Politik

Tim Maddusila Mengamuk di Dua Kantor Lurah

GOWA, BKM-- Puluhan tim pendukung pemenangan Partai Demokrat yang juga adalah tim solid Andi Maddusila A Idjo caleg Demokrat untuk DPR RI
mengamuk di dua kantor kelurahan tempat rekap penghitungan suara sejumlah TPS di wilayah itu, Sabtu (12/4) malam. Mereka mengamuk dan mengajukan protes tidak menerima hasil rekap disebabkan mereka merasa dirugikan.
Puluhan pendukung Partai Demokrat itu mengamuk di kantor Kelurahan Pandang-pandang dan kantor Kelurahan Sungguminasa. Massa pendukung Maddusila menilai telah terjadi kecurangan selama proses penghitungan dilakukan oleh KPPS. Massa partai ini juga mendatangi Kantor KPU Gowa.
Bahkan puluhan tim Maddusila ini meminta agar penghitungan dihentikan sebelum ada penyelesaian pihak penyelenggara (KPU Gowa).
Desakan tim Maddusila itupun direspon  Panitia Pengawasan Pemilihan
Umum (Panwaslu)  Gowa agar menghentikan sementara proses penghitungan
suara di beberapa kelurahan yang ada di Kabupaten Gowa. Hal ini
menyusul terjadinya keberatan dari saksi sejumlah partai politik
sehingga membuat kisruh proses penghitungan suara di kelurahan maupun
di tingkat TPS.
"Ini sudah kisruh jadi saya meminta untuk dilakukan penghentian sementara proses perhitungan suara sampai ada titik temu untuk dilakukan penghitungan suara ulang," kata Ketua Panwaslu Gowa, Nisma
Iriani, saat dihubungi via ponselnya,  Minggu (13/4) kemarin.
Menurut Nisma, dari laporan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) ditemukan
selisih suara yang tertera dalam C1 plano besar yang dipegang KPPS dan
C1 plano kecil yang dipegang para saksi maupun petugas Panwascam. Rencananya, pihak Panwas, tambah Nisma, akan meminta KPU
dan pihak kepolisian untuk duduk bersama membicarakan masalah ini.
Munculnya reaksi ini membuat Nisma menilai kinerja KPU Gowa belum
maksimal. "Masih banyak petugas KPPS yang tidak mengerti tugas
dan fungsinya dengan baik. Buktinya masih banyak ditemukan teknis
pemilihan sampai penghitungan suara di lapangan yang amburadul
sehingga memicu terjadinya protes dari beberapa saksi parpol. Saya
tidak tahu bagaimana bimtek yang dilakukan KPU, kenapa bisa sampai
terjadi seperti ini," kata Nisma.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gowa, Andi Maddusila A Idjo,
mengatakan, ada kecurangan secara struktural dan massif terjadi dengan
menghilangkan suara caleg dari partai Demokrat.  Indikasinya, surat C1
plano besar yang dipegang KPPS tidak sesuai dengan C1 plano kecil yang
dipegang saksi partai Demokrat.
"Kami meminta pemberhentian perhitungan suara dan pembatalan pemilu di
Gowa karena banyak kecurangan," tandas Maddusila mantan calon Bupati
Gowa pada Pilkada 2010 lalu.
Sementara, Ketua Divisi Sosialisasi Kabupaten Gowa, Arif Budiman yang
turut dikonfirmasi kemarin siang, mengakui jika telah terjadi kekeliruan dalam proses penghitungan suara di tingkat kelurahan seperti tertukarnya kotak suara sampai rekap perhitungan di kertas C1. Namun menurut mantan anggota Panwaslu Kecamatan Pallangga ini, hal itu bukanlah karena kesengajaan oleh pihak KPPS.  "Itu bukan disengaja dan kami akan segera meluruskannya," kilah Arif Budiman. (sar)

 

KPU Luwu Tetapkan Hasil Pileg Pekan Depan

BELOPA, BKM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu menjdwalkan penetapan hasil pemilu legislatif (Pileg) pekan depan.
Ketua KPU Luwu Abdul Thayeb kepada BKM, Minggu (13/4) menuturkan, saat ini KPU Luwu masih menunggu rampungnya rekap di tingkat PPK.
"Saat ini kita tetap melakukan koordinasi terus menerus dengan PPK soal rampungnya tahapan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Kalau sudah rampung kita langsung plenokan," kata Thayeb.
Sementara itu, Ketua Panwas Luwu, Siming menambahkan pihaknya tetap dan terus memantau perkembangan rekapitulasi suara di tingkat PPK. Ini dilakukan untuk mencegah kecurangan. (wan/c)


 

Kadir Klaim Suaranya di Atas Adnan

MAKASSAR, BKM -- Tim sukses calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sulsel dari Partai Golkar, Kadir Halid mengaku meraih suara di atas perolehan suara yang diraih rival satu partai dan satu dapilnya, Adnan Purichta IYL.
Klaim ini disampaikan anggota tim sukses Kadir Halid, Muslim Yunus, Minggu (13/4). Yunus sesumbar, Kadir adalah pemenang untuk daerah pemilihan (Dapil) Makassar A yang meliputi 10 kecamatan.
Muslim membantah hasil sejumlah lembaga survei yang menempatkan Ichsan IYL di urutan pertama, caleg perolehan suara terbesar dan hanya menempatkan Kadir di posisi kedua.
"Kami bantah hasil survei yang menempatkan pak Kadir di posisi kedua. Data C1 yang masuk hingga saat ini menunjukkan pak Kadir berada jauh di atas Adnan," kata Muslimin.
Sebelumnya, dari bocoran sejumlah lembaga survei tercatat 9 nama calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar A yang berpeluang lolos sebagai pemenang suara di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014. Sembilan caleg yang diprediksi berpeluang mendapat kursi di parlemen Sulsel yakni Adanan Purichta IYL (Golkar), Kadir Halid (Golkar), A Endre Mallanti Cecep Lantara (Demokrat), Rahmatika Dewi (Nasdem), Ashabul Kahfi (PAN), Januar Jauri (Demokrat), Nurdin Inar (Gerindra), Rudy Pieter Goni (PDI-P)  dan Yusuf Gonco (Golkar). (ril/b)

   

AKM Optimis Rebut Satu Kursi

MAKASSAR, BKM -- Calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra dr Asri Kahar Muang (AKM) optimis merebut satu kursi dari delapan kursi yang diperebutkan di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulse I.  Dapil Sulsel I meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kabupaten Selayar.
Ketua Tim Pemenangan AKM, Danial, Minggu (13/4) mengatakan berdasarkan hasil pencatatan para saksi melalui form  C1 yang ditugaskan di seluruh TPS,  suara untuk AKM bisa menembus 50 ribu lebih suara. Tapi suara yang masuk ke Posko hingga Sabtu (12/4) pagi baru mencapai 12 ribu suara.
''Ini form C1-nya kita jemput langsung ke para saksi yang lokasinya terjangkau seperti Makassar dan Gowa. Sekarang kami sedang menunggu laporan saksi dari daerah lain,'' ujarnya kemarin. (ila)  

 

Mantan Lurah Tidung Mengaku Menang di Dapil I

MAKASSAR, BKM -- Mantan Lurah Tidung, Kecamatan Rappocini Ismail Abdullah mengaku jika dirinya adalah peraih suara terbanyak untuk caleg Partai Demokrat di daerah pemilihan (Dapil) I Kecamatan Ujungpandang, Makassar dan Rappocini.
Dalam keterangan pers, Minggu (13/4), caleg Partai Demokrat ini mengaku telah mengantongi suara hingga 1.700. Menurutnya, raihan suara ini adalah suara tertinggi yang diraih seluruh caleg Partai Demokrat di Dapil I.
"Ini adalah buah kerja keras tim yang ada. Mudah-mudahan hasil ini tidak berubah. Dan kami akan kawal terus," katanya.
Ia berharap, agar rekannya sesama caleg Demokrat tidak saling sikut, tetap saling membangun solidaritas sambil menunggu putusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). (ush/c)

   

Halaman 6 dari 108

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA