Politik

Caleg dan Ketua DPC Gerindra Diujung Tanduk Pekan Depan Latinro Evaluasi Mereka

MAKASSAR, BKM--Nasib calon anggota legislatif (Caleg) terpilih dan ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulsel diujung tanduk.
Ancaman yang dilontarkan Ketua DPD Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung untuk mengevaluasi mereka usai pilpres ternyata bukan hanya gertak sambal.
Rencananya pekan depan, La Tinro akan mengevaluasi dan mengeluarkan sanksi tegas ke caleg dan ketua DPC Gerindra di kabupaten dan kota yang tidak bekerja maksimal mendukung pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Cawapres Hatta Rajasa di pilpres, 9 Juli lalu.
Selain itu, evaluasi juga berlaku bagi caleg yang tidak terpilih namun masuk dalam struktur pengurus serta bagi pengurus DPC yang tidak berdomisili di daerah tersebut.
"Evaluasi ini bukan hanya caleg, tapi juga untuk pengurus. Ini sering dilakukan Partai agar organisasi ingin menjadi besar,"ujar La Tinro, Kamis (31/7).
Mantan Bupati Enrekang dua periode ini juga mengaku, ada banyak laporan yang menyebutkan kader Gerindra tidak bekerja pada pilpres, bahkan ada yang bekerja untuk pemenangan capres lain.
"Ini yang akan kami benahi dulu, agar partai semakin kuat,"ujarnya.
Hal sama dikemukakan ketua DPC Gerindra  Kabupaten Gowa, Darmawangsa Muin yang menyebutkan ada calegnya yang menjadi lawan di pilres.
"Iya di Gowa ada caleg seperti itu. Mereka bekerja untuk pasangan capres nomor urut 2 Jokowi-JK,"ujar Darmawangsa.
Anggota DPRD Sulsel terpilih ini juga berjanji akan mencoret kader pembangkang diwilayah kerjanya. "Kami juga akan tegas mencoret mereka dari pengurus,"ujar mantan legislator Gowa ini. (rif/b)

 

Timses Prabowo Protes KPU Buka Kotak Suara

MAKASSAR, BKM--Tim sukses pemenangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Cawapres Hatta Rajasa dari Koalisi Merah Putih Sulsel memperotes sikap dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel yang telah membuka kotak suara, Rabu (30/7) malam.
Protes tersebut disampaikan langsung koordinator saksi Merah putih Sulsel, Baskam.
Menurut Baskam, langkah yang dilakukan KPU membuka kotak suara sebagai bentuk kecurangan.
"Terkait peristiwa semalam dimana KPU membuka kotak suara adalah bentuk kecurangan. Kami akan sampaikan secara resmi ke seluruh pengurus Partai Koalisi Merah Putih termasuk para saksi dan relawan untuk melawan kecurangan dan kebohongan yang dilakukan oleh KPU,"tegas Baskam.
Apalagi, kata Baskam, pengalaman disetiap sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi semua bentuk perintah MK dituangkan dalam amar putusan. Seperti  perintah diskualifikasi, pemilihan suara ulang dan perhitungan suara ulang. Jadi kalau sikap KPU membuka kotak suara atas perintah MK itu bohong, sebab sidang baru akan digelar Rabu (6/8) mendatang.
"Seharusnya setiap kegiatan yang terkait kotak suara, PSU seharusnya melalui amar putusan MK. Kami meminta saksi yang melihat kejadian itu segera melaporkan ke panwas dan kepolisian sebab itu perbuatan pidana pemilu,"ujar Baskam.
Menyikapi protes tersebut, Kabag Humas KPU Sulsel Asrar Marlang, Kamis (31/7) mengaku, langkah pembukaan kotak suara ulang di kantor KPU Sulsel semata-mata hanya untuk mencocokkan dan menyusun jawaban atas permohonan di MK.
"Kita hanya mensinkronkan dan menyusun alat bukti sebagai jawaban di MK. Itupun dihadiri komisioner daerah serta pihak panwas dan dari kepolisian. Apalagi 1 Agustus besok (hari ini) jawaban sudah harus di kumpul di KPU Pusat, makanya ini percepat,"jelasnya.
Hal senada diungkapkan Komisioner KPU Bulukumba, Ambar Rusnita. Dia mengaku kehadirannya di kantor KPU Sulsel untuk mempersiapkan alat bukti terkait daftar pemilih khusus tambahan (DPKTB).
"Kita mengumpulkan alat bukti untuk ke MK berupa DPKTB,"ungkapnya.
Terpisah, Kabag Humas Bawaslu Sulsel, Abdullah juga mengaku, langkah yang diambil KPU untuk membuka kotak suara adalah hal yang wajar saja.
"Itu wajar saja, inikan untuk mencocokkan data karena ini akan dibawa ke MK,"pungkasnya.(rif/war/c)

 

Seknas: Alwi Hamu Layak Masuk Kabinet

MAKASSAR, BKM--Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi siap memberi masukan kepada presiden terpilih Joko Widodo dalam penyusunan kabinet mendatang.
Menurut ketua presidium Seknas Jokowi Sulsel Muljadi Prajitno, bila dibutuhkan maka pihaknya tentu siap memberikan masukan sekaitan calon menteri pendamping Jokowi-Jusuf Kalla memimpin indonesia lima tahun kedepan.
"Kalau diminta tentu kami siap berikan masukan ke Presiden terpilih"ujar Muljadi, Rabu (30/7).
Terkait peluang tokoh Sulsel masuk dalam kabinet Jokowi-JK, Mulyadi menyebut sejumlah nama yang mampu dan memiliki track rekor yang baik  diantaranya Alwi Shihab, Hamid Awaluddin, Syahrul Yasin Limpo, Alwi Hamu dan Akbar Faisal.
Nama Syahrul yang juga gubernur Sulsel dan tokoh Sulsel HM Alwi Hamu dinilai memiliki kans yang kuat masuk dalam kabinet Jokowi-JK.
"Meski demikian, soal pengangkatan menteri dan pejabat setingkat menteri itu merupakan hak prerogatif presiden,"ujar Muljadi.
Sebelumnya, ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad juga berharap agar SYL dapat diakomodir dalam kabinet Jokowi-JK. Alasannya, selain pengalaman di birokrat, sejumlah prestasi yang diraih mantan bupati Gowa dua periode sangat membanggakan Sulsel. "Saya pikir pak Syahrul sangat layak masuk kabinet"ujar Azhar yang juga tokoh NU Sulsel ini.
Seknas juga meminta agar capres terpilih hendaknya  mencermati usulan masyarakat atau relawan melalui sosial media yang disediakan untuk penyaluran aspirasi rakyat terkait komposisi kabinet.
"Suara rakyat dalam usulan calon menteri penting sebagai bentuk partisipasi publik. Meskipun dengan hak prerogatif presiden untuk menentukan menteri tetap menjadi kewenangan presiden, usulan masyarakat menjadi pertimbangan terutama mengenai integritas, kapasitas dan komitmen  kebangsaan Seknas tidak dalam posisi mencari kekuasaan atau mempengaruhi keputusan namun tetap menjaga profesionalisme. Tetap kritis dan menjaga moralitas dukungan,"kata Muljadi.(rif/war/c)

   

Tiga Bakal Cabup Barru 'Perang' Baliho

BARRU, BKM-- Bakal calon bupati Kabupaten Barru mulai 'Perang' baliho untuk bersosialisasi dan mendapatkan simpatik dari masyarakat Barru jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang dihelat April 2015 mendatang.
Hal tersebut terlihat saat ketiga bakal calon bupati yakni Andi Idris Syukur, Andi Anwar Aksa dan Malkan Amin memasang baliho ucapan selamat Idul Fitri di ruas jalan kota Barru.
Baliho Idul Fitri bergambar Bupati Barru Andi Idris Syukur dipajang bersama dengan fotoistrinya Andi Citta Mariogi.
Sementara baliho ucapan Idul Fitri milik Wabup Andi Anwar Aksa tanpa didampingi foto istri sebagai pendamping. Di Baliho Wabup tercetak tulisan ' Taro Ada Taro Gau '.
Baliho ucapan Idul Fitri Bupati Barru terpajang didua lokasi di tempat strategis di Kota Barru. Sementara gambar wabup tersebar dibeberapa sudut jalan di setiap Kota Kecamatan.
Di Tugu Payung di jantung Kota Barru kedua baliho ucapan idul fitri bupati dan wabup dipajang berhadapan. Meski gambar bupati dengan istri lebih bernuansa Islami karena menggunakan busana muslim, sedangkan gambar wabup berpakaian resmi dengan warna serba putih.
Beberapa warga sudah kerap memberikan keterangan beragam tentang gambar baliho yang dilakukan bupati dengan wabup. Ada yang mengomentari sembari bertanya kenapa kedua pemimpin Barru ini memasang baliho Idul Fitri secara sendiri-sendiri.
"Jika keduanya menempuh cara demikian, maka persepsi sebagian warga tentang gambar baliho pemimpin itu terkesan akan berpisah di Pemilukada mendatang. Apalagi sudah santer dibicarakan kalau pasangan ini bakal berpisah di Pemilukada 2015 untuk sama-sama maju meraih kursi 01," kata beberapa warga di Mallusetasi.
Sementara itu, bakal calon Bupati Barru, Malkan Amin juga telah menebar sejumlah baliho bergambar dirinya dan ucapan selamat hari raya Idul Fitri diberbagai titik disepanjang jalan Poros Barru-Parepare.
Baliho Malkan justru ikut menampilkan gambar foto pasangan Presiden dan Wapres terpilih, Jokowi-JK.
Apalagi posisi Malkan sebagai Pengurus DPP Partai Nasdem, justru berhasil meloloskan pasangan Jokowi-JK ke kursi Presiden dan Wapres.
Kendati Malkan belum mengutarakan niatnya secara terang-terangan, tetapi sejumlah kegiatan telah dilakukan dibeberapa tempat di Barru, seperti dalam hajatan buka puasa bersama warga dan tokoh masyarakat.
Bahkan baliho Malkan disebut-sebut banyak pihak memiliki nilai jual kepada masyarakat karena ikut menggandeng gambar Pasangan Presiden dan Wapres terpilih.
Apalagi suara Jokowi-JK di Kabupaten Barru mencapai angka diatas 80 persen lebih. Setidaknya Malkan bisa menaksir raihan suara signifikan ini  sebagai parameter untuk mensandingkan dengan suaranya ketika pileg lalu.
Walaupun di pileg Malkan gagal maju ke kursi parlemen. Namun beberapa pihak memprediksi kalau Tokoh nasional kelahiran Barru ini akan kembali membuktikan kemampuannya di Pilkada 2015.
Ketua DPC Partai Nasdem Barru, Aksa Kasim yang dikonfirmasi melalui handphonenya menjelaskan baliho bergambar Malkan Amin dengan Pasangan Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK adalah bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat Barru atas pemenangan Jokowi-JK di Pilpres.
"Hal itu sesuatu yang wajar saja dilakukan oleh Malkan sebagai pengurus inti dari Partai Nasdem yang ikut memenangkan pasangan Jokowi-JK di Pilpres," aku Aksa Kasim.(udi/war/b)

 

Mantan Sekab Barru Ramaikan Bursa Pemilukada

BARRU,BKM--Bursa calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Barru April 2015 mendatang kian ramai. Setelah sejumlah pejabat dan mantan pejabat, dan petinggi partai mulai menyatakan ikut maju dalam bursa calon, kini mantan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Barru, H Kamil Ruddin berniat mencalonkan diri apakah orang nomor satu atau orang nomor dua di Barru.
Kamil Ruddin juga belum menyebutkan dari partai politik apa dia akan maju. Namun hal itu, menurutnya, bisa dikomunikasikan.
"Perahu partai memang belum ada yang mengusung dan itu bisa dikomunikasikan," kata Kamil.
Apalagi kata Kamil kepada BKM, Jumat (25/7), dirinya sudah memiliki modal sosial. Selain pernah memangku sejumlah jabatan penting, seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Kabupaten. Disamping itu pernah ikut mengadu nasib di pemilihan legislatif. Meski belum berhasil terpilih di pileg, tetapi apa yang telah dilakukan merupakan modal sosial. Sebagai pernyataan awal menyambut perhelatan pemilukada.
"Saya telah memikirkan secara matang seberapa urgen nilai jual yang dimilikinya jika berniat maju di Pemilukada Barru," akunya.
Lebih jauh, kata Kamil, pengabdian dan tanggung jawab sebagai pihak yang pernah bergelut sebagai aparatur negara diberbagai posisi jabatan merupakan bagian penting. Itulah sebabnya, dirinya berpikir bahwa proses pemilukada boleh jadi sebagai ajang untuk membuktikan sejauhmana tingkat elektabilitas dimata masyarakat.
Makanya dari awal dirinya sudah berniat kalau di pileg belum berhasil, tidak berarti harus menghentikan langkah dijalur pengabdian kepada masyarakat di pemilukada.
"Meski kami tahu bahwa proses demokrasi di Pemilukada Barru jauh lebih mahal dari segi finansial. Namun perlu diingat, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi potensi seseorang dalam melakukan pengabdian," terangnya.(udi/b)

   

Halaman 1 dari 56

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi