Politik

Ketua DPRD, Golkar Tunggu Rekomendasi DPP

SENGKANG,BKM--Penetapan posisi Calon Ketua DPRD  yang sebelumnya diusul DPD II Partai Golkar Wajo tinggal menunggu rekomendasi dari DPP.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris DPD II Partai Golkar Wajo, Nurman Dai Basri, Jumat (22/8). Dikatakannya, DPC sebelumnya telah mengusulkan dua nama masing-masing M Yunus Panaungi dan Hasna HN. Pengusulan kedua nama tersebut, lantara keduanya dinilai memiliki peluang.
“Kedua-nya berpeluang sama, Golkar Wajo hanya bersifat menunggu keputusan dan rekomendasi DPP. DPD tak punya kewenangan untuk menentukan calon ketua DPRD,”terang Nurman.
Seperti diketahui, Golkar Wajo dalam Pemilu legislatif (Pileg) lalu berhasil meraih suara terbanyak dengan akumulasi sebanyak tujuh kursi dan mengantarkan wakilnya menduduki posisi ketua. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menduduki posisi wakil ketua setelah mengantarkan kadernya meraih tujuh kursi. Hanya saja, dalam perolehan suara PPP kalah banyak dari Golkar.(ilo/war/c)

 

Yusuf Sommeng tak Takut Bersaing dengan Iparnya

GOWA, BKM-- Kandidat bakal calon Bupati Gowa yang juga Inspektorat Sulsel, HM Yusuf Sommeng menegaskan akan menempuh jalur independen bilamana dalam perjalanannya menuju pilbup tidak mendapatkan kendaraan partai politik.
Bahkan mantan Sekretaris Kabupaten Gowa ini mengaku tak akan surut niatnya maju ke pilbup meski tak satupun partai yang akan mengusungnya.
"Lewat independen juga tidak masalah, saya siap jika tidak ada partai yang bisa saya kendarai nanti," terang Yusuf Sommeng.
Dia juga menambahkan tidak masalah kalau adik iparnya yakni Rahman Syah yang juga Wakil Ketua DPRD Gowa itu akan turut maju ke pencalonan pemimpin Gowa periode 2015-2020 nanti. Apalagi Rahman Syah telah mendeklarasikan kesiapannya tersebut, dua hari lalu.
"Tidak masalah jika dia (Rahman Syah) maju. Yang jelas tidak mungkinlah saya dengan dia berpaket apalagi dia adalah keluarga saya," ungkap Yusuf Sommeng.
Diakuinya lagi, menghadapi pesta pilbup Gowa mendatang dirinya memang telah melakukan berbagai persiapan. Bahkan Yusuf Sommeng menegaskan tidak akan tawar menawar lagi jika memang dia terpaksa harus menanggalkan jabatan ke-PNS-annya lantaran terhadang oleh Rancangan Undang-Undang Apatur Sipil Negara (RUU ASN) jika resmi disahkan nanti.
"Saya siaplah meletakkan jabatan. Saya maju tentunya sudah siap dengan segala risikonya dan sudah paham konsekuensinya," jelas dia.
Yusuf Sommeng mengatakan, dirinya sudah mengetahui RUU ASN itu. Meski demikian, ancaman RUU itu tidak akan menyurutkan niatnya untuk tetap melangkah ke ajang Pilbup Gowa. "Tidak ada persoalan, mau disahkan atau tidak, saya tidak peduli," jawabnya enteng.
Meski tak mau menyebutkan Parpol apa saja yang telah dilobinya, namun Yusuf Sommeng tetap yakin ada Parpol yang membackupnya nanti. "Yang jelas sudah ada, tapi kalau gagal yah lewat jalur independen juga bolehlah," tambahnya. (sar/war/c)

 

Rahmansyah Bakal Hadapi Keluarga YL

GOWA, BKM-- Kandidat bakal calon Bupati Gowa, Rahman Syah yang juga caleg Golkar Sulsel terpilih mendeklarasikan kesiapannya untuk maju bertarung di Pilbup Gowa 2015.
Deklarasi kesiapannya digelar di Cafe Pangeran Coffee, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Somba Opu, Gowa yang turut dihadiri sejumlah perwakilan tim pemenangannya termasuk perwakilan teman dan sahabatnya, Rabu (20/8).
Rahman Syah mengaku yakin akan diusung Partai Golkar, termasuk tetap melobi dua partai besar yakni PAN dan PKS.
Dia juga mengatakan, majunya ia bukan sebagai bentuk perlawanan utamanya kepada keluarga Yasin Limpo (YL). Dirinya  dalam setiap perhelatan pemilukada baik pemilihan gubernur dan pemilihan bupati Gowa, dia menjadi bagian terpenting (jenderal lapangan) dalam pemenangan keluarga YL seperti pilgub lalu yang mengusung Syahrul Yasin Limpo.
''Ini bukan perlawanan tapi apa yang saya lakukan ini merupakan keinginan saya merangkul dan bergandengan tangan dengan semua putra putri terbaik Gowa untuk bersama-sama membangun Gowa,'' kata Rahman Syah.
Diakuinya, tekadnya untuk maju ke pilbup karena besarnya dukungan dan peluang yang diperolehnya. ''Setiap saya ke warkop atau tempat-tempat ramai, banyak teman dan sahabat saya yang mengatakan Rahman Syah memang tawwa, iyo tawwa dan siratangi tawwa. Inilah juga yang saya buat sebagai tagline di sejumlah baliho dan spanduk yang saya buat dan telah dipasang di beberapa wilayah di Gowa,'' terangnya.
Ditanya seberapa besar amunisi yang akan jadi bekalnya ke pilbup mendatang, menurut mantan loyalis SYL ini, berbicara finansial dirinya tidak punya. ''Yang saya punya dan menjadi modal utama saya menuju pilbup ini adalah pengetahuan, teman dan sahabat-sahabat saya yang ada di mana-mana. Saya sekolahi ini memang untuk persiapan menggeluti ini semua,'' kilah Rahman Syah yang menyandang doktor sosiologi dan politik ini.
Rahman Syah pun tak menampik dirinya bakal berhadapan dengan keluarga YL yang dikenal sebagai penguasa dunia politik terhandal di Sulsel. ''Yah saya tahu itu, namun saya yakin sebagai kader Golkar dan memegang nomor induk kepengurusan Golkar tentunya saya sudah siap dan sangat berharap dukungan partai Golkar untuk kendaraan saya nanti. Saya juga siap mengikuti proses dan mekanisme yang dikeluarkan Golkar dalam pengusungan calon bupati. Saya juga tidak pungkiri jikalau Golkar tidak mengusung saya maka tentu kesiapan saya yang lain adalah berharap dukungan dari partai politik lainnya bahkan jalur independen pun sudah siap saya jalani,'' kata Rahman Syah.(sar/war/c)

   

Mapres: Rahmansyah Tidak Beretika

KETUA Dewan Pertimbangan (wantim) Golkar Gowa, Mapparessa Tutu menilai Rahman Syah tidak beretika saat mendeklarasikan dirinya siap maju dan  berniat mengendarai Golkar pada pemilukada Gowa  Juni 2015 mendatang.
Mapparessa mengaku niat legislator Golkar Sulsel terpilih tersebut harusnya tidak asal mengambil keputusan.
"Bukan soal hak politik seseorang yang tidak dapat dibatasi, tapi ini soal etika partai. Apalagi keinginan Rahman Syah merupakan sikap yang terburu buru dan tidak etis karena dirinya merupakan pendatang baru dirumah beringin rindang. Harusnya dia melihat seperti apa isi didalam rumah Golkar,"tegasnya.
Mapparessa menambahkan, keinginan kader yang ingin mengendarai Golkar di pemilukada memiliki aturan dan mekanisme partai seperti pernah menjadi pengurus harian, pernah menjadi legislator Golkar dan tidak pernah pindah partai.
Dia juga menyindir Rahman Syah soal membawa-bawa nama keluarga YL.
"Tidak perlu membawa bawa nama keluarga YL karena kita orang Gowa itu semuanya sama."
Terkait keinginan Rahman Syah untuk maju di parpol lain bahkan lewat jalur perseorangan, dinilai Mapparessa sebagai bentuk pengingkaran atas amanah masyarakat Gowa dan Takalar.
"Itu pertanda bila Rahman Syah  bukan kader yang baik karena sudah membuka ruang perlawanan kepada Golkar. Sebaiknya dia mensyukuri dan melaksanakan amanah masyarakat yang memilihnya sebagai legislator Golkar selama lima tahun kedepan,"pungkasnya. (rif/war/c)

 

Hatta:Saya Maju Tanpa Syarat

MAROS,BKM--Ketua DPD PAN Maros HM Hatta Rahman mengaku tak ingin didikte terkait siapa pasangannya dalam Pilkada Maros mendatang. Hal ini ditegaskan Hatta menanggapi adanya rencana DPW PAN Sulsel memasangkannya dengan Ilham Burhanuddin pada Pilkada 2015 mendatang.
"Saya mau maju tanpa syarat, termasuk soal siapa pasangan saya nantinya. Saya tidak mau didikte dalam menetukan siapa yang akan mendampingi saya," tegas Hatta.
Menurutnya, pihaknya akan patuh terhadap proses dan mekanisme partai tapi dia tidak akan berpasangan dengan Ilham Burhanuddin.
Hatta berharap, Ilham lolos dalam seleksi pilkada mendatang sehingga bisa berkompetisi secara fair dalam merebut suara rakyat.
Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PAN Maros Zulkifli Azis mendukung pernyataan Hatta. Menurutnya, pendamping bupati sebaiknya  diserahkan sepenuhnya ke calon tersebut.
"Karena nantinya dia yang akan bekerjasama menjalankan pemerintahan. Jika tidak klop maka akan sulit. Termasuk apakah tetap melanjutkan HATIta jilid II atau memilih kader PAN," bebernya.
Kader-kader di PAN tambah Zulkifli banyak yang potensial baik yang berkiprah di DPW maupun DPD PAN Maros seperti Irfan AB, Chaidir Syam, Amri Yusuf dan Ikram Rahim.
Zulkifli menambahkan, dari kelima kader PAN tersebut, dua kader yang merupakan representasi pemuda yakni Irfan AB dan Chaidir Syam. Bahkan suara Irfan AB dalam Pileg lalu mengalahkan Ilham Burhanuddin meskipun keduanya sama-sama gagal melenggang ke DPRD Provinsi. "Dari segi elektabilitas dan perolehan suara dalam Pileg, Irfan masih lebih baik. Jadi jangan dipaksakan hanya karena ada MoU itu," jelasnya.
Selain itu ada sekretaris PAN Maros Chaidir Syam yang sangat potensial mendampingi Hatta. Chaidir Syam pada Pileg lalu memperoleh suara tertinggi, dia juga saat ini menjabat sebagai Ketua KNPI Maros.
Sebelumnya, ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi mengisyaratkan akan memasangkan Hatta dengan Ilham Burhanuddin atau Irfan AB untuk memaketkan PAN-PAN dalam pemilukada Maros 2015 mendatang.(ari/war/c)

   

Halaman 4 dari 43

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi