi SMCR Berlo merupakan model yang dikembangkan dalam merancang model pembelajaran menulis deskripsi bahasa Jerman yang terdiri dari sumber (source), pesan, (Message), saluran (Chanel), dan penerima (Receiver).
Dia mengatakan, dalam model Berlo sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya, keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya. Sedangkan pesan dikembangkan berdasarkan elemen, struktur, isi, perlakuan dan lambang. “Sedangkan untuk salurannya berhubungan dengan panca indera misalnya dengan melihat, mendengar, meraba, mencium, dan mengecap,” katanya.
Dari hasil penelitan yang dilakukan, Syukur menyimpulkan menciptakan sebuah model pembelajaran yang dianggap sangat relevan dengan metode SMCR Berlo di Sekolah. “Model tersebut saya sebut sebagai model SAUD yaitu Start, Action, Utilization, and Destination,” ujar dosen  yang pernah menempuh pelatihan bahasa Jerman di Universitas Munchen ini.
Selaku promotor, Prof. Dr. Jufri mengharapkan pengembangan model pembelajaran SMCR Berlo yang dikembangkan menuju model pembelajaran  SAUD memiliki posisi sentral dalam peningkatan kemampuan berbahasa Jerman siswa.“Semoga model pembelajaran bahasa SAUD mampu menjadi acuan dalam pembelajaran di Indonesia,” tutur dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian UNM ini.
Sementara itu selaku pimpinan sidang, Rektor UNM Arismunandar mengatakan Syukur berhasil menyelesaikan studinya dengan mendapatkan IPK  3,89 dengan predikat sangat memuaskan. Mantan ketua jurusan bahasa jerman ini juga sekaligus menjadi alumni doktor ke 239 UNM. “Semoga wawasan keilmuannya tidak berhenti sampai disini melainkan dapat terus dikembangkan,” ujar Rektor dua periode ini. (*)

 

PU Usul Anggaran Tidak Dicairkan saat Musim Hujan

MAKASSAR, BKM -- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengusulkan agar pencairan anggaran pemeliharaan dan bangunan air tidak dilakukan saat musim hujan agar saat pengerjaan tidak rusak akibat hujan.
Usulan ini disampaikan Kepala Seksi Pemeliharaan Bangunan dan Air Dinas PU Kota Makassar  Ir A Darmawagus, Kamis (24/7).
Menurutnya, saat hujan pengerjaan sulit dilakukan. Malah, kata dia, saat obyek sementara diperbaiki, tiba-tiba hujan sehingga bangunan kadang rusak terkena hujan.
Darma menyampaikan hal ini karena selama ini anggaran pemeliharaan yang dialokasikan dalam APBD Perubahan selalu bertepatan dengan musim hujan setiap tahunnya. Makanya, ia mengusulkan pada anggaran perubahan proses pencairan pemeliharaan tidak bersamaan dengan musim hujan.
Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa pekerjaan yang diusulkan masuk dalam pemeliharaan. Menurutnya, lokasi tersebut ditentukan berdasarkan hasil peninjauan oleh tim.
"Kalau melihat dari situasinya yang layak dikerjakan diantaranya wilayah Kecamatan Biringkanaya dan Tallo. Di Tallo seperti Jalan Teuku Umar Raya dan Sinassara. Di Kecamatan Tamalanrea beberapa jalan di BTP. Selain itu ada juga di Kecamatan Tamalate seperti di Jalan Talassalapang I dan II," ungkapnya.
Menyangkut pemeliharaan drainase, Darmawagus menyampaikan, berdasarkan hasil dari tim pemantau ada sekitar 15 lokasi yang menjadi skala prioritas untuk mendapatkan pemeliharaan yang diusulkan pada APBD Perubahan nanti.
"Proses pemiliharaan dan perbaikan serta pengerukan sedimen  pada tahap 1 dan 2 sudah selesai dengan jumlah titik lokasi  120 titik. Saat ini prosesnya sudah  berjalan pada tahap ketiga," ujar Darmawagus lagi. (ish/c)

   

Halaman 7 dari 109

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi