+ Kejari sudah Kantongi Tersangka
- Asal tak dikantongi terus...

+ Pengawasan Penggunaan Dana BOS Minim
- Termasuk yang masuk kantong bos...
Rabu, 28-07-2010
Share |
"Berharap Untung, Suami Justru Membuatku Buntung
HARAPAN memang tak selalu sejalan dengan realitas. Dini (samaran) awalnya percaya, menikah dengan Herman (samaran), akan membantu ekonomi keluarganya.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Herman dililit utang. Aset-aset perusahaan disita. Bahkan sampai rumah orangtua Dini pun ikut diambil alih bank.
Belum cukup dengan itu semua, Dini juga harus menghadapi kenyataan, suaminya diseret ke penjara.
Herman adalah pengusaha otomotif yang cukup dikenal di Makassar. Bisnisnya mencapai masa-masa keemasan pada pertengahan tahun 2005 hingga 2008.
Namun, bisnis ini mengalami masa sulit di akhir 2009, saat Herman tertipu oleh rekannya sendiri, Atok. Ia membawa lari uang perusahaan lebih dari Rp 10 miliar.
Herman merintis bisnis ini dari nol. Ini adalah usaha kecil-kecilan sang ayah. Setelah ayahnya meninggal, Herman menjadi pewaris tunggal.
Sejak diambil alih Herman, bisnis ini meroket tajam. Omzetnya mencapai ratusan juta bulan. Sebagai pebisnis muda, ia sangat cepat membangun jaringan di Makassar.
Dalam waktu tiga tahun, Herman mampu menggaet Atok, salah seorang pengusaha muda kenamaan. Atok, selain terjun di bisnis otomotif, ia juga seorang pengusaha hasil bumi.
Makanya, Herman tidak ragu mengajaknya join. Dan terbukti, setelah menggandeng duda beranak satu itu, Herman mampu membangun sebuah show room semi elite.
Merasa hidupnya mulai mapan, Herman menikahi Dini, gadis pujaannya. Dini juga berasal dari keluarga pengusaha.
Ayahnya seorang pengusaha kakao di era 80-an. Namun usahanya kolaps pascakrisis monoter 1999 silam. Keluarga Dini tinggal menyisakan beberapa aset yang tak begitu bernilai.
Itulah sebabnya ia menerima pinangan Herman, berharap di tangan pria ini, bisnis keluarganya yang dulu berjaya, bisa bangkit kembali.
Tapi rupanya Dini salah. Justru setelah menikah, bisnis yang dirintis suaminya mengalami paceklik. Semua bermula dari Atok yang membawa lari uang perusahaan lebih dari Rp 10 miliar.
Atok tak ketahuan rimbanya. Tak ada jalan lain, demi menyelamatkan perusahaan, Herman terpaksa menjaminkan rumah pribadi dan rumah mertuanya ke bank.
Tapi semua ini tak membantu menyelamatkan perusahaannya. Setengah tahun kemudian, show room mobil miliknya disita bank. Mobil-mobil yang tersisa tujuh unit juga ikut dilelang. Rumah pribadi dan rumah mertuanya pun diambil alih bank.
Belakangan, Herman dilapor penipuan oleh rekan bisnisnya. Sampai kemudia ia dijebloskan ke penjara.
Tinggalkan kini Dini meratapi nasib. Berharap mendapat untung dengan menikahi Herman, justru kini ia buntung.
"Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya terpaksa minta cerai karena tak tahan ikut diteror lawan-lawan bisnisnya," ujar Dini.
Dini juga mengaku merasa tertipu oleh Herman. Bukannya menyelamatkan aset keluarga, tapi justru raib.
"Bahkan rumah pribadiku yang merupakan warisan satu-satunya dari bapak, juga ikut disita bank gara-gara dia (Herman)," tutur Dini.
Proses perceraian Dini dan Herman kini tengah bergulir di Pengadilan Agama Makassar.

KOMENTAR