MAKASSAR, BKM — Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel mengambil kebijakan untuk menurunkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pertama, dari yang selama ini sebesar 12,5 persen menjadi 10 persen. Insentif tersebut tertuang dalam SK yang ditandatangani Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
”Pengurangan BBNKB pertama ini diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, roda enam serta delapan. Pengurangan ini diharapkan bisa mendorong masyarakat, khususnya dunia usaha dalam memutar akselerasi pembangunan di Sulawesi Selatan,” kata Kepala Dispenda Sulsel Tautoto Tana Ranggina usai menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di halaman kantor Dispenda Sulsel, Senin (17/8).
Selain itu, pemberian insentif ini juga diharapkan bisa mendorong pencapaian target yang dibebankan kepada Dispenda Sulsel. Toto menyebut, untuk semester pertama realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapai 45 persen. Diharapkan, pada semester dua, target bisa terealisasi sebesar 100 persen dari angka Rp869 miliar lebih.
Untuk mencapai target, jajaran Dispenda intens turun ke bawah guna melakukan penagihan. Bahkan sistem door to door juga semakin digenjot.
”Dengan semangat ayo kerja, kita terus berusaha untuk mencapai target yang ditetapkan. Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 menjadi momentum dalam memacu peningkatan pendapatan, khususnya di jajaran Dispenda,” kata Tautoto.
Kadispenda juga menyinggung soal penerapan pajak progresif bagi kendaraan roda empat. Diakui, pemberlakuan pajak ini mampu menambah sumber pendapatan di sektor pajak. Termasuk berhasil menekan angka kepemilikan kendaraan roda empat lebih dari satu.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Tautoto, mengatakan semangat untuk bekerja giat dan jujur telah membawa keberhasilan pembangunan ekonomi. Hal ini diindikasikan oleh pertumbuhan ekonomi Sulsel yang pada triwulan II tahun 2015 tumbuh sebesar 7,6 persen. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 4,67 persen.
Sementara berdasarkan kontribusi terhadap struktur perekonomian secara spasial di Indonesia, pada triwulan II tahun 2015 Pulau Sulawesi memberikan kontribusi sebesar 5,88 persen terhadap PDB nasional. Setengah dari angka itu, atau sebesar 49,95 persen merupakan kontribusi dari Provinsi Sulawesi Selatan. (rus)