GOJENTAKMAPAN

Ichsan Ancam Kepsek Pemalsu SK K2

GOWA, BKM--Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo mewanti-wanti kepala sekolah (kepsek) yang bermain curang dalam perekrutan tenaga honorer K2 (kategori dua) yang dinyatakan lolos seleksi.
Hal itu ditegaskan Bupati Gowa sebagai tindaklanjut atas keluarnya edaran BKN yang meminta pernyataan para bupati/walikota sebagai jaminan keabsahan status para honorer K2 yang telah dinyatakan lulus seleksi beberapa waktu lalu sebelum memasuki masa pemberkasan.
''Sesuai LHP (laporan hasil pemeriksaan) Inspektorat, para honorer yang telah diputus-kontrak oleh para kepsek dengan alasan karena dia (honorer bersangkutan) jadi saksi atas pemalsuan tandatangan SK-SK yang dilakukan oleh  kepsek, akan ditarik kembali untuk di-SK-kan langsung oleh bupati,'' tegas Ichsan seperti disampaikan Kabag Humas  Protokolo Setkab Gowa, Arifuddin Saeni, Selasa (22/4) siang kemarin.
Dikatakan Arifuddin, bupati mewarning keras kepsek di Gowa untuk tidak bermain-main dengan aturan yang ada. ''Kepsek yang ketahuan memalsukan SK honorer akan ditindak dan disanksi keras,'' kata Ichsan seperti ditirukan kabag humas.
Bupati juga kata kabag telah meminta kepada jajaran BKDD untuk lebih cermat dan teliti khususnya dalam pemberkasan K2 yang akan segera dilakukan. ''K2 yang berhak lolos adalah mereka yang betul-betul mengabdi dan memiliki SK asli dari Bupati Gowa,'' tandas bupati disampaikan kabag humas. (sar/cha/B)

 

Nangka Pangkep Juari 1 Festival Buah

PANGKEP, BKM--Kualitas pertanian di Kabupaten Pangkep bukan hanya jeruk pamelo, tapi juga buah nangka. Nangka kualitas unggulan ini memiliki kulit tebal serta tidak berair. Nangka Pangkep ini dipamerkan dalam lomba pameran buah dan menata buah tingkat Provinsi Sulsel. Nangka Pangkep meraih juara pertama dalam konteks buah unggul  daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan,  Ir Hj Sriwati mengatakan, dirinya sangat bangga dengan prestasi yang diraih Pangkep.
"Kualitas nangka kita sangat bagus. Ke depan kita akan menjadikan nangka menjadi komoditi unggulan.Bibit nangka terbaik hanya bisa didapat di Pangkep. Kita sudah buat proposal untuk pengusulan ke provinsi agar Pangkep tercatat sebagai daerah penghasil nangka terbaik. Kita berharap ini akan mendorong kemajuan ekonomi Pangkep, karena buah yang biasanya hanya dibuat tanaman pekarangan,'' katanya.
Penghasil nangka terbaik di Pangkep itu ada di wilayah Kecamatan Ma'rang dan Kecamatan Minasate'ne. (ria/cha/C)

 

Kementrian Koperasi Lirik Kualitas Singkong Takalar

TAKALAR, BKM--Pejabat Kementerian Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan ESDM, menyambangi Kabupaten Takalar, Rabu (23/4). Tiga utusan Kementrian Koperasi ini diterima Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin di Lantai III kantor Bupati Takalar. Kedatangan tamu pusat disambut hangat oleh Sekretaris Kabupaten, Ir H Nirwan Nasrullah, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan ESDM Takalar dan Kepala Bagian Humas dan Infokom, Sirajuddin Saraba.
Rombongan Koperasi dan UMKM menawarkan kontrak kerjasama dalam sektor pertanian, utamanya kesiapan penyedian lahan seluas 2.000 hektar untuk menanam  singkong serta kelapa sawit. Penawaran ini seiring dengan potensi Takalar yang memiliki lahan bagus untuk menanam singkong serta kelapa sawit.
Selain itu, pihak Kementrian juga menawarkan persiapan Pabrik Pengelolaan Singkong dan Kelapa Sawit di Desa Kampili, Gowa.
Bupati Takalar H. Burhanuddin Baharuddin sangat mengapresiasi serta mendukung rencana Kementerian Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan ESDM.
Apalagi, program yang ditawarkan tersebut untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Takalar.
''Program kerjasama ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Takalar. Pemerintah tinggal mempersiapkan lahan untuk menanam kelapa sawit serta singkong, dan ini adalah sebuah peluang besar untuk merekrut tenaga kerja," kata Burhanuddin. (ari/cha/C)

   

Kadispora: Kepsek Jangan Potong BSM

JENEPONTO, BKM--Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Kadispora) Jeneponto, H Khaerul Gs Karaeng Kuli meminta kepada seluruh kepala sekolah yang siswanya menerima kucuran dana Bantuan Siswa Miskin ( BSM) untuk tidak melakukan pemotongan. Menurut Khaerul, pemotongan dana BSM adalah  pelanggaran berat. 
''Kami tidak mau mendengar ada teman-teman  yang berproses hukum, karena memotong dana BSM. Kami tidak mau mendengar itu. Program nasional ini harus disukseskan untuk menggenjot mutu pendidikan dan terutama untuk menjaga agar tidak ada lagi siswa yang putus sekolah karena tidak ada biaya,'' katanya.
Perlu diketahui, kalau Jeneponto masih masuk dalam daftar IPM terendah di Sulsel untuk bidang pendidikan.
''Mari kita mencegah anak didik kita putus sekolah demi kemajuan bangsa dan negara,'' tukas Khaerul GS.
Sebelumnya, siswa penerima BSM di SMA Bangkala Barat, Riswanto dan Minarti mengatakan, dirinya datang ke Bank Sulselbar  menerima dana BSM sebesar Rp.500.000,- per triwulan. ''Kakak kelas kami juga sudah menerima dan tidak ada pemotongan sepeser pun,'' tegas Riswanto diamini Minarti dan puluhan temannya. (krk/cha/B)

 

Kaban BPMD Warning Pengelola ADD

GOWA, BKM-- Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (BPMD) Kabupaten Gowa, H Abd Rauf mengatakan, sudah berulangkali pihaknya mengingatkan para kepala desa (kades) untuk menggunakan dana ADD (alokasi dana desa) sesuai peruntukan. Karenanya, kata mantan Kabag Pemerintahan Setkab Gowa ini, seorang kades jika tidak mau tersangkut hukum harus menjalankan tugas sesuai aturan perundang-undangan, termasuk saat mengelola anggaran negara yakni ADD.
Rauf kepada BKM, Rabu (23/4) kemarin mewanti-wanti para kepala desa untuk menjalankan semua aturan yang berlaku tanpa harus mencelakakan dirinya dengan melakukan hal yang tidak terpuji yakni membelanjakan atau mempergunakan lain dana ADD selain dari peruntukkan yang sudah diatur.
Terkait kasus Kades Sicini, MS ini, Rauf yang lebih akrab disapa dengan nama Krg Kio ini mengaku, dirinya sempat dipanggil penyidik Kejaksaan Negeri Sungguminasa sebagai saksi dari 20 saksi yang dihadirkan penyidik.
''Saya waktu itu ditanya penyidik tentang mekanisme dan proses pencairan ADD. Selaku kepala badan, saya menyampaikan mekanisme tersebut secara umum. Untuk teknis penggunaan ADD saya tidak tahu sebab para kepala desa sendiri yang langsung melakukan proses pencairan di bank dan kemudian mengelola sendiri dana itu. Pencairan dana ini dilakukan per triwulan disertai laporan pertanggungjawaban pekerjaan/pembelanjaan ADD,'' terang Rauf.
Ditanya kemungkinan MS diberhentikan sebagai kades Sicini, menurut Rauf, itu boleh saja dilakukan sepanjang  yang bersangkutan telah menerima putusan pengadilan dengan hukuman di atas tiga tahun.
''Yang bersangkutan masih dalam proses di kejaksaan dan belum mendapatkan kepastian atas hukum yang akan diterimanya. Bisa juga otomatis dilakukan pemberhentian sesuai bunyi UU No 22 tahun 2004 tentang bilamana kepala desa berhalangan tetap maka jabatan itu bisa diambilalih camat. Dan saya kira soal kekosongan jabatan di desa Sicini itu tidak masalah sebab ada camat dan sekdes yang bisa menangani sementara,'' jelas Rauf seraya mengimbau agar para aparat pemerintahan di bawah baik kades, lurah dan camat harus jujur dan ikhlas bekerja sehingga tidak tersangkut masalah.
Sebelumnya, Kajari Sungguminasa, Marang didampingi Kasi Intel, Muh Zulkifli Said dan Kasi Pidsus, Selasa kemarin mengatakan, Kades Sicini langsung ditahan, Senin (21/4) lantaran dinilai tidak punya itikad baik untuk mengembalikan dana ADD yang telah digunakannya dan dia mengakui perbuatannya yakni menggunakan dana negara untuk kepentingan pribadinya.
Sesuai data yang dimiliki Kejari Sungguminasa, Kades Sicini ini telah menggunakan ADD selama lima tahun yakni tahun 2007, 2009, 2010, 2011 dan 2012. Dari akumulasi penggunaan dana ADD ini, sebut kajari, terhitung sebanyak Rp 100 juta lebih digunakan untuk pribadi kades bersangkutan.
Dari indikasi penyalahgunaan ADD ini, Kades Sicini dikenakan Pasal 2,3,9 UU Tipikor No 31 tahun 1999 Jo UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (sar/cha/C)

   

Halaman 1 dari 58

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA