Site icon Berita Kota Makassar

SYL Awalnya Heran Takalar Tuan Rumah

MAKASSAR, BKM — Agenda tahunan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) kembali digelar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PSBM xv tahun ini digelar di Teluk Laikang, Desa Puntondo Kabupaten Takalar. Acara dibuka Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Senin (27/7).
Ada misi khusus sehingga Takalar menjadi lokasi pembukaan PSBM. Menurut Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Sattar Taba, kehadiran saudagar Bugis Makassar di Takalar bisa memberi kontribusi bagi pembangunan daerah itu. Pemerintah pusat mengharapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta industri yang terintegrasi, diarahkan ke kawasan Indonesia Timur. Sehingga dia berharap kehadiran saudagar Bugis Makassar, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan sejumlah investor di daerah itu bisa menjadikan Takalar jadi kawasan ekonomi khusus atau kawasan terintegrasi.
“Semoga mimpi ini bisa jadi kenyataan,” jelas Sattar.
Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin mengatakan Takalar memiliki potensi alam yang sangat luar biasa.
Bisa diarahkan agar Takalar menjadi kawasan industri berbasis agroindustri, manufaktur, pariwisata atau kawasan industri berbasis logistik.
“Takalar punya banyak potensi. Untuk pembangunan pelabuhan, di sini cukup dalam hingga 20 meter. Kami siapkan lahan seluas 25 ribu hektare untuk digarap para investor,” jelasnya mempromosikan Takalar di hadapan ratusan saudagar Bugis Makassar.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di perjalanan menuju lokasi pembukaan PSBM, dirinya agak menggerutu. “Kenapa panitia tunjuk daerah paling miskin, jalannya jelek untuk lokasi pembukaan PSBM,” kata Syahrul.
Namun setelah tiba di lokasi, dia baru menyadari ternyata ada potensi tersembunyi yang ingin diperlihatkan.
Secara spontan, Syahrul tertarik menghadirkan pusat pembangkit listrik tenaga bayu karena angin di sana cukup kencang.
Dia menargetkan, tahun ini sudah ada memorandum of understanding (MoU) dengan investor untuk membangun pembangkit listrik di sana.
“Mari kita kerjasama. Carikan ma investornya,” tantang Syahrul.
Dia berharap pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian Sofyan Djalil bisa memfasilitasi agar PLN mau membeli listrik jika ada investor mau mendirikan PLTB di sana.
“Sepanjang Pak Menteri setuju, kita buat kincir anginnya di sini,” jelasnya.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan dirinya sudah bicara dengan gubernur soal potensi angin di kawaan tersebut.
“Kalau memang anginnya seperti ini sepanjang tahun tidak ada masalah,” jelas Sofyan.
Dia melanjutkan, untuk menjadikan Takalar menjadi kawasan industri, cukup banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah persoalan infrastruktur. Jika memang mimpi itu bisa diwujudkan pemerintah akan memberi insentif mulai pajak dan insentif lainnya.
Kepada saudagar Bugis Makassar, Sofyan meneruskan pesan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang tidak sempat menghadiri pembukaan PSBM agar memupuk jiwa entrepeneur.
“Masyarakat bisa maju jika punya semangat enterpreneurship.
Wapres katakan kita tidak kekurangan profesional, birokrat, dan apalagi politisi. Yang kurang adalah enterpreneur,” kata Sofyan.
Di daerah mana saja di Indonesia selalu saja ada orang Bugis Makassar yang menjadi tokoh. Itu menunjukkan betapa dinamisnya masyarakat Sulsel.
“Pak JK yakin modal sosial kunci kemajuan bangsa. Saudagar itu punya 1000 akal, orang-orang kreatif. Ini bagian dari mozaik pembagunan. Karena itu harus dijaga. Saudagar juga harus tanamkan nilai kejujuran dalam diri,” jelasnya.
Pembukaan PSBM juga diisi dengan penandatanganan MoU antara sejumlah investor dengan Bupati Takalar.
Para investor itu berasal dari berbagai negara, diantaranya investor Korea, Cina, Taiwan, Timur Tengah, Hongkong.
Sejumlah tokoh Sulsel hadir dalam perhelatan tahunan itu. Diantaranya owner Fajar Group HM Alwi Hamu, Ketua Umum KKSS Sattar Taba, Tanri Abeng, Marwah Daud Ibrahim, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arif, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan masih banyak lagi. (rhm/cha/b)

Exit mobile version