Site icon Berita Kota Makassar

Akar Super Bawa 26 Kursi ke KPU

SOPPENG, BKM–Pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak-Supriansa (Akar-Super) akan membawa dukungan partai politik yang mengontrol 26 dari 30 kursi yang ada di DPRD Soppeng saat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (28/7).
Jumlah kursi ini berasal dari Partai Gerindra dengan 8 kursi, Golkar 7 kursi, PDIP 4 Kursi, PPP 3 kursi, PAN 2 kursi, PKS 1 kursi, dan PKB 1 kursi. Sementara sisanya yakni Nasdem 1 kursi, PBB 1 kursi dan Demokrat 2 kursi masih diklaim pasangan Lutfi Halide-Andi Sulkarnaen Soetomo.

Sebelumnya, pasangan Akar Super telah menggelar deklarasi pencalonan di lapangan Gasis Soppeng, Minggu (26/7). Deklarasi tersebut dihadiri ribuan pendukung dan dimeriahkan artis KDI Nurhikma.
Pasangan Akar-Super berangkat dari kediaman Kaswadi selanjutnya bergabung dengan ribuan pendukungnya yang sudah datang lebih awal di lapangan Gasis untuk melakukan deklarasi pukul 14.00 wita.
Dalam deklarasi ini hadir para pengurus partai pengusung yakni Andi Marzuki Wadeng dari Golkar, Andi Mapparemma dari PDIP, Doddy Amiruddin dari PAN, KM Sulaeman dari PPP, Basri Jaya dari PKB dan Sri Rahmi dari PKS. Selain itu, juga hadir pengurus dan kader PKPI, Hanura dan Gerindra.
Kemudian dilanjutkan orasi yang dilakukan pasangan calon Akar – Super dimana didepan pendukung nya Akar menyampaikan bahwa apa yang terjadi hari ini adalah mu’jizat dari Allah SWT serta kasih sayang Allah terhadap hambahnya.

Dosen politik Unismuh Makassar Arqam Azikin bila pasangan Akar Super berhasil meraih 26 kursi dan hanya menyisakan 4 kursi saja, cukup rawan untuk bertarung, sebab calon perseorangan juga belum dapat dipastikan lolos verifikasi terakhir. “Kalau Pilkada Soppeng hanya diikuti satu pasangan calon, sesuai dengan aturan KPU, maka Pilkada harus ditunda hingga tahun 2017 nanti,”Arqam Azikin, Senin (27/7).
Kata dia, setelah Partai Gerindra memberikan rekomendasinya kepada pasangan Akar Supermembuat peluang Lutfi-Sulkarnaen semakin tertutup. Hal ini berarti nasib Pilkada Soppeng akan ditentukan apakah pasangan Andi Kaharuddin-Andi Kastahar lolos verifikasi faktual atau tidak.
Arqam menjelaskan, jika Pemilukada harus ditunda sampai tahun 2017, maka Soppeng akan dipimpin oleh Caretaker yang akan ditunjuk oleh Pemprov Sulsel. “Masa jabatan bupati Soppeng akan berakhir Oktober tahun ini, dan akan diiisi sementara oleh caretaker. Caretaker ini bisa saja masa jabatannya berlanjut hingga tahun 2017 jika Pilkada tahun ini ditunda,” jelasnya.
Soal prediksi siapa yang akan ditunjuk caretaker oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Arqam menyatakan Lutfi Halide (LHD) memiliki peluang besar. “Yang ditunjuk pastinya harus memenuhi syarat, yakni pamong senior. Minimal kepala dinas. Dan Lutfi memiliki peluang,” jelasnya.
Namun, ia tetap berharap Pemilukada Soppeng tidak ditunda. Sebab, jika diundur hingga tahun 2017 maka persiapan calon yang telah dilakukan selama ini menjadi sia-sia. “Kalau Pilkada Soppeng ditunda, maka tidak seru,” jelasnya.(fir/c)

Exit mobile version