PAREPARE, BKM — Gerak cepat diambil Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Kota Parepare Mustafa Mappangara. Setelah ditunjuk menggantikan Muh Syukri, Mustafa bersama Dewan Pengawas (Dewas) PDAM langsung memikirkan upaya penyediaan air bersih bagi pelanggan.
Mustafa meminta kepada Sekretaris Dewas PDAM bersama dua karyawan PDAM, yakni Sukarno Banda dan Nasrun Tahir untuk menindaklanjuti proyek bendungan di Kabupaten Enrekang yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat Parepare.
Mereka menemui Asisten Perencanaan Satuan Kerja Air Minum dan Sanitasi Provinsi Sulsel Muchtar Kadir di kantornya, Makassar, Rabu (12/8). Dalam pertemuan tersebut terungkap, jika proyek bendungan di Kabupaten Enrekang terealisasi, akan ada produksi air sebanyak 250 liter per detik dari Sungai Tabang.
”Rencananya tahun 2016 mulai pekerjaan dan dinikmati tahun 2017,” kata Muchtar.
Terpisah, Kepala Bidan Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian Pekerjaam Umum Provinsi Sulsel Syamsul mengatakan, pembuatan waduk di area intake Salo Karajae dan pengembangan bendungan karet dilaksanakan 2016.
“Tahun 2016 kami bantu Parepare soal air bersih. Anggarannya sudah siap,” jelasnya.
Dalam kunjungan Dewas dan karyawan PDAM ini, juga disampaikan bahwa tahun depan jaringan pipa sampai di dua kabupaten. Untuk Kabupaten Sidrap mendapatkan 20 liter per detik. Sedangkan Parepare mendapat sekitar 250 perdetik, atau bisa melayani tambahan 15 ribu pelanggan dari jumlah pelanggan saat ini sebanyak 17 ribu.
Menurut Muin, usaha ini dilakukan karena PDAM tiap tahun selalu mengalami krisis air di musim kemarau. Namun setelah air kiriman dari Enrekang menyuplai dua daerah tetangganya, maka Parepare bisa bernafas lega.
“Pemerintah Enrekang sudah membuat bendungan besar untuk pengadaan air bersih. Tahun 2016 jaringan pipa akan disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Satker Pengelolaan Air Minum dan Irigasi Pompengan Provinsi Sulsel,” jelasnya.
Termasuk adanya bantuan sumur dalam dan IPA (Instalasi Pengolaghan Air) akan dibangun di Belalange, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare yang anggarannya dialokasikan dalam APBD Perubahan 2015. (smr/rus/c)