Politik

Wajah Baru Dominasi DPRD Soppeng

SOPPENG, BKM-- Bisa dipastikan wajah baru akan mendominasi raihan kursi di DPRD Kabupaten Soppeng. Hal ini diketahui dari hasil Pleno KPU Soppeng yang dipimpin langsung oleh Ketua KPUD Soppeng Amrayadi SH yang disaksikansemua komisioner KPU serta para saksi partai politik, Minggu (19/4) lalu.
Hasil rapat tersebut disimpulkan kalau total suara sah dari 12 parpol di empat daerah pemilihan (Dapil) sebanyak 139.951 dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 181.361. Itupun diluar dari Daftar Pemilih Tambah (DPTb), daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Pemilih Khusus Tambahan DPKTb/ yakni pengguna KTP,KK/nama sejenis lainnya).
Dari Perolehan suara setiap caleg maka peraih suara terbanyak milik caleg dari Partai Golkar yakni HA Kaswadi Rasyak dengan perolehan suara melebihi dari nilai BPP yakni 5.625 disusul caleg Partai Gerindra Hj Andi Patappaunga Soetomo dengan perolehan Suara 4.954. Selanjutnya yang masuk tiga besar yakni A.Mapparemma dengan jumlah  suara 3.614 dari PDIP.
Terkait  perolehan kursi pada setiap dapilnya maka Partai Gerindra mendapatkan jatah kursi paling banyak yakni 8 kursi disusul Golkar yang berhasil meraih 7 kursi.
Berikut  caleg yang berpeluang duduk di DPRD Kabupaten Soppeng periode 2014-2019, Dapil I meliputi Marioriawa jatah enam kursi (DPT 37.772)  dengan total suara sah dari  12 parpol 27.181 yakniSyahruddin M Adam S Sos MM (Golkar 6.779) 3.230 suara, Amiruddin Bakri (Golkar) 969 suara, A Mahfud S.Sos (Gerindra 8.668) 2.738 suara, Asmawi, SP (Gerindra) 2.077 suara, Ibrahim SE,MM (PDIP 2.676) 1.646 suara, dan Andi Mursady, AP (PBB 2.207) 1.059 suara.
Untuk Dapil II meliputi Lilirilau-Liliriaja-Citta tersedia  10 Kursi (DPT 60.183) Total suara sah 12 parpol 45.415 yakni, H Suwardi Haseng (Golkar 10.322)3.234 suara, Asnaidi (Golkar) 2.130 suara, Hj Rosnaini (Gerindra 10.121) 2.781 suara, H Rustan  (Gerindra) 1.854 suara, Haeruddin Tahang (Demokrat 4.330) 1.653 suara,Jafar (Nasdem 3.728) 584 suara, Arisman (PKS 3.543) 847 suara, Muhammad Ihsan (PDIP 3.481) 1.072 suara, A Takdir Akabar Singke (PPP 3.011) 1.617 suara dan Andi Kuneng (PAN 2.416)1.783 suara.
Sementara Dapil III meliputi Lalabata-Ganra jatah tujuh Kursi (DPT 43.306) dan total suara sah 12 parpol 35.192 yakni, HA Kaswadi Razak (Golkar 11.071) 5.625 suara, H Ismail H Cedang   (Golkar)1.946 suara, Hj A Patappaunga (Gerindra 7.023) 4.954 suara, Hj A Endang Supiati (Gerindra) 829 suara, Andi Mapparemma M (PDIP 5.036) 3.614 suara, A. Syamsu Rijal (PPP 2.616)1.377 suara serta HA Oddang Rio  (PKB 2.193) 865 suara.
Dan Dapil terakhir Dapil IV meliputi Marioriawa-Donri-Donri tujuh Kursi (DPT 40.100) dengan total suara sah 12 parpol 32.158 yakni, Naspiding  (Gerindra 8.642) 3.202 suara, H Herman  (Gerindra)2.084 suara, Sumarni (Golkar 5.932) 1.428 suara, H Mustang Djidde  (PAN 5.797)  2.259 suara, Ria Akudran (Demokrat  3.960)1.781 suara, Hj A Besse Megawati (PDIP 2.182)   852 suara.(fir/war/c)

 

Rekap di KPU Pinrang Diwarnai Interupsi

PINRANG,BKM--Rekapitulasi perolehan suara partai politik dan calon anggota legislatif (Caleg) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang diwarnai sejumlah interupsi serta protes dari saksi partai diruang Aula Mapolres Pinrang, Minggu (20/4) lalu.
Bahkan petugas pengamanan harus masuk ke dalam ruang rekapitulasi untuk mengamankan situasi tersebut.
Saksi dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yamin Ammade sempat mempermasalahkan adanya dugaan penambahan perolehan suara salah satu caleg DPRD kabupaten/kota di 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS), Desa Lembang Mesaka, Kecamatan Lembang.
Yamin Ammade bahkan menyerahkan data ke Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Pinrang, dan diterima langsung ketua Panwaslu, Ruslan Wadu, yang hadir pada pembacaan rekapitulasi perolehan suara Pemilu legislatif tersebut.
Yamin mengatakan, berdasarkan data seharusnya salah satu caleg tidak mendapatkan suara. Namun, setelah ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Lembang mereka mendapatkan suara.
Ini diduga ada permainan oleh oknum penyelenggara untuk meloloskan caleg tersebut.
Dia juga sempat menantang penyelenggara, untuk membuka kotak suara sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut. “Salusinya buka kotak suara untuk melihat format C1. Di format C1  semuanya akan jelas,”kata Yamin Ammade.
Yamin juga meminta kepada Ketua PPK Kecamatan Lembang, memberikan penjelasan terkait permasalahan ini. “Kami akan melaporkan ini ke Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) untuk ditindak lanjuti karena ini masuk dalam rana tindak pidana pemilu untuk mengungkap siapa dalang dibalik semua ini.”
Menyikapi hal itu, Ketua PPK Kecamatan Lembang, Jafar menjelaskan, apa yang kami terima di tingkat PPK adalah hasil dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/kelurahan. Jadi tidak mungkin ada kesalahan ditingkat PPK.
Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang, Mansyur Hendrik, didampingi komisioner KPU lainnya mengatakan, apa yang akan dilakukan saksi dari PBB dengan melaporkan masalah ini ke Panwaslu adalah langkah yang sangat tepat dan ini juga menjadi keinginan pihak kami.
“ KPU tidak menginginkan hal demikian, silahkan laporkan ke Panwaslu dan ini juga tidak menghalangi proses berjalannya rekapitulasi suara,”katanya.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Ruslan Wadu berharap kepada saksi PBB melaporkan secara resmi ke Panwaslu. “Data yang diserahkan tidak menjadi sebuah acuan untuk ditindak lanjuti, kecuali dia melapor secara resmi. Kami tidak main-main dalam masalah ini sebab bisa dibawa hingga ke Mahkamah Konstitusi,”kata Yamin. (kas/war/c)

 

Komisi I Desak Soetomo Tempuh Jalur Hukum

SOPPENG, BKM--Ketua Komisi I (Bidang Pemerintahan) DPRD Soppeng, Waden mendesak H Andi Soetomo menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ketua DPC Gerindra Pangkep, Kamrussamad, terkait penyataan
Kamrussamad di media yang menuduh Soetomo selaku Pembina Partai Gerindra Sulsel  telah  menodai pesta demokrasi yakni pemilu legislatif dengan cara cara yang tidak elegan.
"Pernyataan Kamrussamad dianggap melukai hati rakyat Soppeng. Apalagi  tuduhan tersebut disampaikan  melalui media," tegas Wadeng saat menggelar jumpa pers.
Sebaliknya juga, tambah Wadeng, pihaknya juga meminta Kamrussamad menempuh jalur hukum jika memang pemberitaan itu benar dibuktikan dengan banyaknya selebaran yang beredar yang mengatas namakan tim keluarga Kamruzzamad yang intinya dirugikan. Hal ini supaya persoalan tersebut tidak berlarut larut, ujar Wadeng. (fir/war/c)

   

Golkar Amankan Kursi Ketua DPRD

MAKALE, BKM--Partai Golkar masih berpeluang besar mempertahankan kursi Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja setelah partainya memenangkan pemilu legislatif, 9 April lalu. Partai Golkar mengantongi tujuh kursi dari target sembilan kursi.
Sementara empat kursi diraih tiga parpol yakni Gerindra, Hanura dan Nasdem. Ketiganya berpeluang besar memperebutkan kursi wakil ketua.
Sedangkan partai Demokrat hanya mengantongi tiga kursi dari 30 kursi yang diperebutkan di DPRD Tana Toraja.
Adapun peraih suara terbanyak dari caleg partai Golkar Yariana Somalinggi sebanyak 3.679 suara dari semua caleg.
Hal tersebut diketahui dari hasil rapat pleno rekapitulasi suara yang dilaksanakan KPUD Tana Toraja yang berakhir pukul 02.00 wita, Minggu (20/4) lalu.
Rapat pleno tersebut sempat diwarnai insiden protes dari ketua Partai Demokrat, Viktor Datuan Batar karena terjadi selisih suara hasil perhitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan hasil rekapitulasi di KPU kabupaten sehingga membuat perolehan kursi partai Demokrat di dewan tinggal tiga.
Terpisah, Ketua Golkar Tana Toraja Welem Sambolangi membenarkan jika partai Golkar menargetkan sembilan kursi. Haya saja, meleset dari target tersebut karena berbagai faktor, namun dengan perolehan tujuh kursi tetap bisa disyukuri sebab semuanya hasil kerja yang maksimal dari kader, pengurus dan caleg.
Welem juga belum berani sesumbar siapa bakal ketua DPRD dari partai Golkar apakah Ny Yariana Somalinggi dengan perolehan suara terbanyak, ataukah masih tergantung kepada aturan internal partai yang masih mengusung dirinya atau akan dilihat setelah pelantikan September mendatang.
Diketahui, dari 30 calon anggota dewan Tana Toraja yang lolos, 12 diantaranya adalah caleg incumbent. Mereka adalah Yosepina Maria Palamba,  Welem Sambolangi, Patila, Marten Patulak dari Golkar.
Selain itu Kristian Lambe Demokrat, Andarias Tada dan Yakobus Tonglolangi Hanura, Safruddin dan Amir Loga PKS, Yohanis Lintin Paembongan PDIP, serta Titus Pery Panannangan dan Andarias Buttutasik PKPI.
Rincian Perolehan Kursi DPRD Tana Toraja,
Dapil I meliputi Kecamatan Makale, Makale Utara dan Makale Selatan dengan jatah tujuh kursi diisi, Yariana Somalinggi (Golkar), Yosepine Maria Palamba (Golkar), Betriks Palamba (Nasdem), Yohanis Lintin Paembongan (PDIP), Kristian Lambe (Demokrat), J.A.Situru (Gerindra), Andarias Tadan (Hanura).
Sementara Dapil II meliputi kecamatan Mengkendek, Gandangbatu Sillanan, Sangalla, Sangalla Utara dan Sangalla Selatan dengan jatah kursi diisi, Ramdan P.Sampetoding (Golkar), Manga Rante Patila (Golkar), Viktor Datuan Batara (Demokrat),Selmy Sattu (Hanura), Kendek Rante (Gerindra), Titus Pery Panannangan (PKPI), Safruddin (PKS), Stepanus M (PDIP), Paris Allorerung (Nasdem).
Untuk Dapil III meliputi Kecamatan Rano, Bonggakaradeng, Mappak dan Simbuang dengan jatah empat kursi diisi, Marten Patulak (Golkar), Amir Loga (PKS), Aser Pakabu (Demokrat), Adolfina M.P (Gerindra). Dapil IV meliputi Kecamatan Masanda, Bittuang, Malimbong Balepe dengan jatah empat kursi diisi, Welem Sambolangi (Golkar), Yakobus Tonglolangi (Hanura), Andarias Buttutasik (PKLPI), Samuel P.T (Nasdem).
Terakhir Dapil V meliputi Kecamatan Rantetayo, Kurra, Rembon dan Saluputti dengan jatah enam kursi diisi, dr Elis Batti (Golkar), Yohanis Patabang (Nasdem), Yohanis Lintin.A (Gerindra), Paulus Paonganan (PDIP), Sony.P (Hanura) dan Nataniel Retta (PKPI).(gus/war/c)

 

Wartawan Geram ke Komisioner KPUD

Sinjai, BKM--Sejumlah wartawan yang betugas peliputan politik pemilu di KPUD Kabupaten Sinjai merasa geram. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan data yang jelas dari komisioner KPUD Sinjai bahkan mereka memilih bungkam.
Padahal semua pejabat publik diharapkan terbuka memberikan data sesuai yang diamanatkan dalam  Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 tahun 2008.Awalnya, sejumlah wartawan meminta data akhir dari hasil rekapitulasi suara, namun komisioner dan staf KPUD tidak bisa memberikan.
Salah seorang wartawan media harian Rakyat Sulsel mengaku kalau dirinya telah mendatangi kantor KPUD Sinjai guna mengetahui  hasil penghitungan suara yang telah digelar.
"saya sudah mendatangi KPUD Sinjai guna untuk mengetahui data hasil perngitungan suara. hanya saja, saya yang telah menunggu selama satu jam lebih malah salah satu komisioner bagian logistik bernama Naim tidak ingin menyerahkan data tersebut dengan alasan dia tidak punya, "ungkap Syamsuddin.
Demikian juga yang disampaikan Lukman Sardi wartawan Radar Bone. Dia merasa kecewa kinerja KPUD Sinjai yang terkesan menyembunyikan data, padahal seharusnya sudah dikonsumsi Publik.
"pihak KPUD Sinjai tidak sepantasnya melakukan hal itu. Karena data yang ada pada KPUD Sinjai merupakan data yang bukan merupakan rahasia negara. Justru data tersebut seharusnya sudah bisa diketahui publik,"ungkap lukman.
Menyikapi hal itu, Komisioner KPUD Sinjai, Naim tetap mengaku jika data itu tidak dia pegang.
" Tidak ada data pada saya, silahkan ketemu sama Andi Aso,"Cetus naim.(din/war/c)

   

Halaman 4 dari 104

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA