ENREKANG, BKM — Acara nonton bareng (nobar) pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo di depan sidang MPR-RI, digelar di aula Gedung DPRD Enrekang, Jumat (14/8). Sayangnya, nobar ini amburadul akibat jadwal di undangan mengalami kesalahan.
Wakil Bupati H Amiruddin bersama unsur muspida dan anggota dewan kecewa karena terlambat menyaksikan pidato presiden. Mereka hanya bisa menyaksikan tayangan penutupan rapat yang ditayangkan di televisi.
”Sayami yang paling cepat datang, tapi masih terlambat karena undanganya jam 10.00 Wita. Padahal pidato Bapak Presiden di Jakarta dimulai jam 8.00 WIB,” kata Amiruddin yang ditemui di gedung DPRD Enrekang, kemarin.
Menurut Wabup, pidato kenegaraan Presiden sangat penting untuk disimak guna membangun bangsa ke depan. ”Karena jadwal salah, tidak ada pidato Presiden yang kami simak. Padahal pidato itu sangat penting disimak untuk bangsa ini ke depan,” kesal Amiruddin.
Anggota DPRD Enrekang dr Saiful juga menyesalkan kejadian tersebut. ”Bagaimana kita tidak terlambat, dalam undangan itu jam 10 sedangkan pidato Presiden dimulai jam 9,” cetusnya dengan mimik kesal.
Kekecewaan serupa diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) Letkol Inf R Pakpahan dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang.
”Undangannya jam 10, padahal pidato Bapak Presiden dimulai jam 9,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Enrekang Sangkala Tahir membenarkan jika undangan yang disebar tidak sesuai dengan jadwal pidato Presiden.
”Jadwal di undangan jam 10.00 Wita. Kami tidak tahu kalau ada perubahan jadwal pidato Presiden,” kelit Sangkala. (her/rus/b)