GOJENTAKMAPAN

Pencurian Marak, Warga Camba Resah

MAROS, BKM--Kasus pencurian di Kecamatan Camba sudah sangat meresahkan warga. Komplotan pencuri beraksi siang dan malam dengan menggunakan mobil Avanza. Sasaran pencurian adalah gabah, beras, ternak serta uang tunai. Meski sudah memakan banyak korban, namun aparat Polsek Camba  belum bisa mendeteksi apalagi menggulung sindikat pelaku yang dikenal  sangat profesional.
Camat Camba Drs Andi Mappelawa mengatakan,
tindak kejahatan pencurian di Camba memang sudah sangat meresahkan warga. Selama sepekan  ini sudah ada beberapa korban pencurian yang mengeluh, diantaranya adalah Muh .Nur. Warga Dusun Matajang, Desa Timpuseng kecurian 15 karung yang disimpan dipelataran pabrik miliknya.
Selain itu, korban H.Kartini warga Dusun Ujung, Desa Pattirodeceng juga kehilangan 10 karung gabah.
Mappelawa menambahkan,  masih ada beberapa korban  yang datang mengadu ke kantor camat. Ada yang mengaku kehilangan sapi, mesin traktor, tabung gas dan barang berharga lainnya. ''Saya mencatat ada 8 orang korban dan semuanya mengaku sudah melapor ke Polsek Camba. Saya tidak tahu kenapa di wilayah Camba banyak warga kecurian,"sebut Mappelawa.
Selain rumah warga jadi sasaran, kantor Bank Mandiri Camba di  Tobonggae kel.cempaniga dibobol pencuri. Selanjutnya, Toko Serba Ada di Camba tak luput dari aksi pencurian. Sedikitnya  5 pick rokok dibawa kabur.
"Pencurian di Camba sudah cukup parah. Polres dan Polda Sulsel  diminta turun tangan,'' tukasnya. (ari/cha/B)

 

Pers Diminta Awasi Legislatif

JENEPONTO, BKM--Bupati Jeneponto, Iksan Iskandaar Karaeng Ninra bersama Kepala Dinas PPKAD, Basyir Bohari, Kepala Bappeda, Nuralam Basyir, Kadis Dikpora, Mashuri Lalang, Kadis Kehutanan dan Perkebunan, Chaidir Lewang Kr Bulu melakukan silaturahmi dengan puluhan wartawan media cetak serta elektronik. Iksan Iskandar mengatakan, pers harus juga mengawasi, mengkritik legislaif DPRD Jeneponto.
''Jangan hanya eksekutif yang selalu dikritik,'' tukas Iksan di Gedung Kalabbirang, Senin (28/7).
Iksan menambahkan, semua pihak miris melihat kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Dimana, dalam tiga tahun berturut turut mulai 2011-2012 dan 2013, Jeneponto menyandang predikat disclaimer dari BPK.
''Andil terbesar temuan BPK  adalah Sekretariat DPRD Jeneponto sebesar Rp 6 miliar.
Makanya, kami minta pers juga mengawasi kinerja DPRD Jeneponto,'' tukas Iksan.
Fatahuddin, wartawan Harian Berita Kota Makassar pada kesempatan itu menyatakan, defisit keuangan Pemkab Jeneponto Rp 29 miliar, akibat tidak kemampuan Badan Anggaran (Banggar) eksekutif Pemkab Jeneponto untuk tidak menyetujui kemauan oknum anggota DPRD Jeneponto  memasukkan di APBD dengan dalih dana aspirasi. Bukan saja mengggorogoti DAU tapi juga DAK.
Akibatnya, keuangan Pemkab Jeneponto salah urus.
''Makanya kami minta bupati yang mempunya tagline perubahan ke arah yang lebih baik, untuk menciptakan pengelolaan keuangan yang sehat. Hindari kata kata sumbang masyarakat Habis gelap kembali gelap,'' tukasnya. (krk/cha/C)

 

Bersaing dengan Pendekatan Teknologi dan Agama

JENEPONTO, BKM--Kepala Wilayah Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Basir, SAg.MSi bertekad memajukan daerah dengan pendekatan teknologi dan agama. Hal itu diungkapkan saat  silaturrahmi pascalebaran Idul Fitri 1435 H bersama warga Dusun BumbungloE, Pammanjengang, Kappoka dan Borong Tammatea, Kelurahan Bontotangnga.
Basir banyak memberi motivasi  warga.
''Kita berlomba untuk maju. Negara-negara adikuasa  maju karena persaingan. Jadi kita berlomba menjadi yang terbaik. Karena itu persaingan adalah syarat untuk maju. Silakan tetangga maju, kami maju, kita bersaing. Sebab tanpa persaingan justru kita akan mangalami kemunduran dalam arti masih berperilaku kontraproduktif. Padahal, bagi masyarakat industri yang dinamis, diperlukan sikap mau berubah  dan cepat menyesuaikan diri,  rasa optimis yang tinggi, sangat terbuka pada teknologi yang semakin tinggi, menyukai tantangan dan bermotivasi untuk meraih prestasi tertinggi,'' katanya.
Dalam silaturrahmi itu, Basir menyatakan, persaingan dimaksud antara lain, seseorang berkeinginan selalu menciptakan cara kerja  lebih baik, dengan sendirinya akan selalu muncul kreativitas. Untuk menciptakan cara kerja yang sama sekali baru, maka dia harus melakukan aktivitas inovasi teknologi yang semakin tinggi.
''Bersamaan dengan itu, akan hadir proses nilai tambah yang lebih tinggi pula. Inilah esensi  pertumbuhan kemampuan manusia, untuk membangun  masyarakat yang terdiri  dari  manusia-manusia industri yang dinamis, sehingga mampu  menghadapi  berbagai tantangan masa depan  secara efektif,'' ujarnya. (zai/cha/C)


   

Kadishub Terpilih Ketua HUT Proklamasi

TAKALAR, BKM--Rapat pembentukan panitia Hari Ulang Tahun RI ke 69 di Kabupaten Takalar dipimpin Sekkab Takalar, Nirwan Nasrullah bersama Wakil Bupati HM Natsir Ibrahim, memutuskan Kepala Dinas Perhubungan, Agus Sudirman sebagai Ketua Panitia Perayaan HUT Proklamasi.
Peringatan HUT dipusatkan di Kecamatan Galesong.
Keputusan ini telah disepakati  forum musyawarah dipimpin Sekkab Takalar.
''Kemerdekaan RI  adalah milik kita semua sehingga mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai kepada pemerintahan diharapkan dapat berpartisipasi dalam menyemarakkan hari bersejarah ini,”tutur Agus Sudirman.
Dengan terpilihnya Agus Sudirman, maka Kabag Humas Takalar Sirajuddin  Saraba sangat mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Takalar demi sukses kegiatan tersebut.
''Puncak  upacara HUT, Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin berharap, agar kemerdekaan ini betul-betul bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mengadakan berbagai kegiatan baik itu bakti sosial maupun kegiatan pembangunan yang bisa dirasakan langsung,” tukas Sirajuddin. (tom/cha/C)

 

Rumah Ketua PWI Maros Ludes Terbakar

MAROS, BKM -- Rumah istri Ketua PWI Perwakilan Maros, Irianto Amama (50) di Dusun  Abbakae Desa Damai, Kecamatan Tanralili  ludes dilalap api, belum lama ini.
Hasma ( 24), saksi mata mengatakan, saat  kejadian rumah korban  dalam keadaan kosong ditinggal ke masjid. Mendadak, terdengar suara ledakan dari rumah korban, kemudian disusul kepulan asap tebal serta kobaran api.
"Api dengan cepat menjalar ke seluruh badan rumah ," jelas Hasma.
Karena rumah dalam keadaan kosong, kata Hasma, maka barang barang yang ada di dalam rumah  tidak dapat diselamatkan. Tak satu pun warga yang  berani menerobos masuk menyelamatkan barang yang sudah dilalap si jago merah.
"Barang berharga milik korban tidak ada yang sempat diselamatkan dari amukan si jago merah," sebut Hasma.
Padahal, kata Hasma, barang berharga yang ada dalam rumah berupa
laptop Acer', TV 21, kulkas, 2 lemari berisi pakaian dan  1 bundel dokumen penting, 1 set kursi sofa, 2 tempat tidur serta perhiasan emas 5 gram semua ludes terbakar. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 150 juta.
"Seandainya ada orang dalam rumah mungkin barang berharga
korban bisa diselamatkan,"tutur Hasma.
Kasubag Humas Polres Maros, Iptu Jumahir pada wartawan membenarkan kejadian tersebut. Kebakaran rumah milik ketua PWI Perwakilan Maros untuk sementara masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat arus pendek yang mengeluarkan bunga api hingga menjalar ke badan rumah.
"Kebaran ini tidak menimbullkan korban luka dan meninggal, namun kerugian yang dialami sekitar Rp 150 juta," sebut Jumahir. (ari/cha/B)

   

Halaman 1 dari 62

Group BKM | JAWA POS | FAJAR | RADAR | PARE POS | PALOPO POS | KENDARI POS | AMBON EKSPRES | PALU EKSPRES | BUTON POS | UJUNG PANDANG EKSPRES | RAKYAT SULSEL | RAKYAT SULTRA

Login / Registrasi