Site icon Berita Kota Makassar

Makin Berulah, Preman Losari Diobok-obok

MAKASSAR, BKM — Ruang gerak preman di Pantai Losari semakin sempit. Pascapenikaman Lurah Laelae, Subhan, operasi penertiban preman gencar dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar. Bukan hanya preman, para pengamen serta anak jalanan juga jadi sasaran operasi.
Sebanyak 100 personil Satpol-PP diterjunkan untuk mengobok-obok preman di kawasan itu. Petugas Satpol menyisir setiap sudut Anjungan Losari untuk mencari kawanan preman, utamanya mereka yang ikut mengeroyok serta menikam Subhan.
Kepala Satpol PP Kota Makassar, Imam Hud saat di konfirmasi BKM, Minggu (28/7) mengatakan, pihaknya akan terus menertibkan sejumlah preman di Losari. ” Kita tertibkan preman-preman itu yang kerap membuat pengunjung Losari tidak tenang,” tegas Iman Hud. Ke depan, kata Imam, Satpol PP akan melakukan pengamanan melekat di kawasan Losari.
“Kita akan terjunkan anggota di lapangan untuk menjaga Losari,” tegas Imam.
Iman mengisahkan, kasus penikaman Subhan yang terbilang sadis itu telah dilaporkan ke aparat kepolisian. ”Polisi yang akan melakukan proses hukum kepada pelaku,” tukasnya.
Kamal yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman telah diamankan dan sementara menjalani pemeriksaan. Sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Menanggapi maraknya aksi premanisme di kawasan Anjungan Losari, Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mengatakan, sudah saatnya Pemkot Makassar dan aparat kepolisian mengatur pola kerjasama untuk membasmi preman
”Ini tugas semua pihak, terutama Pemerintah Kota Makassar. Harus segera mencari solusi komprehensif dan tidak parsial jika memang ingin menghapus premanisme di Makassar,” katanya.
Operasi preman di Losari perlu dipikirkan langkah penanganan yang adaptif serta menyeluruh.
Sementara itu, anggota Komisi D, Mario David mengatakan, Pantai Losari kini tak lagi terjamin keamanan dan kenyamanannya karena keberadaan para preman. Sebagai ikon Kota Makassar, Wali Kota Makassar harus mewujudkan Makassar nyaman dan tentram. Jika tidak segera dibenahi, maka akan menimbulkan ketiknyamanan masyarakat.
Menurut Mario, parkir kendaraan di Pantai Losari justru dilakukan secara liar yang dikelola oleh preman. Mereka menguasai tempat itu, tanpa memberi karcis resmi.
”Mengatasi premanisme bukan hanya tugas kepolisian semata. Seandainya kita semua bersama-sama mengatasi masalah ini, maka Makassar bisa aman dan damai,” tandasnya.
Diketahui, Lurah Laelae Subhan dikeroyok serta ditikam kawanan preman saat sedang melakukan operasi penertiban Pedakang Kaki Lima (PKL), Sabtu (25/7) sekira pukul 17.20 Wita.
Saat razia berjalan, sekelompok juru parkir di Anjungan Pantai Losari mengeroyok serta menikam Subhan. Akibat luka tusuk di punggung kiri, korban yang terkapar dibawa ke Rumah Sakit Stella Maris untuk menjalani perawatan medis.
Seorang pelaku bernama Kamal berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Ujungpandang untuk diproses. Kamal didepan petugas mengaku melakukan pengeroyokan bersama rekannya karena jengkel dengan razia PKL.
Kapolsek Ujungpandang, Kompol Nawu Thaiyeb mengatakan, saat pengeroyokan terjadi, anggota Satpol-PP berhasil mengamankan seorang pelaku. ”Kamal masih kami periksa intensif. Kami juga masih mengejar pelaku lainnya,” tegas Nawu. (man-dit-jul/cha/b)

Exit mobile version