MAKASSAR, BKM — Dua begal motor yang sedang beraksi di Jalan Sungai Saddang, Minggu (16/8) dinihari terkapar bersimbah darah setelah ditembak polisi. Dua warga Jalan Emmy Saelan, Hamdi (18) dan Onde (18) ini dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha memanah polisi saat hendak diringkus.
Sebelumnya, kedua komplotan begal motor ini menendang seorang gadis bernama Winda dari atas motor. Saat korban terjatuh, Hamdi dan Onde menodong Winda dengan busur dan parang lalu merampas sepeda motor serta tas berisi handphone (HP) serta uang tunai Rp2 juta milik korban.
Namun, saat sedang beraksi, anggota Polsek Ujungpandang yang berpakaian preman melintas dan memergoki aksi kedua begal ini.
Melihat peristiwa itu, polisi pun mengejar kedua tersangka. Hamdi dan Onde terus melarikan diri seraya melawan petugas dengan panah. Melihat ulah nekat keduanya, polisi pun menembak betis kedua tersangka.
Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan medis. Selanjutnya, mereka dibawa ke kantor polisi untuk dijebloskan ke dalam sel.
Korban aksi ini, Winda di depan polisi mengungkapkan, dia diserempet oleh kedua pelaku saat sedang melintas di Jalan Sungai Saddang. Menurut Winda, kedua pelaku sudah membuntuti dirinya. ”Pelaku menendang motor saya Pak. Saya terjatuh dari motor. Saat itulah mereka menodong saya dengan busur serta parang. Mereka merampas motor dan tas saya,” kata Winda.
Kepala Kepolisian Sektor Ujungpandang Kompol Nawu Thaiyeb kepada BKM mengungkapkan, kedua tersangka terpaksa ditembak karena berusaha membusur petugas saat hendak diringkus.
Dalam catatan Polsek Ujungpandang, kedua tersangka telah beberapa kali melakukan aksi begal di wilayah Ujungpandang. (jul/cha/b)