MAKASSAR, BKM –Keluarnya putusan majelis hakim PN Jakarta Utara yang mengakui kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, ARB membuat kubu Golkar hasil Munas Ancol Agung tetap melawan. Bahkan Kubu Agung akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) atas putusan PN Jakut, termasuk upaya kasasi.
Bahkan Golkar kubu Agung menilai putusan PN Jakut tidak punya pengaruh sama sekali.
“Putusan PN Jakut sama saja dengan putusan PTUN yang sudah dipatahkan dengan banding PTTUN, ndak berpengaruh sama sekali,”ujar Ketua Golkar Maros kubu Agung, Muhammad Ramli Rahim, Jumat (24/7).
Perlawanan sama juga disampaikan Ketua Golkar Lutim kubu Agung, Badaruddin Andi Picunang. Menurutnya, kubunya tidak terpengaruh dengan putusan PN Jakut, karena tuntutannya berbeda. Satu tuntutan ganti rugi dan yang satunya kepengurusan. Selain itu, putusan itu juga belum inkrah dan tidak membatalkan SK Kemenkumham.
Terpisah, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel hasil Munas Ancol, Yasril Ananta Baharuddin menegaskan, apapun hasil keputusan PN Jakut tidak akan mengganggu proses tahapan penjaringan yang sudah berjalan. “Kan sudah ada tim islah. Jadi mau pengadilan di mana pun yang keluarkan keputusan, tidak ada gunanya. Apalagi sekarang kita tinggal menunggu putusan Mahkamah Agung (MA),” terangnya.
Sebelumnya, kubu Munas Ancol telah menunjuk Plt di 16 daerah di Sulsel hingga menggelar Musda.
Ke 16 Plt yang sebahagian telah terpilih saat Musda pekan ini yakni Kabupaten Sidrap A Sukri Baharman, Gowa Mappaujung Maknun, Takalar Yusuf Gunco, Jeneponto Muhammad Suharto, Bantaeng Sahlan Solthan, Bulukumba HM Tabri, Selayar Azis Muhajirin, Maros Muhammad Ramli Rahim, Pangkep Haris Gani, Enrekang Ian Latanro, Tana Toraja Marsudi, Luwu Haryana Basmin, Toraja Utara Sri Krisma, Palopo Akbar Andi Leluasa, Luwu Utara Arsyad Kasmar dan Lutim Baharuddin Andi Picunang. (alp/arf/rif/c)