Politik

Reza: Tidak Ada Kewenangan Plt Merombak

MENYIKAPI rencana perombakan pengurus DPD I Partai Demokrat Sulsel termasuk mengganti struktur inti seperti sekretaris umum disesalkan mantan Ketua DPD Demokrat Sulsel, A Reza Ali.
Menurut legislator Senayan ini, plt ketua tidak memiliki kewenangan untuk merombak kepengurusan seperti sekretaris umum. Kewenangan pergantian sekretaris hanya ada ditangan DPP.
"Kalau memang plt yang mengganti sekretaris suruh kembali buka aturan,"sindir Reza.
Hal sama dikemukakan fungsionaris Partai Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis.
Menurutnya, Demokrat memiliki mekanisme untuk mengatur termasuk masa keanggotaan kader dan pengantian sekretaris yang dilakukan dalam satu forum tertentu yakni musyawarah.
Januar mengingatkan bila semua SK DPD diterbitkan DPP berarti susunan yang lain juga  berdasarkan SK terakhir.(rif/war/c)

 

PAN Usulkan Calon Ketua DPRD

ENREKANG,BKM--Partai Amanat Nasional (PAN) Enrekang mengusulkan kader PAN Disman Djuma menjabat Ketua DPRD Enrekang periode 2014-2019 mendatang.
Usulan tersebut mengemuka dari hasil rapat pleno pengurus harian DPD Partai Amanat Nasional (PAN) yang dilaksanakan di aula pertemuan Hotel Rahmat, Enrekang, Rabu (16/7) lalu.
"Hasil rapat pleno DPD PAN hanya Disman Djuma  yang diusulkan menjadi Ketua DPRD Enrekang,"kata  pengurus DPD PAN Enrekang, Rahmad Saleh,Kamis (17/9).
Menurut Rahmad, alasan mengusulkan satu nama ke DPW PAN Sulsel karena Disman Djuma adalah sosok yang mampu memimpin di parlemen dari tujuh caleg terpilih PAN dan  sebagai anggota DPRD peraih suara terbanyak 2.700 suara di daerah pemilihan III meliputi Kecamatan Alla, Baroko, Masalle dan Kecamatan Curio.
Terkait namanya yang diusulkan oleh DPD PAN untuk menduduki kursi ketua DPRD, Disman mengatakan,kepercayaan itu tidak akan disia-siakanya dan mengecewakan pengurus DPD yang telah mempercayakan dirinya."Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan amanah ini.Insya Allah saya siap bekerja untuk membesarkan Partai PAN kedapan,"akuanya.
Selain itu Disman juga berterima kasih kemasyarakat yang telah  memilih dirinya."Semua ini tak lepas dari kepercayaan masyarakat,”ucap Disman Djuma yang akrab di sapa Didu.
Terpisah, Ketua DPD PAN Enrekang,Jamal Bijang menuturkan,terpilihnya PAN jadi ketua DPRD Enrekang membuat sejarah perpolitikan baru di Enrekang. Selama ini kursi Ketua DPRD hanya dimiliki oleh kader Partai Golkar.(her/war/c)

 

Timses:Kemenangan Jokowi-JK Milik Rakyat

ENREKANG,BKM--Tim sukses Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla bersyukur atas kemenangan pasangan nomor urut 2 di Kabupaten Enrekang. Menurutnya, kemenangan Jokowi-JK adalah kemenangan rakyat Enrekang.
"Saya atas nama ketua tim Jokowi-JK di Kabupaten Enrekang mengucapkan terima kasih ke masyarakat dan seluruh tim koalisi dan relawan atas partisipasinya selama ini. Kemenangan pak Jokowi-JK adalah kemenangan rakyat Enrekang "kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Asman kepada BKM, Jumat (18/7).
Ia menambahkan, kemenangan pasangan Jokowi-JK menjadi bukti bahwa masyarakat Enrekang masih merindukan akan sebuah "REVOLUSI MENTAL".
"Kemanangan Jokowi-JK adalah bukti kalau masyarakat Kabupaten Enrekang merindukan akan sebuah perubahan,"ujar politisi muda ini.
Bahkan ia membuktikan janjinya pada saat deklarasi di Resting House pada tanggal 24 Juni lalu kalau akan mengalahkan Ketua Tim Koalisi Merah Putih Sulsel, La Tinro La Tunrung mantan Bupati Enrekang dua periode  yang mengusung Prabowo-Hatta.
"Ahirnya kami membuktikan janji kami pada saat deklarasi di Resting House mengalahkan La Tinro mantan bupati dua periode ini,"tutup Asman.
Diketahui hasil rekapitulasi suara di Kabupaten Enrekang, pasangan presiden dan wakil presiden pasangan nomor urut I Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 38,95 persen sedangkan pasangan nomor urut dua Jokowi-JK meraih suara 61,05 persen dengan data masuk 91 persen.
"Dengan hasil rekap kami sesuai formulir C-1,pasangan Jokowi-JK unggul 61,05 persen dari pasangan Prabowo-Hatta yang hanya memperoleh suara 38,95 persen sesuai data masuk 91 persen,"jelas Legislator terpilih ini.(her/war/c) 

   

