MAKASSAR, BKM — Para pemudik, khususnya yang akan melewati jalur trans Sulawesi khususnya poros Makassar-Parepare akan mengalami ketidaknyamanan dalam berkendara. Sejumlah ruas jalan di poros tersebut saat ini mengalami perbaikan. Di beberapa titik, khususnya yang ada di Kabupaten Pangkep, setengah badan jalan tidak dapat digunakan.
Kendati Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) IV akan menghentikan sementara pengerjaan jalan Trans Sulawesi H-5 jelang lebaran, namun tetap saja akan mengganggu arus mudik.
Kepala Satuan Kerja (Satker) BBPJN IV Trans Sulawesi, Budiamin menjelaskan, untuk meminimalisir kemacetan dan ketidaknyamanan, pihaknya telah menyiapkan rambu-rambu pengarah jalan, sehingga tidak menganggu arus mudik.
Khusus untuk lokasi badan jalan yang diraising atau sedang ditinggikan dan ditimbun, pihaknya menyiapkan water tank untuk menjaga jalan tidak berdebu. Pengerjaan jalan yang saat ini digenjot BBPJN merupakan kegiatan rutin pemeliharaan.
Sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah menjadi fokus perbaikan.
Budi melanjutkan, total panjang jalan yang diperbaiki khusus poros Makassar-Parepare sepanjang 125 km dengan anggaram sekitar Rp125 miliar. Perbaikan berkala itu dilakukan setiap 4-5 tahun sekali.
Sementara itu, pengamat transportasi, Lambang Basri mengatakan pekerjaan yang dilakukan harus tetap jalan karena diikat jadwal yang ada. Apalagi ada pembongkaran beton.
Oleh karena itu instansi terkait perlu melakukan sosialisasi ke masyarakat agar bisa dipahami kondisi yang terjadi.
Selain itu, pemerintah melalui Dinas Perhubungan harus membuat program mengajak pengusaha menggelar mudik bareng menggunakan angkutan umum. Itu untuk meminimalisir jumlah kendaraan yang mudik.
Pemerintah kerjasama swasta juga harus membuat program mudik gratis untuk kendaraan roda dua yang diangkut menggunakan truk.
“Langkah itu bisa menguragi kendaraan yang lewat untuk melonggarkan jalan,” jelasnya kepada BKM, Senin (13/7).
Selain itu, aparat kepolisian harus membuat pos pengamanan khususnya di titik jalan yang diperkirakan akan mengalami kemacetan.
Konsultan dan kontraktor jalan juga harus stand by membantu pengaturan lalu lintas H-7 hingga H+7.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Masykur Sulthan menjelaskan, pihaknya sudah stand by mendirikan posko-posko mudik jauh hari sebelum prosesi mudik berlangsung.
Sebanyak 150 posko didirikan di seluruh Sulsel untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan saat arus mudik berlangsung. Petugas dari Dinas Perhubungan akan memantau dan mengatur arus lalu lintas membantu aparat kepolisian yang sementara bertugas.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang meminta kontraktor yang mengerjakan jalan berkoordinasi dengan kepolisian, LLAJR dan Dinas Perhubungan untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di titik-titik jalan yang diperbaiki. Dia juga meminta pengelola jalan memasang rambu-rambu agar lalu lintas kendaraan bisa tertib.
Lebih jauh, Agus melanjutkan, pihaknya sudah melakukan pemantauan arus lalu lintas poros Parepare-Sidrap.
“Sejauh ini tidak ada persoalan. Arus lalu lintas masih kondisi normal. Namun ke depan mendekati lebaran, pasti akan melonjak,” kata Agus di kediamannya, kemarin.
Dia memperkirakan, sejumlah titik akan mengalami kemacetan terutama di sekitar Ma’rang Kabupaten Pangkep.
“Di sana ada beberapa spot yang sedang dikerja. Sehingga satu jalur digunakan untuk dua arah,” jelasnya.
Menurut rencana, Agus juga akan memantau jalur mudik di jalur tengah yakni Camba hingga Soppeng untuk melihat kondisi jalan yang akan digunakan pemudik. (rhm/war/b)