Politik

Parpol Mulai Jajaki Koalisi

Balon Bupati Berpeluang Diusung Koalisi Parpol

Gowa
Tenri Olle YL (Golkar- PAN-PDIP)
Amir uskara (Demokrat- PPP)
Andi Maddusila (Demokrat- NasDem)
Yusuf Sommeng (PKS-Hanura, PKPI dan PKB)

Selayar
Ince Langke-Adiansar (Golkar, Hanura, NasDem dan  PPP)
Syaiful Arif (Gerindra)
Nursyamsina-Junaid Faisal (Demokrat-PDIP)
Abd Gani (PAN-PKS)


Bulukumba
Syamsuddin (Golkar-Demokrat)
Edi Manaf (PAN)
Andi Sukri Sappewali (Gerindra-Hanura)
Masykur A Sultan (Golkar- PPP-PKS)

Maros
Hatta Rahman (PAN, Gerindra, Golkar)
Harmil Mattotorang (Demokrat-PKB-PKS)
Devo Kadafi (Golkar, PPP)
Nur Hasan (Hanura-PPP)

Pangkep
Syamsuddin H (Golkar)
Abd Rahman Assagaf
Andi Hery S Attas-Rizaldi Parumpa  (PPP-PAN)
Kamrussamad (Gerindra, Hanura)
Taufik Fahruddin (Demokrat-NasDem)

Barru
Andi Idris Syukur (Golkar, PAN)
Malkan (NasDem-Demokrat)
Anwar Aksa (PKS, PPP dan Hanura)
Herman Agus

Soppeng
Andi Kaswadi (Golkar-PPP)
Andi Sulkarnain (Gerindra)
Aris Muhammadiyah (PAN-PKS)
Selle KS Dalle (Demokrat-NasDem)
Luthfi Halide (Golkar)
DJusman AR (PBB-PAN)


Toraja
Theopillus A (Golkar, PDIP)
Adelheid Sosang (Gerindra-Hanura)
Viktor D Batara (Demokrat- NasDem)
Nico Biringkanae (PKS- PAN-PKB)

Toraja utara
Frederik Batti Sorring (Golkar, Hanura)
Frederik Buntang (Demokrat-PDIP)
YS Dalipang (Gerindra-PPP-PKS)
Bridge Allorante

Lutra
Arifin Junaidi (Golkar, PAN)
Indah Putri indriani (Gerindra)
Tahar Rum (Demokrat-NasDem)
Karimuddin (PAN)


Lutim
Thorik Husler (PAN-PPP-PKS)
Andi Fauziyah (Golkar)
Sadly Mansur (NasDem-Demokrat)
Andi Asrul (PAN)
Nur Husain (Demokrat)



-Usung Balon Bupati dan Wakil Bupati

REPORTER: ARIEF SITUJU
EDITOR: WARTA SHALLY HIDAYAT


MAKASSAR, BKM--Pascapemilu legislatif (Pileg) 2014, roda mesin partai politik di Sulsel tidak padam. Parpol kembali mempersiapkan diri untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang berlangsung di 11 daerah 2015 mendatang.
Saat ini sejumlah parpol mulai bergerilya untuk menjajaki peluang koalisi, untuk mencari figur calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung di perhelatan politik lima tahunan ini.
Bahkan gambaran koalisi dalam mengusung pasangan calon mulai hangat dibicarakan baik ditingkat parpol maupun di masyarakat luas.
Para pimpinan parpol mengaku sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah calon yang berniat maju di Pemilukada.
Ketua DPW PPP Sulsel HM Amir Uskara mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah calon. Bahkan sejumlah calon  sudah menyurat ke DPW dan DPC PPP di daerah.
"Kita sudah menerima sejumlah surat, tinggal dibahas di tingkat provinsi, meski pprosesnuya dilakukan ditingkat DPC,"ujar caleg DPR RI terpilih ini, Rabu (13/8).
Mantan wakil ketua DPRD Gowa dua periode ini menambahkan bila PPP sendiri telah menyiapkan sejumlah kader yang akan maju, termasuk membuka ruang bagi calon diluar partai, jelas Amir yang mengaku sedang mempersiapkan pelantikan dirinya sebagai anggota DPR RI pada  1 Oktober mendatang.
Pernyataan sama disampaikan Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudi Pieter Goni. Legislator Sulsel ini mengatakan kalau partainya mulai  membahas soal persiapan jelang Pemilukada di 11 daerah.
"Kami sudah  melakukan rapat bersama DPC untuk  menyamakan persepsi dan juga pemetaan politik.
Kesimpulan awal, kami akan mendorong kader,"ujar Rudi, kemarin.
Terpisah, Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Ambo Dalle mengaku belum menyiapkan calon yang akan diusung. Saat ini kata dia, Hanura masih mempersiapkan tahapan survei bagi setiap calon yang berniat mengendarai Hanura.
"Saat ini sudah ada calon yang melakukan komunikasi dengan Hanura. Untuk itu, kami akan melakukan survei dulu,"ujarnya.
Soal target kemenangan calon usungan Hanura di Pemilukada, anggota komisi E DPRD Sulsel ini mengaku menargetkan semua calon yang akan diusung harus menang. "Makanya kita survei agar semua calon yang diusung menang,"harapnya.
Dari 11 daerah, Golkar, Demokrat dan Gerindra kemungkinan besar akan saling berhadapan.
Seperti halnya di Kabupaten  Gowa, Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra kemungkinan besar akan berhadapan, termasuk PPP.
Golkar dan PAN kemungkinan mengusung Tenri Olle YL, Demokrat dan PPP mengusung Amir Uskara dan Gerindra akan mengusung Darmawangsa Muin.
Di  Selayar Golkar kemungkinan mengusung nama legislator Golkar Sulsel Ince Langke sebagai calon bupati. Selain Golkar, mantan ketua DPD II Golkar Selayar ini mengincar PPP, Hanura, NasDem dan PDIP.
Di Pemilukada Bulukumba, Golkar disebut akan mendorong kadernya yakni Andi Hamsa Pangki. Selain nama Hamsa, ketua DPD Golkar Bulukumba Zainuddin Hasan diperkirakan akan memasukkan putranya Zunaidi sebagai calon wakil bupati.
Dengan  mengincar dukungan PPP Zunaidi diperkirakan Selain mengincar Golkar, Hamsah Pangki dan Zunaidi juga mengincar PPP dan Hanura. (rif/b)

 

Pemutakhiran Data, KPU Tunggu Tahapan

MAKASSAR, BKM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) di sejumlah daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2015 mendatang mengaku masih menunggu tahapan resmi Pemilukada yang dikeluarkan KPU Sulsel. Mereka juga belum melakukan kegiatan pemutahiran data pemilih.
"Kita memang masih menunggu tahapan. Kemungkinan awal tahun 2015 Januari hingga Februari baru dilakukan pemutahiran,"ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, Muktar Muis, Selasa (12/8).
Muktar menambahkan, bila Pemilukada digelar Juni maka tahapan pemutakhiran bisa saja dilakukan empat hingga lima bulan sebelum pesta demokrasi.
Pernyataan yang sama disampaikan ketua KPU Pangkep Marzuki. Menurutnya, pemutakhiran data pemilu merujuk pada data yang serahkan Pemkab Pangkep melalui dinas kependudukan dan catatan sipil. Selanjutnya data tersebut dimutakhirkan bersama PPK, dan pihak terkait.
"Sebelumnya disebutkan daftar pemilih sementara atau DPS yang kemudian dimutakhirkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Setelah ditetapkan menjadi DPT, maka data tersebut dijadikan dasar untuk pemilukada,"jelasnya.
Dia menambahkan, Pangkep sendiri baru memulai pemutakhiran data pemilih yakni Desember mendatang. "Paling lambat kami lakukan pemutakhiran data pada Januari tahun depan,"pungkasnya. (rif/war/c)

 

Darmawangsyah Siapkan Amunisi

GOWA, BKM-- Legislator muda yang terpilih duduk di  DPRD Sulsel dari Partai Gerindra, H Darmawangsyah Muin mulai memantapkan dirinya untuk maju bertarung di Pemilukada 2015 mendatang.
Ini dibuktikan dengan kegiatan politik yang dilakukan  tim pemenangannya seperti memasang  baliho di seluruh pelosok Kabupaten Gowa. Baliho-baliho ini dipersiapkan untuk seluruh RT/RW.
"Seluruh baliho telah selesai dicetak dan siap dipasang dalam waktu dekat ini. Kita akan sebar di seluruh penjuru Gowa,"jelas Ketua Partai Gerindra Gowa ini.
Menyoal tentang amunisi yang dipersiapkannya, Darmawangsyah tak mau menyebut besarannya. Namun figur muda yang mampu mendongkrak kursi Gerindra di DPRD Gowa menjadi 8 kursi dari sebelumnya hanya 1 kursi ini mengaku cukup untuk memenangkan Pilbup  tahun depan. "Insya allah masalah amunisi tentunya besar dan cukuplah untuk memenangkan Pilbup ini," kata Wawan, nama panggilan akrabnya, Selasa (12/8). (sar/war/c)


   

Korwil Dead Line DPD II Hingga 18 Agustus

MAKASSAR, BKM--Koordinator Wilayah (Korwil) DPD II Partai Golkar Makassar, Kadir Halid memberikan batas akhir penyerahan daftar nama hingga 18 Agustus. Kalau hingga 18 Agustus belum diserahkan, maka DPD I akan mengambil alih.
"Kita berikan deadline hingga 18 Agustus agar nama yang diusulkan segera di kirim ke DPD I untuk ditetapkan sebagai ketua DPRD Makassar,"ujar Kadir, Selasa (12/8).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini juga menambahkan bila kisruh di DPD II sebaiknya tidak merugikan kader lainnya.
Menanggapi deadline dari Korwil Makassar, sekretaris DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta mengaku bila  sejauh ini belum mendapat kepastian jadwal pleno pengusulan ketua DPRD Makassar.
Menurut Aru-panggilan Farouk, secara pribadi pihaknya sudah menyampaikan ke Ketua DPD II Golkar Makassar, Supomo Guntur terkait kewajiban tersebut. "Jawaban pak supomo kita menunggu saja," kata Aru.
Farouk juga mengaku jika DPD 1 Golkar Sulsel  telah mengirim surat ke DPD II agar rapat pleno pengusulan calon pimpinan DPRD  Makassar periode 2014-2019 segera dilakukan.
"Harusnya itu sudah harus dilaksanakan. Kita berharap Supomo melaksanakan. Kalau memang berhalangan,  harus mengamanahkan ke Haris Yasin Limpo selaku Ketua Harian Golkar Makassar,  Jangan tidak jelas begini,"ujar  Farouk.
Kisruh penetapan usulan nama calon pimpinan dewan bukan hanya terjadi di tubuh Partai Golkar Makassar, Partai NasDem juga bernasib sama. Tiga nama yang mencuat yakni Mario David, Rudianto Lallo dan Indira Mulyasari disebut memiliki peluang duduk di jabatan wakil ketua DPRD Makassar.
Dikabarkan ketua Bappilu NasDem Sulsel Syamsu Bachri Sirajuddin menggelar rapat secara tertutup tanpa melibtkan ketua DPW NasDem Sulsel Mubyl Handaling. Akibatnya muncul kekecewaan dari sejumlah kader.
Berbeda dengan partai Golkar dan Nasdem, Partai Demokrat dan Gerindra hampir pasti menetapkan nama calon wakil ketuanya. Demokrat mengusulkan nama Adi Rasyid Ali sementara Gerindra mengusulkan tiga  nama yakni Amar Bustanul, Andi Pahlevi  dan  Erik Horas. (rif/b)

 

Kisruh di DPP, SYL Pilih Diam

MAKASSAR, BKM-- Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sulawesi Selatan,  Syahrul Yasin Limpo mengaku memilih diam dan tak ingin berkomentar banyak terkait merebaknya kisruh yang terjadi dikalangan elit DPP Partai Golkar.
Adapun kisruh tersebut yakni gagalnya Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, berkurangnya kursi di DPR RI yang diraih kader Golkar serta percepatan pelaksanaan Munas.
Syahrul kepada sejumlah wartawan, Selasa (12/8) mengatakan, partai yang selama dibawah kepemimpinannya tidak mengalami dampak atas kisruh yang terjadi antara Ketum DPP Golkar dengan pengurus yang berada di pusat.
"Golkar sulsel aman-aman saja,  yang bermasalah di pusat buat apa di bawa ke daerah, biarkan saja mereka selesaikan disana," kata Syahrul.
Syahrul juga meminta kepada media untuk tidak membesar-besarkan  kisruh yang terjadi ditubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Kita kan aman-aman saja, jangan ikut terbawa juga," lanjut Syahrul.
Ditanya, terkait rencana, Aburizal Bakrie  dan Agung Laksono yang akan mencari dukungan ke daerah, Syahrul kembali menegaskan kalau dirinya tetap netral dan tidak akan berpihak kepada siapapun.
" Saya tidak ingin menanggapi hal tersebut, urusannya merekalah yang di Jakarta," paparnya.
(san/war/c)

   

Halaman 10 dari 44

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi