Politik

Warga Biringbulu Dorong Tenri Maju di Pilbup

GOWA, BKM--Warga kecamatan Biringbulu kabupaten Gowa  kembali menyampaikan harapannya agar ketua DPD II Partai Golkar  Gowa Hj Tenri Olle Yasin Limpo maju di pemilihan bupati (Pilbub) Kabupaten Gowa April 2015 mendatang. Harapan tersebut dikemukakan sejumah warga saat berlangsung kegiatan safari ramadhan di desa Baturappe,  kecamatan Biringbulu.
"Para warga sangat berharap agar ibu Tenri dapat maju di pulkada Gowa mendatang"ujar Kasim Sila, salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Tenri yang juga kakak kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini sudah sepekan melakukan safari ramadhan keliling di kecamatan kecamatan.
Bahkan pada Selasa, jadwal safari ramadan  digelar desa Bone untuk kecamatan Bajeng dan Bajeng Barat.
Mendapat dorongan untuk maju di pilkada Gowa, Tenri Olle yang juga ketua komisi E DPRD Sulsel ini saat dimintai tanggapannya mengungkapkan terimakasihnya.
"Saya ucapkan terimakasih atas dukungan tersebut, namun semuanya tetap mengacu pada aturan yang ada di Golkar."
Tenri menjelaskan bila di Golkar itu ada mekanisme survei, sehingga kalau dirinya diminta untuk maju tetap mengikuti proses yang ada. "Isnya Allah, kalau diminta tentu siap mengikuti survei,"jelasnya.
Safari ramadan Partai Golkar kabupaten Gowa diikuti para anggota DPRD Gowa terpilih serta pengurus dan kader beringin rendang sekabupaten Gowa.
Kegiatan safari ramadan, golkar juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk sejumlah mesjid di beberapa kecamatan. (rif/war/c)

 

Empat Saksi Beratkan Terdakwa

MAKALE, BKM-- Pengadilan Negeri Makale kembali menyidangkan kasus dugaan pidana pemilu yang mendudukkan calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat Kristian Lambe.
Kasus tersebut sempat terhenti di Pengadilan Negeri Makale karena majelis hakim yang diketuai Syahlan beranggotakan Bony Daniel dan Cahrni W.Ratu Mana menolak tuntutan jaksa dengan alasan kasusnya telah kedaluarsa sehingga membebaskan terdakwa dari segala tuntutan.
Hanya saja putusan hakim PN ditolak oleh Pengadilan Tinggi (PT) Sulsel dan meminta PN Makale kembali menyidangkan kasus tersebut setelah memutuskan kalau tuntutan jaksa tidak kadaluarsa.
PT memutuskan sidang ulang setelah jaksa penuntut umum (JPU) Abu Patendean dan Kadek Agus A.W mengajukan banding ke PT karena tidak menerima putusan PN.
Dalam persidangan ulang di PN Makale, Rabu (16/7),  Kristian didakwa telah menyuruh dua anak dibawa umur yakni Sarianus dan Rianto Lambe untuk mencoblos gunakan formulir C6 milik orang lain atas nama Ronianto dan Karistian Palinggi disertai imbalan uang sebesar Rp.250.000 saat pemilu legislatif di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Tandung Pantan, Makale.
Jaksa juga menghadirkan empat saksi yakni Yakob yang ditempati rumahnya menyerahkan C6 dan sejumlah uang serta saksi dari Panwascam Abd Rahman dan Sarianus serta Rianto Lambe yang melakukan pencoblosan.
Sarianus didepan majelis mengakui jika terdakwa benar menyerahkan formulir C6 atas nama orang lain di rumah Yakob dengan uang sebesar Rp250.000 pecahan Rp50.000.
Kesaksian yang sama disampaikan Panwascam Makale Abd Rahman. Ia menjelaskan kasus yang membelit caleg Demokrat adalah tindak pidana pemilu,sebab telah memanfaatkan anak dibawa umur melakukan pencoblosan dengan menggunakan formulir C6 milik orang lain.(gus/war/c)

 

Gerindra Gowa "Bersih-bersih" Caleg Terpilih

GOWA, BKM--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Gowa mulai "bersih-bersih" terhadap kader yang  membangkang terhadap keputusan partai dalam mendukung pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pemilihan Presiden, 9 Juli lalu. Bukan itu saja, calon anggota legislatif (Caleg) Partai Gerindra yang terbukti mendukung pasangan lain yakni Capres dan Cawapres Joko Widodo-HM Jusuf Kalla juga terancam dipecat dan tidak diakomodir untuk dilantik September mendatang.
Sikap tegas yang diambil DPC Partai Gerindra Gowa merujuk pada seruan DPP Gerindra untuk melakukan evaluasi terhadap para caleg terpilih Gerindra di seluruh Indonesia yang dinilai tidak bekerja pada Pilpres lalu.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPC Partai Gerindra Gowa, H Darmawangsyah Muin, Senin (14/7) malam.
Darmawangsyah juga menyetujui jika pusat melakukan evaluasi secara menyeluruh disamping evaluasi yang dilakukan DPD dan DPC di kabupaten/kota, agar ke depan seluruh kader sadar bahwa setiap agenda politik sama pentingnya.
''Jangan hanya pada saat pemilihan legislatif saja para caleg itu bekerja serius, seharusnya  seluruh caleg maupun kader juga bekerja optimal di pilpres. Tidak boleh hanya memikirkan kepentingan pribadi dengan hanya berkedok menunggangi partai setelah itu agenda yang lain ditinggalkan. Saya rasa jika ada caleg terpilih yang kurang bekerja di pilpres kemarin sebaiknya dipecat agar ada efek jera dan sekaligus  memberikan pelajaran,"jelasnya.
Apalagi, tambah Darmawansyah, seseorang yang terlibat politik dan masuk sebagai kader partai diwajibkan memperlihatkan sikap militansi dan kesungguhan dalam memperjuangkan apa yang partai perintahkan. Bagaimana caleg bisa berjuang  untuk rakyat jika perintah partai saja susah mereka perjuangkan.
“Kalau ada caleg yang  terbukti tidak membantu sosialisasi dan memenangkan Prabowo-Hatta maka akan kita evaluasi apakah mereka akan tetap dilantik atau tidak. Kalaupun tetap dilantik, nanti menjadi catatan kami apakah ke depan akan di PAW atau tidak," jelasnya.
Sebelumnya, pernyataan ancaman pemecatan juga dilontarkan Ketua DPD Gerindra Sulsel La Tinro La Tunrung kepada kader khususnya mereka yang tidak bekerja maksimal. Termasuk tidak akan melantik caleg terpilihnya jika ketahuan tidak loyal pada partai.
"Kita bisa saja tidak melantik caleg terpilih jika tidak loyal terhadap partai,"ujar La Tinro.(sar/b)

   

Maddusila Akan Kembali Warnai Pilbup Gowa

GOWA, BKM-- Rapat pengurus DPC Partai Demokrat Gowa yang telah digelar bertepatan Pilpres 9 Juli lalu, akhirnya menghasilkan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Adhoc untuk Pilbup Gowa 2015-2020 mendatang.
Bappilu Adhoc Partai Demokrat untuk Pilbup Gowa yang ditunjuk adalah Marsuki Marhabang Maddo dan Mursalim Bantang sebagai juru bicara dalam Bappilu Adhoc tersebut.
Marsuki Marhabang yang juga sebagai bendahara DPC Partai Demokrat Gowa, kepada BKM, Selasa (15/7) siang mengatakan, Bappilu Adhoc untuk Pilbup Gowa ini dibentuk setelah seluruh pengurus mendengarkan pernyataan langsung Andi Maddusila Andi Idjo (Ketua DPC Partai Demokrat Gowa) yang menyatakan kesiapannya kembali meramaikan Pilbup Gowa 2015 mendatang.
''Kami memang sudah lakukan pencermatan ke masyarakat dan ternyata respon masyarakat agar Patta Nyonri (Andi Maddusila) maju kembali ke pilbup Gowa masih sangat luar biasa. Makanya kami di DPC akan mengseriusi ini yang kemudian melahirkan Bappilu Adhoc untuk Pilbup ini,'' terang Marsuki Marhabang.
Agenda awal dari kerja Bappilu Adhoc ini kata Marsuki Marhabang yakni akan menggelar hajatan bagi seluruh PAC (pimpinan anak cabang) Demokrat di kecamatan sebagai pernyataan sikap resmi mendukung Andi Maddusila Andi Idjo. ''Pernyataan sikap ini akan digelar pada 20 Juli mendatang dan dihadiri semua PAC yang ada,'' kata dia.
Diingatkan Marsuki Marhabang, jika kesiapan Andi Maddusila maju kembali pada pertarungan Pilbup tahun depan didasari dari perolehan suara pada Pilbup 2010 lalu dimana Andi Maddusila yang berpasangan dengan Jamaluddin Rustam ketika itu berada di posisi kedua dari empat pasangan calon. Andi Maddusila-Jamaluddin Rustam meraih 47,52 persen suara dibawah pasangan H Ichsan Yasin Limpo-H Abd Razak Badjidu yang meraih di atas 50 persen lebih suara. (sar/war/c)


 

Ramadan, Partisipasi Pemilih Turun

PINRANG,BKM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang mengakui, partisipasi pemilih pada pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 yang digelar,9 Juli lalu turun dibanding Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu. Turunnya partisipasi pemilih dipengaruhi dua momen penting yakni memasuki bulan suci ramadan dan digelarnya perhelatan piala dunia.
“Saya kira ada beberapa hal. Pertama, mungkin karena kejenuhan akibat panjangnya aktifitas politik. Kedua, bisa jadi karena pilpres berlangsung saat momen Ramadan dan Piala Dunia sehingga banyak orang lebih memilih berisitirahat panjang pada pagi hari,” ujar Ketua Devisi Sosialisasi KPU Kabupaten Pinrang Rustam Bedmant, Selasa (15/7), kemarin.
Ditanya soal kurangnya sosialisasi dari KPU, Rustam langsung membantah. Ia justru menilai ada beberapa faktor eksternal yang menyebabkan masyarakat enggan datang memberikan hak suaranya ke TPS saat proses pemungutan suara Pilpres berlangsung seperti karena tidak adanya  mobilisasi massa yang di lakukan oleh partai politik pengusung  capres tertentu, termasuk kesadaran masyarakat untuk berdemokrasi masih sangat rendah.
"Kondisi tersebut sangat berbeda dengan pesta
demokrasi lain, seperti pemilihan calon anggota legislator, pemilihan gubernur ( pilgub) dan pemilihan kepala daerah (Pemilukada), karena masing masing massa di mobilisasi untuk menggunakan hak suaranya oleh tim pemenangan. Misalnya pada pileg lalu sekitar 400 caleg mengajak masyarakat untuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga tingkat partisipasi pemilih akan tinggi,"ujar mantan wartawan ini.
Soal sosialisasi, jelas Rustam, sudah maksimal dilakukan oleh penyelenggara, baik melalui media, maupun melibatkan dai (penceramah)  untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilihan presiden.
Rustam juga mengaku, belum mengetahui secara persis angka partisipasi pemilih sebelum pelaksanaan rekapitulasi  tingkat kabupaten.
Menyikapi pernyataan dari Rustam,  mantan Ketua Devisi Sosialisasi KPU Kabupaten Pinrang  periode 2009-2014 Hasjuddin menegaskan penyelenggara pesta demokrasi tidak boleh serta merta menyalahkan momen piala dunia dan ramadan sebagai pemicu turunnya partisipasi pemilih.
Malahan kata Hasjuddin, para pemilih yang menyaksikan nonton piala dunia dan makan sahur masih memiliki waktu untuk menyalurkan hak suaranya di TPS.
"Meski ada momen piala dunia dan ramadan, pemilih masih memiliki waktu untuk menggunakan hak suaranya. Jadi turunnya angka partisipasi pemilih bukan hanya karena momen tersebut. Kita menduga sosialisasi yang dilakukan KPU kurang menggaung sehingga  pemilih kurang berpartisipasi di pilpres," tegas Hasjuddin yang sempat mengklaim pemilihan presiden 2009 silam tingkat partisipasi pemilih 75.(gun/war/c)

   

Halaman 10 dari 55

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi