MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana akan menganggarkan proyek hutan kota paling lambat 2016 di anggaran APBD Pokok.
Ini ini dilakukan untuk membuktikan keseriusan pemkot sekaligus menindaklanjuti keinginan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk mengadakan hutan kota dalam Kota Makassar.
Hutan kota tersebut rencananya bukan hanya di tiga lokasi yakni Pulau Lakkang, Maccini Sombala of Indonesia dan Centre Point of Indonesia yang menjadi incaran pemkot Makassar melainkan beberapa titik strategis di Kecamatan Tamalanrea.
Nantinya, beberapa tanaman lokal akan mewarnai hutan kota tersebut seperti bambu, pohon Bitti, Pohon Lontar, Kaju Kaharu dan pohon Coppeng.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, jika hutan kota tersebut akan dianggarkan pada anggaran pokok tahun 2016 mendatang. ” Paling lambat dianggarkan pada anggaran pokok 2016 nanti,” kata Deng Ical sapaan akrabnya, Jumat (24/7).
Deng Ical mengaku jika pihaknya telah membicakan hal tersebut bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel. ” kita sudah bicarakan sama Dinas Kehutanan provinsi. Kita juga sudah minta BLHD untuk menindaklanjuti. MoI, CoI dan beberapa lokasi di Tamalanrea termasuk pulau Lakkang rencana hutan kota,”ujar Ketua PMI Kota Makassar ini.
Menurutnya, hutan kota tersebut nanti akan menyatu dengan tempat rekreasi terutama untuk rekreasi keluarga, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. ” Hutan kota nanti juga dijadikan sebagai tempat rekreasi,”ucap mantan legislator Kota Makassar ini.
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan Dinas Kehutanan melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk membuat hutan kota di Makassar.
Wacana menghadirkan hutan kota bukan hanya sebatas untuk paru paru kota, namun bisa menjadi tempat rekreasi dan refreshing warga.
Kehadiran hutan kota nantinya diharapkan menjadi oase dan penyeimbang kota yang penuh dengan rumah toko serta gedung-gedung tinggi. Ditambah polusi dari asap kendaraan yang jumlahnya ribuan.
“Saya mau lihat ada hutan dalam kota. Ada kolamnya, berbagai jenis pohon. Di Bogor ada kebun raya, kita juga bisa hadirkan di sini,” jelas Syahrul.
Dia menginstuksikan Kepala Dinas Kehutanan Syukri Mattinetta untuk membuat desk yang akan merealisasikan mimpinya itu.
Ada tiga lokasi yang diincar Syahrul untuk dijadikan hutan kota. Diantaranya Pulau Lakkang, Maccini Sombala of Indonesia (MoI) dan Centre Point of Indonesia (CoI).
“Jadikan reklamasi hutan saja itu Lakkang. Janganmi dijual lagi sama developer. Semua konsentrasi, percepat satu tahun ini,” ungkapnya.
Selain hutan kota, Syahrul juga menggagas program hutan bambu hingga 10 juta batang. Bambu-bambu itu akan ditanam di sepanjang sungai di seluruh Sulsel.
“Saya mau program ini diakui PBB. Saya mau seluruh pengairan dan irigasi ada bambunya,” kata Syahrul.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Syukri Mattinetta berjanji akan segera melaksanakan instruksi gubernur.(man/war/c)