Site icon Berita Kota Makassar

Satu Keluarga Dibantai, Ayah-Anak Tewas, Ibu Kritis

WATAMPONE, BKM — Warga Danrimeng Dusun Taring Tellue, Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone geger. Sebuah peristiwa tragis menimpa keluarga Baco Aneng (68), Selasa (11/8) malam. Adi bersama ayahnya Mading nekat membantai tetangganya sendiri, Baco bersama istri dan anaknya.

Akibat aksi nekat ayah dan anak ini, Baco Aneng (65) dan anaknya Kani (32) tewas. Sedangkan istrinya Inare (65) kritis dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Ketiganya dibantai menggunakan parang.
Informasi yang dihimpun BKM di lokasi kejadian menyebutkan, motif pembantaian dipicu oleh ketersinggungan seorang tersangka bernama Adi kepada korban Kani.
Kapolres Bone AKBP Juliar Koes Nugroho melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Asdar mengungkapkan, sebelum kejadian Kani sempat menenggak minuman keras jenis ballo di sekitar rumahnya. Pada saat bersamaan, Adi datang dengan maksud juga ingin meminum ballo. Namun Kani bersikap ketus kepada Adi. Korban bahkan sempat melayangkan pertanyaan. “Siapa nama Bapakmu ?,“ kata Kani. Adi pun menjawab pertanyaan itu dengan acuh. “Masa kamu tidak tahu,” ujar Adi santai.
Jawaban Adi membuat korban naik pitam. Kani sempat memegang kerah baju Adi sambil meraih badik mengancam Adi. Saat itu, Adi diam seribu bahasa dan sama sekali tidak melakukan perlawanan.
Usai insiden itu, Adi pulang ke rumahnya dan mengadu ke ayahnya bernama Mading. Tak lama berselang, keduanya dengan emosi yang meledak-ledak mendatangi rumah Kani. ”Hanya dipicu persoalan sepele,” kata Andi Asdar.
Tak lama kemudian, warga terkejut mendengar suara gaduh serta teriakan di rumah Baco. Rupanya, tersangka sedang membantai Kani. Melihat anaknya dibantai, Baco yang sedang istirahat berusaha menolong Kani. Namun kedua tersangka membacok Baco hingga mengakibatkan ususnya terburai. Tidak sampai disitu, Inare yang juga berada di rumah jadi korban pembacokan.
Kani tewas dengan luka bacok di perut, leher serta lengan. Sedangkan Baco terluka menganga di perut. Jasad kedua korban dievakuasi ke puskesmas terdekat. Termasuk Inare yang terluka parah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
”Usai membantai kedua pelaku melarikan diri. Saat ini kami melakukan pengejaran,” tegas Asdar.
Terpisah, mantan Kepala Desa Mattiro Walie Sri Rahayu mengatakan, aksi pembantain di rumah korban terjadi saat sebagian besar warga sudah tertidur pulas.
“Korban dianiaya di rumahnya sendiri. Baco sempat saya larikan ke Puskesmas Camba, tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi,” kata Sri Rahayu. (amr/cha/b)

Exit mobile version