Lokasi Industri Pengisian Gas Diblokir
BANTAENG, BKM - Sejak Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai Bupati Bantaeng, sejumlah program yang mengarah kepada industrialisasi digaungkan. Diantaranya pabrik pengalengan ikan dan pengisian gas.
Untuk pengalengan ikan, diproyeksikan akan menggenjot strata perekomian masyarakat Butta Toa dalam rangka memutus mata rantai kemiskinan. Industri ikan yang dijanjikan menampung 1000 tenaga kerja saat peletakan batu pertama akhir 2008 lalu, saat ini belum maksimal berproduksi. Belum lagi tenaga kerja yang ditampungnya, masih jauh dari ucapan. "Insya Allah, April 2009 nanti, pengalengan ikan ini akan beroperasi dan menampung tenaga kerja 1000 orang," ucap Nurdin Abdullah saat peletakan batu pertama. Belum selesai permasalahan tenaga kerja di pengalengan ikan di Kampong Bakara, Desa Pa'jukukang, dibangun lagi industri pengisian gas di Korong Batu, Desa Baruga, Kecamatan Pa'jukukang. Di awal keberadaan pengisian gas tersebut, sempat dipertanyakan sejumlah anggota dewan periode 2004-2009. Baik mengenai amdalnya maupun segi keuntungan yang diraup daerah. Setidaknya, satu bulan terakhir, jalan menuju gerbang masuk industri pengisian gas dipasangi palang kayu. Berbagai rumor pun berkembang. Ada yang mengatakan, pekerjanya lari karena tak digaji. Ada pula yang bilang, pemimpin proyeknya pergi. Camat Pa'jukukang, Ahmad Salam, Kamis (29/7), mengatakan, para pegawai industri tersebut lari karena tidak sebanding antara pekerjaan dengan upah yang diterimanya. Camat juga mengatakan, Ahong selaku bos di industri gas itu pernah mendatangkan bodyguard sehingga membuat para pekerja yang melakukan protes, melarikan diri. "Macam-macam info yang sampai ke saya. Ada yang mengatakan gaji tak dibayarkan. Ada yang bilang, bos industri gas bawa tukang pukul. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda konfirmasi ke Ahong," kata Camat. Kadis Perindustrian, Pertambangan dan Energi, H Abdul Gani, mengaku belum menerima informasi yang jelas tentang pemblokiran tersebut. "Saya belum dapat informasi," aku calon Sekkab Bantaeng ini. Kabag Humas dan Protokol, Syahrul Bayan, juga mengaku tidak tahu masalah tersebut. "Saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi pemblokiran itu," ujarnya. Malah dikatakan Syahrul, sedianya hari ini (Kamis, 29/7), Bupati akan melaunching penggunaan industri pengisian gas Korong Batu. "Sedianya hari ini dilaunching. Tapi karena ada agenda Pak Bupati yang bersamaan, maka acara di industri pengisian gas ditunda," papar Kabag Humas yang akrab disapa SBY ini. |

