MAMUJU, BKM — Proyek jalan nasional menuju Kabupaten Mamasa, yakni Pasapa Kelapa Dua yang penganggarannya melalui APBN. Proyek ini telah didesain secanggih mungkin. Sesuai desainnya, untuk pekerjaan fisik sepanjang satu kilometer ditaksir menghabiskan anggaran sekitar Rp8 miliar.
Jadi dengan lima kilometer panjang jalan yang akan dikerjakan pada tahap ini, berarti akan menghabiskan anggaran sekitar Rp40 miliar. Proyek ini akan dikerjakan PT Pasokkorang yang merupakan kontraktor berpengalaman di Sulbar dan Sulsel. Sementara itu, untuk proyek jalan yang akan dikerjakan PT Maju Setia, hanya dianggarkan melalui APBD sebesar Rp10,4 miliar.
Seperti disampaikan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh ketika ditemui BKM di kantor gubernur Sulbar, akhir pekan lalu, panjang jalan yang akan dikerjakan PT Maju Setia sekitar empat kilometer dengan anggaran yang disiapkan sekitar Rp10,4 miliar. ”Dengan sudah dimulainya proyek jalan di Kabupaten Mamasa, maka kami selaku pimpinan atau gubernur di wilayah Sulbar akan terus melakukan kontrol pada pekerjaan jalan yang dilakukan para kontraktor baik pada APBD maupun APBN. Jika memang nantinya pihak kontraktor tidak mampu menepati terhadap kontrak kerjanya, yakni 31 Desember 2015, maka Pemprov Sulbar akan memutuskan kontraknya dan memberikan sanksi,” tegas Anwar.
Anwar mengatakan, pengerjaan jalan di Kabupaten Mamasa sebagai jawaban atas keluh kesah masyarakat setempat yang mengaku belum merasakan kemerdekaan lantara kondisi jalannya yang sangat memprihatinkan. ”Untuk itu, saya selaku pucuk pimpinan di Provinsi Sulbar akan terus memperjuangkan anggaran proyek jalan di Mamasa. Soalnya, banyak ruas jalan di Mamasa yang mengalami kerusakan dan perlu dilakukan perbaikan. Ini bagian dari upaya memperlancar jalur transportasi dari dan ke Mamasa. Jika jalan poros ini telah baik, maka maka tentu perputaran roda perekonomian masyarakat setempat akan jadi lancar,” ujar Anwar.
Gubernur juga mengungkapkan, pembangunan jalan Sallu Batu menuju Tabang tembus batas Tana Toraja, saat ini telah dilakukan kontrak dan dikerjakan secara multi years. Jalan ini diperkirakan bakal menghabiskan anggaran hingga Rp360 miliar. Proyek jalan nasional akan dimuia pada tahun 2016 dan diperkirakan tuntas pada tahun 2018.
Infrastuktur jalan yang ada di Kabupaten Mamasa memang harus diperjuangkan terus. Gubernur pun berjanji akan terus melakukan lobbi-lobbbi ke pemerintah pusat untuk alokasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Mamasa. Soalnya, jalan yang ada di wilayah Kabupaten Mamasa memang sangat penting untuk segera dilakukan perbaikan.
Soalnya, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Mamasa, tidak bisa dikelola dengan baik ketika infrastruktur jalan tidak memadai. Untuk itu, ketika nanti infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya memadai, maka sektor kepariwisataan di daerah Mamasa ini akan maju. ”Ketika jalan sudah tembus antara Kabupaten Tana Toraja (Sulsel) dan Mamasa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan Kabupaten Mamasa, serta Kalukku di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamasa, maka dengan sendirinya daerah ini nantinya akan maju dalam pertumbuhan ekonominya serta kemajuan pembangunannya,” ujar mantan anggota DPR RI ini seraya menambahkan, dari awal menduduki jabatan selaku gubernur Sulbar, selalu memimpikan Kabupaten Mamasa yang maju dengan pembangunan infrastruktur jalan yang harus dikedepankan dalam pembenahannya. (ala/mir/c)