Site icon Berita Kota Makassar

Ditemukan 3.298 Meteran Pemakaian Nol

PAREPARE, BKM — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan tingkat kehilangan air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare mencapai angka 47 persen. Kondisi tersebut berlangsung dalam rentang waktu 2014 hingga 2015.
Hal ini membuat gerah Wali Kota HM Taufan Pawe yang juga owner perusahaan. Apalagi PDAM selalu merugi dan tidak pernah mendapatkan keuntungan.
Akhirnya, Taufan mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Muh Syukri. Selanjutnya pucuk pimpinan di perusahaan ini dipegang Mustafa Mappangara yang juga Sekretaris Kota (Sekkot) Parepare.
Setelah dipercaya memimpin PDAM, Mustafa langsung bergerak cepat. Dia berusaha membenahi manajemen yang selama ini telah membuat perusahaan terus merugi.
Setelah dua minggu melaksanakan tugas sebagai Plt Direktur PDAM, Mustafa Mappangara yang akrab disapa Puang Ucu mendapati fakta, bahwa tingkat kebocoran sebesar 47 persen selama ini dikarenakan banyaknya pelanggan liar. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan pelanggan. Malahan, ditemukan ada sekitar 3.298 meteran pelanggan yang pemakaiannya nol setiap bulannya.
”Saya sudah bentuk tim untuk melakukan investigasi di lapangan. Apa betul 3.298 pelanggan itu memang tidak memakai air, atau karena ada oknum di PDAM yang sengaja melakukan permainan yang merugikan perusahaan. Jika memang ada okun terlibat, maka sanksinya berat, yaitu pemecatan,” tegas Puang Ucu.
Saat ini tercatat ada 18.754 pelanggan yang dilayani PDAM. Namun ada pelanggan liar yang tidak terdaftar di perusahaan.
Tim investigasi yang akan turun ke lapangan melibatkan Satpol PP serta kepolisian. Sebab dicurigai adanya penyimpangan yang dilakukan orang dalam PDAM. Indikasinya, kebocoran sudah berlangsung hampir dua tahun lamanya dan tidak ada tindakan pencabutan meteran.
”Ada temuan ribuan pelanggan yang ilegal. Kenapa tidak ada tindakan pada saat itu. Jika dihitung-hitung, jumlah kerugian mencapai Rp480 juta lebih tiap bulannya. Ini sudah berjalan hampir dua tahun,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Parepare Rusman Rahman mengatakan, pergantian Muh Syukri atas usulannya ke Wali Kota.
“Kondisi manajemen PDAM sangat memprihatinkan. Karena mendesak untuk dilakukan perbaikan, makanya kami usulkan agar wali kota segera mengganti Plt Direktur sebelum ada hasil dari rekruitmen calon direktur definitif,” jelas dia.
Diakui Rusman, masih ada beberap item persoalan di tubuh PDAM saat ini. Termasuk diantaranya pengadaan zat kimia, biaya beban pelanggan, pelanggan liar dan penggunaan nol di meteran pelanggan.
“Ini sudah kami sampaikan ke Wali Kota sebagai pemilik perusahaan, dan Plt Direktur sebagai penanggungjawab. Kami harap ke depan ada solusi untuk perbaikan,” pungkasnya.
Terpisah, Kapolres Parepare AKBP Alan G Abat siap bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk melakukan investigasi mengenai pelanggan nol meteran ataupun pelanggan liar.
”Untuk saat ini kami tengah melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penyalagunaan dana pensiunan karyawan PDAM,” ujarnya singkat.
Hal senada disampaikan Kajari Parepare Risal Nurul Fitri. Menurut dia, kasus pelanggan liar tetap ditangani dan masih dalam penyelidikan.
Wali kota HM Taufan Pawe selaku owner perusahan, mendukung langkah penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut agar bisa jelas di mata masyarakat. ”Kami mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan penyidik,” tandasnya. (smr/rus/b)

Exit mobile version