Metro Makassar

Alfamart Peringati Hari Kartini

MAKASSAR, BKM -- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart yang merupakan perusahaan ritel yang bergerak di bidang perdagangan, memperingati Hari Kartini, Senin, 21 April.
Seluruh manajemen office Alfamart yang berkantor di Jalan Kima 8, Blok SS NO 23 ini, mengenakan baju bodo yang merupakan pakaian adat Sulsel. Kebijakan ini berlaku satu hari dan dirangkai dengan coffee moorning.
"Seluruh karyawan kantor Alfamart memang tiap tahunnya memperingati hari Kartini. Untuk mengenangnya, karyawan diberikan arahan-arahan yang menyangkut dengan perjuangan Kartini. Harapannya, perempuan masa kini bisa meneladani perjuangan Kartini," kata Branch Manager Alfamart Cabang Makassar, Basuki Rakhmat.
Seluruh karyawan perempuan wajib mengenakan baju adat dan karyawan pria mengenakan setelan jas khas Makassar. Selain itu, karyawan juga berhak mengikuti foto kontes yang diadakan internal Alfamart. Khusus foto kontes ini, Alfamart Cabang Makassar langganan juara. Tahun lalu, Alfamart Cabang Makassar meraih juara dua dan tiga. (mat/ams/c)

 

DPRD Makassar Minta Pemkot Tingkatkan Pelayanan Publik

MAKASSAR, BKM -- Ada beberapa poin penting yang disampaikan sejumlah fraksi pada rapat paripurna tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Makassar 2009-2014 di DPRD Kota Makassar, Senin (21/4). Salah satunya adalah Pemkot diminta untuk meningkatkan pelayanan publik.
Seperti yang disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPi Nasran Mone, bahwa ada beberapa point rekomendasi Pansus sebagai masukan kepada Pemkot untuk kepemimpinan walikota-wakil walikota terpilih dan salah satunya adalah peningkatan sistem pelayanan publik. Sementara, beberapa point yang lain yakni tentang status fasilitas umum dan sosial yang masih dikelola GMTD serta kejelasan atas aset Pemkot yang dipihakketigakan.
Pada kesempatan itu, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyampaikan bahwa apa ia bersama wakilnya Supomo Guntur sudah bekerja maksimal membangun Makassar. Bahkan, Ilham menyampaikan sejumlah keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinannya.
Ilham mengatakan, apa yang menjadi capaian dan keberhasilan Pemkot selama satu priode ia memimpin adalah faktor keharmonisan antara dirinya dengan wakil walikota serta kolaborasi antara legsilatif dan eksekutif.
"Capain kerja tentu tidak selalu maksimal. Meski beberapa keberhasilan sudah kita raih bersama-sama. Tentu sebagai manusia biasa kita memiliki kekurangan. Tapi apa yang sudah kita capai tak telapas dari keharmonisasian kerja legislatif dan eksekutif dibawah kepemimpinan saya dan Pak Supomo Guntur," tutur Ilham di atas podium. (ril/c)

 

Nasran Mone Pamit di Paripurna

MAKASSAR, BKM -- Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Golkar, H Nasran Mone pamit kepada seluruh anggota DPRD Makassar dan seluruh pejabat Pemkot yang hadir pada rapat paripurna di DPRD Kota Makassar, Senin (21/4).
Nasran Mone pamit karena pada periode 2014-2019, ia sudah dipastikan tidak menjabat lagi sebagai anggota DPRD Kota Makassar. Anggota DPRD Kota Makassar tiga periode ini tidak terpilih kembali pada pemilu legislatif (pileg) 2014.
Penyampaian maaf yang ia sampaikan setelah membacakan rekomendasi pansus LKPj walikota lima tahunan dan disambut haru oleh puluhan legislator serta Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang juga hadir dalam rapat paripurna tersebut.
"Dengan mengakhiri pembacaan rekomendasi ini, dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan permohonan maaf saya selama menjabat sebagai anggota DPRD Makassar. Momentum ini juga bersamaan dengan detik-detik terkhir pak Ilham menjabat sebagai walikota, begitu juga saya yang saat ini detik-detik terakhir periode saya sebagai dewan," tutur Nasran diakhiri dengan kalimat bijak.
"Kalau semua doa kita diterima bagaimana kita belajar ikhtiar," ucapnya.
Nasran Mone tercatat sebagai legislator Makassar pada priode 1999-2004 silam. Nasran terpilih kembali menjadi anggota Dewan Makassar tahun 2004 dan berhasil kembali meraih kursi di tahun 2009.
Usai paripurna Ilham menyempatkan berpamitan dengan legislator yang hadir. Beberapa diantaranya, seperti legislator Golkar Rahman Pina sempat meneteskan air mata dan memeluk walikota dua periode itu sebelum meninggalkan ruang paripurna. (ril/c)

   

Nama Jokowi Tercantum, Distribusi Naskah UN SMP Ditunda

MAKASSAR, BKM -- Rencana pendistribusian naskah soal ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTs yang akan dilakukan pada 22 April terpaksa ditunda hingga tiga hari ke depan. Penundaan dikakukan karena ditemukannya salah satu soal yang mencantumkan nama Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta yang kini menjadi calon Presiden dari PDI Perjuangan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Salam Soba, Senin (21/4), menjelaskan, pendistribusian terpaksa diundur setelah diketahui terdapat kendala teknis. "Telah ditemukan satu soal yang terdapat nama salah satu tokoh yang sama di naskah UN SMA," katanya.
Menurut dia, pihak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini tengah melakukan perbaikan didampingi pihak percetakan dan Kepolisian. "Ditargetkan, perbaikan naskah memakan waktu hingga tiga hari," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla, menyesali kejadian tersebut terulang lagi. "Terdapat kelalaian dan penyimpangan terhadap pembuatan naskah. Saya harap ada ketelitian baik dari pihak-pihak terkait," katanya.
Perihal perbaikan naskah yang bisa berakibat kebocoran soal, menurut Adi, seharusnya pihak Kemendikbud melakukan pergantian soal dengan menyelipkan lembar naskah sebagai gantinya. "Tapi yang jelas, pihak Kemendikbud yang akan bertanggungjawab penuh dengan terjadinya hal tersebut," tegasnya.
Menurut informasi, sebanyak 148.365 siswa SMP di Sulsel akan ikut ujian nasional pada 5-8 Mei mendatang. Kemudian pada 19 April, naskah telah sampai di pelabuhan dan sebanyak 2.695 sudah diserahkan ke Disdik Sulsel. (san/ams/b)

 

Ibrahim Saleh Sekkot Makassar

MAKASSAR, BKM -- Teka-teki siapa sebenarnya yang akan menduduki jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, terjawab. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), sudah menunjuk Ibrahim Saleh, Asisten II Pemkot Makassar, sebagai Sekkot Makassar.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Latief, mengatakan, pihaknya sudah membuat SK (Surat Keputusan) sesuai dengan rekomendasi Kementerian. "Sesuai rekomendasi Kementerian, Ibrahim Soleh yang menjadi Sekkot," kata ujar Abdul Latief, kemarin.
Ditanya terkait apa yang menjadi penilaian sehingga Ibrahim Saleh dipilih, Latief menjelaskan, ada beberapa yang menjadi penilaian, baik pendidikan, lama jabatan maupun pengetahuan. "Hasil penilaian kemarin rata-rata seimbang, masing-masing memiliki peluang," katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, SK Sekkot sudah selesai dan sesuai dengan aturan. "Semua sudah sesuai dengan usulan Pemkot. Sisa ditandangani," ujar Syahrul saat dikonfirmasi via handphone, kemarin.
Penyerahan SK sendiri rencananya akan diberikan pekan ini, sepulang Gubernur dari Singapura.
Sementara itu, Ibrahim Soleh ketika dikonfirmasi, mengaku, dirinya belum tahu siapa yang keluar sebagai Sekkot. "Sudah keluar ya rekomendasi Kementerian? Saya belum tahu," kata dia.
Menurut dia, sebagai calon Sekkot, dirinya meminta yang terpilih nanti menjalankan tugasnya dengan baik. "Doakan saja, siapapun yang terpilih berarti, dialah yang terbaik," jelasnya. (san/ams/c)

   

Halaman 7 dari 102

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA