+ Kejari sudah Kantongi Tersangka
- Asal tak dikantongi terus...

+ Pengawasan Penggunaan Dana BOS Minim
- Termasuk yang masuk kantong bos...
Jumat, 30-07-2010
Share |
Pengangkatan Balla Lompoa Melalui Prosesi Ritual
GOWA, BKM--Revitalisasi istana Balla Lompoa (eks kediaman raja-raja Gowa) yang kini telah beralih menjadi museum Balla Lompoa sudah memasuki 70 persen. Pelataran istana dalam dan luar kawasan sudah selesai dikerjakan. Yang tersisa dan sementara dikerjakan adalah kolam serta pondasi setinggi 3 meter yang akan menjadi pijakan baru istana Balla Lompoa.
Proses pengangkatan fisik istana Balla Lompoa seperti dikatakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Gowa, Rimba Alam Pangerang, Kamis (29/7) akan dilakukan segera.
''Kita berharap pengangkatan istana rampung sebelum kegiatan pencucian benda pusaka kerajaan atau accera’ kalompoang dan perayaan hari jadi Gowa ke 690 digelar tahun ini,’’ terang Rimba.
Sebelum pengangkatan dilakukan, tiang-tiang istana akan diangkat setinggi 3 meter dari permukaan tanah tanpa mengubah bentuk fisik istana. Itu ditandai dengan ‘Appasabbi’ atau penyampaian izin kepada leluhur termasuk meminta doa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan kelancaraan pengangkatan istana.
Dijelaskan Rimba, sejak awal proses revitalisasi kawasan istana dilakukan ritualkecil seperti barsanji. Ritual kecil dilakukan agar tak ada kendala dalam pelaksanaannya.
''Khusus prosesi pengangkatan badan istana akan dilakukan ekspose teknik oleh konsultan PT Dann Bintang. Utamanya tentang teknik-teknik pengangkatan tiang istana di hadapan tokoh masyakarat, Bate Salapang serta pemangku adat Salokoa ri Gowa. Kegiatan didokumentasi,’’ tambah Rimba.
Kenapa harus ada ekspose teknik, kata Rimba, sebab pengangkatan badan istana harus tepat waktu (bersamaan), tepat ukuran, keseimbangan, sehingga tidak ada kesalahan.
Setelah pengangkatan, istana Balla Lompoa yang tipenya lebih kecil dari istana Tamalate, akan terlihat sama tinggi. Awalnya istana Balla Lompoa setinggi 10 meter dari permukaan tanah ke bubungan atap sedang istana Tamalate setinggi 20 meter dari permukaan tanah hingga ujung bubungan atap.
Hingga revitalisasi ini selesai dan direncanakan tuntas 2011 mendatang, diestimasi akan menelan pembiayaan sebesar Rp 23 miliar. Sampai saat ini, kata Rimba, anggaran yang telah tergunakan telah mencapai Rp 16 miliar. Dana ini bersumber dari APBN 2009 sebesar Rp 1 miliar, APBD Gowa 2009 sebesar Rp 5 miliar dan tahun 2010 sebesar Rp 10 miliar dari APBD Gowa. ‘’Sisanya akan dialokasikan pada APBD Gowa tahun 2011 nanti,’’ kata Rimba lagi.

KOMENTAR