Metro Makassar

Dosen FKM UMI Lulus Cumlaude di PPs Unhas

MAKASSAR, BKM -- Jumlah dosen UMI bergelar  Doktor (S3) bertambah lagi. Dosen Yayasan  FKM St Fatimah berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih cumlaude dengan nilai  3,97.
Fatimah juga mendapat banyak pujian dari pengujinya termasuk penguji eksternal Prof. Soekiman, SKM.,MPS-Ph.D.
Saat mempertahankan disertasi berjudul Pengaruh Pemberian Suplemen  Multi Gizimikro Terhadap Perbaikan Profil Hematologi dan Kadar IGF-1 Remaja Puteri yang Menderita Anemia Gizi di depan penguji, promotor dengan pimpinan sidang yang juga co.promotor Prof Dr dr Suryani As’ad, MSc.,Sp.GK. Adapun tim pemibing dan penguji, Prof Dr dr Abdul Razak Thaha, MSc (Promotor), Prof dr Veni Hadju, MSc.,Ph.d  (Ko Promotor), Prof.Dr.dr. Suryani As’ad, MSc.,Sp.GK (Ko.Promotor), Prof Soekiman, SKM.,MPS-Ph.D (penguji eksternal), dr. Agussalim Bukhari, MS ( Penguji), Dr dr Nurhanuddin Bahar, MS ( Penguji), Dr, Saifuddin, MS (Penguji) dan Dr drs  A Zulkifli Abdullah,MS (Penguji).
Didepan penguji, Fatimah menguraikan tujuan penelitian yang dilakukan selama bulan Januari-Oktober 2013 mengenai pengaruh multi gizi mikro terhadap perbaikan profil hematologi dank afar IGF-1 remaja puteri yang menderita anemia gizi. Studi ini menggunakan rangan randomized double-blin controlled trial yang dilaksanakan di lima SMAN Kabupaten Maros dengan jumlah sampel 148 orang terdiri atas 73 orang kelompok BAF dan 75 orang kelompok MGM. Di akhir penelitian jumlah sampel berubah menjadi 111 orang yang terdiri atas  54 orang (kelompok BAF) dan 57 orang (kelompok MGM)
Dari penelitian kedua jenis suplemen yang diberikan kepada subjek penelitian memberikan efek positif yang sama terhadap perbaikan kadar hemoglobin, konsentrasi serum feritin, penurunan prevalensi anemia dan kadar IGF-I remaja puteri.
Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat FKM UMI (2008-2010) ini menyarankan kepada remaja puteri yang telah memperoleh menstruasi untuk mengkonsumsi suplemen gizimikro untuk menjaga kadar hemoglobin berada pada level normal dan cadangan feritin.
Salah seorang pegawai FKM UMI dan dosen FKM UMI menyampaikan, bahwa Anggota Pusat Pengembangan Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian UMI ini (2002), sangat gigih dan telaten dalam setiapsesuatu yang dikerjakan. “Dia orangnya focus dan teliti, sehingga penghargaan nilai cumlaude yang diberikan dalam promosi doctor sangat pantas, sebagai buah dari hasil kerjanya selama ini.
Sementara itu, dalam ujian, Fatimah banyak mendapat pujian dan ucapan selamat tidak hanya dari undangan yang hadiri, namun juga tim penguji, diantaranya penguji eksternal, Prof. Soekiman, SKM.,MPS-Ph.D.St, sebelum memberikan pertanyaan,       Prof. Soekiman, memberikan pujian dan ucapan selamat, karena selama dia membaca disertasi patimah, dia sangat enjoy dan sangat senang membacanya, sistematik dan jelas uraianyya,tidak membosankan bagi siap yang membacanya. Beliau juga membandingkan bahwa kadangkala dia membaca disertasi hanya sampai beberapa halaman, dia berhenti membacanya, karena tidak jelas mau kemana arahnya, tapi disertasi ini sangat jelas. Karena itu, Prof. Soekiman, meminta kepada calon doctor yang hadir untuk dapat menjadikan contoh isi disertasi st. patimah dalam teknik penulisan dan uraian pembahasan hasil penelitian.
Sementara  Prof.Dr. d. Abdul Razak Thaha, MSc, melihat hasil penelitian ini sangat bagus dan memiliki manfaat yang besar untuk menghaslkan generasi yang cerdas dan sehat ke depan. (man/ams/C)

 

Wali Kota Diminta Tinjau Perjanjian Kontrak Pasar Sentral

MAKASSAR, BKM -- Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Makassar (APPSM) yang dibawahi oleh Haji Andi Parenrengi meminta Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pamanto, untuk meninjau perjanjian kontrak yang telah dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Makassar Mall (APMM) dengan pihak developer, yaitu PT Melati Tunggal Inti Raya.

Menurut Andi Parenrengi, perjanjian yang dilakukan oleh pihak APMM dengan PT Melati Inti Tunggal Raya (MTIR) tidaklah berpihak kepada para pedagang. Pasalnya, perjanjian keduanya tidak melibatkan atau tanpa persetujuan pedagang yang ada di Pasar Sentral.
"APPM telah melakukan penyetujuan harga tanpa sepengatuhan pedagang. Ini merupakan pelanggaran yang ada di perjanjian," jelas Andi Parenrengi saat berkunjung di kantor redaksi Harian Berita Kota Makassar (BKM), Rabu (13/8).
Dia menjelaskan, musibah kebakaran yang tahun 2011 lalu juga perlu ditinjau kembali. Sebab, dalam perjanjian ada yang mengatakan bahwa developer bertanggungjawab penuh mengenai asuransi. Artinya, PT MTIR harus mengasuraniskan seluruh gedung pedagang sampai masa kontrak habis.
"Harusnya PT MTIR menyelesaikan gedung. Sedangkan pembangunan belum selesai dan PT Melati meminta pedagang membayar DP (uang muka) dan memberikan sertifikatnya," tegasnya.
Untuk itu, sebagai salah satu asosiasi pedagang di PasarSentral, pihaknya meminta wali kota memfasilitasi pertemuan antara ketiga pihak untuk membicarakan hal yang mesti diketahui bersama.
Untuk diketahui, kehadiran asosiasi baru di lingkup Pasar Sentral merupakan dorongan para pedagang sentral. Rata-rata pedagang buta mengenai perjanjian yang dilakukan developer dan pedagang.
Sekadar informasi, Pasar Sentral merupakan salah satu tempat besar perekonomian Kota Makassar berputar. Pada tahun 2011 lalu, Pasar Sentral terjadi musibah kebakaran. Pihak PT MTIR melakukan pembangunan kembali, namun tahun 2014 kembali mengalami musibah yang sama.
Sementara itu, Pengembang Pasar Sentral Makassar atau Makassar Mall, PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), menargetkan pembangunan pasar tersebut akan rampung akhir tahun 2014. Saat ini, proses pembangunan baru mencapai 40 persen.
Direktur PT MTIR, Imran Mahmud, menjelaskan, untuk tahap awal, pembangunan Pasar Sentral yang ditargetkan rampung akhir tahbun 2014 adalah hingga lantai tiga. "Pak wali kota menginginkan seperti itu," ujar Imran Mahmud, Rabu (13/8).
Dijelaskan Imran, bangunan Makassar Mall direncanakan memiliki sembilan lantai. Setiap lantai memiliki lahan parkir sendiri. "Saat ini, pekerjaan sudah mencapai lantai tiga. Kami upayakan selesai akhir 2014  mendatang," ujar Imran.
Dijelaskan Imran, pada basemen nanti, sebagiannya akan ditempati oleh pedagang yang bersertifikat. Sedangkan sebagian lainnya akan ditempati oleh Pedagang Kaki Lima (PK-5). Selain itu, jelas Imran, pada basemen juga akan ditempati pasar segar.
"Ada juga lantai dasar. Pada lantai satu akan dibuatkan drofson dan akan ditempati pedagang lama yang bersertifikat. Kemudian lantai 2 terdapat mall dan itu dijual secara umum melalui pihak PT MTIR. Lantai 3 ditempati penjual makanan (puskor) juga mall," jelas Imran.
Sementara itu, Direktur Pasar Makassar Raya, Rusman Abu Thahir, mengatakan, pihaknya hanya menginginkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh PT MTIR berpihak pada pedagang.  "Kami hanya meminta agar kebijakan MTIR berpihak kepada pedagang," ujarnya. (san-ish/ams/b)

 

Pansus Hilangkan Klasifikasi Pengecer Miras

MAKASSAR, BKM -- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Makassar, menegaskan, pihaknya tetap akan menghilangkan klasifikasi pengecer dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras (Miras) yang saat ini masih berproses dalam rapat pansus dan segera akan diputuskan, Jumat (15/8) depan.
Anggota Pansus DPRD Kota Makassar, Hamzah Hamid, mengaku, penghapusan status pengecer miras akan tetap dilakukan dalam salah satu poin Perda tentang Miras Kota Makassar.
"Semua anggota pansus menginginkan penghapusan status pengecer, sehingga ke depannya tidak boleh lagi ada pengecer yang berjualan miras," katanya.
Senada, anggota DPRD Kota Makassar lainnya, Rafiuddin Kasude alias Udin Golgo, juga mengakui hal yang sama. "Pembahasan masih dilakukan sekali lagi pada hari Jumat depan. Selanjutnya akan disahkan dalam rapat pansus. Intinya kita semua pansus sudah sepakat untuk menghilangkan status pengecer dalam perda miras, sehingga sudah tidak ada pengecer," ucapnya.
Ia menjelaskan, jika nantinya setelah perda miras disahkan, sudah menjadi kewenangan Satpol PP maupun Kepolisian untuk mengawasi atau menangkapi semua pengecer jika masih ada yang melakukan aktifitas. "Mereka yang membeli di pengecer kalau pun ada tidak boleh membawa pulang, tapi minum di tempat," jelasnya.
Pertimbangan sehingga dihapusnya pengecer, menurut Udin Golgo, selama ini mereka menjadi faktor pemicu terjadinya tindak kriminal di tengah masyarakat, seperti perang kelompok, pencurian dan penyakit masyarakat lainnya. "Alasannya jelas, banyaknya pengecer miras yang tersebar di seluruh daerah di Kota Makassar sehingga miras gampang terjangkau, tanpa ada pengawasan. Akibatnya, dampaknya meningkatkan tindak kriminalitas di tengah masyarakat," tandasnya. (eka/ams/b)

   

Minat Calon Maba Masuk UNM Meningkat

MAKASSAR, BKM -- Calon mahasiswa baru (maba) yang berminat masuk mendaftar ke Universitas Negeri Makassar (UNM) dari tahun ke tahun terus meningkat signifikan.
Untuk tahun 2014 ini, jumlah peminat yang mendaftar melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mencapai 44.557 orang dan Jalur Mandiri 5.753 orang.
Sementara untuk jumlah calon mahasiswa baru yang lulus dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 1.886 orang (5,2 persen dari jumlah pelamar), SBMPTN 1.439 (3,2 persen), dan jalur mandiri 786 (13,7 persen).
Demikian disampaikan Rektor UNM, Prof Dr Arismunandar dalam sambutannya pada cara Dies Natalis ke-53 tahun UNM yang diselenggarakan di gedung menara Phinisi UNM, Rabu (13/8).
"Program studi yang mempunyai tingkat keketatan penerimaan mahasiswa baru sangat tinggi adalah Prodi Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Biologi dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris," katanya.
Pada Dies Natalis kali ini juga, Rektor Arismunandar menganugerahkan penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Penghargaan itu diberikan sebagai wujud atas prakarsa dan komitmen Syahrul Yasin Limpo selama ini dalam pengembangan dunia pendidikan di Provinsi Sulsel.
"Gubernur kita telah banyak berjasa terutama dalam menggagas banyak program untuk peningkatan kualitas pendidikan, seperti pendidikan gratis, beasiswa SPP gratis bagi mahasiswa, peningkatan kualitas guru dan program 1.000 doktor yang turut dirasakan civitas akademika UNM khususnya," ungkapnya.
Menurut Arismunandar, komitmen bersama Pemprov Sulsel dalam peningkatan guru bahasa daerah dengan tujuan melestarikan budaya bahasa daerah juga terus terjaga. Tak hanya itu, kerjasama dengan Pemkab Pangkep juga hingga saat ini terbangun. Diantaranya dengan membentuk sekolah laboratorium berstandar internasional.
"Kita juga merintis diterapkannya sekolah model di Sulsel untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bekerjasama dengan pusat penjaminan mutu pendidikan, badan pengembangan sumber daya manusia pendidikan dan kebudayaan dan penjaminan mutu pendidikan (BPSDMPK dan PMP)," ucapnya.
Selain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, turut hadir pula Ketua Komnas HAM RI, Prof Dr Hafid Abbas dan undangan lainnya. (eka/ams/b)

 

BKD Tinggal Mununggu Penetapan Formasi CPNS

MAKASSAR, BKM -- Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jajaran Pemkot Makassar masih menunggu penetapan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB RI).
Kepala Bidang Pecerncanaan dan Kepegawaian BKD Kota Makassar, Ikhsan NS, saat ditemui BKM di ruang kerjanya, Rabu (13/8), mengatakan, pendaftaran CPNS belum dimulai.
"Kami tinggal menunggu informasi dari pusat. Selama ini, kami acap kali memonitoring informasi pendaftaran CPNS tersebut, baik lewat komunikasi via telepon maupun website Kemenpan RI," katanya.
Ikhsan menjelasakan, selama ini formasi yang diberikan oleh pihak Kemenpan RI hanya 88 formasi. "Sudah lama kami kirim, tinggal menunggu keputusan dari Kemenpan," katanya.
"Jadi, berkas 88 orang itu sudah lama kita kirim dan selama ini kami terus melakukan komunikasi dengan BKN. Kalau formasi sudah ada, kita segera melakukan rapat dan barulah dibuka pendaftaran," ungkapnya.
Ikhsan menambahkan, pendaftaran CPNS nanti dilakukan secara online. "Tinggal peserta nanti mendaftarkan dirinya melalui online situs BKN," katanya. (ish/ams/b)

   

Halaman 7 dari 88

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi