Site icon Berita Kota Makassar

Kisah Miris Nurjannah Korban Kebakaran di Toddopuli II

SEPERTI biasanya, setiap Senin (10/8) pagi, Nurjanah (32) mengurus anaknya yang hendak bersekolah di TK Tidung. Tak ada tanda-tanda ia akan mendapatkan musibah kebakaran.

Laporan: RAHMA EKASARI-DWI HERVINA

Di pangkuannya, duduk seorang anak yang tengah bermanja dengannya, hingga mengantarnya bersekolah berboncengan motor bersama suami tercinta Baso. Di saat-saat itulah, musibah kebakaran datang dan menghanguskan rumahnya bersama satu rumah lainnya milik Daeng Fatah.
Air mata perempuan itu pun tak terbendung. Air mata mengalir deras di pipinya. Lengan baju yang dikenakannya menjadi pengganti sapu tangan untuk mengusap air matanya. Semakin diajak bicara air matanya semakin deras.
Rambut Nurjannah sedikit acak-acakan. Saat diajak ngobrol, perempuan itu sedikit kikir mengeluarkan kata-kata. Sebagian dari jawabannya adalah air mata. “Habis semua, dek,” katanya pendek.
Ia benar-benar terpukul dan sedih. Beban pikirannya berat. Dia mengaku terpukul dengan tragedi kebakaran yang meludeskan seluruh rumahnya. Sementara anak-anaknya terlihat shok dan langsung di bawa masuk kedalam rumah tetangganya.
Sementara Baso suaminya yang kesehariannya berprofesi penjual bakso ini hanya duduk di tanah memegang kepala dan terlihat raut wajahnya yang sangat sedih melihat rumahnya habis terbakar.
“Tidak ada yang tersisa kecuali pakaian yang mereka kenakan saat keluar rumah. Dia (bu Nurjannah) sedang memasak saat dia dan keluarga meninggalkan rumah, sebab mereka terburu-buru karena ada pembayaran administrasi di sekolah anaknya. Sepulangnya ke rumah mereka sudah mendapati rumahnya habis dilahap api. Untuk sementara ini mereka semua akan tinggal di rumah saya,” ujar Irma keluarga Nurjannah, yang rumahnya tidak jauh dari rumah Nurjannah.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Toddopuli II sempat membuat panik ratusan warga yang berada di lokasi. Teriakan warga begitu kencang memanggil pemadam kebakaran sambil membantu menyiramkan air.
Berselang beberapa menit pemadam datang dan berhasil menjinakkan api.
Untung saja peristiwa tersebut tidak memakan korban, karena dalam rumah Nurjanah juga tinggal saudaranya Muh Saleh serta Asril keponakannya.(*)

Exit mobile version