Metro Makassar

Selandia Baru akan Bangun Industri Pangan di Makassar

MAKASSAR, BKM -- Setelah Makassar dinobatkan sebagai kota paling aman dalam melakukan bisnis, Kedutaan Besar Selandia Baru langsung tertarik berinvestasi di kota ini. Selandia Baru menilai kota Makassar sebagai tempat yang menjanjikan dalam melakukan kerjasama dalam bidang investasi pangan.
Keinginan Selandia Baru berinvestasi di Makassar disampaikan Duta Besar (Dubes) Selandia Baru untuk Indonesia, David Taylor saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanti di Hotel Grand Clarion Makassar, Minggu (31/8).
David mengatakan, ia ke Makassar bersama dengan Dewan Bisnis ExportNZ/ASEAN Selandia Baru 2014, dalam misi perdagangan.  
"Kami datang untuk lebih memahami Makassar, melihat apa saja peluang bisnis jangka panjang yang bisa dilakukan dan kami sudah siap untuk bermitra," kata David.
Di tempat yang sama, Komisioner Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, Tim Anderson mengatakan, dirinya sangat tertarik untuk melakukan investasi dalam bidang pangan. Tidak hanya itu, pria yang fasih berbahasa Indonesia ini menyatakan ketertarikannya untuk belajar di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dalam pengelolaan tata kota dan hunian.
"Kami datang membawa sejumlah tenaga ahli dalam bidang pangan, untuk melihat makanan sehat apa yang bagus kita buat di Indonesia," ungkap Tim.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyambut antusias kedatangan Dubes Selandia Baru ini. Dengan menggunakan bahasa Inggris, mantan konsultan tata ruang ini, memaparkan kondisi Kota Makassar, mulai dari letak geografis, penduduk, tempat wisata, peluang bisnis maupun visi misinya sebagai Walikota yang baru dilantik bersama Syamsu Rizal, tiga bulan lalu.
Danny mengemukakan, bahwa Kota Makassar, baru saja dinobatkan sebagai kota bisnis terbaik di Indonesia tahun 2014, dengan menduduki peringkat tertinggi dengan indeks kepuasan para pebisnis.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, namun lemah akan pengolahan. Untuk itu, dirinya berharap, para investor mau membuka pabrik pengolahan pangan di Kota Makassar.
"Kedatangan Dubes Selandia baru ini, tentunya berdampak positif bagi Makassar, apalagi mereka tertarik berinvestasi dibidang pangan, saya berharap bisa membuka pabrik disini. Jadi dapat menyerap tenaga kerja dan tingkat ekonomi meningkat" harap Danny.
Danny menambahkan, untuk membangun kota, dirinya harus memberikan kesempatan dan membuka diri kepada publik dunia dalam memperkenalkan kota Makassar. Semakin banyak yang tertarik datang ke Makassar, maka semakin banyak uang yang akan beredar di Masyarakat.
"Kami siap menjemput semua bentuk investasi yang baik, yang memberi dampak positif bagi pembangunan dan masyarakat Makassar" ungkapnya.
Dirinya menambahkan, salah satu daya tarik orang mau berinvestasi di Makassar, karena merupakan kota yang memiliki Waterfront City, di Kawasan Pantai Losari yang menggambarkan sebagai lanskap kota modern yang tidak kalah dengan wajah muka kota-kota modern di beberapa negara maju. (*)


 

DPRD: Kesadaran Warga Masih Minim

MAKASSAR, BKM -- Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar Irianto Ahmad menilai kesadaran masyarakat atas pentingnya kebersihan masih minim. Ini dilihat dengan masih banyaknya tumpukan hampir di seluruh wilayah kota ini.
"Saya masih sering tumpukan sampah dimana-mana, di lokasi yang bukan tempat pembuangan sampah. Selain itu masih banyak penumpang mobil yang membuang sampahnya di jalan," kata Irianto Ahmad belum lama ini.
Menurutnya, dengan program Makassarta Tidak Rantasa (MTR) yang digagas Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, ia berharap kesadaran masyarakat bisa membaik.
"Pertanyaannya maukah masyarakat kita komitmen akan itu. Sering saya temui mereka yang sedang makan di atas mobil kemudian membuang sampahnya ke jalan raya melalui kaca mobilnya. Nah ini semuanya karena kesadaran masyarakat memang yang kurang baik akan pentingnya kebersihan," katanya.
Irianto mengatakan, kesadaran masyarakat baik individu maupun berkelompok sangat dibutuhkan dengan kondisi Makassar yang akhir-akhir ini semakin panas, dan cuaca semakin tak menentu.
"Hari ini bisa terasa sangat panas, tapi tiba-tiba bisa berubah hujan lebat dan menyebabkan banjir. Ini adalah salah satu fenomena alam yang tak terduga dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita cenderung menyalahkan orang lain dan tak pernah berkaca pada perilaku diri kita sendiri yang suka mengotori lingkungan,"ungkapnya.
Untuk itu, aa berharap masyarakat melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat. Paling tidak ikut berpartisipasi menyelamatkan Kota Makassar yang semakin panas, mengurangi pencemaran lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat lainnya agar memiliki kepedulian terhadap lingkungannya.
"Upaya kecil yang mungkin bisa kita lakukan secara terus menerus adalah membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghematan listrik, menghemat penggunaan BBM, meminimalisir penggunaan kertas dan plastik serta tidak boros dalam menggunakan air," ujarnya.
Irianto berharap Pemkot Makassar melalui dinas terkait tak pernah berhenti melakukan segala cara dalam membangun kesadaran masyarakat untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Mulai dari hal-hal kecil seperti menyediakan tong sampah di beberapa tempat termasuk di taman-taman kota. Sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat juga harus gencar dilaksanakan agar membuang sampah pada tempatnya. (eka/c)

 

Catar AMI Veteran Digembleng Disiplin dan Kebersamaan

MAKASSAR, BKM -- Pendidikan dan Latihan BelaNegara (Diklat Belneg) bagi calon taruna dan taruni Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Indonesia telah berhasil meningkatkan disiplin dan kebersamaan. Hal ini menjadi bekal jika kelak mereka menjadi pelaut.
''Dengan selesainya Diklat Bela Negara ini kita berharap calon taruna dan taruni AMI Veteran nantinya bisa menjadi pelaut ulung dan tangguh, tanpa mengabaikan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Saat berkiprah di dunianya, mereka tidak terlalu terkontaminasi dengan dunia luar. Apalagi nantinya lebih banyak menjadi pelaut di luar negeri,'' kata Komandan Dodik (Komando Pendidikan) Rindam VII/Wirabuana Letkol Inf Abdul Sakur pada penutupan Diklat Belneg, Sabtu (30/8).
Diakui Abdul Sakur, Diklat Belneg bagi catar AMI Veteran ini sudah beberapa angkatan dilaksanakan di Rindam VII/Wrb. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan. Hal itu tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan pihak kampus, karena terlebih dahulu digembleng di kampus selama beberapa hari sebelum masuk ke Rindam, sehingga pelatih tidak banyak menemui kesulitan.
Direktur AMI Veteran Amrin Rani berharap, dengan selesainya Diklat Belneg ini, akan meningkatkan kecintaan para taruna dan taruni terhadap tanah air. Bela negara dijiwai dengan moral dan etika, karena telah ditempa selama diklat berlangsung.
''Setiap tahun kita selalu melakukan evaluasi terhadap Diklat Belneg bagi catar dan catari AMI Veteran. Kekurangan tahun lalu kita lengkapi tahun ini. Hasilnya, ada peningkatan sesuai yang diharapkan. Seperti cara bertingkat serta kesiapan mental dan fisik,'' jelas mantan Pembantu Direktur (Pudir) II AMI Veteran ini.
Salah seorang taruni yang baru menyelesaikan Diklat Belneg Anita Febrianti Nabila, mengaku dari kegiatan ini mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untuk menjadi bekal. ''Kegiatannya seru. Kita diajarkan disiplin dan kebersamaan. Kalau ada kesalahan, ada sanksinya. Fisik dan mental juga ditempa,'' kata catar Program Studi Nautika ini.
Kepala Bagian Humas AMI Veteran Alfian Umar mengatakan, pada rangkaian Diklat Belneg ini telah dilakukan pembaretan terhadap catar dan catari. Usai penutupan, selanjutnya para catar/catari diberi waktu untuk libur. Selanjutnya mereka akan masuk lagi sebagai persiapan  menjelang pelantikan menjadi taruna, yang rencananya dilaksanakan Sabtu, 6 September. (rus)

   

Ketua KNPI Lantik Pengurus GAMKI Sulsel

MAKASSAR, BKM -- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel Mizar Rahmatullah Roem melantik pengurus Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulsel di sekretariat DPD GAMKI Sulsel di Jalan Gunung Bawakaraeng, Sabtu (30/8).
Pengurus DPD GAMKI Sulsel yang dilantik kali ini dipimpin oleh ketuanya Andarias Somba Tonapa, SH, M. Hum dan sekretarisnya Haniel Alfred Alexander.
Dalam sambutannya, Mizar menyampaikan bahwa eksistensi dan perjalanan KNPI tidak lepas dari dinamika dan peran-peran kelembagaan, termasuk GAMKI. "Kehadiran dan keterlibatan teman-teman GAMKI di KNPI Sulawesi Selatan telah memberikan warna tersendiri bagi KNPI. Tanpa GAMKI dan GMKI, rasanya KNPI kehilangan salah satu warnanya, apalagi sejarah lahirnya KNPI tidak lepas peran GAMKI," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Sulsel Andarias Somba Tonapa yang untuk kedua kalinya memimpin GAMKI Sulsel mengatakan GAMKI dan KNPI memiliki hubungan yanh erat sehingga keduanya harus saling mendorong untuk memajukan generasi muda khususnya di Sulawesi Selatan.
"Saya berharap dukungan dan bimbingan dari KNPI untuk membangun generasi muda ke depan," kata Andarias Somba Tonapa. (rif/c)

 

Penerapan Perwali Truk Melemah Pemkot Izinkan Masuk Tapi Dikawal Dishub

Perda dan Perwali Lemah:
-Perwali  nomor 94 Tahun 2013 tentang larangan truk dalam kota siang hari.
-Perwali Larangan Gudang Dalam Kota
-Perwali No 2 Tahun 2010 pelarangan pemasangan segala bentuk atribut dan reklame di sekitar rumah ibadah, kantor-kantor pemerintahan, dan sekitar sekolah.
-Perda No 2 Tahun 2008  tentang pembinaan anak jalanan
-Perda No 15 Tahun 2009 tentang perlindungan, pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern
-Perda tentang Pengelolaan Rumah Kos
-Perda tentang Retribusi Jasa Usaha
-Perda tentang Jasa Umum
-Perda tentang Prasarana, Sarana, Utilitas Kawasan, Industri, Perdagangan, Perumahan dan Pemukiman atau Fasilitas umum dan Fasilitas Sosial
-Perda Pengelolaan Retribusi Pelayanan Persampahan.

REPORTER: RIZKA HAKIM
EDITOR:WARTA SHALLY HIDAYAT

MAKASSAR, BKM-- Penerapan sejumlah aturan yang dilahirkan Pemerintah Kota Makassar berbentuk peraturan daerah dan peraturan Wali Kota Makassar semakin kemah. Misalnya saja, perwali  nomor 94 Tahun 2013 tentang larangan truk dalam kota siang hari.
Perwali yang diwarisi Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini sempat berjalan maksimal selama tiga bulan,  termasuk sanksi tilang bagi yang melanggar. Hanya saja, dalam satu bulan terakhir kegiatan kendaraan truk tambang galian C dan peti kemas (kontainer) kembali berlangsung di siang hari, seperti di Jalan AP Pettarani. Ada kesan pemkot dalam hal ini dinas perhubungan melakukan pembiaran.
BKM yang menghubungi pengguna jalan mengaku perwali larangan truk dalam kota hanya sebagai peraturan tak bertaji.
"Ketika perwali ini baru diterbitkan saja terlihat kesibukan di lapangan. Namun berselang beberapa hari kemudian tidak lagi pengawalan, bahkan pelanggar aturan dibiarkan kembali seperti keadaan semula tanpa ada penindakan. Ujung-ujungnya yang menjadi korban kami selaku pengguna jalan,"tegas Syamsi pegawai percetakan ini.
Ironisnya lagi, Pemerintah Kota Makassar kembali membuat aturan baru soal pemberian izin operasi bagi truk yang akan beraktifitas di siang hari. Padahal jelas-jelas dalam perwali, truk dilarang beroperasi antara pukul 05.00 hingga pukul 21.00 wita dan baru diizinkan kembali beraktifitas normal di luar jam tersebut.
Wakil Wali (Wawali) Kota Makassar, Syamsu Rizal MI saat berada di Press room Balaikota, Selasa (26/8)  mengungkapkan, truk yang beroperasi diluar jam operasional telah mengantongi izin khusus dari dinas perhubungan (Dishub) Kota Makassar.
“Truk yang beroperasi siang hari yang telah mengantongi izin karcis melintas untuk proyek-proyek tertentu,” katanya.
Bahkan tambah pasangan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto ini mengakui aktifitas truk 10 roda diluar jam yang ditentukan sudah melalui pengkajian dari Dishub.
“Tidak masalah truk beraktifitas siang hari, tapi mereka butuh izin khusus dengan pertimbangan kalau tidak jalan diwaktu tersebut maka proyek yang ada di Makassar akan mandek,” ujarnya.
Ia mencontohkan misalnya proyek pembangunan fasilitas umum, dan proyek-proyek untuk kepentingan pembangunan perekonomian kota Makassar.
Namun dengan syarat, lanjut Deng Ical sapaanya Syamsu Rizal, mereka (pengusaha truk) harus melapor ke Dinas Perhubungan kota Makassar dan mendapat pengawalan.
“Yang melintas diluar waktu perlintasannya harus minta izin dan kalau dianggap perlu beroperasi harus dikawal khusus. Perhatikan ki kalau ada mobil truk lewat ada motor dinas perhubungan, atau pengawalan yang ikut. Itu berarti dia berizin,” ucap Deng Ical.
Sambung Deng Ical, dalam perwali juga menjelaskan keputusan lainnya secara teknis diatur wali kota. “Misalnya ada barang di pelabuhan dan kalau tidak jalan ki menganggu disana. Harus menggunakan mobil tronton, kasi tau memang mi perhubungan supaya lewat dan dikawal,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan, Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Makassar, Hasan Bisri. Menurutnya, tidak ada larangan aktifitas truk dalam kota khususnya bagi truk roda enam. Yang dilarang beraktifitas hanya truk yang bertonase berat seperti roda 10 karena dapat merusak volume jalan. Hasan juga membantah jika Dishub mengeluarkan kartis bagi truk yang diberikan izin khusus.
"Saya tidak tahu soal kartis, saat dilapangan kami tidak pernah melihat kartis,"singkatnya.
Menyikapi sikap dari pemkot, anggota DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil menyesalkannya. Menurut Mudzakkir seharusnya setiap peraturan berbentuk perda maupun perwali harus ditegakkan tanpa ada kompromi. "Banyak perda yang penerapannya tidak berjalan efektif karena tidak adanya sikap tegas termasuk koordinasi antar institusi terkait dalam pelaksanaannya ,"katanya.
Ia mencontohkan perda pelarangan operasi truk roda sepuluh di jalan protokol tidak berjalan maksimal meski sudah diback-up dengan perwali tetap saja tidak efektif. "Coba koordinasi antara Dishub dan kepolisian, pasti pelaksanaannya akan berjalan maksimal karena saling mendukung,"terang anggota Komisi C ini.
Senada dengan Mudzakkir, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Makassar, A Fadly F Dharwis  mengatakan Pemkot Makassar harus bisa bertindak tegas dalam penerapan aturan. "Pelaksanaan harus maksimal, itu merupakan kewenangan Pemkot Makassar. Pelaksanaan aturan terkadang tidak berjalan efektif karena adanya celah oknum yang bermain,"singkatnya. (eka/b)

   

Halaman 2 dari 80

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi