MAKASSAR, BKM — Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar tidak lama lagi akan berubah status. Lembaga pendidikan dan latihan ini akan menjadi Politeknik Ilmu Maritim AMI Makassar. Status baru tersebut diharapkan bisa terealisasi tahun ini.
”Hari ini (kemarin) saya sudah kirim tim ke Jakarta untuk bertemu pihak Kementerian Ristek (Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) terkait perubahan status menjadi polteknik. Setelah itu, akan kita lakukan pemaparan di depan ibu Koordinator Kopertis (Wilayah XI Sulawesi),” kata Direktur AMI Veteran Makassar Amrin A Rani di ruang kerjanya, Selasa (11/8).
Melihat perkembangan proses perubahan status ini, mantan Pembantu Direktur II AMI Veteran itu optimistis Poltek Ilmu Maritim AMI Makassar akan terwujud dalam rentang waktu dua bulan ke depan.
Bagaimana dengan program studi (prodi), apakah akan ada perubahan setelah PIM AMI Makassar terbentuk? Amrin menegaskan, tiga prodi yang ada selama ini, yakni teknika, nautika dan ketatalaksanaan pelayaran niaga (KPN) tetap dipertahankan. Namun ada prodi baru, yaitu manajemen transportasi laut.
”Dibukanya prodi baru ini sejalan dengan program tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi. Sementara tiga prodi lainnya tetap jalan seperti biasa,” terang Amrin.
Seiring dengan rencana perubahan status ini, Amrin menantang alumni AMI Veteran untuk menjadi dosen di almamaternya. Khususnya mereka yang memiliki ijazah kompetensi di bidang pelayaran. Tantangan itu disampaikan Amrin pada malam temu kangen alumni angkatan 1998 yang berlangsung di Hotel Clarion, Minggu (9/8) malam.
Acara ini dihadiri sedikitnya 100-an alumni yang juga merupakan angkatan Amrin Rani. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air, bahkan negara lain. Para alumni ini sudah berhasil di bidangnya masing-masing, khususnya di bidang pelayaran.
”Mereka memberi support sepenuhnya dan mendukung jika AMI Veteran berubah menjadi politeknik. Ini sangat kita syukuri, karena menjadi modal bagi kami untuk lebih baik lagi ke depannya,” tandas Amrin.
Kepala Bagian Umum, Humas dan Keuangan AMI Veteran Alfian Umar yang mendampingi direkturnya, menambahkan bahwa saat ini tengah berlangsung pendaftaran calon taruna dan taruni baru gelombang kedua. Dari sekitar 2.000 peminat, 800 lebih diantaranya memenuhi syarat untuk mengikuti tes yang akan dilaksanakan 18 Agustus mendatang.
”Kita melakukan seleksi secara ketat, karena kuota yang akan diterima tinggal 180 orang,” ujar Alfian. (rus)