MAKASSAR, BKM–Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel mengaku menargetkan kemenangan pada Pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang. PKB merasa belum puas dengan perkembangan dan kemajuan partainya sejauh ini. Pengurus berharap PKB Sulsel akan semakin maju dimasa masa mendatang.
Hal tersebut dikemukakan sejumlah elit PKB Sulsel saat mengadakan diskusi politik dengan tema PKB dimata pakar, Kamis (23/7). Diskusi yang menjadi bagian dari agenda Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Lahir PKB ke 17.
“PKB Sulsel harus semakin memperbaiki diri, kita telah bangkit di pemilu tahun 2014, raihan suara di Sulsel menghampiri 250 ribu suara, itu mencapai 5 persen total suara di Sulsel, namun kita harus berbenah,”ujar Ketua LPP PKB Sulsel, Abd Rahman, kemarin.
Bagi Rahman, targetnya PKB secara nasional di tahun 2019 mendatang tidak muluk-muluk PKB bisa mengalahkan Golkar.
“Jika Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menyatakan PKB mengalahkan Golkar di tahun 2019 mendatang, itu artinya PKB harus memulainya di Sulsel. Karena Sulsel basis Golkar,” katanya.
Hadir dalam diskusi tersebut beberapa pengamat politik di Sulsel, Adi Suryadi Culla (Akademisi Unhas), Firdaus Muhammad (Akademisi UIN), Luhut A Priyanto (Akademisi Unismuh) dan konsultan politik IPI, Suwadi Idris Amir. Acara dipandu Suardi Bakri yang merupakan Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Makassar.
Dalam Pemilu Legislatif 2014 secara nasional, PKB mendapatkan 9,04 persen suara (47 kursi DPR) dan berada pada peringkat keempat. Pada Pemilu 2009, PKB hanya memperoleh 4,94 persen suara (28 kursi DPR).
“Harlah PKB ke 17 ini menjadi momentum penegasan dan arah politik PKB kedepan. Partai berlambang bola dunia ini, kadang dianggap sebagai partai yang memiliki basis electoral di pulau Jawa, dan masih bertumpu pada titik-titik tertentu, sedini mungkin harus dikembangkan termasuk di Sulsel,” jelas Rahman.
Selain itu, suara PKB secara nasional yang melebihi 11 juta suara, tidak berbanding lurus dengan perolehan kursi PKB yang hanya mencapai 47. Untuk itu diharapkan pemerataan konsentrasi PKB.
“Hampir dua juta suara PKB yang tidak terkonversi menjadi kursi, Sulsel termasuk salah satu penyumbangnya. Pemerataan konsentrasi ini dalam maksud pengembangan PKB di Luar Jawa, terkhusus PKB di Indonesia Timur, dimana Makassar dan Sulsel sebagai pintu gerbang dan titik start pertarungannya,”jelasnya.
Agenda ini menjadi titik evaluasi, sekaligus sebagai tolak ukur investasi peradaban politik yang ditawarkan partai yang lahir di awal reformasi ini.
Saat ini PKB Sulsel berhasil mendudukan tiga kadernya di DPRD Sulsel dan sebanyak 36 di DPRD Kabupaten Kota di Sulsel.
Meski terdapat 6 Kabupaten Kota yang tidak memiliki kursi di Sulsel. (arf/rif/c)