Partisipasi Pemilih Makassar 60.46 Persen

MAKASSAR, BKM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar mengklaim partisipasi pemilih pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 sama dengan partisipasi pemilih pada pemilu legislatif (pileg), yakni 60.46 persen.
Normalnya partisipasi pemilih tersebut karena dipengaruhi oleh figur calon presiden (capres) dan cawapres yang sama kuatnya. Klaim itu disampaikan Ketua KPU Makassar, Syarief Amir.
Menurutnya lagi, perbandingan yang dipakai untuk menentukan persentase itu bukan hanya pada daftar pemilih tetap (DPT), tetapi juga dibandingkan dengan DPT tambahan (DPTb), daftar pemilih khusus (DPK), dan DPK tambahan (DPKTb).
“Naiknya partisipasi pemilih itu karena dua figur capres sama-sama kuat. Baik Jokowi maupun Prabowo memiliki daya tarik tersendiri. Begitupun kesadaran masyarakat pemilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara sebab pada hari itu semuanya pekerja diliburkan,"tegas Syarief.
Dia menerangkan KPU berusaha maksimal untuk memberi kemudahan bagi para pemilih untuk datang ke TPS, baik di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan dan rumah sakit.
"Kita sudah maksimal bekerja untuk kesuksesan pilpres. Dan kita bersyukur penyelenggaraan pilpres di Makassar berlangsung tanpa kendala dan tertib.Pilpres kali ini tingkat partisipasinya hampir sama dengan Pileg lalu, yakni 60.46 persen, atau 634.246 suara,” ujar mantan wartawan ini.
Diketahui, dua hari sebelumnya, KPU Makassar telah menggelar rekapitulasi suara. Dalam tersebut, pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK  peraih suara terbanyak di 14 Kecamatan dengan perolehan suara 447.353 suara atau 70,53 persen. Sementara pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto- Hatta Rajasa hanya memperoleh secara keseluruhan sebanyak 186.893 suaara atau sekitar 29,47 persen.
Syarief Amir mengatakan hasil ini tidak berbeda jauh dengan hasil hitung cepat Celebes Research Center dengan persentase sekitar 70 persen untuk Jokowi-JK dan 30 persen bagi Prabowo.(eka/war/c)

 

NasDem Mulai Survei Figur Bacabup Gowa

Nama-nama yang disurvei:

-Prof Dr Muh Syarif Nuh SH MH (Dekan Fakultas Hukum UMI)

-Helmiati Nuhung  (Kabid Penguatan Kerjasama Antar Lembaga Sosial dan Budaya pada Kementrian Pembangunan  Daerah Tertinggal RI)

-H Muh Yusuf Sommeng (mantan Sekkab Gowa)

-H Nasrun Hamdat (pengusaha nasional asal Kecamatan Bajeng)

-Internal NasDem,Capten Hariyadi

REPORTER: SARIBULAN
EDITOR: WARTA SHALLY HIDAYAT

GOWA, BKM -- Meski pemilihan Bupati (Pilbup) Gowa baru akan dihelat pada 2015 mendatang atau tepatnya April 2015, namun sejumlah Parpol menilai hal tersebut bukan lagi waktu yang lama. Apalagi Agustus 2014 ini Pilbup Gowa sudah mulai memanas.
Sejumlah parpol mulai mencari siapa-siapa figur di Gowa yang akan diusung untuk ikut mewarnai pilkada jelangberakhirnya masa kepemimpinan H Ichsan Yasin Limpo 14 Agustus 2015 mendatang.
Bahkan sejumlah parpol yang sukses meraih kursi di DPRD Gowa pada pileg lalu telah intens melakukan lobi-lobi politik untuk membentuk koalisi guna mengusung calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di Pilbup Gowa mendatang.
Salah satu parpol yang kini mulai mempersiapkan figur yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem) Gowa.
"Jujur saya sampaikan bahwa saat ini selain kami proaktif membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat yang punya pengaruh cukup besar di daerah ini untuk mencari figur yang tepat untuk kita usung nanti, kami juga sudah intens membangun komunikasi dengan beberapa Parpol peraih kursi di DPRD Gowa," kata, HM Nurdieni Wahab, Ketua DPD NasDem Kabupaten Gowa, Kamis (17/7) sore di kantornya.
Dikatakan Nurdieni yang juga mantan anggota DPRD Gowa ini, partai yang dipimpinnya saat ini, meski merupakan partai baru namun mampu meraih tiga kursi di DPRD Gowa. ''Kami bertekad untuk mengusung cabup-cawabup  yang diyakini bisa membawa perubahan di Gowa ini,'' tandasnya.
Karena itu untuk menjaring figur bakal cabup-cawabup nanti, pihaknya intens membangun komunikasi disamping menampung segala aspirasi dan masukan-masukan dari semua elemen masyarakat.
"Kami sudah menerima beberapa nama yang akan masuk bursa untuk diusung. Nama-nama itu berasal dari kalangan akademisi hingga profesional baik internal NasDem sendiri maupun dari luar partai seperti sudah ada nama Prof Dr Muh Syarif Nuh SH MH (Dekan Fakultas Hukum UMI) dan Helmiati Nuhung (Kabid Penguatan Kerjasama Antar Lembaga Sosial dan Budaya pada Kementrian Pembangunan  Daerah Tertinggal RI), H Muh Yusuf Sommeng (mantan Sekkab Gowa) dan juga H Nasrun Hamdat (pengusaha nasional asal Kecamatan Bajeng). "Untuk Internal NasDem ada juga nama Capten Hariyadi," sebut Nurdieni.
Semua nama-nama yang muncul ini kata Nurdieni dijaring dari aspirasi masyarakat karena dianggap tokoh yang bisa mengawal gerakan pembaharuan di Gowa ke arah yang lebih baik.
Meski sudah ada beberapa nama yang muncul, namun  NasDem tetap membuka kesempatan bagi tokoh-tokoh masyarakat lain, baik di Gowa maupun dari luar untuk maju sebagai calon usungan NasDem. ''Dalam menentukan siapa figur yang kemudian akan kita usung nanti, kami  akan melakukan mekanisme dalam menentukan calon yang pertama adalah survey,'' terang dia. (sar)

   

Halaman 4 dari 57

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi