+ Kejari sudah Kantongi Tersangka
- Asal tak dikantongi terus...

+ Pengawasan Penggunaan Dana BOS Minim
- Termasuk yang masuk kantong bos...
Jumat, 30-07-2010
Share |
Warga Kembali Memasak Pakai Kayu Bakar
GOWA, BKM--Hingga Kamis kemarin, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa belum turun melakukan razia tabung gas elpiji. Padahal razia tabung berstandar SNI dan layak pakai sangat diharapkan masyarakat. Peristiwa ledakan gas di Indonesia sudah menghampiri 50 kasus.
Bukan hanya warga yang menggunakan tabung gas elpiji berat 3 kg yang cemas, warga pengguna tabung 12 kg pun ikut prihatin.
Apalagi ada kasus ledakan tabung gas isi 12 kg di kompleks Asoka, Panakukkang, Makassar serta Jl Swadaya, Tompobalang, Gowa belum lama ini.
Terkait masalah ledakan gas, sejumlah warga di Katangka, Kecamatan Somba Opu, memilih menggunakan bahan bakar yang aman untuk memasak. Sebagian warga menggunakan kayu bakar serta kompor minyak tanah. Seperti dilakukan Handina Dg Bau (42) dan Mahtial Dg Kebo (46).
Ditemui di rumahnya, ibu rumah tangga ini mengaku akan menggunakan kayu bakar dan kompor minyak tanah hingga ada pernyataan resmi pemerintah yang menjamin keamanan menggunakan gas elpiji. Dg Bau dan Dg Kebo, mulai beralih ke kompor minyak tanah meski harga minyak mahal yakni Rp 8.500 per liter.
‘’Saya takut, jangan sampai peristiwa ledakan tabung menimpa saya Makanya, saya pakai kompor minyak saja. Dan sekali-kali pakai kayu bakar untuk menghemat,’’ kata Dg Bau.
Hal senada dikatakan Dg Kebo. ‘’ Untuk mengakali mahalnya minyak tanah, saya pakai kayu bakar memasak air,’’ kata Dg Kebo.
Sementara itu, Kadis Perindag Gowa, H Abd Kahar Atjo, Kamis (29/7) kemarin mengatakan, rencana razia di tingkat pengecer selalu tertunda lantaran pihaknya masih mencari waktu dan tepat untuk melakukan pemantauan di lapangan.

KOMENTAR