Politik

Politisi Senayan Bantu Warga Wajo

MAKASSAR, BKM--Pasca terpilih kembali sebagai anggota DPR-RI, putri Gubernur Sulsel, Indira Chunda Tita SYL, terus terus berkiprah mendekatkan diri dengan rakyat.
"Kita tetap konsisten pada program aksi nyata. Bantuan yang diberikan kepada warga agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan aksi nyata tidak hanya dilakukan di Dapil 1 Sulsel. Saya ingin semua masyarakat merasakannnya,"kata Indira Chunda Tita yang akrab disapa Tita, Selasa (26/8).
Bantuan yang diberikan masyarakat, berupa material membangun mesjid.
"Bantuan ibu Tita merupakan wujud  Kepeduliannya kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan tidak hanya dirasakan konstituennya yang ada di Dapil 1 Sulsel, meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.  Aksi sosial putri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini juga turut dirasakan masyarakat Sulsel pada umumnya," kata pengurus Masjid Lailatul Qadri, Baharuddin Tina, usai menerima bantuan mataerial semen untuk pembangunan Masjid Masjid Lailatul Qadri dan Masjid Miftahul Khairat, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, beberapa waktu lalu.
Baharuddin,  bantuan semen ini sangat membantu masyarakat dalam membangun Masjid. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tita yang telah sukarela memberikan bantuan semen. Dengan bantuan tersebut, pembangunan masjid kami bisa terlaksana dengan baik. Kami juga harap  anggota dewan yang lain mengikuti langkah Tita yang aktif dan konsisten memberikan bantuan sosial,"katanya.
Sebelumnya, politisi perempuan yang terkenal dengan program aksi nyata ini memberikan bantuan semen untuk pembangunan Masjid Jamiul Iksan, Jalan Toddopuli, dan Masjid Babussalam, Jalan Batua Raya dan beberapa mesjid lainnya. (ucu/cha/C)

 

Demokrat Bentuk Desk Pilkada

MAKASSAR, BKM--Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat kembali memperkuat struktur kerjanya di daerah. Setelah membenahi DPD Demokrat Sulsel, kini DPP mengangkat Pelaksana Tugas Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah  sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Demokrat Sulsel.
Penunjukan Ni'matullah dilakukan Ketua Harian DPP Demokrat, Syarif Hasan dalam rapat pengurus harian terbatas 19 Agustus lalu. Adapun tugas korwil dinilai dapat menjadi penyambung antara DPD dan DPP.
"Ini juga untuk mencegah dualisme kewenangan,"ujar Ni'matullah, Senin (25/8).
Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel, selama ini Korwil Demokrat Sulsel dijabat Jafar Hafsah dan Syamsul Mappareppa.
Jabatan rangkap yang diterima calon Wakil Ketua DPRD Sulsel dinilai merupakan amanah serta tanggungjawab yang harus dilaksanakan.
Ni'matullah mengungkapkan, Demokrat akan menggelar pembekalan caleg yang akan diikuti 101 orang  terdiri dari 90 anggota DPRD kabupaten-kota ditambah 11 anggota DPRD Sulsel.
Pembukaan sekaligus Resepsi HUT di Singgasana tanggal 10, sementara pelaksanaanya dimulai 10 hingga 13 September.
Terkait persiapan Demokrat menghadapi pelaksanaan pemilukada serentak di sebelas daerah, DPD  Partai Demokrat Sulsel juga telah mengangkat tim Desk Pilkada yang akan bertugas menangani persiapan pemilukada di sebelas kabupaten Juni 2015 mendatang.
Menurut Plt  Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah, ada tujuh nama yang tergabung dalam tim desk pilkada.
Adapun ke tujuh  nama yang masuk dalam tim desk pilkada yakni, Sewang Tamal (Ketua) dari Komisi Pengawas, Syamsu Alam Mallarangan (Wakil Ketua) dari Badan Kehormatan serta lima anggota dari DPD diantaranya Aerin Nizar,  Andry S Arief Bulu, Suwarno Sudirman, Yusa Rasyid Ali dan Jefry Timbo.  (rif/cha/B)

 

Golkar Sulsel Tunggu Munas

MAKASSAR, BKM--Golkar Sulsel tetap menunggu perintah DPP, apakah perlu menggelar Munas 2014  atau 2015 mendatang.  Meski peluang digelar munas dipercepat tetap terbuka, namun Sulsel tidak terlalu larut dengan kepentingan tersebut.  Pengamat Politik Unhas, Adi Suryadi Culla mengatakan, arah dukungan Partai Golkar, khususnya DPD I Partai Golkar Sulsel masih sulit diprediksi. Menurut Adi, Golkar Sulsel saat ini masih menunggu perkembangan DPP Partai Golkar hingga adanya Munas atau pun Rapimnas.
"Dinamika politik bisa berubah dan berbeda, begitupun dengan Golkar yang unpredictable. Apakah akan konsisten menjadi oposisi atau tidak. Semua ditentukan saat pergeseran kepemimpinan Partai Golkar di Munas nanti," ujarnya.
Adi menjelaskan, kepastian apakah akan tetap oposisi atau koalisi dengan pemerintah akan ditentukan oleh faksi-faksi yang terjadi di tubuh partai Golkar.
"Jika nanti yang memimpin dari faksinya Ical (Aburizal Bakrie, red) maka bisa dipastikan akan tetap oposisi. Sementara jika yang menang adalah faksi yang cukup dekat dengan  JK maka Golkar akan menjadi koalisi di pemerintahan Jokowi-JK." sebutnya.
Adi menambahkan, dinamika politik di tubuh Golkar antara pusat dan daerah adalah hal yang berbeda. " Keputusan di DPP tidak mutlak dan bisa berjalan lurus di tingkat DPD. Bisa saja di pusat menjadi oposisi dengan PDI-P, tapi di daerah bisa saja menjadi koalisi dengan PDI-P,".
Pasca adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, sejumlah Partai Politik (Parpol) yang masuk dalam koalisi merah putih menyatakan akan menjadi oposisi pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. Bahkan partai Golkar yang selama ini menjadi koalisi pemerintah, untuk pertama kali memutuskan untuk menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-JK. Dengan adanya penegasan DPP Partai Golkar yang memutuskan untuk menjadi oposisi pemerintah, DPD I Partai Golkar Sulsel pun akan mengikuti keputusan DPP Partai Golkar dan akan menunggu keputusan resmi saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas).
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku bila dirinya fokus untuk mengawal pemerintahan di Sulsel. "Kita punya tanggungjawab untuk masyarakat Sulsel,"ujar Syahrul di DPRD Sulsel, Senin (25/8).
Syahrul mengatakan, keputusan DPP Partai Golkar yang menyatakan akan menjadi oposisi pemerintahan adalah pembahasan di tingkat pusat. Untuk itu, Golkar Sulsel akan menunggu Rapimnas dan Munas Partai Golkar.
"Keputusan itu baru ditingkat pusat, tentu saja nanti kita akan masuk pembicaraan-pembicaraan di Rapimnas atau Munas yang akan datang," ujarnya. Dengan demikian, Golkar Sulsel belum memutuskan secara pasti apakah akan mendukung sikap DPP Partai Golkar yang akan menjadi oposisi hingga Munas mendatang.
Meskipun belum ada sikap resmi Partai Golkar, Syahrul tetap berharap kepada JK yang merupakan putra daerah Sulsel yang terpilih menjadi Wakil Presiden periode 2014-2019 untuk mendukung percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang ada di Sulsel. Apalagi, banyak proyek infrastruktur yang telah diajukan ke pemerintah pusat beberapa waktu lalu pada saat Rakornas antara Kementerian bidang ekonomi dengan Gubernur se-Kawasan Timur Indonesia (KTI) di Hotel Aryaduta. " Kita akan dorong percepatan proyek seperti Kereta Api, pembangunan Mamminasata dan yang lainnya yang telah kita serahkan ke Menko Perekonomian waktu lalu," pungkasnya. (rif/cha/C)

   

Kapolda Apresiasi Pemilu Damai di Sulsel

MAKASSAR, BKM--Kapolda Sulsel, Irjen Burhanuddin Andi mengapresiasi sikap seluruh elemen  masyarakat Sulsel khususnya Makassar yang telah menciptakan situasi kondusif selama pemilihan umum (Pemilu) 2014.
"Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga dan menciptakan Kamtibmas tetap kondusif selama pelaksanaan Pemilu 2014 baik Pilleg maupun Pilpres di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat," tukas Burhanuddin Andi.
Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaan Pileg maupun Pilpres 2014 Kamtibmas di Sulsel dan Sulbar secara umum kondusif, puncaknya pada saat pelaksanaan pembacaan putusan MK terkait PHPU pelaksanaan Pilpres 2014 yang telah dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2014 yang lalu dimana kondisi Kamtibmas tetap aman terkendali.
"Tidak ada pergerakan maupun pengerahan massa yang mengarah kepada aksi unjuk rasa yang ditujukan terhadap penyelenggara Pemilu (KPU) maupun bentuk-bentuk kegiatan lainnya yang menunjukkan ketidakpuasan maupun protes yang bersifat mengganggu ketertiban umum ,"ungkapnya.
Kondisi Kamtibmas yang kondusif diakui Burhanuddin bukan datang secara tiba-tiba. Namun, itu semua sebagai upaya secara sungguh-sungguh oleh seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi dengan aparat Kepolisian jajaran Polda Sulsel dan Sulbar serta aparat keamanan lainnya dalam rangka menciptakan kamtibmas yang kondusif serta mewujudkan komitmen Pemilu Damai.
"Kondisi yang demikian kondusif tersebut merupakan gambaran bahwa demokrasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat semakin baik?, dewasa serta bermartabat dan menunjukkan bahwa masyarakat Sulsel dan Sulbar sangat menghargai persaudaraan dan perdamaian. Masyarakat senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai budaya kehidupan masyarakat  Bugis-Makassar “Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge” dan “Siri na Pacce”,"ucapnya.
Burhanuddin berharap, segala upaya dalam rangka menciptakan Kamtibmas yang kondusif tersebut harus tetap dipertahankan dan dibudayakan agar pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah Sulsel dan Sulbar tetap berjalan sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.
"Hal ini sangat penting terlebih lagi ke depan pesta demokrasi secara regional di 11 (sebelas) kabupaten akan dilaksanakan tentunya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif mutlak diperlukan guna kelancaran pelaksanaan pesta demokrasi/Pemilu Kada di 11 (sebelas) Kabupaten tersebut ,"tandasnya. (ril-eka/cha/C)


 

Gerindra Tepis Riak Perpecahan

MAkASSAR, BKM--Partai Gerindra Sulsel  masih solid. Tidak ada gejolak yang signifikan untuk pengusulan calon pimpinan DPRD Sulsel maupun pengusulan calon pimpinan di 16 kabupaten kota di Sulsel.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Gowa, Darmawangsa Muin menegaskan, Gerindra masih tetap solid. "Isu terjadinya perpecahan sama sekali tidak ada. Apalagi yang mencoba menggoyang posisi Ketua DPD," ujar Darmawangsa, Minggu (24/8).
Menurutnya, kalau ada pernyataan orang perorang belum dapat dikategorikan terjadinya perpecahan. "Itu hanya merupakan dinamika dalam sebuah organisasi,"ujar caleg DPRD Sulsel terpilih ini.
Mantan legislator PDK Gowa ini  menjelaskan, bila terkait pengusulan bakal calon pimpinan DPRD Sulsel, Gerindra sementara menggodok tiga nama yakni Yusran Sofyan, Rusdin Tabi dan dirinya.
Dia menjelaskan, bila semua caleg terpilih utamanya nama yang pernah diusulkan telah menjalani fit and propert tes di tim tujuh,  DPP Gerindra dipimpin Edi Prabowo.
"Termasuk dua calon ketua DPRD dari Soppeng dan Toraja Utara, termasuk 14 wakil ketua DPRD kabupaten kota di Sulsel"
Darmawangsa menegaskan, dengan ditanganinya DPP atas usulan DPD maka tidak ada perbedaan antara DPC dan DPD maupun DPP.
"DPP sudah memperkirakan penentuan ini paling lambat dua minggu kedepan."Jelas Darmawangsa yang juga menyebut dua caleg terpilih Gerindra Gowa yakni
H Said Itung danAbd Haris L krg Sila sebagai calon Wakil Ketua DPRD Gowa.
(rif/cha/C)

   

Halaman 6 dari 44

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi