Metro Kriminal

Kejati Didesak Tahan Legislator Selayar

MAKASSAR, BKM--Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel menahan oknum legislator DPRD Kabupaten Kepulauan  Selayar, AA dan rekannya yang diduga kuat terlibat kasus dugaan korupsi proyek jalan lingkar di Selayar.
Mahasiswa yang mengatasnamakan Lingkar Mahasiswa Sulsel tersebut menilai Kejati Sulsel lamban menuntaskan kasus tersebut.
"Kami minta kepada Kejati untuk menindak lanjuti kasus tersebut," tegas Ikhsan, Ketua DPP Mahasiswa Lingkar Sulsel saat berunjuk rasa di depan kantor Kejati Sulsel, Rabu (16/4).
Mahasiswa juga meminta jaksa tidak menutup mata terkait kasus tersebut."Segera tahan tersangka dan seret semua yang terlibat,'' tukasnya.
Kepala Seksi Penuntutan Kejati Sulsel, M. Ahsan Thamrin mengatakan, pihaknya  telah menerima aspirasi mahasiswa yang berunjuk rasa.
"Kasus tersebut akan kami laporkan ke Kajati,'' katanya.
Usai berunjuk rasa, barisan mahasiswa akhirnya membubarkan diri.
Diketahui, Kejati Sulsel menemukan indikasi keterlibatan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Selayar dalam kasus dugaan korupsi dana pembuatan trase dan pradesain jalan lingkar timur di Kabupaten Selayar.
Indikasi keterlibatan oknum anggota Banggar DPRD Selayar dalam kasus proyek jalan lingkar yang dikerjakan pada tahun anggaran 2010 dengan dana Rp500 juta lebih itu setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan saksi, termasuk Bupati Selayar Syahrir Wahab.
Sejak awal dana pembuatan trase dan pradesain jalan itu tidak diusulkan oleh pihak eksekutif, tapi setelah pembahasan APBD, kemudian ditemukan ada nomenklatur anggaran pembuatan trase jalan senilai Rp500 juta yang melekat di Dinas Perhubungan. Proyek ini tampak membingungkan, tidak diusulkan tapi anggarannya ada.
Proyek pembuatan trase dan pradesain pembangunan jalan lingkar tersebut dikerjakan Dinas Perhubungan dan bukan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ia sendiri mengaku tidak pernah mendapatkan laporan terkait perusahaan yang melaksanakan pembuatan trase dan pradesain jalan lingkar.
Penyidik sendiri menemukan banyak kejanggalan dalam proses pembuatan trase dan pradesain pembangunan jalan lingkar timur di Kabupaten Selayar. Sehingga mereka berkesimpulan dalam proyek ini terjadi dugaan total lose atau kerugian negara senilai Rp500 juta. (eka/cha/B)

 

Kapolrestabes Musnahkan Sabu dan Ekstasi

MAKASSAR, BKM--Kapolrestabes Makassar, Kombes Ferry Abraham dan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, Rabu (16/4) pukul 11.00 Wita memusnahkan barang bukti narkoba dan ganja di halaman kantor Polrestabes Makassar.
Pemusnahan disaksikan Kasat Narkoba, AKBP Syamsu Arib, pihak kejaksaan, pengadilan, BNN-BNP dan Laboratorium Forensik.
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Arib mengatakan, ganja yang dimusnahkan adalah milik tersangka Rezki Fauzi bin Saharuddin alias Aco. Tersangka ditangkap (16/3) lalu di rumahnya di BTN Minasa Upa Blok L/15 Nomor 17.
Polisi menyita barang bukti satu bungkus kertas berisi ganja seberat 420.0000 gram, dan lima bungkus kertas kecil  berisi ganja kering seberat 4,3475 gram. Sedangkan tersangka Edi Abd Hamid alias Edi ditangkap di rumahnya di Jalan Abus Salam, dengan barang bukti narkoba sau amplop warna putih berisi satu paket sabu-sabu  dan satu kantung plastik warna putih berisi 10 butir pil ekstasi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes  Ferry Abraham mengatakan, untuk meembasmi dan memberantas narkoba di masyarakat diperlukan kerjasama antara pemerintah dan kepolisian.''Kalau cuma BNN, BNP serta polisi, prosesnya lambat. Perlu ada bantuan dari masyarakat untuk memberikan informasi,'' tukasnya. (jul/cha/C)

 

Pelaku Lakalantas Ingkar, Korban Geram

MAKASSAR, BKM-Syafarudin, korban kecelakaan lalulintas kini dibuat gundah. Soalnya, pengemudi mobil Terrios B 1374 yang  dikemudikan Muhammad Irbad Sahabuddin, ingkar janji. Iming-iming Muhammad Irbad yang akan membayar seluruh ongkos bengkel mobil KIA Pikanto milik Syafaruddin yang rusak sedang hanya isapan jempol. Bukannya membayar, Muhammad Irbad bahkan seolah menghilang di telan bumi.
''Nomor handphone yang tidak aktif lagi. Yang ada hanya foto SIM di ponsel saya. Awalnya saya kira pria ini bertanggungjawab, namun ternyata tidak,'' tukas Syafarudin kepada BKM, Rabu  (16/4).
Menurut Syarafarudin, kecelakaan terjadi di Jalan Pengayoman, 2 Maret 2014 malam. Saat itu dia bersama istrinya mampir membeli kue di tepi jalan. Saat baru beranjak, mobil yang dia kemudikan tabrakan dengan mobil yang dikemudi Muhammad Irbab. Mobil Syafarudin pun ringsek.
Setelah bernegoisasi, mobil korban pun dibawa ke Bengkel Smile dan seluruh biaya perbaikan oleh Muhammad Irbad. Namun, setelah mobil selesai diperbaiki, Muhammad Irbab pun menghilang. Dengan terpaksa, korban melunasi biaya perbaikan mobilnya.
''Sudah apes, saya dan istri malah dibodohi,'' tukas Syafarudin, kesal. (mat/cha/C) 

   

Lima Pembunuh Alan Divonis 12 Tahun Penjara

MAKASSAR, BKM--Lima terdakwa kasus pembunuhan Alan Basri di Kecamatan Tamalate dijatuhi vonis 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (15/4) siang.
Kelima terdakwa yang disanksi hukuman badan ini masing-masing Muharam, Ali Imran Zubair, Nurcholis alias Colli, Alfian alias Fian dan Alamsyah.
Ketua Majelis Hakim, Nathan Lambe menyatakan, kelima terdakwa terbukti secara sah serta meyakinkan  melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Sebelum pembacaan vonis, suasana di ruang sidang sangat gaduh. Puluhan keluarga korban meneriaki serta memaki kelima terdakwa. Mereka bahkan menggedor pagar besi yang membatasi ruang pengunjung. Puluhan polisi bersenjata lengkap yang melakukan penjagaan berkali-kali menenangkan massa. Saat suasana tenang, hakim pun membacakan vonis.
Seperti diketahui, kasus tewasnya Alan bermula dari perkelahian kelompok yang pecah di Kecamatan Tamalate. Alan Basri bersama rekannya Arya mendatangi terdakwa Ateng yang sedang pesta minuman keras bersama enam rekannya.Namun malang bagi Alan, kedatangan dirinya justru menuai petaka. Ateng Cs mengeroyok korban hingga meninggal dunia. Alan bahkan menderita luka tusuk di bagian perut serta leher.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Imawaty dan Kuasa Hukum, Titi Slamet menyatakan masih pikir-pikir dengan vonis yang dijatuhkan hakim. "Kami pikir-pikir dulu ,"kata Imawati yang ikut diamini Titi.Vonis hakim sama dengan tuntutan jaksa yang menuntuk kelima terdakwa 12 tahun penjara. (eka/cha/B)

 

Polres Pelabuhan Ringkus Tersangka Pemerkosaan

MAKASSAR, BKM--Aparat Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelabuhan dipimpin AKP, Edi Purwanto meringkus Nompo (45), tersangka kasus pemerkosaan seorang wanita di Kabupaten Gowa, Selasa (15/4). Nompo tak bisa berkutik ketika polisi meringkus dirinya di area Pelabuhan Soekarno-Hatta.
Kasus pemerkosaan yang membelit tersangka terjadi di sebuah kebun di Desa Juluma'tene, Gowa Maret 20014 lalu.
Di depan polisi, tersangka Nompo dengan lugas membeberkan, niat jahatnya timbul ketika melihat korban yang sudah bersuami berada seorang diri di dalam kebun. Melihat suasana sepi, Nompo pun mendekat lalu memeluk serta menyumbat mulut korban dari belakang.
Korban dibaringkan paksa oleh tersangka seraya mengancam menggunakan sebilah parang. Takut dengan ancaman, korban yang sebelumnya melakukan perlawanan akhirnya pasrah.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, Nompo langsung melarikan diri. Tersangka sempat bersembunyi di rumah keluarganya di Sungguminasa. Suami korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung berang. Dia pun mendatangi Nompo di rumahnya, namun tersangka sudah kabur. Kasus ini pun akhirnya dilaporkan ke Polsek Bungaya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan, AKP Edi Purwanto mengatakan, keberadaan pelaku berhasil diendus setelah pihaknya menerima informasi dari petugas Polsek Bungaya. Tidak mau kehilangan jejak, Edi Purwanto bersama personilnya langsung turun lapangan. Hasilnya, tersangka pun berhasil diringkus. (jul/cha/C)

   

Halaman 1 dari 33

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA