Politik

Polda Bersyukur Sulsel Aman

MAKASSAR, BKM -- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat  mengklaim situasi di wilayah Sulsel dan sekitarnya tetap aman dan kondusif, pascapenetapan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Selasa (22/7) lalu.
Meskipun sejak kemarin, Rabu (23/7) kubu dari Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Sulsel tetap berpegang pada keputusan yang diambil Prabowo yang menolak hasil rekapitulasi suara di pilpres.
"Sehari pasca pengumuman dari KPU Pusat, situasi Kamtibmas Jajaran Polda Sulsel aman dan kondusif. Kita bersyukur tidak ada kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban," tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes. Pol, Endi Sutendi saat menanggapi situasi kemanan wilayah Sulsel,kemarin.
Endi juga mengatakan, sejauh ini para pendukung pasangan Capres-Cawapres tidak banyak melakukan aktifitas yang mencolok khususnya konvoi di jalan.
"Belum ada aktifitas yang menonjol atau pergerakan massa pasangan yang menang untuk melakukan konvoi atau bentuk akitifitas lainnya. Kami juga sudah mengimbau agar tidak melakukan konvoi di jalan," tukas Endi.
Endi menambahkan aparat yang disigakan masih belum ditarik. Sebelumnya jumlah porsenil yang disiagakan dalam rangka tahap rekapitulasi hingga penetepan rekapitulasi rapat pleno KPU sebanyak 3. 378 personil dari berbagai satuan.
Sehari sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Sulsel La Tinro La Tunrung dengan tegas mendukung langkah Prabowo-Hatta untuk melakukan upaya hukum di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK). "Kalau soal itu, Sulsel siap dengan bukti-bukti," ujarnya.
Meski demikian, bagi La Tinro, untuk kasus di Sulsel pihaknya hanya dapat memberikan data soal protes.(ril/b)


 

Usai Lebaran, Demokrat Rapat Konsolidasi

MAKASSAR, BKM--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel tidak ingin berlama-lama menyusun komposisi dalam kepengurusan baru.
Rencananya usai lebaran akan digelar rapat konsolidasi untuk membentuk kepengurusan baru melalui tim verifikasi.
"Kita adakan rapat konsolidasi untuk
membentuk kepengurusan baru melalui tim verifikasi. Termasuk mengisi jabatan wakil
ketua yang masih kosong. Rapatnya digelar selepas lebaran,” ujar Ketua Divisi Organisasi DPD Demokrat Sulsel, Suwarno Sudirman, Rabu (22/7).
Suwarno juga mengaku ada beberapa kader yang sangat layak menduduki jabatan wakil ketua diantaranya Andre S Bulu, Selle KS Dalle, Irwan Patawari.
Sebelumnya penunjukan pelaksana tugas Sekretaris DPD Demokrat Sulsel yang dijabat Syamsu Rizal  sempat mengudang reaksi keras dari kader partai, termasuk sekretaris sebelumnya Irwan Patawari yang mengaku kalau penunjukan plt sekretaris yang dipaketkan dengan plt ketua yang dijabat Ni'matullah sarat politis.
Hanya saja, kata Suwarno, Syamsu Rizal dipandang cakap menjabat selaku sekretaris.
“Saya rasa kapasitas Syamsu Rizal menjabat Plt Sekretaris DPD Demokrat tidak perlu dipertanyakan lagi, selain karena memang dia layak juga
dikarenakan keputusan tersebut adalah keputusan langsung dari DPP Demokrat melalui SK DPP Demokrat Nomor 24, satu paket dengan SK Plt DPD Demokrat Ni’matullah,” jelasnya.
Menurutnya dalam SK tersebut jelas tertuang beberapa poin diantaranya pengunduran diri Ketua DPD Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin,
Pemberhentian Sekretaris DPD Demokrat, Irwan Patawari, dan pengangkatan Plt Ketua dan Sekretaris DPD Demokrat, Ni’matullah dan Syamsu Rizal MI.
Sebelumnya, Ni'matullah juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perampingan kepengurusan di DPD Demokrat Sulsel. Langkah ini dilakukan untuk mengefektifkan kerja kerja partai kedepan. "Ini upaya mengefektifkan kerja kerja partai kedepan,"ujar Ni'matullah yang juga ketua fraksi Demokrat DPRD Sulsel. (eka/c)


 

Geopolitik Juga Menentukan di Pemilukada Barru

BARRU,BKM--Ternyata faktor geopolitik atau asal kelahiran seseorang masih dijadikan alasan untuk menentukan pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Barru yang dihelat April 2015 mendatang.
Seperti halnya wilayah bagian utara dan selatan Barru yang selalu menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa berpasangan dengan siapa dalam posisi cabup dan cawabup setiap kali dihelat Pemilukada.
Wilayah geopolitik Selatan Barru yang dimaksud adalah meliputi Kecamatan Tanete Rilau, Tanete Riaja dan Pujananting. Sedangkan wilayah Utara yakni Kecamatan Balusu, Soppeng Riaja dan Mallusetasi.
Meski masih ada wilayah tengah Kecamatan Barru sebagai basis suara para kandidat, namun lumbung suara dengan membagi utara dan selatan jauh lebih besar karena masing-masing menghimpun tiga kecamatan yang juga wilayah  dari para cabup-cawabup.
Misalnya ketika Pilkada 2010 lalu, pasangan Andi Idris Syukur dengan Andi Anwar Aksa(Idaman) tak luput dari pertimbangan geopolitik. Saat itu, Andi Idris merupakan representasi dari wilayah Tanete (Selatan). Sementara Andi Anwar Aksa dinilai mewakili wilayah Utara (Balusu, Soppeng Riaja dan Mallusetasi).
Sementara cabup Malkan Amin merupakan representasi di daerah kelahirannya di wilayah tengah Kota Barru dan berpasangan  dengan Andi Sofyan yang lebih dikenal memiliki keluarga besar di wilayah utara saat Pilkada 2010 lalu.
Hanya saja, saat ini mantan anggota DPR-RI ini seakan terlepas dari persoalan geopolitik. Sebab dirinya direpresentasikan sebagai tokoh asal Kabupaten Barru secara menyeluruh di level nasional.
Begitu pula dengan pasangan cabup-cawabup lainnya di pilkada 2010, dimana pasangan Herman Agus Mahmud yang berasal dari wilayah Tanete (Selatan) saat itu memilih Andi Syarifuddin sebagai pasangannya yang memiliki kekerabatan asal wilayah Utara.
Istri Andi Syarifuddin sendiri lahir di wilayah Mallusetasi. Kendati pasangan cabup-cawabup lainnya seperti HM Anas yang berasal dari wilayah Tanete Riaja dan pasangannya Syamsul Muhadi yang disebut-sebut mewakili wilayah tengah karena istrinya berasal dari Kecamatan Barru.
Menyikapi faktor geopilitik, Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Barru, Hasan Resy mengatakan, geopolitik terkesan mengabaikan kualitas SDM Kandidat dan pihaknya lebih memilih nilai jual dari masing-masing kandidat cabup-cawabup daripada pertimbangan geopolitik yang justru terkesan adanya pengkotak-kotakan masyarakat secara wilayah atau asal usul. "Semestinya jauh lebih baik kalau para kandidat memilih calon pasangannya karena kemampuan nilai jualnya ditengah masyarakat. Sebab nilai jual dari para cabup-cawabup itu memiliki potensi besar dalam melihat tingkat elektabilitas dan popularitas serta kualitas mereka,"tegasnya.(udi/b)

   

Suwarno: Plt Sekretaris tak Perlu Dipertanyakan

MAKASSAR,BKM--Kisruh penunjukan pelaksana tugas Sekretaris DPD Demokrat Sulsel yang dijabat Syamsu Rizal oleh DPP dijawab langsung Ketua
Divisi Organisasi DPD Demokrat Sulsel, Suwarno Sudirman. Menurut Suwarno, Selasa (22/7), kapasitas
Deng Ical panggilan akrab Syamsu Rizal untuk menjabat selaku sekretaris sudah lebih dari cukup.
“Saya rasa kapasitas Syamsu Rizal menjabat Plt Sekretaris DPD Demokrat tidak perlu dipertanyakan lagi, selain karena memang dia layak juga
dikarenakan keputusan tersebut adalah keputusan langsung dari DPP Demokrat melalui SK DPP Demokrat Nomor 24, satu paket dengan SK Plt DPD Demokrat Ni’matullah,” jelasnya.
Menurutnya dalam SK tersebut jelas tertuang beberapa poin diantaranya pengunduran diri Ketua DPD Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin,
Pemberhentian Sekretaris DPD Demokrat, Irwan Patawari, dan pengangkatan Plt Ketua dan Sekretaris DPD Demokrat, Ni’matullah dan Syamsu Rizal MI.
Selain itu, tambah Suwarno, dalam waktu dekat akan diadakan rapat konsolidasi untuk membentuk kepengurusan baru melalui team verifikasi.
“Posisi wakil ketua masih kosong, beberapa nama yang mungkin mengisi posisi Wakil Ketua diantaranya Andre S Bulu, Selle KS Dalle, Irwan Patawari," ujarnya.
Sebelumnya perombakan struktur kepengurusan inti di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel turut disesalkan Sekretaris Defenitif DPD Partai Demokrat Sulsel, Andi Irwan Patawari.
Menurut Irwan, rencana perombakan struktur kepengurusan termasuk pergantian dirinya sebagai sekretaris oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah sangat bernuansa politis.
Apalagi peluang menggandengkan antara Plt Ketua Nimatullah dengan Plt Sekretaris Syamsu Rizal sangat besar didorong oleh  mantan Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin.
"Perombakan pengurus inti sangan bernuansa politis. Pak Ilham Arief Sirajuddin yang banyak mendorong  pengusulan plt paket ketua dan sekretaris Plt ke DPP Demokrat di Jakarta,"jelas Irwan.
Menurut Irwan, reposisi pengurus adalah hal yang biasa dan lumrah dalam partai jika itu berpedoman pada AD/ART serta kaidah-kaidah organisasi.
"Dengan terbitnya SK Plt ketua yang dijabat Ni'matullah kita berharap membawa perubahan yang baik bagi partai dan seluruh kader harus solid,"ujar Irwan.
Terkait statemen pak Ilham soal paket plt dan sekretaris dinilai Irwan diluar kelaziman. "Karena biasanya plt itu hanya ketua sehingga tercium ada aroma politis didalamnnya. Pak SBY selalu mengajarkan pada kader politik santun bersih dan cerdas, sehingga kita tidak ingin partai ini dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu diluar agenda pembesaran partai,"ujar anggota komisi B DPRD Sulsel ini.
Sebelumnya, Ni'matullah mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perampingan kepengurusan di DPD Demokrat Sulsel. Langkah ini dilakukan untuk mengefektifkan kerja kerja partai kedepan. "Ini upaya mengefektifkan kerja kerja partai kedepan,"ujar Ni'matullah yang juga ketua fraksi Demokrat DPRD Sulsel. (eka/c)

 

Penetapan Pilpres, KPU Luwu Dijaga Ketat

BELOPA, BKM-Pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat melalui pleno rekapitulasi yang dilakukan, Selasa (22/7) kemarin, Polres Kabupaten Luwu menerjunkan 40 personel untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik vital dalam kota Luwu seperti di Kantor KPU Luwu.
Pengamanan  di pimpin langsung Kapolres AKBP Alan Gerit Abast dan di dampingi Kabag Ops Kompol Palatui Kasim bersama plt Kapolsek Belopa AKP Pither Maribun.
Alan Gerit Abast mengatakan,sekaitan dengan penetapan hasil pilpres selasa hari ini(kemarin,red) maka kantor KPU Luwu kita amankan dengan ketat.
"Pengamanan KPU Luwu sudah sesuai protap tahapan Pilpres,kita tetap memantau kondisi
wilayah hingga benar dipastikan tahapan pilpres 2014 berakhir,"tandas Alan singkat.
Pengamatan BKM dilapangan, kondisi keamanan di kompleks kantor KPU Luwu sangat kondusif, bahkan seluruh staf KPU dan Komisioner KPU Luwu nampak terlihat santai,tak satupun wajah tegang yang nampak terlihat, sedang sejumlah aparat kepolisian nampak terlihat di  sudut kantor KPU Luwu tetap siaga menjaga keamanan kantor KPU luwu.(wan/war/c)

   

Halaman 4 dari 56

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi