ENREKANG, BKM — Para pedagangan dan warga yang bermukim di sekitar Pasar Sudu, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, Enrekang mengeluhkan kondisi pasar yang jorok. Sampah yang ada dibiarkan berserakan di pinggir jalan dan menimbulkan bau tak sedap.
Bahar (36), salah seorang pedagang ikan di pasar tersebut, mengakui sampah bertumpuk disebabkan karena tidak pernah diangkut. Karena bau busuk yang menyengat, keberadaan sampah-sampah ini telah mengganggu aktivitas para pedagang dan masyarakat.
”Baunya sampai ke dalam rumah. Tolong sampaikan ke pemerintah agar sampah itu diangkut. Jangan dibiarkan bertumpuk seperti sekarang,” cetus Bahar kepada BKM di Pasar Sudu, kemarin.
Hal senada dikatakan Beda (48). Kata dia, sudah dua minggu setelah lebaran sampah yang bertumpuk itu tidak pernah diangkut petugas kebersihan. Ia pernah menyampaikan persoalan ini ke pihak kecamatan setempat, namun hingga sekarang belum pengangkutan.
”Jorok sekali. Baunya sangat menyengat. Saya sudah pernah tanyakan kepada pihak kecamatan, namun hingga sekarang sampah itu belum diangkut,” ujar Beda.
Terpisah, mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Enrekng Ardi yang sekarang menjabat Asisten III, mengaku heran jika sampah di Pasar Sudu tak pernah diangkut.
”Kenapa sampai sampah sebanyak itu tidak diangkut, padahal ada anggarannya,” kata Ardi.
Sementara Kepala Kantor Lingkunga Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Andi Fitri, tidak menyangka jika anggotanya tidak mengangkut sampah yang ada di Pasar Sudu.
”Kok bisa begitu. Padahal hampir tiap hari saya suruh anggotaku pergi mengangkut itu sampah,” ujarnya melalui telepon selularnya. (her/rus/c)