Site icon Berita Kota Makassar

Siapa Jago Cabup ARB Vs Cabup AL

MAKASSAR, BKM– Kemampuan seseorang untuk memenangkan pertarungan Pemilukada di 11 daerah, salah satu indikatornya adalah hasil survei, namun parameter lainnya juga yakni kemampuan finansial dan jaringan setiap pasangan calon.
Hal ini menjadi salah satu poin islah antara kubu Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (ARB) dengan Golkar Munas Ancol Jakarta Agung Laksono (AL). Hal tersebut menjadi tantangan bagi kedua belah pihak, calon mana yang paling jago atau siap diusung, karena kedua kubu yang melakukan islah tetap mengajukan calon masing-masing didaerah yang akan menggelar Pemilukada.
Untuk Sulsel, Kubu ARB dan AL memiliki jago yang berbeda, khususnya di delapan dari 11 daerah.
Di Selayar kubu ARB menjagokan Aji Sumarno atau Saiful Arif, sementara kubu AL menjagokan Ince Langke IA. Di Pangkep kubu ARB hampir pasti mengusung Syamsuddin Hamid, sementara kubu AL telah merekomendasikan Abd Rahman Assegaf. Untuk Kabupaten Luwu Timur, kubu ARB kemungkinan mengusung Thoriq Husler atau Yayat pangerang, sementara kubu AL mengusung Badaruddin A Piccunang. Dukungan berbeda juga terjadi di Pemilukada Luwu Utara. Kubu ARB berpeluang mengusung Arifin Junaedi, sementara kubu AL juga mengincar nama Arsyad Kasmar.
Mantan anggota DPR RI Syahrir Sjafruddin Dg Jarung juga berpeluang diusung kubu AL, sementara kakak kandung Ketua Golkar Sulsel, Syahrul yakni Tenri Olle YL berpeluang diusung kubu ARB.
Di Pemilukada Tana Toraja nama Agustina Palampa berpeluang diusung kubu AL, sementara kubu ARB berpeluang mengusung incumbent Theofilus Allorerung dan Pieter Singkali juga akan menghadang incumbet Frederik Batti Sorring di Toraja Utara.
Soal balon bupati kubu mana yang jago mendapat tanggapan dari Direktur Celebes Reaserch Center (CRC), Herman Heizer. Herman menilai, jika membandingkan balon bupati kedua kubu, maka usungan Golkar Sulsel atau ARB lebih menjanjikan untuk menang. Baik dari sisi elektabilitas, popularitas, maupun ketokohan.
“Kalau melihat nama-nama calon usungan kedua kubu, khususnya di delapan daerah, kandidat hasil penjaringan Golkar Sulsel lebih diterima masyarakat,” terang dia.
Hal senada dikemukakan Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir. Menurut Suwadi, seharusnya kubu AL melunak dalam mengusung balon.
Alasannya, karena balon yang terjaring dari kubu ARB memiliki survei di atas ketimbang figur yang akan didorong Golkar kubu AL.
“Seharusnya Golkar Agung mempersilahkan Golkar Sulsel melakukan tahapan penjaringan, tidak usah mencari calon lain. Buktinya, sejauh ini popularitas usungan Golkar Sulsel lebih berpeluang menang,” jelasnya. Terpisah, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar kubu AL, Sabil Rachman menegaskan tidak akan mengubah rekomendasi kandidatnya di delapan daerah.
“Tidak ada perubahan rekomendasi, tetap yang delapan nama itu. Kami optimis mereka bisa menang di Pilkada masing-masing daerah,” ujarnya.
Sabil bahkan sesumbar menawari balon yang ingin mendaftar, namun hanya untuk posisi wakil saja. “Kami sudah menutup pendaftaran. Tapi kalau mereka mau harus siap di posisi wakil saja,”pungkasnya. (rif)

Exit mobile version