Metro Kriminal

Terdakwa Dua Kali Ajukan Nota Dinas

MAKASSAR, BKM--Jaksa Penuntut Umum (JPU) Greafick menghadirkan Kasubag Penghapusan Biro Aset Pemprov Sulsel, Ahmadi Akil sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi pembebasan lahan GOR Sudiang di Pengadilan Tipikor, Selasa (22/4).
Ahmadi di depan Majelis Hakim, Ibrahim mengakui,  hanya menerima fotokopy dokumen  alas hak dari 5 warga yang mengklaim belum mendapatkan biaya ganti rugi.
"Saya tidak berwenang melakukan verifikasi atas kebenaran dokumen tersebut, nanti setelah ingin dibayar baru kelima warga tersebut dimintai dokumen asli dan surat keterangan dari kelurahan,"kata Ahmadi.
Ahmadi juga mengakui ada  nota dinas dari Kepala Biro Perlengkapan, Alimuddin Wellang yang ditujukan Sekda, Andi Muallim. Namun Muallim menolak menyetujui dengan keterangan agar dikordinasikan dengan tim teknis.
Setelah dilengkapi sesuai permintaan Muallim, Nota Dinas kembali diajukan dan akhirnya diterbitkan disposisi dengan keterangan agar diproses sesuai ketentuan.
Ini kemudian yang menjadi dasar terjadinya pencairan untuk penyelesaian ganti rugi terhadap kelima warga tersebut.
"Nota Dinas dibuat dua kali yaitu pertama dibuat  2 Mei 2007 dan 24 Mei 2007. Pertama dijawab oleh Pak Sekda. Setelah dikordinasikan nota kembali diajukan dan akhirnya disetujui  dengan terbitnya disposisi dengan keterangan agar diproses sesuai ketentuan," terang Ahmadi.
Dua terdakwa kasus GOR Sudiang, Amri Indar dan Alimuddin Wellang didakwa Pasal Primair dimana terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,199,999.800. (eka/cha/B)

 

Tersangka Curanmor Diciduk di Manggala

MAKASSAR, BKM--Aparat Polsek Manggala menahan Bijai (16) di Jalan Nipa-nipa, Kelurahan Antang, Selasa (22/4) malam. Binjai adalah tersangka kasus pencurian sepeda motor Honda Beat DD 2193 GI  milik Maryam, mahasiswi Kebidanan.
Usai beraksi, Binjai tepergok warga. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mengetuk rumah seorang warga bernama Ardi. Bijai berkilah ingin numpang kencing di rumah Ardi.
Ardi yang tidak mengenal Binjai sontak curiga. Belakangan terkuak, kalau Binjai berusaha bersembunyi di rumah Ardi ketika aksinya diketahui. Korban yang tahu motornya hendak dibawa kabur langsung mengontak petugas Polsek Manggala melalui telepon.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung menahan Binjai yang saat itu berada di rumah Ardi.
Kapolsek Manggala, Kompol Akbar Setiawan membenarkan kejadian tersebut. Menurut Akbar, Bijai diduga kuat anggota komplotan curanmor yang sudah sering beraksi di Manggala.
''Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor Binjai. Tersangka masih terus kami periksa secara maraton. Tersangka kami jerat Pasal 365 tentang pencurian dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,'' tegas Akbar. (mat/cha/C)

 

Lima ABG Terjaring Razia Geng Motor

MAKASSAR, BKM--Lima Anak Baru Gede (ABG) terjaring razia geng motor yang dilancarkan petugas Polsek Wajo di Jalan Cakalang. Kelima pria ini diamankan karena tertangkap tangan sedang mengisap lem fox di emperan ruko, Selasa (22/4) dini hari.
Mereka yang diamankan masing-masing,  Zulfikar (13) warga Jalan Kapoposan, Ziddan (12) warga Jalan Kandea III,  Sudi (12) dan Hendra (17) warga Jalan Cakalang  dan Riky (13) warga Jalan Satando.
Kelima ABG ini digiring ke Polsek Wajo bersama barang bukti kaleng lem fox untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Wajo, Kompol Musallah yang memimpin razia geng motor mengatakan, razia dini hari dilakukan untuk menjaring kawanan geng motor. Namun saat razia berlangsung petugas memergoki lima ABG sedang menghisap lem fox di emperan ruko.
''Identitas mereka kami data. Setelah diberi pembinaan, kelimanya diperkenankan pulang,'' katanya.
Kapolres Pelabuhan AKBP Wishnu Buddhaya mengatakan, raziadilakukan untuk memberantas aksi brutal kawanan geng motor yang sudah sangat meresahkan.
''Razia akan semakin kami gencarkan. Aksi brutal geng motor.
''Kami minta kepada masyarakat agar membantu kepolisian untuk memberantas aksi geng motor di jalan raya yang sudah meresahkan warga,'' katanya. (jul/cha/C)


   

Kematian Biduan Mariso Murni Bunuh Diri

MAKASSAR, BKM--Setelah melalui serangkaian penyelidikan, tim penyidik Polsek Mariso menyimpulkan, penyebab kematian Oseng, biduan elekton murni karena bunuh diri. Oseng mengakhiri hidupnya usai terlibat pertengkaran hebat dengan Cilung, suaminya di rumah mereka di Jalan Rajawali Lorong 13, Makassar, Minggu (20/4) dini hari.
Oseng mengiris urat nadinya dengan pisau. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa wanita beranak dua ini tidak tertolong. Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, korban frustasi dengan sikap sang suami yang sering mabuk-mabukan. Puncak pertangkaran terjadi Minggu dini hari. Saat pulang manggung, Oseng kembali bertengkar hebat dengan Cilung yang malam itu dalam kondisi mabuk berat.
Pertengkaran semakin meruncing tatkala, Cilung menuding istrinya berselingkuh dengan pria lain.Oseng yang emosi langsung berlari ke dapur mengambil pisau lalu mengiris urat nadinya. Awalnya, kematian wanita berparas ayu ini membuat sejumlah kalangan bertanya-tanya. Soalnya, ada luka lebam serta jeratan yang ditemukan di leher korban. Ada dugaan kalau korban tewas dibunuh. Namun dari hasil pemeriksaan saksi serta olah TKP terkuak, kalau Oseng sebelum mengiris nadinya, lebih dulu membenturkan kepala ke dinding serta menjerat lehernya sendiri dengan kawat.
Cilung, suami korban yang sebelumnya menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Mariso, Senin kemarin diperkenankan pulang. Pihak keluarga korban juga menolak jasad Oseng diotopsi. Mereka telah memastikan kalau Oseng meninggal murni karena bunuh diri.
Kapolsek Mariso Kompol Syahrul kepada BKM, Senin kemarin menegaskan, suami korban serta keluarganya telah menjalani pemeriksaan. Kesimpulannya, korban tewas murni karena bunuh diri.
Secara terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polrestabes Makassar, Kompol Mantasiah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Polsek Mariso. ''Kematian korban murni karena bunuh diri,'' tandas Mantasiah. (jul/cha/B)

 

Pelaku Curanmor Nyaris Tewas Dimassa

MAKASSAR, BKM--Syamsuddin Amir alias Aco (32) warga Jalan Kemauan, Senin (21/4) sekitar pukul 14.30 Wita nyaris tewas dimassa di Jalan Bulusaraung. Pria bertubuh ceking ini menjadi bulan-bulanan warga setelah tepergok menodong serra hendak membawa kabur sepeda motor milik warga.
Kapolsek Bontoala, Kompol Nawu Thaiyeb kepada BKM mengatakan, tersangka sehari-hari bekerja sebagai tukang bentor. Dia datang ke Jalan Bulusaraung berboncengan dengan temannya. Syamsuddin turun dari motor lalu mengambil motor Yamaha Vega yang terpakir dalam kondisi tidak terkunci leher. Kecurigaan warga muncul setelah melihat tersangka mendorong sepeda motor di tepi jalan. Sadar aksinya diketahui, tersangka pun langsung melarikan diri.
Warga yang melakukan pengejaran berhasil meringkus Syamsuddin di persimpangan Jalan Gunung Bulusaraung dan Jalan Gunung Latimojong. Syamsuddin pun dihajar hingga babak belur.
Aparat Polsek  Makassar yang sedang melakukan patroli berhasil mengevakuasi Syamsuddin dari amukan massa. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka pun dibawa ke kantor Polsek Bontoala.
Haris, seorang saksi mata kepada BKM mengatakan, tersangka Syamsuddin baru beberapa bulan  keluar dari penjara terkait kasus yang sama.
Sementara itu, tiga pemuda yang diduga melakukan penodongan di Jalan Tidung 9, Perumnas Panakkukang, bonyok diamuk massa.Ketiga pemuda itu, Risaldi, Dian dan Akab.
"Ketiga pemuda ini berboncengan motor. Saat diteriaki warga mereka panik dan terjatuh dari motor. Saat itulah warga berdatangan melakukan pengeroyokan.Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan ketiga pemuda tersebut.
"Saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang pemuda bernama Risaldi ditemukan membawa senjata tajam,'' kata Kapolsek Rappocini, Kompol Ade. (jul-ucu/cha/C)

   

Halaman 1 dari 32

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA